Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Kenan di interogasi


__ADS_3

Selesai sarapan, Mereka semua berkumpul di ruang keluarga. Anggun dan Vandy ingin mengobrol dengan calon cucu mantu mereka. Sekaligus ingin bertanya soal hubungan Kenan dengan cucunya.


" Eca"


" Ya Oma"


" Oma sudah mendengar cerita dari mommy, kalau Eca ingin menikah muda. Apakah itu benar?"


" Benar Oma"


" Apa Eca udah pikirkan matang-matang, sayang?"


" Sudah Oma. Semua resiko yang akan timbul nanti Eca sudah siap menghadapinya"


Anggun melihat cucu kesayangannya. Tidak ada keraguan ataupun ketakutan dalam mata sang cucu. Berarti menikah muda itu memang murni keinginan sang cucu.


" Bagaimana dengan sekolah Eca nanti?"


" Sekolah Eca tetap lanjut kok Oma"


" Kalau menikah tidak menggangu sekolahnya Eca, tidak ada alasan Oma untuk tidak merestui keinginan Eca"


" Maksud Oma?"


" Oma merestui Eca menikah dengan Kenan"


" Makasih Oma"


Kenan senang dan juga bahagia. Restu dari sang Oma sudah dikantonginya. Sekarang tinggal restu dari Opa sang kekasih. Ia berharap Opa sang kekasih juga merestui niat baik mereka berdua.


" Kenan"


" Iya Opa"


" Kamu mendekati cucu Opa nggak niat terselubung, kan?"


" Nggak Opa. Niat Ken sama Eca tulus, nggak ada embel-embel yang lain"


" Apa yang kamu suka dari cucu Opa?"


" Sifat dan sikapnya Opa. Alexa jauh berbeda dengan anak sultan lainnya. Diluar sana banyak cewek yang bergaya sok kaya. Tapi kenyataannya tidak sesuai dengan realitanya. Berbeda dengan Alexa, dia anak orang kaya. Tapi gayanya sederhana. Bahkan diusianya yang masih muda, dia sudah bisa membuka lapangan kerja untuk orang lain. Hal seperti itu sangat jarang dimiliki oleh gadis diluar sana. Dan lagi, dia tidak manja"


Vandy tersenyum mendengar ucapan Kenan. Apa yang dikatakan oleh lelaki itu semua benar. Keturunan Dwipangga dan Wiguna tidak ada yang manja. Mereka semua pemberani.


" Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?"


" Ken ingin membawa hubungan ini ke jenjang pernikahan, Opa"


" Lanjutkan"


" Maksud Opa?"


" Opa merestui hubungan kamu dengan Eca"


" Alhamdulillah, terima kasih Opa"


Kenan sangat bahagia, karena restu dari Oma, Opa sang kekasih sudah di dapat. Dan syukur Alhamdulillah mereka tidak mempersulit hubungannya dengan sang kekasih.


" Apa kamu sudah bertemu dengan Grandma dan juga Grandpa nya Alexa?"


" Belum Opa"


" Ren?"


" Iya Dad"


" Kapan orang tua kamu pulang?"


" Besok Dad"


" Apa orang tua kamu udah tau soal Eca sama Kenan?"


" Sudah Dad. Makanya mereka mau pulang besok. Soalnya jadwal Daddy sangat padat. Dan nggak bisa ditinggalkan"


" Ok, yang penting mereka sudah diberitahu. Takutnya nanti mereka kaget karena cucu mereka sudah bertunangan "


" Kenan melamar Eca belum resmi Dad" kata Kiran.

__ADS_1


" Daddy tau, tapi setidaknya Kenan harus tau keluarga besar calon istrinya"


" Daddy benar sayang. Jadi Kenan bisa tau seperti apa keluarga calonnya"


" Kalau keluarga Kenan sudah kenal sama Eca?"


" Sudah Oma. Bahkan Eca juga sudah pernah nginap di mansion Richard"


" Benarkah?"


" Iya Oma. Dan mama sangat senang kalau Eca nginap di mansion "


" Syukurlah kalau keluarga kamu bisa menerima Eca"


" Iya Oma. Bahkan kalau ada Eca di mansion, mama sampe lupa sama Ken"


Anggun tersenyum mendengar ucapan Kenan. Ia senang kalau cucunya di sambut dengan baik oleh keluarga Richard.


" Kapan-kapan ajak orang tua kamu main kesini"


" Baik Oma"


" Kenapa nggak kita undang aja sayang. Sekalian membahas kelanjutan hubungan mereka" kata Vandy.


" Boleh juga ide kamu, By. Besan kan besok juga datang, jadi waktunya pas untuk membahas tentang bagaimana kelanjutan hubungan mereka berdua"


Kenan memang belum pernah bertemu dengan Grandma dan juga Grandpa Alexa. Ia hanya pernah melihat foto mereka di majalah bisnis.


" Oppa"


" Iya sayang"


" Apa Oppa sudah siap ketemu Grandma sama Grandpa?"


" Insya Allah siap sayang. Kenapa?"


" Nggak apa-apa. Aku pikir Oppa takut ketemu sama mereka"


" Kenapa harus takut. Mereka nggak makan orang, kan?"


Kenan tersenyum mendengar ucapan sang kekasih. Ia merasa kekasihnya sedang menakut-nakuti dirinya. Sebab setau dirinya, Opa sang kekasih terkenal sangat kejam juga pada musuhnya. Tapi baginya sang Opa tidak menyeramkan. Melainkan beliau sangat bijaksana.


" Axel"


" Iya Opa"


" Opa denger dari mommy, Axel juga sudah punya kekasih?"


" Sudah Opa"


" Kenapa belum dikenalin sama Oma dan opa?"


" Belum Opa. Lagipula Axel belum melamar dia"


" Kalau mau memperkenalkan pacar, nggak perlu tunangan dulu" kata Alexa.


" Mommy sama Daddy kan udah kenal. Bahkan jauh sebelum kamu tau aku pacaran sama dia"


" Iya, tapi Oma sama opa kan belum kenal. Paling kenalnya cuma dari cerita mommy"


" Nanti aku bawa dia kesini, kenalin sama Oma dan keluarga besar lainnya"


" Haruslah. Emang kamu mau sembunyikan Alisha"


" Nggak!. Lagipula kenapa harus di sembunyikan. Kapan perlu aku akan umumkan ke seluruh Indonesia kalau dia itu milik aku"


" Lebay"


" Biarin"


Kenan merasa hubungan keluarga sang kekasih penuh kehangatan. Namun diluar sana, keluarga sang kekasih terkenal kejam. Tapi bagi anak panti dan juga anak jalanan, keluarga ini pahlawan.


Drrrtttttt.


Ponsel Kenan bergetar. Lelaki tampan itu pun segera melihat siapa yang menghubunginya. Ia melihat nama asistennya yang tertera di layar ponselnya.


" Permisi semuanya, Ken jawab telpon dulu"

__ADS_1


" Silakan Ken"


Kenan beranjak dari tempat duduknya. Ia segera menjawab panggilan dari asistennya.


" Hallo tuan"


" Ada apa Ben?"


" Saya izin mau pergi ke negara L"


" Kenapa?. Apa ada masalah?"


" Anya dalam bahaya tuan"


" Emang anak buah kamu nggak ada yang jaga?"


" Ada, musuhnya banyak dan lumayan tangguh tuan. Jadi kalah banyak sama anak buah saya. Sepertinya mantan kekasihnya menyewa salah satu mafia yang ada di negara L, tuan"


" Kamu segera berangkat ke sana. Tunjukkan kekuatan dan kekuasaan kita. Belum tau mereka berlawanan sama siapa"


" Baik tuan"


" Ingat, selalu hati-hati dan juga waspada"


" Terima kasih tuan"


" Hhhmmm"


" Tuan nggak apa-apa kan saya tinggal sendiri"


" Nggak apa-apa. Emang kamu pikir saya anak kecil yang selalu butuh bantuan kamu"


" Kan emang kenyataannya tuan selalu butuh bantuan saya"


" Udah cepat pergi sana!, sebelum saya berubah pikiran"


" Siap tuan"


Kenan menutup sambungan teleponnya. Ia menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.


" Oppa"


" Astagfirullah. Sayang, ngagetin aja"


Alexa tersenyum. " Telpon dari siapa?"


" Dari Beni"


" Om Ben kenapa?"


" Nggak apa-apa. Dia minta izin mau ke negara L"


" Emang ada masalah kah?"


" Iya sayang. Kekasih Beni dalam bahaya"


" Kekasih?. Bukankah Om Ben itu jomlo?"


" Nggak sayang, Ben punya kekasih. Walaupun hubungan mereka belum jelas"


" Maksud Oppa?"


" Beni suka sama cewek, tapi dia belum berani mengungkapkan pada cewek itu, sayang"


" Wah kasian juga om Ben. Kenapa Oppa nggak bantuin om Ben"


" Kalau masalah perasaan kakak nggak berani ikut campur sayang. Biarkanlah Beni yang melakukannya sendiri. Kakak cuma bisa kasih support "


Alexa tambah mengagumi dan juga mencintai lelaki tampan yang ada di sampingnya itu. Kekasihnya sangat menghargai sang asisten.


To be continue.


Next bab, mungkin ada sedikit actionnya ya teman-teman.


Gomawo karena masih mau menunggu kelanjutan ceritanya twins A.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2