
Malam hari.
Kiran di kagetkan sama kedatangan adiknya. Sudah lama dia tidak bertemu dengan sang adik, dikarenakan sang adik masih diluar negeri.
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam. Kalian sudah pulang?"
" Udah Kak. Baru mendarat, kita langsung kesini"
Kiran tersenyum menatap adik iparnya. Ia melihat perut adik iparnya sudah mulai membesar. Ia memeluk sang adik ipar.
" Bagaimana kabar keponakan kakak didalam sana? apa baik-baik saja?" tanya Kiran sambil membelai perut Rania.
" Alhamdulillah baik Kak"
" Sayang, biarkan Nando sama istrinya duduk dulu. Mereka berdua pasti capek, apalagi Rania lagi hamil"
" Ah iya, kakak hampir saja lupa. Yuk duduk dulu"
Kiran membawa adik iparnya duduk di sampingnya. Sedangkan Nando duduk di samping sang Abang.
" Kenapa nggak nunggu lahiran dulu, baru pulang?"
" Maunya gitu Bang, tapi Rania nggak mau. Dia bilang ingin melahirkan di sini, biar didampingi sama keluarga besar"
" Bagus itu. Kalau lahiran itu, kita memang harus didampingi sama keluarga"
" Oh iya, Abang senang dan bangga sama kamu karena bisa menghabisi musuh tanpa sisa"
" Makasih Bang. Kalau nggak dihabisi semuanya, mereka pasti akan membuat ulah lagi"
Ya alasan Nando baru pulang ke Indonesia dikarenakan ada masalah besar di perusahaan utama milik kakaknya. Dan sang kakak memintanya untuk memimpin penyerangan itu.
Musuh yang dilawan Nando juga bukan musuh sembarangan. Mereka salah satu mafia yang ditakuti di negara L. Jadi Nando tidak bisa langsung serang. Ia harus menyiapkan strategi yang tepat untuk melawan mereka.
" Ya udah, kamu dan istri kamu pasti capek. Kalian istirahat dulu, besok kita lanjutkan lagi ngobrolnya"
" Iya Bang. Kita berdua pamit dulu"
Nando membawa istrinya ke kamar. Mereka akan istirahat karena sang istri sudah sangat lelah. Mungkin karena lagi hamil, jadi sang istri mudah cepat lelah.
" Aku senang Nando sudah pulang, By"
" Iya sayang. Aku juga senang. Apa kamu sengaja menyuruh mereka bulan madu di negara L?"
" Nggak. Itu cuma kebetulan, sekalian aku mau tau sebesar apa kekuatan adik ku itu"
" Sekarang kamu sudah tau kan, sehebat apa adik kamu itu?"
" Hhhmmm"
" Yuk kita istirahat, karena besok pagi suamimu ini ada meeting"
Kiran mengangguk tanda setuju. Lagipula dia juga sudah ngantuk. Besok pagi dia juga akan pergi ke kantor. Jadi harus bangun lebih awal.
...***...
Dimeja makan semua makanan sudah terhidang. Pagi ini Kiran meminta pelayan memasak makanan khusus untuk ibu hamil. Karena adik iparnya harus makan makanan yang sehat.
" Banyak banget makanannya, Kak?" tanya Rania.
" Iya, ini khusus untuk menyambut kepulangan kalian berdua"
Rania terharu mendengar ucapan kakak iparnya. Ia akui keluarga suaminya itu sangat baik padanya dan juga ibunya.
" Twins belum bangun, Kak?" tanya Nando.
" Udah, mungkin bentar lagi turun"
Kiran memberikan susu khusus ibu hamil untuk Rania, dan kopi untuk adik kesayangannya.
" Pagi sayang" sapa Darren sambil mengecup kening sang istri.
" Pagi, By"
__ADS_1
Kiran membuatkan kopi untuk suaminya. Rania tersenyum melihat kemesraan kakak dan kakak iparnya. Pasutri itu selalu terlihat romantis.
" Hari ini kamu ke kantor, Nan?"
" Nggak Bang. Soalnya nanti aku mau temenin Rania periksa kehamilannya"
Tak berselang lama terdengar sayup-sayup suara orang lagi gelud. Semua yang ada di ruang makan tau suara siapa yang sedang gelud itu.
" Good morning Mom, Dad" sapa Alexa.
" Morning sayang"
" Paman sama Tante nggak di sapa nih?" tanya Nando.
Alexa menoleh kearah suara. Ia kaget melihat lelaki tampan yang ada di samping daddy-nya.
" Paman..!"
Gadis cantik itu langsung memeluk paman kecilnya. Maklum dia sudah lama tidak bertemu dengan paman kecilnya.
" Kapan paman kembali?"
" Semalam"
Alexa beralih memeluk sang Tante.
" Eca, hati-hati peluk Tante nya. Ntar kena perut Tante" pesan Kiran.
" Perut?"
Sontak Alexa melihat kearah perut Tantenya.
" Tante hamil?"
" Iya, Eca senang nggak?"
" Senang dong, sebentar lagi Eca akan jadi kakak"
" Dede bayinya belum tentu mau manggil kamu, kakak" kata Axel.
" Cantik kalau dilihat dari sedotan"
" Biarin!, daripada kamu dilihat dari sudut manapun nggak ada tampan-tampan nya"
" Nggak apa-apa. Yang penting aku nggak jomlo. Daripada kamu ngaku cantik, tapi jomlo"
" Mommy!"
" Axel"
" Ya, Mom"
" Jangan ganggu Eca"
Alexa tersenyum penuh kemenangan. Sedangkan Axel hanya bisa menghela nafasnya.
" Yang sabar" ucap Nando.
" Iya paman. Ratu drama dilawan nggak bakal menang"
" Siapa yang kamu bilang ratu drama?"
" Tetangga sebelah" jawab Axel asal.
" Tetangga sebelah? Adele dong!"
" Kok Adele"
" Kan tetangga kita cuma ada dua, Adele sama Farel. Tapi yang paling dekat itu kan Adele"
" Tau ah, mending gue makan" kata Axel.
Darren tersenyum melihat putranya. Sang putra yang selalu ditindas oleh kakaknya. Walaupun sering jadi korban oleh kakaknya, tapi putranya itu tetap menyayangi sang kakak.
" Tante ini buahnya, biar Dede bayi yang ada dalam perut Tante sehat" kata Alexa sambil memberikan bermacam-macam buah yang sudah di potong-potong kecil.
__ADS_1
" Makasih kakak cantik" ucap Rania.
" Sama-sama "
Mereka pun memulai menyantap sarapan yang sudah ada di depan mereka. Pagi ini Alexa hanya sarapan dengan sandwich. Sedangkan Axel sama nasi goreng.
" Tumben sarapannya cuma makan sandwich. Lagi diet?" kata Axel.
" Nggak! lagi pengen sarapan sama sandwich"
" Tapi bagus sih, biar badan kamu nggak gendut"
" Jadi menurut kamu badan aku gendut?!"
" Ng..nggak! badan Eca bagus"
Axel memilih jalan aman. Kalau tidak kakaknya itu akan merepet sampai di sekolah.
" Emang Eca gendutan ya, Mom?"
" Nggak sayang. Badan Eca tuh udah pas sama tinggi tubuhnya. Jadi jangan diet-diet"
" Ok Mom"
Selesai sarapan Kiran mengantarkan suami dan anak-anaknya ke depan. Sedangkan Nando dan istrinya bersiap untuk pergi ke rumah sakit.
" Nanti malam paman masih nginep disini, kan?" tanya Alexa.
" Masih. Paman lusa baru balik ke mansion"
" Ok, Eca pamit dulu semuanya"
" Hati-hati dijalan, bawa motornya jangan ngebut"
" Siap Mommy"
" Axel juga pamit ya semuanya"
Alexa melajukan mobilnya meninggalkan mansion orang tuannya. Diikuti sama mobil Axel dibelakang.
...***...
Kenan bersiap untuk pergi ke kantor. Hari ini dia ada meeting dengan calon mertuanya. Jadi dia tidak boleh terlambat.
" Kamu udah mau berangkat?" tanya sang mama.
" Iya Ma"
" Jadi kapan calon mantu mama akan datang?"
" Ntar sore"
" Emang dia tau alamat mansion kakak kamu?"
" Tau Ma, dan lagi dia perginya sama aku"
" Ok mama tunggu. Tapi awas kalau kamu bohong. Mama akan langsung menikahkan kamu dengan putri sahabat mama"
" Tenang aja Ma, kali ini aku nggak bohong. Putra tampan mama ini akan membawa calon mantu mama"
" Kamu nggak bayar cewek itu, kan?" tanya sang mama penuh selidik.
" Ya nggak lha!"
" Ok, mama tunggu kedatangan calon mantu mama"
" Siap Ma. Aku berangkat dulu"
" Iya, hati-hati dijalan"
Kenan melajukan mobilnya meninggalkan mansion sang kakak.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1