
Alexa meringis ketika alkohol menyentuh kulitnya yang terluka. Perih itulah yang ia rasakan saat ini.
" Tahan ya" kata Abimanyu.
" Hhmm"
Abimanyu membersihkan luka adik sepupunya itu. Setelah lukanya bersih, ia memberikan obat merah dan memberi plester luka anti air. Jadi Alexa tidak perlu takut lukanya akan kena air.
" Selesai"
" Makasih Bang"
" Sama-sama. Lain kali kalau jangan lari-lari lagi"
" Hehehe, siap Bang"
Alexa memandang lututnya yang sudah di beri plester luka. Ia kurang suka dengan plester-nya yang di pasangkan sama abangnya. Masa dia udah besar kek gitu dipasangkan plester bergambar hello Kitty.
" Abang"
" Hhmm"
" Bisa ganti plester-nya?"
" Emangnya kenapa dengan plester yang ini?"
" Seperti plester anak kecil"
" Kan Eca memang anak kecil"
" Nggak lha, Eca udah gede kali Bang"
" Tuh buktinya tadi jatuh"
" Ini tadi karena Eca nggak hati-hati "
" Oh iya, apa udah kalian kirim nomornya?" tanya Abimanyu pada Axel.
" Belum. Kan nolongin putri tidur ini tadi"
" Emang nomor apa Bang?" tanya Alexa.
" Kepo" kata Axel.
" Aku nanyanya sama Abang Abi, bukan sama kamu"
" Sama aja. Dilarang kepo"
Ting.
Bunyi pesan masuk ke ponsel Abimanyu. Ia segera membuka pesan itu. Dan ternyata pesan itu dari Axel dan juga Farel. Ia segera mentransfer uang ke dua nomor rekening tadi.
Axel dan Farel langsung mendapatkan notifikasi dari M-banking. Dan itu tandanya uang yang dikirim oleh Abimanyu sudah masuk ke rekening mereka.
Farel kaget melihat nominal uang yang dikirimkan Abimanyu ke rekeningnya. Uang itu lima kali lipat dari uang sakunya.
" Bang, ini nggak salah kirim?"
" Nggak"
" Makasih ya Bang"
" Sama-sama"
" Sering-sering ngajak tanding ya Bang"
" Dasar mata duitan" kata Axel.
" Bukan mata duitan. Tapi hidup itukan butuh makan dan juga jajan"
Alexa mengeyitkan alisnya. Ia tidak tau apa yang dibicarakan oleh Axel dan juga Farel. Tapi ia menangkap kata makan dan juga jajan.
" Mau makan-makan ya?" tanya Alexa.
" Nggak" jawab Axel.
" Jangan bohong?"
" Siapa juga yang bohong"
" Tadi aku denger kalian menyebut makan"
" Ck, pikirannya cuma makan aja"
" Alah, kek kamu nggak aja"
" Stop! jangan ribut. Kuping Abang sakit mendengernya"
" Axel tu Bang yang mulai duluan"
Axel menghela nafasnya. Lagi-lagi dia yang disalahkan oleh saudara kembarnya itu. Jelas-jelas dia tadi yang memulai keributan. Mungkin benar apa kata orang ' Lelaki itu emang selalu salah'.
__ADS_1
" Eca mau makan apa?" tanya Abimanyu.
" Abang mau ngajak Eca makan diluar?"
" Hhmm"
" Tapi Axel nggak usah di ajak ya?"
" Kenapa?" tanya Axel.
" Karena kamu biang gaduh"
" Enak aja, yang biang gaduh itu kamu"
" Tuh buktinya, baru aja dibilang udah mau ribut lagi"
Axel pun mengunci mulutnya. Daripada nanti dia tidak diajak makan diluar. Karena jarang-jarang dia pergi makan diluar. Sebab mommy dan Daddy-nya tidak mengizinkan mereka sering makan diluar.
Ya Kiran memang membiasakan twins dan juga suaminya untuk makan di rumah. Karena dengan makan di rumah, hubungan antara orang tua dan anak mereka terjalin dengan baik. Dan lagi, hanya diwaktu itulah mereka bisa berkumpul bersama. Kalau siang sampai sore mereka sibuk bekerja.
" Jadi Eca mau makan apa?"
" Junk food "
" No " tolak Abimanyu.
" Ayolah Bang. Lagian Eca jarang sekali makan junk food "
" Junk food itu tidak sehat, Eca?"
" Kalau sering-sering emang nggak baik Bang. Eca kan jarang makan junk food, boleh ya?" pinta Alexa dengan mata puppy eyes-nya.
" Baiklah"
" Yes, Abang memang yang terbaik"
Alexa teringat sesuatu, ia menoleh kearah saudara kembarnya. Kalau dia tidak mengajak Axel pergi, bisa-bisa dia memberitahu mommy.
" Kamu boleh ikut"
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Terus gue gimana?" tanya Farel.
" Eh, ternyata ada Farel disini"
" Lebay ah" kata Alexa.
" So? gue boleh ikut dong?"
" Boleh, sekalian ajak Adele" kata Alexa.
" Siap" kata Farel sambil bergegas pergi.
" Lo mau kemana?" tanya Axel.
" Ke rumah Adele"
" Ya udah, pergi sana!"
Farel pun melanjutkan perjalanannya ke rumah Adele.
" Ck, mendengar nama Adele aja langsung tancap gas dia" kata Alexa.
" Emang ada apa dengan Farel dan juga Adele?" tanya Abimanyu.
" Mereka berdua pacaran" jawab Alexa.
" Benarkah?"
" Iya, Abang mah kalah Ama mereka berdua"
" Kok bawa-bawa Abang?"
" Iya, Abang udah umur 19 tahun masih aja jomlo"
" Abang mau fokus sama kuliah dulu"
" Fokus boleh, tapi jangan sampai jadi bujang lapuk"
" Jangan sampe lha"
" Abang sama Axel mandi dulu gih. Soalnya udah bau banget nih" kata Alexa sambil menutup hidungnya.
" Ngapain kamu tutup hidung?" tanya Axel.
" Karena mencium bau kamu"
" Kenapa? wangi ya?"
__ADS_1
" Wangi gundul mu. Yang ada bau asem"
Ide jahil pun muncul di kepala Axel. Ia mendekatkan tubuhnya ke Alexa.
" Axel! jauh-jauh dari gue, bau!"
Axel tertawa mendengar ucapan saudara kembarnya itu. Entah kenapa hari ini ia sangat senang membuat Alexa marah.
" Yuk Bang kita pergi mandi. Kita tinggalkan aja Eca sendirian disini"
" Dasar adek luknut kamu"
" Kamu bisa jalan nggak?"
" Nggak bisa"
" Cepat naik" kata Axel sambil berjongkok di depan Alexa.
" Nggak mau! ntar kamu jatuhin aku"
" Nggak akan"
" Aku sama Abang Abi aja"
" Ya udah, cepat naik" kata Abimanyu sambil berjongkok di depan Alexa.
Alexa pun naik ke punggung Abimanyu.
" Hati-hati Bang, Eca itu berat"
" Enak aja, aku itu ringan tau! ya kan Bang?"
" Iya, berasa kek gendong karung beras" kata Abimanyu.
Axel tertawa mendengar ucapan Abangnya.
" Abang" rengek Alexa.
" Becanda. Eca ringan kok, seringan kapas"
" Ck"
Para bodyguard heran melihat Alexa yang di gendong sama Abimanyu. Padahal tadi nona kecil itu baik-baik saja. Tapi kenapa pulang dari lapangan basket nona kecil itu di gendong.
" Eca kenapa?" tanya Kiran saat melihat putri kesayangannya di gendong keponakannya.
" Jatuh Mom"
" Kok bisa?"
" Di dorong sama Axel tadi"
Axel kaget mendengar ucapan saudara kembarnya itu. " Nggak Mom"
Alexa tersenyum melihat wajah pucat saudara kembarnya. Siapa suruh tadi menertawakannya.
" Beneran bukan karena Axel?"
" Bener Mom, tanya aja sama Abang Abi"
" Eca?"
" Hehehe, iya Mom. Eca jatuh sendiri"
Kiran geleng kepala melihat tingkah putrinya itu. Sang putri selalu saja mem-bully adiknya. Tapi Axel selalu sabar menghadapi sikap kakaknya yang seperti itu. Mungkin putranya itu sudah kebal.
" Lain kali kalau jalan hati-hati " pesan Kiran.
" Gimana nggak jatuh, wong jalannya sambil membayangkan Oppa-oppa " kata Axel.
" Biarin! daripada bayangin gambar-gambar yang nggak jelas" kata Alexa.
" Sudah-sudah, kepala mommy pusing mendengarkan perdebatan kalian berdua. Axel cepat mandi, dan Eca tidur"
" Kok tidur? ini kan udah mau magrib mommy?"
" Oh iya. Duduk manis disini"
" Siap Mom"
Setelah ceramah panjang lebar, Kiran pun pergi dari sana. Begitu juga dengan Axel dan Abimanyu. Mereka berdua akan membersihkan diri. Karena tubuh mereka berdua sudah lengket karena keringat.
To be continue.
Hai semuanya.. Udah hari Senin nih, mana dukungannya untuk Twins A..🤗🤗
Axel yang selalu jadi sasaran Alexa.
Happy reading 😚😚
__ADS_1