
Semua kue sudah siap di antar ke alamat. Dua kurir tampan juga sudah siap untuk membantu kekasih mereka untuk mengantarkan pesanan ke rumah customer.
" Yank, semua kue ini diantarkan kemana?" tanya Axel.
" Ke perusahaan Om gunung es, Yank"
" Kamu nggak ikut?"
" Nggak! aku masih ada kerjaan nih"
" Serahkan sama yang lain aja. Masa kamu tega nyuruh aku ke sana sendiri. Ntar kalau aku di culik Tante-tante girang gimana?"
" Nggak bakal ada yang berani culik kulkas tiga puluh dua pintu kek kamu, yank"
Walaupun sebenarnya Alisha tidak menampik kalau pesona sang kekasih sangat lha berbahaya. Sebab dingin-dingin seperti itu, kekasihnya semakin banyak di puja para cewek-cewek.
" Beneran nih kamu nggak ikut?" tanya Axel lagi.
" Ikut yank"
Axel tersenyum mendengar jawaban kekasihnya. " Gitu dong. Jangan pernah biarkan aku pergi sendiri"
" Nggak akan yank"
" Oh iya, Eca mana?"
" Di dalam. Dia lagi bersiap-siap mau ke mansion Om gunung es"
" Sama siapa dia ke sananya?"
" Sama Om Kenan"
" Di jemput?"
" Hhmmm"
" Ya udah, kita berangkat sekarang?"
" Bentar tunggu Adele dulu"
" Emang Adele kemana?"
" Lagi ngambil tas ke dalam"
" Tinggal aja, lagian dia sama Farel"
" Nggak boleh gitu yank. Tunggu bentar lagi ya"
Tak berselang lama Adele datang dengan membawa beberapa box kue ditangannya. Dengan sigap Farel membantu kekasihnya.
" Makasih sayang" ucap Adele.
" Sama-sama yank"
Semua kue yang akan di bawa ke perusahaan Kenan sudah siap. Kedua pasangan itu siap untuk berangkat ke perusahaan Richard.
" Cha, kita jalan dulu ya" pamit Alisha.
" Ok, hati-hati dijalan"
" Siap bos"
Alexa melambaikan tangannya saat mobil saudara dan sahabatnya sudah melaju meninggalkan pekarangan rumah Alisha. Setelah mobil Axel dan Farel sudah tidak tampak lagi, barulah Alexa masuk kedalam rumah.
" Dek" panggil Indah.
" Iya Kak"
" Kue ini mau diantarkan ke alamat mana?"
" Oh iya hampir saja lupa. Bentar ya Kak, aku catat dulu alamatnya"
__ADS_1
Alexa mengambil secarik kertas dan juga pulpen. Ia menuliskan alamat kantor seseorang. Setelah itu ia memberikan pada Indah.
" Kakak ke sananya naik apa?"
" Ojol Dek"
" Kakak nggak bisa bawa motor?"
" Nggak bisa, Dek"
" Ya udah kapan-kapan aku ajarin deh. Oh iya, nih ongkosnya"
" Nggak usah Dek, kakak ada uang kok"
" Kakak nganterin kue itu atas nama toko kita, jadi ongkosnya harus dari toko juga dong"
" Nggak apa-apa kok Dek"
" Itu uang kakak, jadi simpan untuk kakak. Ongkosnya biar aku yang bayar. Nggak boleh ditolak"
Mau nggak mau akhirnya Indah pun menerima uang yang diberikan Alexa padanya.
" Kakak jalan dulu ya, Dek"
" Ok Kak, hati-hati dijalan"
Setelah Indah pergi, Alexa pun menyiapkan kue yang akan dia bawa nanti. Walaupun tadi sempat dua kali gagal, tapi akhirnya kue itu selesai juga. Dan rasanya tidak diragukan lagi. Karena tadi kue itu sudah sempat dicicipi oleh kedua sahabatnya.
" Nak Eca masih disini?" tanya nenek Alisha.
" Iya Nek. Eca lagi nunggu jemputan. Apa ada yang nenek butuh kan?"
" Nggak, nenek cuma mau ambil minum"
" Nenek tunggu disini, biar Eca yang ngambil minumnya"
Alexa pergi ke dapur mengambil air minum untuk nenek. Tak lupa ia membawa lebih kue yang ia buat tadi. Ia pengen tau bagaimana pendapat nenek tentang rasa kue yang ia buat.
" Emang ini nggak dijual?"
" Nggak Nek. Ini lebih kue yang Eca bikin tadi. Coba nenek cicipi, enak atau nggak?"
" Ini Nak Eca yang bikin?"
" Iya Nek. Belajar bikin kue yang lain"
Nenek Alisha tersenyum mendengar jawaban gadis cantik itu. " Nenek coba, ya?"
" Silakan Nek"
Alexa deg-degan saat nenek Alisha memasukkan suapan kue pertamanya. Ia tidak sabar menunggu bagaimana pendapat nenek tentang kuenya.
" Bagaimana Nek?"
" Enak, kuenya juga lembut"
" Alhamdulillah, makasih Nek"
" Sama-sama. Nenek yakin kue ini juga banyak peminatnya"
" Aamiin, mudah-mudahan Nek. Doakan juga toko kita cepat selesai ya Nek"
" Nenek selalu mendoakan yang terbaik untuk usaha kue kalian bertiga"
" Makasih Nek. Kalau kita udah punya toko, jadi dapur nenek nggak kotor lagi sama kami"
" Nenek senang kalian membuat kue di dapur nenek"
" Iya Nek. Tapi kalau pesanannya banyak, kan nggak muat di dapur nenek. Apalagi sekarang kami udah punya karyawan"
" Alhamdulillah Nak. Semoga kuenya laris manis"
__ADS_1
" Aamiin"
Sambil menunggu jemputan Alexa mengobrol dengan nenek sahabatnya. Sedangkan karyawan yang lain membersihkan peralatan dapur.
...***...
Kenan melirik jam tangan mahal yang melingkar di tangannya. Ia kaget saat melihat jarum jam sudah menunjukkan jam tiga sore. Ia menyambar kunci mobilnya. Ia tidak boleh membuat gadis tipisnya menunggu lebih lama lagi.
" Tuan anda mau kemana?"
" Mau menjemput Alexa"
" Terus kerjaannya gimana?"
" Kamu lanjutkan sendiri, saya sudah terlambat"
Beni kaget mendengar jawaban tuannya. Bagiamana bisa ia mengerjakan pekerjaan sebanyak ini. Dan lagi kue pesanan bosnya itu akan datang.
" Tuan, gimana dengan kue-kue yang sudah anda pesan?" tanya Beni sambil berlari mengejar tuannya.
Kenan menghentikan langkahnya. " Untuk apa kamu saya pekerjakan kalau mengurus kue saja kamu nggak bisa!"
" Bukan begitu tuan. Kerjaan yang anda tinggalkan saja sudah banyak sekali. Masa harus ditambah lagi"
" Tenang, nanti saya naikkan gaji kamu tiga puluh persen"
Mendengar ucapan bosnya, rasa lelah Beni langsung berkurang. " Bos tenang saja, semua pekerjaan di kantor biar saya yang urus"
" Tugas membagikan kue, kamu serahkan pada bagian divisi pemasaran. Suruh mereka jalan ke semua divisi"
" Baik tuan"
Kenan segera masuk kedalam lift. Gara-gara ngobrol sama Beni, ia terlambat menjemput gadis tipisnya.
Ting.
Pintu lift terbuka. Kenan segera keluar dari lift. Seperti biasa kehadirannya selalu menyita perhatian semua karyawan. Apalagi karyawan wanita. Mereka seperti mendapatkan oasis ditengah gurun pasir.
" Sore Pak, ada yang mengantarkan kue. Mereka bilang semua kue itu pesanan bapak" kata pak satpam saat melihat Kenan keluar dari kantor.
" Iya Pak. Tolong bantu mereka bawa semua kue itu ke dalam ya. Temui Pak Beni, karena dia yang akan mengurus semua kue ini"
" Baik Pak"
Kenan segera pergi ke parkiran. Di sana dia bertemu dengan Axel. Ia pun menghampiri saudara kembar gadis tipis.
" Axel"
" Eh Om. Mau jemput Eca, ya?"
" Iya nih. Kalau telat jemput dia marah lagi"
" Gampang Om kalau dia marah, kasih aja permen lollipop"
" Lollipop?"
" Iya, dia akan anteng kalau di kasih lollipop"
" Kamu yakin dia nggak akan ngamuk lagi kalau di kasih permen lollipop?"
" Yakin Om. Percaya sama saya"
" Baiklah. Makasih infonya"
" Sama-sama Om. Semoga berhasil menaklukkan hati saudara kembar saya"
Kenan menganggukkan kepalanya. Ia segera melajukan mobilnya meninggalkan parkiran perusahaannya. Ia akan mengikuti saran Axel tadi. Ia akan memberikan lollipop untuk gadis cantik itu.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1