Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Peringkat kelas


__ADS_3

Akhirnya tibalah saat pengumuman peringkat kelas. Semua murid pun memasang telinga. Mereka penasaran siapa saja yang mendapatkan peringkat kelas. Apakah masih sama dengan tahun lalu, atau ganti sama yang lain.


" Kita mulai dari kelas X dulu ya?"


Wakil kepala sekolah pun mulai mengumumkan peringkat tiga sampai satu dari ke empat kelas. Begitu seterusnya sampai ke kelas XI.


" Baiklah sekarang sampailah di kelas XI. Kira-kira siapa yang akan mendapatkan peringkat kelas. Apakah masih sama dengan tahun kemarin?"


" Buruan dong Buk umumkan?" kata salah satu murid.


" Wah, ternyata anak-anak sudah tidak sabar. Baiklah, kita mulai dari kelas XI.D"


Wakil kepala sekolah segera mengumumkan peringkat satu sampai peringkat tiga. Dan tibalah saatnya di kelas Axel. Yaitu kelas XI.B.


" Pasti Axel lagi yang dapat peringkat satu"


" Sudah pasti. Dia kan pinter banget"


" Belum ada yang bisa mengalahkan dia"


Alisha tersenyum mendengar ucapan teman sekelasnya. Tapi apa yang mereka katakan ada benarnya. Karena kekasihnya memang pintar, bahkan dia aja tidak bisa menandingi nilai kekasihnya.


" Juara ke tiga di raih oleh anak murid kita yang bernama, Farel Putra Wijaya"


Suara tepuk tangan pun menggema di lapangan sekolah.


" Anak aku sayang" kata Nadia.


" Anak kita berdua sayang"


" Nggak!. Dia cuma anak aku"


" Mana bisa begitu. Wong bikinnya aja berdua kok"


" Berisik!. Kalau aku bilang anak aku, ya anak aku"


" Iya deh, anak kamu"


Emang bisa ngadon sendiri.


Romy bangga sama putranya. Walaupun cuma dapat peringkat ke tiga, yang penting putranya masih masuk dalam tiga besar.


" Silakan berdiri di samping kelas XI.C"


Farel berdiri di samping temannya dari kelas lain. Ia berdiri sesuai urutan peringkat yang dia dapat.


" Baiklah, posisi kedua di raih oleh anak murid kita yang bernama Alisha"


Tepuk tangan pun kembali terdengar di lapangan itu. Alisha pun bangkit dari duduknya. Ia segera bergabung dengan Farel dan juga teman-teman yang lain.


" Juara tiga sama dua sudah di umumkan. Sekarang kita akan melihat siapakah kira-kira yang mendapatkan peringkat pertama?"


Semua murid kelas XI.B menyebutkan nama ' ' Axel '.

__ADS_1


Wakil kepala sekolah tersenyum mendengar jawaban muridnya. " Ya sama dengan tahun kemarin, peringkat satu jatuh pada anak didik kita yang bernama, Axel Evan Narendra"


Suara tepuk tangan pun terdengar kembali di lapangan itu. Axel pun naik ke atas podium. Tapi sebelum itu ia finger heart pada sang mommy.


Kiran pun membalas sang putra. Ia memberikan dua finger heart pada putranya. Momen itu pun di abadikan Darren dengan ponselnya.


Beberapa murid juga ada yang mengabadikan momen ibu dan anak itu. Dan tak lupa mereka mengunggah ke akun sosmed yang mereka punya. Dengan caption ' cowok kulkas yang romantis'.


" So sweet banget sih mereka?"


" Iya bikin hati meleleh"


Alexa juga tidak mau ketinggalan, dia mengabdikan momen sweet adiknya. Setelah itu dia mengirimnya ke grup khusus keluarga besarnya. Ia ingin keluarga besarnya melihat kulkas 32 pintu itu bisa sweet juga.


" Sejak kapan Axel seperti itu?" tanya Adele.


" Seperti apa?"


" Itu, kasih finger heart"


" Mungkin dia liat di Drakor, atau dari Alisha"


" Lo bener juga. Pacarnya kan pencinta Drakor. Tapi lucu juga ya liat kulkas kasih finger heart"


" Hhmmm"


Alexa bangga pada adiknya. Sikapnya terlihat seperti kulkas, tapi sama keluarga dan orang terdekatnya, dia adalah sosok yang hangat dan juga menyenangkan.


Wakil kepala sekolah pun mengumumkan siapa yang mendapatkan peringkat ketiga di kelas Alexa.


" Peringkat ketiga sudah, sekarang peringkat kedua. Kira-kira siapa yang mendapatkan peringkat kedua?. Apakah sama dengan tahun lalu?. Mari kita lihat"


Wakil kepala sekolah melihat nama yang ada di kertas yang sudah diberikan sama masing-masing wali kelas mereka.


" Peringkat kedua jatuh pada anak kita yang bernama, Adele Adriana Agatha"


Serly dan suaminya memberikan tepuk tangan yang meriah untuk putri tercinta mereka.


" Gue duluan ya"


" Hhmmm"


Adele berjalan menuju podium. Senyum terus saja terukir di bibir gadis cantik itu. Ia sangat senang karena bisa mempertahankan peringkat kelasnya.


" Peringkat satu dan dua sudah kita ketahui. Sekarang kita lihat siapakah yang dapat peringkat pertama di kelas XI. A"


Lagi-lagi wakil kepala sekolah tersenyum. Sepertinya memang tidak ada yang bisa menandingi anak dari penguasa Asia dan Eropa itu.


" Peringkat pertama jatuh pada anak didik kita yang bernama, Alexa Kirania Narendra"


Suara tepuk tangan pun terdengar sangat meriah di lapangan sekolah. Bahkan sampai Alexa berjalan ke podium pun suara tepuk tangan itu belum juga berhenti.


" Sayang"

__ADS_1


Langkah kaki Alexa terhenti saat mendengar suara orang yang sangat ia kenal. Semua orang yang ada di sana menoleh kearah suara.


" Mantu kita, sayang"


" Iya By"


Para guru dan juga wali murid mulai berbisik-bisik. Mereka bertanya-tanya, siapkah lelaki tampan dan juga anak kecil itu. Dan siapa yang dia panggil sayang?.


" Suami siapa itu?"


" Nggak tau. Mungkin suami salah satu guru disini"


Semua mata ibu-ibu dan juga murid-murid mengikuti kemana langkah kaki lelaki tampan dan juga anak kecil itu. Mereka ingin tau siapa yang di panggil ' sayang' tadi.


Mereka semua kaget melihat lelaki dan anak kecil tampan itu berhenti tepat di depan Alexa.


" Apakah itu suaminya?"


" Sepertinya begitu"


" Nggak bener ini. Kenapa pihak sekolah membiarkan murid yang sudah menikah sekolah disini?"


" Iya nih. Kan bisa mencemarkan nama baik sekolah"


" Mungkin karena orang tuanya berkuasa disini. Jadi pihak sekolah pun tidak bisa berkutik"


" Nggak bisa begitu dong. Jangan karena orang tuanya berkuasa, jadi bisa seenaknya"


" Saya setuju dengan kamu Jeng. Kita harus bicara sama kepala sekolah dan juga donatur sekolah"


" Paling omongan kita nggak di dengar sama mereka"


" Jangan-jangan orang tuanya juga nyogok para guru supaya anaknya peringkat 1"


" Bener tuh Jeng. Mereka banyak uang, jadi apa yang nggak bisa mereka lakukan "


" Pokoknya kita harus bicara sama kepala sekolah dan juga donatur sekolah"


" Bukankah tuan Narendra itu donatur sekolah?"


" Iya. Tapi kan bukan cuma dia aja. Kita bicarakan sama donatur yang lainnya. Mau jadi apa sekolah ini nanti, kalau diisi sama orang-orang seperti itu"


" Saya setuju sama kamu Jeng. Kita harus membicarakan ini sama kepala sekolah"


" Tunggu apalagi, ayo kita temui kepala sekolah"


Beberapa ibu-ibu itu pun menemui kepala sekolah. Mereka akan meminta kepala sekolah untuk mengeluarkan Alexa dari sekolah.


Kenan yang tidak sengaja mendengar ucapan ibu-ibu itu mulai emosi. Ia tidak ingin keluarga kekasihnya dituduh seperti itu. Dia harus meluruskan semuanya. Kapan perlu ia akan memberikan sedikit pelajaran pada ibu-ibu itu.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2