Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Tamu istimewa


__ADS_3

Pagi hari.


Suasana di meja makan sangat rame karena kehadiran keluarga kecil kakaknya. Biasanya Kiran cuma makan bersama suami dan juga twins.


" Kenapa Abang nggak nginap dua hari aja di sini?" tanya Alexa.


" Mau sih nginap beberapa hari disini. Tapi Abang kuliah, jadi nggak bisa nginap lama-lama"


" Abang sih cari tempat kuliahnya jauh banget"


" Untung nggak diluar negeri Abang kuliahnya"


Melodi memang tidak mengizinkan putranya untuk kuliah di luar negeri. Karena ia tidak sanggup berjauhan dengan putranya. Lagipula masih banyak tempat kuliah yang bagus di negeri ini.


" Kalau Eca udah lulus nanti, Eca mau kuliah di luar negeri ya Mom?"


" Masak aja nggak bisa, mau sok-sokan belajar diluar negeri" kata Axel.


" Apa hubungannya sama masak, coba?"


" Ya adalah. Dengerin ya, kalau kuliah diluar negeri itu? kita harus masak, nyuci, dan juga setrika baju, kita harus bisa melakukan sendiri"


" Kamu tau darimana kalau kuliah diluar negeri harus bisa masak?"


" Kamu lupa dulu mommy kuliah diluar negeri. Mommy bisa melakukan semua pekerjaan rumah sendiri. Benarkan Mom?" tanya Axel pada sang mommy.


" Benar sayang"


" Tuh denger"


" Emang di sana nggak ada pelayan ya Mom?" tanya Alexa.


" Ada. Pelayan mommy ada lima di sana"


" Kenapa mommy masih mengerjakan pekerjaan rumah?"


" Karena mommy senang melakukan pekerjaan rumah. Terutama memasak"


" Terus untuk apa dong mommy pake pelayan?"


" Mereka mengerjakan pekerjaan rumah saat jadwal kuliah dan juga kerja mommy padat. Sama seperti sekarang ini, walaupun sudah punya pelayan, mommy tetap masak"


Alexa mengangguk. Karena memang setiap hari mommy-nya lha yang masak. Bibik hanya membantu menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan mommy-nya.


" Umumnya di keluarga besar kita, semua perempuannya bisa masak"


" Kecuali kamu yang nggak bisa masak. Sungguh malangnya lelaki yang jadi suami kamu nanti. Karena mendapatkan istri yang nggak bisa masak" kata Axel.


" Mommy?" rengek Alexa.


" Axel"


Axel langsung diam. Ya itulah senjata Alexa untuk membungkam mulut adiknya yang lemes itu. Hanya dengan menyebut kata ' mommy' adiknya itu tidak bisa berkutik.


" Tapi ada benarnya juga apa yang dikatakan Axel tadi. Jadi mulai besok Eca harus belajar masak. Bukan besok, mulai nanti" kata Kiran.


" Eca kan mau sekolah Mom"


" Pulang sekolah kan bisa" kata Axel.


" Diem Lo"


" Axel benar, pulang sekolah Eca belajar memasak"


" Ok mommy"

__ADS_1


" Eca nggak terpaksa kan belajarnya?"


" Nggak Mom, kan Eca anak cewek. Jadi memang harus bisa masak"


Kiran tersenyum mendengar ucapan putrinya. Karena sudah seharusnya cewek bisa memasak. Walaupun tidak semua orang mengharuskan anak perempuan mereka bisa memasak. Namun bagi Kiran perempuan yang bisa memasak jauh lebih baik daripada yang tidak bisa memasak. Begitu juga di mata para lelaki. Perempuan yang bisa masak itu sangat istimewa.


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam"


Kiran dan Kenzo kaget melihat tamu yang baru saja mengucapkan salam. Karena mereka sangat jarang sekali bertemu dengan seseorang itu.


" Paman kecil" panggil Kenzo dan Kiran serentak.


Kedua kakak beradik itu langsung berlari menghampiri paman kecilnya. Aska tersenyum dan membalas pelukan kedua keponakannya itu.


" Apa kalian berdua tidak kangen sama aunty?" tanya seorang wanita cantik yang datang dengan seorang lelaki tampan.


" Aunty "


Kiran memeluk istri dari paman kecilnya. Sedangkan Kenzo hanya bersalaman dengan aunty-nya. Karena baru saja akan memeluk, sang paman sudah pasang badan lebih dulu.


" Hai Kak, Bang" sapa seorang lelaki tampan.


Kiran tersenyum melihat lelaki tampan yang berusia 21 tahun itu. Ia langsung beralih memeluk lelaki tampan yang ada di samping aunty-nya. Namun belum sampai tangannya menyentuh Varo, satu tangan kokoh sudah melingkar di pinggangnya. Dan ia tau siapa pemilik tangan kokoh itu.


" By lepas. Aku mau peluk adik aku?"


" Peluk aku aja"


" Meluk kamu udah sering"


" Aku sudah berbaik hati tadi, dengan membiarkan kamu dipeluk sama paman tadi"


Varo tersenyum melihat suami kakaknya yang sangat posesif. Sama seperti papanya yang juga posesif ketika mamanya dipeluk sama lelaki selain dirinya.


" Terima kasih. Kakak juga semakin cantik"


" Kamu bisa aja mujinya. Kakak sudah tua"


" Hai kalian bertiga tidak mau memeluk paman" kata Varo pada twins dam juga Abimanyu.


Twins dan Abimanyu langsung berlari dan memeluk Varo. Mereka berempat berpelukan melepaskan rasa rindu karena tidak lama bersua.


" Mereka udah kek Teletubbies aja ya" kata Melodi.


" Iya Kak" kata Kiran.


" Paman, aunty mari sarapan bersama" ajak Darren.


" Makasih Ren, aunty baru saja selesai makan. Tapi kalau makan buah, boleh lha"


Mereka semua kembali ke meja makan. Sekarang suasana di meja makan semakin rame karena kedatangan Aska dan keluarga kecilnya.


Selesai sarapan, twins berpamitan sama semua orang yang ada di sana. Begitu juga dengan Abimanyu, karena ia akan mengantarkan Alexa ke sekolah.


" Paman boleh nganterin Eca juga nggak?" tanya Varo.


" Boleh paman"


" Terus aku siapa yang nganterin?" tanya Axel.


" Nggak ada, lagian kan kamu punya mobil sendiri" kata Alexa.


" Kamu kan juga punya mobil"

__ADS_1


" Mumpung ada cowok-cowok tampan disini, jadi aku harus memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Kapan lagi punya sopir tampan kek begini"


Abimanyu membukakan pintu untuk adiknya. Baru saja Alexa mau masuk ke dalam mobil. Adele datang dengan nafas yang ngos-ngosan.


" Eca, tunggu!"


" Buruan"


Adele menatap lelaki tampan yang ada di samping Abimanyu. Ia belum pernah bertemu dengan lelaki tampan yang satu ini.


" Eca, siapa lelaki tampan yang ada di samping Bang Abi"


" Paman gue. Namanya Varo"


" Hai paman, namaku Adele"


" Hai Adele" Balas Varo.


" Di keluarga besar Lo, cowoknya tampan dan bening-bening ya"


Alexa tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu. " Yuk masuk, ntar kita telat"


" Ok"


Kedua cewek cantik itu masuk kedalam mobil. Setelah Alexa dan Adele masuk kedalam mobil, Abimanyu pun menutup pintu mobilnya. Sedangkan Axel masuk kedalam mobilnya.


Abimanyu melajukan mobilnya meninggalkan mansion mewah itu. Diikuti sama mobil Axel dibelakang.


...***...


Kevin sangat bersemangat pagi ini. Karena pagi ini ia akan menjalankan misi untuk menaklukkan hati gadis cantik yang ia suka. Ya setelah tau Alexa dan Axel saudara kembar, ia sudah bertekad untuk mengejar cinta gadis cantik itu.


" Wah kelihatannya anak mama lagi bahagia nih?"


" Biasa aja Ma"


" Apa karena hubungannya sama Citra udah ada kemajuan?"


" Belum Ma"


" Lalu kenapa kamu terlihat bahagia seperti itu?"


" Aku kan bahagia setiap hari Ma"


" Nggak, hari ini kamu beda dari biasanya"


" Itu cuma perasaan mama aja"


" Kamu nggak mau kasih tau mama nih?"


" Nanti mama juga akan tau. Tapi untuk sekarang aku nggak bisa kasih tau mama"


Ya Kevin tidak ingin mamanya tau kalau ia sedang mengejar cinta gadis yang ia sukai. Dan sebelum ia berhasil mendapat cinta gadis itu, maka dia belum mau memberi tau mamanya.


" Ya udah, aku berangkat sekolah dulu ya Ma, Pa"


" Iya, hati-hati dijalan"


Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya. Kevin melajukan mobilnya menuju sekolahnya. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Alexa. Gadis cantik yang berhasil mencuri hatinya saat pertama kali berjumpa.


To be continue.


Nih Feby kasih bonus Varo, biar mata teman-teman seger🤭


__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2