
Entah sejak kapan dirinya mau disuruh bawa barang belanjaan. Padahal kalau nemenin sang kakak belanja, yang bawa barang belanjaannya pasti anak buahnya. Tapi sekarang kenapa dirinya mau membawa barang belanjaan.
" Masih ada yang mau dibeli nyonya?" tanya Kenan.
Alexa tertawa mendengar ucapan Kenan. Ia tidak menyangka kalau lelaki itu akan memanggilnya dengan sebutan nyonya.
" Emang Om masih kuat bawa belanjaannya?" tanya Alexa sambil melirik kedua tangan Kenan yang penuh dengan barang belanjaan.
" Masih lha, ini mah belum apa-apanya buat saya"
" Emang nanti mau taruh dimana belanjaannya? kedua tangan Om udah penuh sama barang belanjaan"
Kenan melihat tangannya. Benar juga apa yang dikatakan gadis tipis itu. Kedua tangannya sudah penuh sama barang belanjaan.
" Nanti kita pake troli untuk membawa semua belanjaan kamu"
" Ini bukan cuma belanja aku ya Om. Belanjaan Om juga ada"
" Iya, tapi banyakan belanjaan kamu. Oh iya kita ke toko itu dulu"
" Ngapain ke toko itu?"
" Saya mau membelikan sesuatu untuk kamu. Ayo"
Mau nggak mau Alexa pun mengikuti lelaki tampan itu. Ia tidak tau apa yang akan diberikan oleh gunung es itu.
" Selamat datang di toko kami tuan, nona"
Begitu sapaan ramah dari karyawan toko. Alexa, Kenan dan juga Beni masuk ke dalam toko perhiasan itu.
" Mau beli apa tuan?"
" Saya mau membeli kalung"
" Kebetulan sekali, toko kami baru saja kedatangan desain kalung terbaru" kata pemilik toko.
Pemilik toko itu pun mengeluarkan kalung berlian yang baru saja datang tadi pagi. Dan juga beberapa kalung yang lainnya.
" Silakan dipilih tuan"
Kenan mengambil kalung yang berbentuk love. " Tipis sini"
" Aku?"
" Iya siapa lagi"
" Tapi nama aku bukan tipis"
" Udah cepat sini"
Alexa pun mendekat ke arah Kenan. " Emang mau ngapain sih, Om?"
" Menghadap ke tembok"
" Iya" jawab Alexa sambil memutar tubuhnya menghadap ke dinding.
Kenan mengalungkan kalung yang ia pilih tadi ke leher Alexa. " Udah, coba putar kesini"
" Ini apa?"
" Kalung"
" Iya aku tau kalau ini kalung"
" Bagus lha kalau kamu tau. Jangan pernah dilepas kalungnya"
" Kenapa?"
" Karena ini kalung bukan sembarang kalung"
" Bukannya sama aja sama kalung yang lainnya"
" Beda dong!"
" Apanya yang membuat beda?"
" Udah! jangan banyak tanya. Pokoknya jangan dibuka"
" Iya Om suka maksa"
" Gadis pintar"
Kenan membayar kalung yang ia pasangkan ke Alexa tadi. Setelah membayar kalung, mereka bertiga pun keluar dari toko itu.
" Mau kemana lagi nona?"
" Makan dulu yuk Om, aku udah lapar"
__ADS_1
" Ya udah, kita cari makan dulu. Mau makan di restoran mana?"
" Restoran ala Korea boleh nggak Om?"
" Mending restoran western"
" Ya udah terserah Om aja"
" Beneran nih terserah saya?"
" Hhhmm"
" Ok! kalau gitu kita ke restoran western"
Mereka bertiga pun pergi menuju restoran western. Siang ini mereka akan makan siang dengan menu western.
" Selamat datang tuan, nona. Silakan masuk"
Beni meminta pada pelayan untuk menyiapkan ruang VIP untuk mereka. Karena tuannya tidak suka keramaian.
" Kenapa milih ruang VIP Om?"
" Karena saya tidak begitu suka keramaian. Yuk masuk"
" Hhmmm"
Mereka duduk di ruangan VIP. Namanya juga ruang VIP, jadi semuanya serba bagus, dan pelayanannya juga cepat. Ya sesuai dengan harga yang kita bayarlah.
" Kamu mau pesan apa?"
" Samain aja sama Om"
" Pesan steak dua, minumnya air mineral aja"
" Kenapa tidak wine saja tuan? bukannya lebih enak makan steak ditemani wine?"
" Saya tidak minum nona. Dan saya juga tidak suka bau wine. Masalah minuman pendamping untuk makan steak, lebih bagus air putih. Karena kita bisa merasakan kualitas dagingnya. Dan tentunya lebih sehat"
" Baik tuan"
" Saya nggak ditanya juga tuan? mau pesan apa?".
" Kamu bukan anak kecil lagi Ben. So pesan sendiri aja"
" Giliran nona Alexa ditanya. Giliran saya harus ngomong sendiri"
" Udah cepat pesan, nggak usah manja"
" Baik tuan"
Setelah mencatat semua pesanan Kenan. Pelayan itupun undur diri. Ia akan memberikan catatan pesanan itu ke koki restoran.
Alexa melirik lelaki tampan yang ada di sampingnya itu. Ia tidak menyangka kalau lelaki dingin itu tidak suka minum wine. Dan dia juga tau banyak tentang kesehatan.
" Kenapa kamu menatap saya seperti itu. Apa kamu sudah mulai terpesona sama saya"
" Idih ge'er banget. Tadi aku melihat semut di wajah Om"
" Itu tandanya semut tau kalau saya manis dan juga tampan"
" Idih pede banget bilang tampan"
" Tentu saja, karena kalau saya tidak tampan? nggak mungkin kamu akan menatap saya seperti tadi"
" Ck"
Ponsel Alexa berdering. Gadis cantik itu pun mengambil ponselnya. Ia tersenyum melihat nama yang tertera di layar ponselnya itu. Ia segera menggeser tombol hijau yang ada di sana.
" Hallo, assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam. Kamu dimana? kita udah nungguin daritadi"
" Kalian nggak usah nunggu aku"
" Kenapa? apa kamu sakit?"
" Nggak"
" Terus kenapa nggak ikut sama kita?"
" Aku lagi di mall. Ini lagi nunggu pesanan datang"
" Wah, bener-bener kakak nggak ada ukhluk kamu. Mall mana? kita samperin ke sana?"
" Nggak usah! bentar lagi aku balik"
" Sama siapa ke mall nya?"
__ADS_1
" Sama Om yang kemarin"
" Kamu pacaran sama Om-om itu?"
" Nggak lha, ngaco kamu"
" Beliin gue Snack dong?"
" Udah, pokonya semuanya kebagian"
" Makasih kakak ku tersayang"
" Kalau ada maunya, baru ngomong kek gitu. Ya udah, tunggu aku di depan hotel ya"
" Hhmm"
Sambungan telpon pun berakhir. Alexa menyimpan kembali ponselnya kedalam tas mini yang di bawanya.
" Siapa yang telpon?"
" Axel"
" Bilang apa?"
" Om kepo deh"
Tak berselang lama pesanan mereka pun datang. Pelayan menghidangkan makanan dan juga minuman di atas meja.
" Kok ada jus? saya kan nggak pesan?"
" Ini hadiah dari manejer kami tuan"
" Oh"
" Kok cuma oh sih?" tanya Alexa.
" Terus saya harus bilang apa?"
" Makasih"
" Kalau saya bilang gitu, berarti dia mengharapkan imbalan dong dari saya"
" Tau ah, Om ngeselin"
" Kenapa jadi kamu yang marah sama saya"
Pelayan itu tersenyum melihat perdebatan kecil antara Kenan dan Alexa. Menurutnya mereka berdua adalah pasangan yang serasi. Setelah menghidangkan makanan, pelayan itu pamit undur diri.
" Sini steak punya kamu?"
" Buat apa?"
" Bawa sini dulu"
Alexa memberikan steak miliknya pada Kenan. Ia tidak tau lelaki tampan itu mau ngapain dengan steak miliknya.
" Om nggak mau jampe-jampe steak aku, kan?"
" Untuk apa saya jampe-jampe steak ini. Mending kamu langsung yang saya jampe"
Kenan memotong daging steak itu menjadi potongan-potongan kecil. Setalah itu ia memberikan pada Alexa.
" Udah, sekarang kamu boleh makan"
" Ah, so sweet banget sih Om. Makasih ya"
Pipi Kenan bersemu merah saat di puji dan di tatap seperti itu oleh gadis cantik yang ada di hadapannya. Entah kenapa gadis tipis itu terlihat sangat menggemaskan.
" Udah cepat makan, ntar keburu dingin"
" Hhmmm"
Alexa mulai menyantap daging steak yang sudah di potong-potong kecil tadi. Ia tidak menyangka gunung es yang dingin itu bisa romantis seperti itu padanya.
...***...
Axel dan yang lainnya menunggu Alexa di depan hotel. Karena gadis cantik itu sudah meminta pada saudara dan sahabatnya untuk menunggu di depan hotel.
" Emang Eca pergi sama siapa sih, Yank?" tanya Alisha pada kekasihnya.
" Coba tebak"
" Ih malah ngajak main tebak-tebakan. Nggak asik kamu yank"
" Nanti kamu juga tau yank"
Axel dan yang lainnya menunggu kedatangan Alexa. Mereka duduk di kursi taman yang tidak jauh dari sana.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚