Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Nasib Alexa


__ADS_3

" Gimana? dapat nggak malingnya?" tanya Varo.


" Nggak paman"


" Tumben kamu gagal nangkap maling "


" Larinya kencang banget paman. Mana yang malingnya itu cewek lagi"


" Cewek?!"


" Hhmmm"


" Berarti maling cantik, makanya bang Abi nggak bisa ngejar tu maling" kata Alexa.


" Sok tau. Abang nggak tega nyakitin cewek" kata Abimanyu.


" Alasan! bilang aja terpesona sama kecantikan tu maling"


" Sudah-sudah, sekarang kita pulang" kata Varo.


" Kok pulang sih paman?"


" Terus mau kemana?"


" Jalan-jalan ke mana gitu"


" Iya paman, bosan di rumah terus" kata Adele.


" Mau jalan-jalan ke mana?"


" Ke panti aja yuk. Kan udah lama nggak ke sana" kata Alexa.


" Yuk, sekalian liat jambu air yang ada di sana"


" Ya udah, masuk ke dalam mobil"


" Tapi mobil Abang nggak ada spion nya?" kata Alexa.


" Tenang, Abang ada spion cadangan"


" Ok. Tapi ntar kita mampir ke supermarket dulu ya"


" Siap tuan putri"


Mereka semua masuk kedalam mobil Abimanyu. Kecuali Alisha. Cewek cantik itu ditarik sang kekasih masuk kedalam mobilnya.


" Dasar adik durhakim" kata Alexa pada saudara kembarnya.


" Emang aku ngapain?"


" Tuh main tarik tangan sahabat gue"


" Dia kan pacar aku, jadi wajarlah kalau dia ikut sama aku"


" Baru pacar, belum jadi istri"


" Ya nggak apa-apa masih pacar. Ntar juga akan jadi istri"


" Jadi istri kalau Alisha nya mau jadi istri kamu"


" Pasti mau lha dia jadi istri aku"


" Kepedean"


" Sudah-sudah, jadi pergi nggak nih?" tanya Abimanyu.


" Jadi dong Bang"


" Ya udah jangan gelud lagi. Tutup pintu mobilnya"


Alexa menutup pintu mobil. Abimanyu melajukan mobilnya meninggalkan ruko. Diikuti sama mobil Axel di belakang.


Di persimpangan jalan, mobil Abimanyu berselisih dengan mobil Kenan. Mobil milik Kenan akan masuk, sedangkan mobil Abimanyu keluar.


" Eh itu bukannya Om gunung es?" kata Adele.


" Mana?"


" Itu yang barusan lewat"


" Lo salah liat kali. " Lagian mana mungkin dia ada di sekitar sini"


" Beneran Cha, mana mungkin gue salah liat"

__ADS_1


" Beneran Eca. Kalau nggak percaya, yuk putar balik!"


" Nggak usah! kita itu mau ke panti, bukan mau nemuin dia"


" Ya kan cuma mau buktiin aja, kalau penglihatan gue nggak salah"


" Siapa Om gunung es?" tanya Varo.


" Pacarnya Eca, paman" jawab Adele.


" Bohong Paman!"


" Terus siapa?"


" Orang aneh"


Varo dan Abimanyu saling lirik. Mereka penasaran dengan Om gunung es yang di maksud sama Adele. Karena melihat dari gerak-gerik Alexa, seperti ada sesuatu di antara Alexa dan cowok itu.


" Liat ke depan Bang, ntar nabrak" kata Alexa.


" Ini juga liat ke depan"


" Mana ada, tadi itu Abang lirik-lirik paman"


Mereka pun sampai di supermarket terbesar di blok D. Abimanyu memarkirkan mobilnya di tempat parkir.


" Abang sama paman mau ikut atau tunggu di mobil?" tanya Alexa.


" Ikut lha. Kan Abang sama paman mau bantu bawa barang belanjaannya nanti" kata Abimanyu.


Mereka pun masuk kedalam supermarket. Alexa akan membelikan banyak camilan untuk adik-adik yang ada di panti.


" Axel" panggil Alexa.


" Hhmmm"


" Bawa trolinya"


" Kok gue"


" Terus siapa lagi?"


" Paman sama Abang lha"


" Iya nyonya"


Axel mengambil troli yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri tadi. Ia mengambil troli yang besar. Karena saudara kembarnya itu pasti akan belanja banyak.


" Mau beli apa dulu?" tanya Varo.


" Camilan dulu deh Paman"


Mereka meluncur ke tempat camilan. Axel mengikuti dibelakang sambil mendorong troli.


" Saatnya berburu camilan" kata Alexa saat mereka sampai di area camilan.


Ketiga gadis cantik itu memilih camilan yang sehat untuk diberikan pada adik-adik yang ada di panti.


Troli sudah terisi sama berbagai macam camilan. Sekarang mereka menuju area minuman dan juga buah.


Para gadis itu memilih berbagai macam jenis buah. Kebetulan lagi banyak macam jenis buah di sana. Mungkin karena lagi musim buah.


Selesai selesai memilih minuman dan juga buah. Mereka pergi ke area bahan masakan, Alexa ingin memasak sesuatu untuk adik-adik panti.


" Ngapain beli bahan masakan?" tanya Axel.


" Aku mau masak makan siang untuk adik-adik di sana"


" Hah? nggak salah?!"


" Ya nggak lha. Kenapa emangnya?"


" Aku takut mereka sakit perut setelah makan masakan kamu"


Alexa menatap tajam adiknya. Bisa-bisanya dia bicara seperti itu. Padahal masakannya enak dan tidak akan menyebabkan sakit perut.


" Emang Eca bisa masak?" tanya Abimanyu dan Varo.


" Bisa dong"


" Sejak kapan Eca bisa masak?" tanya Abimanyu.


" Belum lama ini sih Bang"

__ADS_1


" Bagus dong"


" Iya, tapi Eca masih belajar"


" Nggak apa-apa, yang penting ada kemauan untuk belajar"


" Iya Bang, Eca belajar sama mommy dan juga Alisha"


" Alisha bisa masak?"


" Sedikit Bang"


" Alisha mah udah pinter Bang masaknya" kata Alexa.


" Hebat dong"


" Nggak juga Bang. Aku masih belajar-belajar juga"


" Bohong Bang. Masakan Alisha itu udah di akui sama semua orang"


" Benarkah?"


" Hhhmmm"


" Bener apa kata Eca, Bang. Masakan Alisha enak"


" Ya udah, nanti kalian bertiga masak untuk adik-adik di sana dan juga untuk Abang sama paman"


" Siap Bang" kata ketiga gadis cantik itu.


Para gadis cantik itu segera memilih beberapa bahan masakan. Mereka akan memasak sesuatu yang spesial untuk semua orang yang ada di panti.


Setelah selesai memilih bahan masakan. Mereka pun pergi ke kasir untuk membayar semua barang belanjaan.


Para pembeli yang lain menghentikan acara memilih barang-barang yang akan mereka beli. Karena melihat ketampanan dan juga kecantikan mereka.


" Siapa mereka itu?"


" Nggak tau, sepertinya mereka baru disini"


" Tapi wajah mereka tidak asing semua"


" Iya, Sepertinya aku pernah melihat wajah mereka?"


" Oh yeah? dimana?"


" Aku ingat-ingat dulu"


Ibu itupun mencoba mengingat dimana ia melihat Alexa dan yang lainnya.


" Ah iya, mereka itu kan cucunya tuan Wiguna dan Dwipangga"


" Ah iya. Dan mereka itu anak-anak dari tuan Aska, Kenzo dan juga nona Kiran"


" Pantesan wajah mereka tidak asing. Ternyata cucu Sultan"


Alexa dan yang lainnya hanya membalas dengan senyuman ucapan para ibu-ibu itu. Karena mereka sudah biasa mendengar pujian seperti itu.


Selesai membayar semua barang belanjaannya. Mereka pun segera keluar dari supermarket.


Sampai di parkiran, Alexa dikagetkan sama kedatangan seseorang. Padahal dia ingin sekali menghindar dari laki-laki tampan itu. Tapi sepertinya tidak bisa. Karena dimana-mana selalu ada dia.


" Om"


" Ikut saya"


" Eits tunggu sebentar bro. Jangan main tarik aja" kata Abimanyu sambil menahan adik sepupunya.


" Kamu siapa?" tanya Kenan.


Alexa mengedipkan mata pada Abimanyu. Ia berharap Abangnya itu mau bersandiwara.


" Saya kekasihnya Alexa"


" Jangan ngaco! emang kamu pikir saya tidak tau siapa kamu?"


" Wah saya tidak menyangka, ternyata saya terkenal juga" kata Abimanyu.


Alexa menepuk jidatnya, bisa-bisanya Abangnya narsis dalam kondisi seperti ini. Ternyata Abangnya tidak bisa diandalkan. Ingin rasanya ia menghilang saat ini juga.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2