Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Bertemu Bos penjahat


__ADS_3

* Sebelum baca like dulu ya teman-teman.. Gomawo πŸ€—πŸ€—*


Axel terus mencari keberadaan saudaranya. Karena terburu-buru ia tidak sengaja menabrak seseorang hingga terjatuh.


" Sorry " ucap Axel.


" It's ok "


Axel seperti mengenal orang yang ditabraknya. Begitu juga dengan yang ditabrak.


" Axe..! "


" Paman..!" ucap keduanya berbarengan.


Mereka pun tertawa bersama.


" Paman kenapa bisa disini?"


" Nih lagi bawa anak-anak ini ke tempat aman"


Axel menoleh kearah yang dimaksud pamannya. Ia kaget melihat puluhan anak-anak sedang berbaris rapi di belakang sang paman.


" Apa anak-anak ini korban penculikan?"


" Hhmm"


" Untuk apa mereka menculik anak-anak kecil?"


" Mau diambil organ tubuhnya"


" Serius paman?"


" Serius, paman sama Eca lihat sendiri organ tubuh manusia yang sudah mereka ambil"


Axel mual sekaligus ngeri mendengar ucapan pamannya. Ia tidak menyangka ada manusia sekejam itu di dunia ini.


" Sekarang Eca dimana?"


" Lagi mencari bos penjahat. Kamu bantuin Eca dulu, paman mau membawa anak-anak ini dulu"


" Siap paman"


Axel dan Nando pun berpisah. Axel segera menyusul saudara kembarnya. Sedangkan Nando melanjutkan perjalanannya membawa anak-anak kecil itu ketempat aman.


...***...


Doni meminta anak buahnya untuk membawa teman-teman putrinya. Karena ia harus segera mencari Alexa dan juga Axel.


" Om, tolong selamatkan Alexa" kata Kevin.


Doni menatap pemuda yang ada dihadapannya. Ia menepuk pundak Kevin, seraya berkata. " Tenang saja, saya pasti akan menyelamatkannya"


" Terima kasih Om"


" Sama-sama"


Setelah mengatakan apa yang ingin dia katakan. Kevin pun menyusul teman-temannya.


" Cepat keluar, sampai kapan kamu mau bersembunyi di sana?" kata Doni pada putrinya.


" Ih papa, ntar kalau Adele cepat keluar bisa-bisa ketahuan teman-teman Adele"


" Cowok yang tadi itu siapa? pacarnya Eca ya?"


" Bukan!"


" Tapi dia seperti mengkhawatirkan Eca?"


" Mungkin itu bentuk rasa pedulinya pada juniornya"


" Kamu kan juga junior di sini. Tapi kok nggak ada yang nanyain putri papa yang cantik ini?"


" Buat apa juga mereka nanyain Adele"


" Untuk pedekate mungkin"


" Papa ngaco deh. Yuk kita cari Twins sama Farel"


" Farel?"


" Hhmm"

__ADS_1


" Bukannya dia ada diantara rombongan teman-teman kamu tadi"


" Nggak! dia pergi mencari Eca"


" Apa dia bersama dengan Axel?"


" Tidak, kami berpencar"


" Kenapa kalian berpencar? kalau musuh menangkap salah satu dari kalian gimana?"


" Jangan sampe lha Pa. Makanya buruan kita cari mereka"


" Hhhmm"


Ayah dan anak itu segera meninggalkan tempat itu. Doni berharap mereka bertiga tidak tertangkap sama penjahat.


...***...


Farel sedang bertarung melawan para penjahat, namun tiba-tiba ditengah pertarungan dia bersin.


Haciu..


Sontak penjahat itu menutup wajahnya. Karena kalau tidak wajah sudah penuh karena air ludah Farel.


" Sepertinya ada yang ghibah-in gue nih"


" Hei bocah! jorok banget kau!"


Farel menatap tajam penjahat yang ada dihadapannya itu. Enak saja penjahat itu bilang dirinya jorok.


" Enak saja bilang saya jorok. Yang ada Lo tu yang jorok! tinggal di tempat kotor kek gini"


" Ah banyak bacot kau bocah!" hardik penjahat itu.


" Eits, hampir saja kena" kata Farel ketika pukulan penjahat itu meleset.


" Kalian jangan cuman diam aja. Cepat serang bocah ini, biar dia tidak banyak cakap lagi"


Para penjahat yang tadinya menonton, sekarang ikut menyerang Farel. Sekarang sepuluh lawan satu. Tapi itu semua tidak masalah bagi Farel. Karena biasanya setiap ia latihan, papanya selalu memberikan dua puluh bodyguard untuknya.


Hanya dalam waktu tiga menit ia berhasil mengalahkan semua penjahat itu.


Prok..


Prok..


" Adele"


" Kamu keren banget sih tadi"


Wajah Farel bersemu merah kala mendapatkan pujian dari gadis cantik yang ada di depannya itu.


Ehem..


Farel menoleh kearah orang yang berdehem barusan. Ia kaget melihat lelaki yang ada di samping Adele.


" Om Doni!"


" Iya saya. Kenapa kamu kaget kek gitu?"


" Om kok ada di sini?"


" Emang kenapa kalau saya disini?"


" Ya nggak apa-apa sih. Tapi bukannya Om lagi di kota J"


" Kalau saya di kota J, terus yang dihadapan kamu sekarang siapa?"


" Iya juga sih. Tapi ini beneran Om kan?" tanya Farel sambil mencubit pipi Doni.


Aawwww..


" Eh beneran Om Doni"


Pletak..


" Ya iyalah beneran lha. Dari tadi kan juga sudah bilang begitu"


" Stop! jangan berisik, nanti para penjahat itu datang lagi"


Kedua lelaki tampan beda usia itu pun diam. Karena apa yang dikatakan Adele ada benarnya. Kalau penjahat itu datang mereka tidak akan bisa melawan lagi.

__ADS_1


" Yuk kita lanjut cari Eca sama Axel" kata Adele.


" Kita istirahat sebentar Adele. Soalnya tenaga gue udah terkuras habis"


" Ck, baru melawan sepuluh orang aja kamu udah K.O"


" Enak aja sepuluh"


" Bukannya ini sepuluh?"


" Noh liat di sebelah sana?"


Doni melihat kearah yang dimaksud Farel. Ia kaget, penjahat yang di kalahkan Farel lumayan banyak juga.


" Hebat juga kamu, bisa mengalahkan penjahat sebanyak ini"


" Tentu saja" kata Farel dengan sombongnya.


Adele tersenyum melihat gaya Farel yang bicara dengan nada sombong seperti itu. Karena inilah kali pertamanya ia bisa menyombongkan kemampuannya.


...***...


Alexa belum juga menemukan bos penjahat itu. Dari tadi ia hanya melawan anak buah sang penjahat. Dan itu membuatnya bosan. Karena lawannya tidak ada yang kuat.


" Cepat katakan dimana bos kalian?!"


" Kami tidak akan memberi tau padamu bocah"


Krak..


Aaaaaggkkk..


Tangan salah satu penjahat itu patah. Karena tangannya dipelintir oleh Alexa.


" Cepat katakan, atau tangan ini akan putus dari tempatnya"


" Ba-baik, saya akan katakan"


" Daritadi kek. Jadikan saya nggak akan mematahkan tangan anda. Cepat katakan dimana keberadaan bos Anda?"


" Di ruangan yang ada di ujung jalan ini"


" Anda tidak bohong kan?"


" Ti-tidak"


" Ok. Tapi awas kalau anda bohong, saya akan memenggal kepala anda"


Penjahat itu menelan ludahnya. Gadis yang ada dihadapannya itu adalah jelmaan seorang iblis. Sungguh sial nasibnya bisa bertemu dengan gadis itu.


Alexa segera menuju ruangan yang ada di ujung jalan. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan bos penjahat. Karena ia harus membalaskan rasa sakit anak-anak yang sudah dia bunuh.


Penjahat itu tidak berbohong. Diujung jalan itu memang ada satu ruangan. Dan ruangan itu sangat bagus diantara ruangan yang ia temui sebelumnya.


Gadis cantik itu berpikir, pasti bos penjahat itu membangun markas dan juga ruangannya dari uang jual beli organ. Dan itu sangat membuat Alexa emosi.


Tanpa menunggu lama, ia langsung menendang pintu ruangan itu.


Aaaawww..


" Sial! sakit banget"


Ternyata mendrobrak pintu ruangan itu tidak semudah yang dibayangkan. Sepertinya pintu itu di desain khusus oleh bos penjahat itu. Jadi tidak bisa didobrak begitu saja.


" Gila! keras banget nih pintu. Gue kirain lunak kek pintu toilet sekolah "


Alexa mencari cara untuk membuka pintu ruangan itu. Saat dia sedang berpikir bagaimana cara membuka pintunya, tiba-tiba pintu itu terbuka.


" Eh kebuka"


Tanpa menunggu lama, ia segera masuk kedalam ruangan itu. Setelah Alexa masuk, pintu itu tertutup kembali.


" Selamat datang gadis kecil" ucap seorang lelaki yang duduk membelakanginya.


To be continue..


Udah up dua ya.. teman-temanπŸ€—πŸ€—


Gomawo untuk kalian yang sudah memberikan vote dan juga hadiah untuk novel receh ini..πŸ€—πŸ€—


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2