
Jihan kesal karena sudah dua hari Nando tidak makan siang bersamanya. Padahal ia sudah berusaha untuk tidak menghubungi lelaki tampan itu saat dia bekerja. Malam ini dia akan menanyakan alasan Nando menjauhinya.
" Nan, bisa bicara sebentar?" tanya Jihan setelah mereka makan malam.
" Gue duluan ke kamar ya bro" kata Ikbal.
" Hhmm"
Ikbal pun pergi meninggalkan kedua sahabatnya itu. Sepeninggal Ikbal, Nando membawa Jihan ke luar. Mereka akan bicara di luar. Karena kalau di dalam villa, ia takut mengganggu istirahat Anton dan keluarga kecilnya.
" Mau bicara apa Ji?" tanya Nando setelah mereka berada di luar.
" Kamu dua hari ini kok nggak makan siang bareng aku sama Ikbal lagi?"
" Aku nggak ingin kamu berharap sama aku lagi Ji"
" Karena itu kamu menjauh dari aku?"
" Bukan menjauh"
" Terus apa?"
" Memberi kamu dan Ikbal waktu "
" Waktu apa? kamu tau kalau aku nggak akan pernah mencintai dia?"
" Kamu juga tidak mencintai aku, Ji"
" Apa maksud kamu?"
" Kamu itu hanya terobsesi sama aku"
" Nggak Nan, aku tu beneran cinta sama kamu"
Nando tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu. " Kalau kamu emang mencintai aku, maka kamu tidak akan memaksa aku untuk mencintai kamu. Karena kamu tau pasti bagaimana perasaan aku ke kamu"
" Aku tau, tapi kamu sudah berjanji untuk memberikan aku waktu"
" Iya, dan aku pun sudah menepati janjiku"
" Kenapa kamu tidak bisa mencintai aku, kenapa?"
" Karena kita berbeda. Kamu terlahir dari keluarga kaya. Sedangkan aku anak yatim piatu yang tidak punya apa-apa"
" Tapi sekarang kamu sudah sukses"
" Walaupun aku sudah sukses, tapi tidak bisa merubah statusku di mata mama kamu"
" A-apa maksud kamu?"
" Kamu ingat waktu pertama kali kamu membawa aku ke rumah kamu?"
Deg.
Apa Nando mendengar percakapan ku sama mama?.
" Apa sekarang kamu sudah ingat?"
" Hhmm"
" Aku mendengar semua percakapan kamu dengan mama mu"
Jihan kaget mendengar ucapan lelaki tampan yang ada di hadapannya. Ia tidak menyangka kalau Nando akan mendengar semua percakapannya dengan mamanya.
" Apa karena itu kamu tidak mau menerima cintaku?"
" Salah satunya. Tapi yang paling membuat aku tidak ingin cintaku semakin tumbuh untuk kamu, karena perkataan kamu"
" Perkataan ku? apa?"
" Kamu bilang sama mama kamu, kalau kamu juga tidak akan mempermalukan keluarga kamu dengan menikah dengan ku. Dan sekarang, aku ingin kamu tidak berharap lagi sama aku" kata Nando sambil berlalu pergi meninggalkan Jihan.
Tubuh Jihan merosot kelantai. Ia tidak menyangka kalau Nando akan mendengar percakapannya dengan sang mama. Sekarang dia benar-benar sudah tidak punya kesempatan lagi untuk bersama dengan Nando.
...***...
Twins sudah sampai di mansion. Ya setelah makan malam tadi, mereka langsung pulang. Axel juga sudah mengantarkan kedua sahabatnya pulang.
" Anak mommy sudah pulang?"
" Hhhmm"
" Axel mana?"
__ADS_1
" Hadir Mom" jawab Axel yang baru masuk dengan menenteng paper bag di kedua tangannya.
" Wah banyak banget belanjaan Axel?"
" Bukan punya Axel, Mom. Ini semua belanjaan Eca"
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Eca belanja sebanyak ini, dapat duit darimana?"
Karena setau dirinya. Ia dan suaminya hanya memberikan uang bulanan cukup untuk jajan saja. Walaupun pakaian yang di beli putrinya itu bukan dari brend yang terkenal. Tapi ia yakin, harganya juga nyampe jutaan.
" Eca dapat duit darimana bisa belanja sebanyak ini? Eca nggak nyolong kan?"
" Ya nggak lha, Mom"
" Terus uang darimana?"
" Semua belanjaan ini, teman Eca yang beliin"
" Teman yang mana? Adele atau Farel?"
" Bukan mereka berdua"
" Terus siapa dong?"
" Kakak kelas kita Mom" jawab Axel.
" Apa dia kekasih Eca?"
" Nggak lha. Teman"
" Lagian Eca belum ada niat buat pacaran "
" Ah syukurlah"
" Ya udah, Eca pamit ke kamar dulu ya Mom"
" Ok sayang"
" Kamu nggak ikut ke kamar?" tanya Alexa pada saudara kembarnya.
" Ya udah, aku duluan. Jangan lupa bawa semua belanjaan itu ke atas"
" Kenapa nggak kamu aja yang bawa?"
" Katanya kamu yang mau bawain. Lagian kalau nolong jangan setengah-setengah"
" Ya nyonya"
" Nah gitu dong"
Alexa segera masuk kedalam lift. Ia ingin segera berbaring di atas kasur empuk miliknya. Sekarang diruang keluarga itu hanya tinggal Kiran dan Axel.
" Coba katakan Axel ada perlu apa, karena nggak biasanya Axel ngajak mommy bicara empat mata seperti ini?"
" Sebenarnya Axel perlu bantuan mommy"
Kiran tersenyum mendengar ucapan putranya. Ini kali pertamanya Axel meminta bantuan padanya. Biasanya putranya itu selalu bisa mengatasi masalah.
" Bantuan apa?"
" Axel ingin mommy memberi pelajaran pada seseorang"
" Pelajaran?"
" Hhhmm"
" Emang apa yang dilakukan orang itu hingga mommy harus memberinya pelajaran?"
" Dia sudah menyalagunakan kekuasannya untuk menindas orang"
" Wah berani sekali orang itu menindas putra tampannya mommy"
" Bukan Axel Mom"
" Lalu?
" Teman Axel"
" Kelihatannya menarik. Ok, mommy akan bantu"
__ADS_1
" Terima kasih Mom"
" Sama-sama sayang. Lagi pula mommy juga sudah lama tidak menghajar orang. Sekarang katakan siapa orang yang sudah menyalagunakan kekuasaan itu?"
" Kepala sekolah Harapan Bangsa, Mom"
" Harapan Bangsa? bukannya Axel sekolah di Tunas Bangsa? kenapa sekarang jadi Harapan Bangsa?"
" Teman Axel itu sekolah di sana Mom"
" Kamu ingin mommy melakukan apa sama orang itu?"
" Mommy berikan pelajaran yang lumayan membekas di ingatannya"
" Ok, besok mommy akan datang berkunjung ke sekolah Harapan Bangsa. Tapi mommy boleh bertemu dengan teman Axel?"
" Dia udah keluar dari sekolah itu Mom"
" Keluar? kenapa?"
" Karena dia tidak ingin sekolah di tempat orang-orang yang suka membenarkan tindakan yang salah. Dia bilang sekolah Harapan Bangsa itu, bobrok"
" Benar, mommy juga setuju dengan ucapan teman kamu itu. Ngomong-ngomong, teman Axel itu cowok atau cewek?"
" Ah, i-itu apa namanya"
Kiran tertawa mendengar ucapan putranya. Ini kali pertamanya putranya itu bertingkah lucu seperti itu. Ia yakin, pasti teman putranya itu adalah cewek.
" Kamu lucu sekali" kata Kiran sambil mencubit kedua pipi Axel.
" Mommy"
Tawa Kiran pun pecah. Gaya Axel yang malu-malu seperti itu sungguh pemandangan yang langka. Karena biasanya putranya itu hanya mengeluarkan ekspresi datar seperti Daddy-nya.
" Ternyata itu suara tawa kamu sayang" kata Darren yang baru datang.
" Iya By"
" Kenapa kamu ketawa sebesar itu, hhmm?"
" Axel"
" Kenapa dengan Axel?"
" Dia sangat lucu dan menggemaskan"
Darren melirik putranya. Tidak ada yang lucu dari wajah putra itu. Tapi kenapa istrinya bisa tertawa lepas seperti tadi.
" Apanya lucu dari Axel, sayang?"
" Axel bisa tersipu, By"
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Tersipu karena apa?"
" Cewek"
" What..! cewek"
Kiran menganggukkan kepalanya.
" Axel punya pacar?"
" Nggak Dad" jawab Axel.
" Lalu cewek siapa maksud mommy?"
" Temen"
" Yang bener teman?"
" Iya. Axel pamit tidur dulu ya Mom, Dad"
" Ok, good night sayang"
" Good night Mom"
Axel segera pergi dari sana. Karena kalau tidak, mommy-nya akan meledek dia lagi. Apalagi di sana juga ada daddy-nya. Bisa-bisa ia jadi bulan-bulanan pasutri itu.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚