
Nadia menatap sahabatnya. Kalau putranya mencintai Adele, itu berarti ia dan Serly akan jadi besanan.
" Gue nggak nyangka putra Lo suka sama putri gue"
" Gue juga nggak nyangka"
" Berarti besanku tetanggaku "
" Sepertinya begitu"
" Axel kapan nih nembak cewek yang di gandeng kemarin?" tanya Serly pada Axel.
Axel kaget mendengar pertanyaan mama Serly. Ia berpikir darimana mama Adele tau kalau ia menggandeng cewek. Pelakunya hanya ada satu orang. Axel menatap Adele.
" Hehehe, semalam keceplosan ngomongnya sama mama gue " kata Adele tanpa rasa bersalah.
" Ck, dasar ember"
" Buruan jawab, jangan melototi pacar gue mulu" kata Farel.
" Wih, baru beberapa menit jadian, panggilannya udah berubah aja nih?" kata Alexa.
" Itu sebagai tanda kalau gue udah naik kelas dari kalian berdua. Dari jomlo, berubah ke pacaran"
" Bukannya dari teman jadi pacar" kata Adele.
" Itu juga boleh sayang " kata Farel.
Nadia dan Romy kaget mendengar putranya memanggil Adele dengan sebutan sayang. Perasaan waktu dia pacaran sama suaminya nggak gitu-gitu amat.
" Kayaknya putra kita ke tukar deh Ma?" kata Romy.
" Sepertinya begitu Pa"
" Mama, papa!"
Semua orang di sana tertawa mendengar ucapan Nadia dan Romy. Bagaimana bisa mereka mengatakan kalau Farel tertukar.
" Mungkin Lo sering dekat-dekat sama Serly sewaktu hamil" kata Kiran.
" Mungkin. Karena dari gen gue nggak ada yang kek Farel ini"
" Bagus dong. Karena Lo sering dekat-dekat gue, putra Lo jadi cinta sama putri gue" kata Serly.
" Tau lha. Asal nanti Lo jangan minta mahar pulau sama gue" kata Nadia.
" Ide yang bagus. Dan Lo bisa mempersiapkan bujetnya dari sekarang"
" Sebelum menyiapkan bujet untuk mahar pernikahan putra putri kalian? sekarang pikirkan bagaimana cara kalian mengganti bunga mawar gue yang udah di petik sama Farel "
" Mengingat kita udah sahabatnya udah lama. Gue harap Lo mau mengikhlaskan bunga mawar yang sudah di petik Farel tadi" kata Nadia.
Ya Nadia tau berapa harga bunga mawar yang dipetik Farel tadi. Itu jenis bunga mawar yang sangat mahal. Dan juga salah satu bunga favorit sahabatnya.
" Baiklah, kali ini gue nggak akan meminta ganti rugi"
" Terima kasih princess "
" Tapi, gaji Lo gue potong selama satu bulan"
" What..! dipotong?!"
" Hhmmm"
" Jangan dong. Gimana kalau gue kasih bunga anggrek yang baru gue beli kemarin"
" Ok, deal "
Nadia lega karena gajinya tidak jadi di potong. Tapi ia kehilangan bunga anggrek yang baru ia beli kemarin. Dan harganya lumayan mahal.
" Nanti aku belikan bunga anggrek yang baru" kata Romy.
" Beneran ya"
" Iya"
" Harganya juga harus yang sama "
" Iya, ntar aku cariin dengan harga yang sama "
" Baiknya suami aku, makin cinta deh" kata Nadia sambil mencium bibir suaminya.
Darren segera menutup mata kedua anaknya. Begitu juga dengan Doni. Ia menutup mata Adele, supaya putrinya tidak melihat adegan barusan. Sedangkan Serly menutup mata Farel.
__ADS_1
" Rom, buruan bawa bini Lo balik!" kata Darren.
" Siap Ren. Yuk sayang, kita lanjutkan di rumah"
" Yuk "
" Hei! bawa anak kalian " kata Serly.
" Farel buruan pulang" kata Romy.
" Ok Pa. Aku pulang dulu ya, besok aku jemput" kata Farel.
" Ok "
Farel segera berlari menyusul mama sama papanya. Serly dan Doni juga pamit pulang, karena hari sudah malam.
" Daddy mata Eca udah perih nih" kata Alexa.
" Ah maaf sayang" ucap Darren sambil melepaskan tangannya dari mata sang putri.
" Ya udah, yuk kita masuk ke mansion. Udah malam" kata Kiran.
Mereka pun masuk kedalam mansion, karena hari sudah malam. Udah waktunya untuk istirahat. Karena besok mereka harus bangun pagi.
...***...
Pagi hari. Di mansion Kiran terlihat sangat sibuk. Para pelayan sibuk dengan kerjaan mereka masing-masing. Sedangkan Kiran sibuk menyiapkan pakaian suaminya.
" Sayang"
" Iya By"
" Tolong pasangkan dasinya dong?"
Kiran pun berjalan menghampiri suaminya. Karena suaminya lebih tinggi darinya, ia pun naik keatas kursi kecil untuk menyamakan tingginya dengan suaminya.
" Selesai" kata Kiran sambil mengusap jas suaminya.
" Makasih sayang" ucap Darren sambil mengecup bibir istrinya sekilas.
" Sama-sama By"
" Apa anak-anak sudah bangun?"
" Bagus dong"
" Iya. Aku juga nggak tau apa yang membuat dia mau bangun pagi"
" Apa putri kita mempunyai seseorang yang dia suka?"
" Maybe "
" Apa kita harus minta salah satu bodyguard untuk mengikuti mereka?"
" Nggak usah. Nanti twins merasa kita mengekang kebebasan mereka"
" Kita melakukannya tidak terang-terangan sayang. Kita akan memakai bodyguard bayangan. Jadi twins tidak akan menyadari kalau mereka sedang di awasi"
" Kamu lupa kalau Axel mempunyai insting yang kuat"
" Apa kamu lupa, aku juga punya bodyguard bayangan yang sangat hebat"
" Baiklah, tapi jangan sampai ketahuan sama twins"
" Siap sayang"
" Sekarang kita turun, twins pasti udah nunggu kita"
" Hhhmm"
Seperti biasa, Darren merangkul pinggang istrinya. Mereka masuk ke dalam lift menuju lantai bawah.
" Morning sayang" sapa Darren pada kedua anaknya.
" Morning Dad " balas twins.
Mereka pun memulai acara sarapannya. Hari ini mereka sarapan dengan sandwich. Selesai sarapan, seperti biasa Axel dan Alexa berpamitan dengan kedua orang tuanya.
" Eca berangkat sekolah dulu ya Mom, Dad "
" Axel juga "
" Iya. Hati-hati di jalan"
__ADS_1
" Ok Mom "
" Axel nggak nunggu Adele?"
" Nggak Mom"
" Mommy lupa, semalam kan Adele udah dapat sopir pribadi" kata Alexa.
" Oh iya mommy lupa"
" Ya udah, Eca jalan dulu ya Mom, Dad"
" Axel juga"
Kiran membalas lambaian tangan kedua anaknya. Setelah mobil dan motor twins jauh dari pandangannya. Barulah ia mengantarkan suaminya.
" Kamu yakin nggak mau bareng sama aku?" tanya Darren.
" Iya By. Lagian aku ada meeting di restoran xx. Setelah itu baru ke kantor"
" Ya udah, aku jalan dulu"
" Iya. Hati-hati di jalan"
" Iya. Kamu juga"
" Oh iya, apa bodyguard sudah ada yang pergi ke kontrakan Alisha?"
" Udah, mereka sudah membawa barang-barang Alisha ke kontrakan yang baru"
" Syukurlah "
" Aku jalan dulu ya sayang"
" Hhmm"
Darren melajukan mobilnya meninggalkan mansion mewah miliknya. Setelah mobil suaminya tidak terlihat lagi. Kiran pun masuk pun melaju mobilnya meninggalkan mansion.
...***...
Axel sudah sampai di depan gang menuju kontrakan Alisha. Seperti biasa ia hanya bisa menunggu di sana. Ia bersandar di bada mobilnya.
" Tuan muda kecil"
Axel menoleh kearah suara. Ia kaget melihat bodyguard Daddy-nya ada di sana.
" Kalian ngapain disini?" tanya Axel sambil melihat sekeliling.
" Kami di suruh tuan untuk membawa barang-barang nona Alisha"
" Oh ya udah lanjut sana. Tapi ingat jangan panggil saya dengan sebutan tuan muda kecil lagi. Kalau diluar, anggap aja saya orang asing"
" Kenapa?"
Baru saja Axel mau menjawab. Tiba-tiba Alisha memanggil namanya.
" Hai, udah lama ya"
" Ng-nggak, aku baru aja nyampe"
Alisha melihat beberapa lelaki berpakaian serba hitam. Dan tubuhnya juga kekar. Ia yakin orang itu suruhan Tante Kiran.
" Om orang suruhan Tante Kiran ya?"
" Iya nona"
" Kontrakan aku nggak jauh dari sini kok Om"
" Baik nona"
" Maaf nggak bisa mengantarkan"
" Tidak apa-apa nona"
" Alisha, yuk buruan. Ntar kita telat"
" Ah i-iya. Saya pergi dulu ya Om"
" Baik nona"
Alisha masuk kedalam mobil Axel. Axel pun melajukan mobilnya meninggalkan bodyguard yang masih diam mematung di sana.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚