Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Membeli oleh-oleh


__ADS_3

Pulang sekolah Kevin menunggu Alexa di tempat parkir. Ia akan menanyakan kembali apa nanti malam gadis itu mau jalan dengannya.


" Alexa" panggil Kevin, saat melihat gadis cantik itu datang dengan saudara dan juga temannya.


" Kak Kevin"


" Gimana motornya?"


" Tuh"


Kevin menoleh kearah motor yang berada di ujung. " Udah bisa jalan lagi ya"


" Udah"


" Oh iya ntar malam jadi jalan kan?"


" Jadi"


" Syukurlah, kakak jemput atau gimana?"


" Ketemu di mall aja"


" Ya deh kalau emang kamu nggak mau kakak jemput"


" Bukan nggak mau, kakak kan tau sendiri kalau ke rumah aku mobil nggak bisa lewat"


" Iya tau, tapi kakak bisa tunggu di depan kek kemarin. Apa kamu malu?"


" Nggak"


" Kalau kamu nggak malu, lalu kenapa kakak nggak boleh jemput kamu?"


Karena itu bukan rumah aku. Dan lagi itu kampung kupu-kupu. jawab Alexa dalam hati.


" Maaf kalau kakak terkesan memaksa. Ya udah, ntar kakak tunggu di mall, ok" kata Kevin sambil membelai rambut Alexa.


Axel dan yang lainnya kaget melihat rambut Alexa dibelai oleh. Begitu juga dengan sang pemilik rambut. Ia tidak menyangka kalau lelaki tampan itu akan membelai rambutnya.


" Kakak pulang dulu ya"


" Ah, i-iya"


Kevin tersenyum mendengar jawaban Alexa yang terlihat seperti orang gugup. Setelah berpamitan dengan sang pujaan hati, ia pun pergi dari sana.


" Sha coba cubit gue" kata Adele pada Alisha.


" Kenapa?"


" Cubit aja"


Alisha pun melakukan apa yang di suruh Adele.


Aaaawww...


" Ternyata gue nggak mimpi. Berarti kejadian barusan itu beneran. Daebak! Eca?"


" Apaan"


" Lo membuat para jomlo iri"


" Rel, Adele kasih kode tuh ke Lo" kata Alexa.


" Kode apa?"


" SOS "


" Kamu mau dibelai juga?" tanya Farel sambil membelai rambut Adele.


Wajah Adele memerah bak kepiting rebus, Ia malu kala rambutnya dibelai sama lelaki tampan itu di depan para sahabatnya.


" Udah dibelai masih nanya" kata Alexa


Axel melirik gadis cantik yang ada di sebelahnya. Begitu juga dengan gadis cantik itu.


Deg.

__ADS_1


Jantung Axel berdegup kencang dari biasanya. Ia segera memalingkan wajahnya. Begitu juga dengan Alisha.


Kenapa dengan jantung gue?. Axel bertanya dalam hati.


" Sha, yuk pulang?"


" Ah, i-iya"


" Kamu mau pulang bareng Eca?" tanya Axel.


" Iya, aku pulang dulu ya"


" Ntar malam tunggu aku "


" Hhmmm" jawab Alisha sambil mengangguk.


Alisha naik ke atas motor sport milik Alexa. Setelah sahabatnya duduk, barulah Alexa melajukan motornya.


" Kalian berdua nggak mau pulang?"


" Axel tunggu!" kata Adele.


Adele segera masuk kedalam mobil Axel. Diikuti sama Farel di belakang. Mobil mewah itu melaju meninggalkan parkiran sekolah.


...***...


Selesai makan siang. Nando dan Rania pergi ke salah satu toko oleh-oleh yang ada di kota M. Karena besok Nando akan kembali ke kota J. Jadi akan membelikan beberapa oleh-oleh untuk keluarganya.


Mereka pun sampai di toko oleh-oleh terbesar di kota M. Setelah memarkirkan mobilnya, Nando dan Rania masuk kedalam toko oleh-oleh itu.


Di dalam toko mereka di sambut sama macam-macam jenis makanan khas kota M itu. Nando mengambil keranjang yang ada di sana. Ia mulai memilih oleh-oleh yang akan ia beli.


Mata Nando tertuju pada kue basah yang berwarna kuning, dan mirip seperti serat kayu. Di kotak kue itu tertulis ' Bika Ambon' . Ia berpikir apakah kue itu dari kota Ambon.


" Apa kue ini dari Ambon?" tanya Nando pada Rania.


" Bukan"


" Tapi disini tertulis Bika Ambon"


" Kuenya enak nggak?" tanya Nando pada Rania.


" Enak. Ini kue yang banyak diminati pelancong kalau pergi ke kota ini. Coba aja kamu cicipi, tuh di sana ada untuk testimoni"


Nando melihat kearah yang di tunjuk sama Rania. Ia pun mencicipi kue yang seperti serat kayu itu.


" Gimana?"


" Enak. Aku mau beli beberapa"


Rania memasukkan beberapa kue itu kedalam keranjang milik Nando.


" Kamu mau?"


" Makasih, kamu aja"


Nando mengambil beberapa lagi kue Bika Ambon itu. " Untuk Ibuk kamu"


" Tapi ini kebanyakan"


" Nggak apa-apa. Yuk kita liat yang lain"


" Hhmm"


Para pengunjung yang ada di sana terpesona melihat ketampanan Nando. Ada di antara mereka yang diam-diam memotret lelaki tampan itu.


" Tampan sekali lelaki itu?"


" Iya, gue baru kali ini melihat lelaki setampan dia"


" Sepertinya lelaki tampan itu sedang menemani istrinya berbelanja"


" Istri?"


" Coba liat wanita cantik yang ada di sampingnya itu. Dan itu pasti barang belanjaan istrinya

__ADS_1


" Sepertinya begitu"


" So sweet banget sih mereka"


Rania tersenyum mendengar ucapan beberapa pengunjung itu. Ia melirik lelaki tampan yang ada di sampingnya. Bagaimana mungkin lelaki tampan itu suaminya.


Keranjang yang di bawa Nando sudah penuh sama oleh-oleh yang dia bawa ke kota J. Dan ia rasa oleh-oleh untuk keluarganya sudah cukup. Mereka berdua pun pergi ke kasir untuk membayar barang belanjaan.


Selesai membayar belanjaannya. Nando dan Rania pun keluar dari toko oleh-oleh itu. Mereka berdua berjalan menuju mobil.


Nando meletakkan barang belanjaannya di bagasi mobil. Setelah itu barulah ia masuk kedalam mobil.


Mobil mewah itu melaju meninggalkan toko oleh-oleh itu. Nando akan mengantarkan Rania pulang ke rumahnya.


Setengah jam perjalanan, mereka pun sampai di depan rumah Rania. Nando membukakan pintu mobil untuk wanita cantik itu.


Rania merasa terharu karena perlakuan manis Nando padanya. Lelaki tampan itu sangat menghargai dirinya sebagai wanita.


" Mau mampir dulu?" kata Rania.


" Emang boleh?"


" Tentu saja boleh"


Nando melirik jam tangannya, masih jam 3 sore. Jadi tidak masalah dia mampir sebentar ke rumah wanita cantik itu.


" Baiklah kalau kamu maksa"


Rania tersenyum mendengar ucapan lelaki tampan itu. Kapan dia memaksanya untuk mampir.


Nando mengambil satu kantong plastik di garasinya. Kantong plastik itu berisi kue yang ia belikan untuk ibu Rania.


Kedatangan Nando di sambut baik oleh ibu Rania. Ia mempersilakan Nando masuk kedalam rumahnya.


" Sore Buk"


" Sore. Mari masuk Nak"


Nando masuk kedalam rumah itu. Ini pertama kalinya ia menginjak kaki ke dalam rumah itu. Biasanya ia mengantarkan Rania sampai depan pintu rumahnya saja.


" Maaf kalau tempat duduknya tidak nyaman" kata Rania.


" Nggak apa-apa, aku juga sering duduk di kursi bambu. Oh iya, nih ada sedikit kue untuk Ibuk" kata Nando sambil menyerahkan kantong plastik yang ia bawa tadi.


" Terima kasih. Lain kali nggak usah repot-repot membawa kue"


" Nggak apa-apa Buk"


" Bentar ya aku buatkan minum dulu"


" Nggak usah, aku nggak lama kok"


" Beneran nggak mau?"


" Bukan nggak mau. Tapi kalau kamu membuatkan aku minum, bisa-bisa aku nggak mau pulang"


" Kenapa?"


" Karena ketagihan sama minum yang kamu buat"


Wajah Rania memerah mendengar gombalan lelaki tampan itu. Ia tidak menyangka kalau lelaki tampan nan dingin itu bisa menggombal.


" Ya udah, saya permisi dulu ya Buk"


" Udah mau pulang aja?"


" Iya, soalnya saya masih ada kerjaan"


" Kapan-kapan mampir lagi ya"


" Insya Allah Buk"


Nando bersalaman dengan ibu Rania. Setelah berpamitan ia pun pergi meninggalkan rumah Rania. Ia kembali ke pertambangan untuk menyelesaikan pekerjaannya.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2