Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Musuh mulai bergerak


__ADS_3

Adele dan Alisha menempelkan selembar kertas di depan pagar rumah Alisha. Mereka akan mencari beberapa karyawan untuk membantu mereka mengemas kue untuk besok. Karena pesanan mereka cukup banyak.


" Sayang, di persimpangan jalan sana tempel juga ya" kata Alisha pada kekasihnya.


" Siap sayang"


Axel membawa selebaran kertas lowongan kerja yang akan dia tempelkan dibeberapa titik. Sedangkan Farel membawa selebaran lowongan kerja itu ke arah jalan besar.


" Mudah-mudahan kita dapat ya karyawannya" kata Adele.


" Aamiin. Semoga aja Del"


Saat kedua gadis cantik itu sedang menata kursi dan meja. Tiba-tiba ada mobil mewah berhenti tidak jauh dari rumah Alisha.


" Hai guys"


" Eca! kita pikir siapa"


Alexa memeluk kedua sahabatnya. Gadis cantik itu seperti sudah lama tidak bertemu dengan sahabatnya. Padahal tadi mereka baru saja bertemu.


" Udah ada yang daftar?" tanya Alexa.


" Belum" jawab Adele.


" Kita juga baru buka. Soalnya baru selesai belanja" kata Alisha.


" Maaf ya nggak bisa bantu kalian pergi belanja"


" Nggak apa-apa. Kita tau Lo butuh waktu berduaan sama si Om" kata Adele.


" Apaan sih Lo. Gue di sana juga terpaksa karena kalian tinggal"


Tak berselang lama Axel dan Farel datang. Kedua lelaki tampan itu sudah berkeringat karena memasang selebaran lowongan kerja tadi. Mereka berdua memasang tidak hanya satu, tapi lima di beberapa titik.


" Kamu kok bisa ada disini?" tanya Alexa saat melihat saudara kembarnya.


" Ya bisa lha. Kan ini rumah pacar gue"


" Emang Alisha ngakuin kamu sebagai pacarnya?"


" Ya akuin lha! masa nggak!"


" Sha, Lo akuin Axel sebagai pacar lo, nggak?"


" Akuin dong"


" Tuh denger baik-baik. Mana ada cowok setampan gue nggak diakui sama pacarnya" kata Axel.


" Gue doain Lo sama Alisha cepat putus"


" Kok doa Lo kejam banget sama adik sendiri"


" Biarin"


Adele dan Alisha menghela nafas mereka melihat perdebatan twins. Kembar itu emang suka kali gelud. Damainya cuma hitungan menit.


" Cha" panggil Adele.


" Hhhmm"


" Om gunung es kenapa nggak Lo ajak ke sini?"


" Emang dia masih ada disini?"

__ADS_1


" Masih, noh lagi sandaran di mobil"


Alexa menoleh ke belakang. Benar saja, Kenan lagi bersandar di mobilnya sambil memainkan ponselnya.


" Biarkan saja dia di sana. Lagian dia lagi asik sama ponselnya"


Tak berselang lama, orang yang akan melamar pekerjaan pun datang. Alexa dan kedua sahabatnya duduk di kursi depan. Mereka siap untuk mereview calon karyawan.


Satu persatu kursi sudah di tempati sama para pelamar. Mereka terlihat sangat antusias karena sebentar lagi mereka akan mendapatkan pekerjaan.


" Apa kita cari karyawannya cuma untuk satu hari saja?" tanya Alisha.


" Iya, kan kita cuma butuhnya untuk satu hari saja" kata Adele.


" Kita akan cari karyawan untuk bekerja lama sama kita. Jadi besok pas toko sama cafe sudah selesai, kita tidak perlu cari karyawan lagi" kata Alexa.


" Lo bener juga. Baiklah mari kita mulai interview nya" kata Adele.


Satu persatu para pelamar itu di interview oleh ketiga gadis cantik itu. Axel dan Farel hanya jadi penonton dan juga sebagai bodyguard untuk ketiga gadis cantik.


Axel melihat Kenan yang lagi sendirian. Ia berjalan menghampiri Kenan yang sedang asik memainkan ponselnya.


" Om"


" Hhmmm"


" Ngapain sendirian disini? yuk gabung sama kita di sana"


" Iya sebentar, saya selesaikan dulu game nya"


Axel tersenyum membayangkan lelaki tampan itu menjadi kakak iparnya nanti. Apakah dia akan tahan dengan sikap kakaknya yang seperti itu.


" Kamu kenapa senyam-senyum begitu?"


Kenan menghentikan permainannya saat mendengar pertanyaan dari Axel. Ia tidak menyangka kalau Axel akan menanyakan hal itu padanya.


" Kenapa kamu bertanya seperti itu?"


" Karena saya kasihan melihat kakak saya jomlo terus"


" Emang selama ini nggak ada yang menyatakan cinta sama kakak kamu?"


" Yang menyatakan cinta banyak. Tapi nggak ada yang bisa menggetarkan hati kakak saya itu"


" Benarkah?"


" Iya. Bahkan ketua OSIS aja di tolak mentah-mentah sama kakak saya"


" Cowok yang kemarin itu?"


" Hhhmmm"


" Kenapa ditolak, bukankah cowok itu tampan?"


" Kalau kakak saya terima cinta tu cowok. Nanti Om nangis di pojokan"


Kenan kaget mendengar jawaban Axel. Beraninya bocah itu mengeluarkan kata-kata yang tajam seperti itu.


" Kalau Om benar-benar mencintai kakak saya, maka segera lha ungkapkan perasaan Om padanya, sebelum keduluan sama yang lain"


" Saya tidak akan membiarkan lelaki manapun mendekati kakak kamu"


" Kalau Om lambat kek gitu, Om bisa ditikung"

__ADS_1


" Tidak akan ada yang bisa. Karena kakak kamu itu udah saya kasih stempel kepemilikan"


" Om bilang udah dikasih stempel. Tapi sampe sekarang om belum bisa juga menaklukkan hati kakak saya"


" Saya harus mengenal kakak kamu lebih jauh lagi. Begitu juga sebaliknya. Kakak kamu juga harus mengenal saya"


" Dipercepat dong tahap perkenalannya. Saya aja sama pacar saya nggak butuh waktu lama untuk kenalan"


" Itu karena kamu sering bertemu dengan pacar kamu. Sedangkan saya sama kakak kamu tidak sering bertemu. Sekali bertemunya pasti gelud"


Axel tersenyum mendengar ucapan Kenan. Emang bener sih setiap kali bertemu dengan kakaknya, Kenan selalu gelud.


" Kakak saya itu cewek yang paling susah didekati"


" Benarkah?"


" Iya. Jadi Om harus berusaha keras untuk mendapatkan hati dan juga cinta kakak saya"


" Sepertinya begitu. Tapi saya suka dengan cewek yang tidak gampang didekati. Dengan begitu sang cewek terlihat mahal"


" Betul banget Om. Yuk kita ke sana Om gabung sama Farel"


Kenan menganggukkan kepalanya tanda setuju. Kenan menyimpan ponselnya kembali ke dalam saku celananya. Ia berjalan dibelakang Axel.


Beberapa orang pun sudah selesai di interview oleh ketiga gadis cantik itu. Tapi belum ada satu orang pun yang diterima oleh ketiga gadis cantik itu.


" Gimana nih, udah sepuluh orang yang kita interview, tapi belum ada yang klop" kata Alisha.


" Iya nih. Waktu kita juga udah mepet" kata Adele.


" Jangan menyerah, mudah-mudahan hari ini kita dapat karyawan yang sesuai kriteria kita. Lagipula ini masih seperempat dari yang daftar" kata Alexa.


" Eca bener. Kita tidak boleh menyerah dan juga putus asa" kata Adele.


" Semangat" kata ketiga gadis cantik itu.


Dari kejauhan mata Kenan menangkap sosok yang mencurigakan di ujung jalan. Tapi dia tetap tenang. Ia tau pasti itu salah satu dari anak buah black cobra.


Sama halnya dengan Kenan. Axel juga merasa ada orang yang sedang memperhatikan mereka. Ia pun mempertajam penglihatannya.


" Apa kamu juga merasakannya?" tanya Kenan.


" Hhhmm"


" Tetap tenang, jangan membuat orang-orang disini ketakutan"


" Iya Om"


" Lo lagi ngomongin apa sih sama Om Kenan?" tanya Farel.


" Ada musuh" jawab Axel.


" Musuh! mana?"


" Pelan kan suara Lo. Ntar semua orang disini pada ketakutan"


" Upss sorry"


Farel pun bersikap normal. Ia tidak ingin membahayakan orang-orang yang ada di sana. Yang pasti mereka harus tetap waspada dan tidak boleh lengah.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2