Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Amarah seorang ibu


__ADS_3

" Cukup!"


Semua orang menoleh kearah suara, termasuk Alexa.


" Axel"


Sosok yang berbicara tadi adalah Axel. Saudara kembarnya Alexa. Lelaki tampan itu naik ke atas panggung.


" Jangan pernah anda merendahkan saudara saya lagi" kata Axel.


" Siapa kamu?!" tanya Mona.


" Saya saudaranya"


" Oh, ternyata saudaranya. Sekumpulan gembel!"


" Kalau orang seperti saya gembel? lalu anda seperti apa?" tanya Axel.


" Tentu saja saya orang kaya, yang statusnya jaaaauh di atas kalian berdua. Kalian berdua hanya sampah! merusak pemandangan"


" Udah Mon, usir saja mereka dari sini" kata Imel mama Citra.


" Mama jangan ikut-ikutan " kata Citra.


" Kenapa? kamu mendukung gadis ini sama Kevin?"


" Iya. Kevin mencintai Alexa. Lagian aku tidak menyukai Kevin, begitu juga sebaliknya"


" Kamu jangan bicara yang nggak-nggak"


" Kalian itu orang tua yang egois" kata Alexa.


" Apa kau bilang? egois?! " tanya mama Citra.


" Ya egois. Orang tua yang hanya mementingkan harta daripada kebahagiaan anaknya. Apa kalian berdua pantas di sebut orang tua?"


Plak.


" Eca!"


Axel marah karena saudara kembarnya di tampar di depan matanya. Ia tidak akan memaafkan orang yang sudah menyakiti saudara kembarnya itu.


" Tahan" kata Alexa saat melihat mata Axel sudah mulai berubah.


" Berani sekali kamu menatap saya dengan tatapan seperti itu?!" kata Mona pada Axel.


" Tentu saja saya berani. Jangankan menatap, membunuh Anda pun saya berani"


" Wah besar juga nyali kamu. Pa, cepat panggil satpam, dan seret kedua sampah ini keluar dari sini?!" kata Mona pada suaminya.


" Jangan Pa" kata Kevin sambil menghalangi papanya.


" Cepat Pa, gara-gara mereka acara pertunangannya jadi kacau"


Papa Kevin pun memanggil satpam. Dan tidak butuh waktu lama, beberapa satpam pun datang untuk membawa Axel dan Alexa keluar dari sana.


" Singkirkan tangan kalian dari mereka" kata seseorang.


Mona dan yang lainnya sontak melihat ke arah suara. Betapa terkejutnya Mona melihat siapa orang yang berbicara tadi. Siapa yang tidak mengenalnya.


" Kalian masih tidak mau menyingkirkan tangan kalian?" tanya Kiran.


Ya orang yang berbicara tadi adalah Kiran. Ia dan suaminya terpaksa keluar karena melihat anak kesayangan mereka akan diseret keluar.


" Tuan dan nyonya Narendra" sapa Mona.

__ADS_1


" Kapan kalian datang?" tanya Imel mama Kevin.


" Nyonya, mereka berdua tidak pantas disini" kata Mona.


" Apa alasannya mereka tidak pantas disini?"


" Mereka itu hanya orang miskin. Dan nona tau, gadis itu berusaha merayu putra saya"


" Benarkah?"


" Benar nyonya. Makanya saya akan mengusir dua sampah ini dari sini"


Plak.


Aaaaaaaa...


Semua tamu berteriak karena Kiran menampar pipi Mona.


" Nyo.. nyonya?"


" Bagaimana rasanya?"


" Sa.. sakit nyonya"


" Sakit itu belum sebanding dengan yang saya rasakan. Mendidih hati saya saat melihat kamu menampar anak, tepat di depan mata saya!"


Deg.


Gadis ini tidak mungkin anak nyonya Kiran kan?.


" Ma.. maksud nyonya apa? dan siapa yang anak anda?"


" Kau mau tau siapa anakku?!"


" Mereka berdua adalah anak saya. Orang yang kamu bilang sampah tadi, adalah anak kesayangan saya"


Mona dan Imel kaget mendengar ucapan Kiran. Bagaimana mungkin dua orang itu adalah anak orang yang berkuasa di Asia dan Eropa.


Bukan hanya orang tua Kevin dan Citra. Tapi semua tamu yang ada di sana juga kaget mendengar pernyataan Kiran tadi.


" Kau pasti tau bagaimana keluarga ku. Siapa yang berani mengusik keluargaku. Terutama anak-anakku maka mereka tidak akan selamat"


" Nyonya ampuni saya. Saya tidak tau kalau mereka berdua adalah anak nyonya. Kalau saya tau, maka saya tidak akan berani melakukan itu"


" Sifat mu itu sangat buruk. Menilai orang hanya dari penampilan luarnya saja. Dan kau bilang apa tadi? kalau putriku tidak cocok dengan putramu?" kata Kiran sambil menatap Kevin. "Justru putra mu lah yang tidak layak untuk putriku"


Kevin kaget mendengar ucapan orang tua Alexa. Ia tidak ingin dipisahkan dengan pujaan hatinya.


" Tolong jangan pisahkan saya dengan Alexa Tante"


" Jangan panggil saya Tante, karena saya tidak kenal dan juga tidak akrab sama kamu"


" Kau terlalu lemah untuk putriku" kata Darren.


" Saya akan berusaha untuk menjadi kuat Om, maksud saya tuan"


" Tidak perlu. Karena putriku terlalu berharga untuk mu dan juga untuk keluarga kamu"


" Saya mohon tuan, jangan pisahkan saya dengan Alexa" kata Kevin sambil berlutut.


" Tidak ada gunanya kamu berlutut, karena itu tidak akan merubah keputusan saya"


Alexa kasihan melihat Kevin seperti itu. Tapi ia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Karena sikap mama Kevin tadi sudah membuat mommy dan daddy-nya marah.


Semua tamu yang notabenenya juga rekan kerja Darren dan juga Kiran. Hanya bisa menonton. Karena mereka tau seberapa berkuasanya kedua orang itu. Mereka juga sangat menyayangkan sikap Hardiansyah.

__ADS_1


" Mulai detik ini, nama keluarga Hardiansyah akan hilang dari dunia bisnis" kata Darren.


Mona dan Hardiansyah shock mendengar pertanyaan Darren tadi. Bisnis yang di bangun dengan susah payah hancur dalam hitungan detik.


" Ini semua gara-gara kamu! perusahaan yang ku bangun terancam bangkrut!" kata suami Imel.


" Maafkan mama Pa"


" Maaf kamu bilang? maaf mu tidak akan mengembalikan perusahaan ku!"


Mona tidak bisa membayangkan hidupnya tanpa uang. Apa kata teman-teman sosialitanya nanti. Karena besok berita ini pasti akan tersebar.


Mona pun jatuh pingsan. Untung suaminya cepat menangkap tubuh istrinya. Kalau tidak tubuh Mona sudah jatuh ke lantai.


Orang tua Citra melihat kondisi sudah tidak kondusif, mereka segera pergi dari sana. Karena kalau tidak mereka akan kena amukan keluarga singa itu.


Kevin tidak sedih jika kehilangan semuanya. Karena harta jugalah yang membuat kedua orang tuanya jadi sombong dan angkuh. Tapi ia menyayangkan sikap orang tua Citra yang pergi begitu saja, tanpa mau membantu orang tuanya.


" Mommy"


" Apa ini sakit?" tanya Kiran sambil menyentuh pipi putrinya yang memerah.


" Nggak"


" Maafkan mommy datang terlambat"


" Tidak, mommy datang tepat waktu. Terima kasih mommy"


" Apa kalian berdua marah sama mommy?"


" Marah kenapa?" tanya Axel dan Alexa berbarengan.


" Karena identitas kalian berdua sudah terungkap sebelum waktunya"


" Nggak apa-apa mommy. Karena sekarang atau nanti, semua orang juga akan tau status kami"


Kiran memeluk kedua anaknya. Harta yang paling berharga dalam hidupnya. Darren pun ikut memeluk tiga orang yang berarti dalam hidupnya.


Inikah kekuatan keluarga Axel. Hanya dengan menjentikkan jari mereka bisa menghancurkan perusahaan. Gumam Alisha dalam hati.


" Tante Kiran keren banget" kata Adele.


Alisha mengangguk tanda setuju dengan ucapan sahabatnya itu.


" Sultan di lawan. Ya bangkrut lah" kata Farel.


" Betul kamu sayang. Aku suka saat Tante Kiran nampar mamanya kak Kevin"


" Aku juga suka melihat adegan yang itu"


" Tapi gue kasihan sama kak Kevin. Dia jadi korban orang tuanya" kata Alisha.


" Kamu bener "


" Tapi Kak Kevin juga kurang tegas. Dan dia juga tidak bisa melindungi Alexa"


" Iya juga sih"


Adele, Farel dan Alisha naik keatas panggung. Mereka bergabung dengan Alexa dan juga Axel.


To be continue.


Apa yang akan terjadi selanjutnya pada Kevin ? tunggu besok ya🤭.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2