Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Mansion untuk Nando


__ADS_3

Kedatangan Darren dan juga Nando di sambut oleh anak buah Kenan. Sama dengan bodyguard yang ada di mansion Darren, semua anak buah Kenan sudah terlatih.


" Selamat datang tuan"


" Hhmmm"


Nando kaget melihat mansion mewah yang akan di tempatinya dengan sang istri dan juga ibu mertuanya. Mansion itu sama bagusnya dengan mansion abangnya.


" Kamu yakin mansion ini untuk saya?" tanya Nando.


" Tentu saja yakin. Apa Abang nggak suka dengan mansion-nya?"


" Bukan nggak suka, mansion ini terlalu mewah"


" Bukankah kita harus memberikan hadiah yang baik pada orang. Apalagi Bang Nando adiknya Om Darren. Jadi sah-sah saja jika saya memberikan mansion ini untuk Abang"


Nando akan menyiapkan banyak pelayan di mansion ini. Karena ia tidak akan membiarkan istrinya kecapean membersihkan mansion sebesar itu sendirian.


" Mari masuk, kita akan lihat seperti apa penampilan dalam mansion "


Ketiga lelaki tampan itu masuk kedalam mansion. Saat pertama masuk, mereka sudah di sambut sama penampilan ruang tamu yang cukup besar dan luas.


Nando takjub melihat penampilan mansion itu dari dalam. Dekorasi ruang tamunya juga sesuai dengan seleranya.


" Dekorasi ruang tamunya seperti ini. Kalau Abang tidak suka, boleh ganti sesuai selera Abang atau istri Abang. Terserah, karena mansion ini sudah milik Abang"


" Nggak perlu, dekorasi ini udah bagus kok. Saya suka"


" Baiklah sekarang kita lihat sistem keamanan di mansion ini"


Kenan membawa Darren dan Nando ke satu ruangan yang tersembunyi di balik dinding dekat dapur. Ia memutar guci kecil yang ada di belakang lemari besar itu.


Pintu rahasia pun terbuka. Nando tidak terlalu kaget, karena di mansion abangnya pintu rahasia juga seperti itu.


" Sepertinya Abang tidak terlalu kaget"


" Iya. Pintu rahasia di mansion milik Abang saya juga seperti ini"


" Ok, sekarang mari kita masuk"


Darren dan Nando masuk kedalam ruangan rahasia itu. Di dalam sana tampak semua sudut mansion. Dan kedua lelaki tampan itu bisa melihat dengan jelas kegiatan yang di lakukan orang-orang di luar mansion.


" Apa di seluruh mansion ada CCTV nya?"


" Iya, kecuali kamar dan kamar mandi. Semua kaca di mansion ini juga anti peluru. Dan yang paling penting, mansion ini punya sensor. Jadi setiap orang yang baru masuk ke sini akan di deteksi sama sensor ini. Dan kalau ada yang mencurigakan dari orang itu, maka alarm akan berbunyi"


" Apalagi keunggulan sistem keamanan di sini?" tanya Darren.


" Jika penghuni mansion dalam bahaya, maka sensor tadi bisa mengaktifkan senjata yang ada di setiap sudut ruangan ini"


Kenan mencontohkan jika keadaan tuan rumah sedang terancam. Ia menekan tombol sensor otomatis. Dan benar saja di semua ruangan yang ada di mansion langsung mengeluarkan pisau dan juga panah.


" Om bisa menebak apa yang akan terjadi pada musuh?" kata Kenan.


" Keamanan yang bagus. Tapi kalau pisau dan panahnya sebanyak itu, Apa nggak akan melukai si pemilik juga?" tanya Darren.


" Tidak Om. Sebab di sini sudah ada target pengunci musuh"

__ADS_1


" Sepertinya kamu sudah mempertimbangkan semuanya?"


" Tentu saja. Tapi cuma mansion ini yang punya sistem keamanan seperti ini"


" Kenapa?"


" Karena mansion ini sangat istimewa dan juga yang paling mahal dari mansion-mansion yang lain"


Setelah melihat semua ke unggulan sistem yang ada di mansion. Mereka bertiga ke luar dari ruangan itu.


" Sejauh ini apa Abang dan Om puas sama mansion-nya?"


" Puas "


Kenan membawa Darren dan Nando ke ruangan lainnya yang ada di mansion itu. Mereka juga pergi ke kamar utama yang ada di lantai tiga.


Nando sangat suka dengan balkon yang ada di kamar utama. Karena dari sana ia bisa melihat sunset dan juga pemandangan indah lainnya.


" Saya suka dengan balkon kamar ini?"


" Apa yang membuat Abang suka dengan balkon ini?"


" Dari atas ini, kita bisa melihat keindahan kebun sayur, sawah dan juga sunset"


" Abang betul. Saya juga suka melihat pemandangan"


" Om pikir kamu hanya suka melihat senjata"


" Itu juga Om. Kapan acara pernikahan Abang?"


" Satu bulan lagi. Kalau kamu kapan akan menikah"


" Pacar kamu model?"


" Iya Bang. Tapi kita jarang ketemu"


" Kenapa?"


" Karena sama-sama sibuk Bang. Dan kalau pun saya free, eh dianya yang sibuk pemotretan ke luar negeri"


" Emang kamu nggak bisa temenin dia?"


" Sebenarnya saya kurang suka dengan pekerjaannya Bang"


" Kenapa? apa yang salah dengan pekerjaannya?"


" Sebenarnya tidak ada yang salah dengan pekerjaannya itu. Tapi entah kenapa, setiap di pemotretan dengan memakai pakaian yang terbuka, membuat saya emosi. Karena saya tidak suka tubuh wanita saya dilihat oleh semua orang. Apalagi itu laki-laki "


" Kenapa kamu nggak suruh dia berhenti saja jadi model"


" Saya sudah pernah mengatakan hal itu. Tapi dia marah dan bilang kalau aku nggak mendukung impiannya. Dan ujung-ujungnya dia minta putus"


" Wah parah juga ancaman pacar kamu"


" Ya begitulah. Tapi daripada saya putus sama dia, jadi saya mengalah. Dan yang anehnya setiap diajak menikah, dia selalu menolak"


" Ternyata ada juga yang menolak pesona bos mafia" kata Darren.

__ADS_1


" Ya begitulah Om. Saya juga tidak tau kurang saya dimana?"


" Uang jajan yang kamu kasih kurang kali?"


" Nggak juga. Malahan saya kasih black card saya ke dia"


" Terus cewek kamu terima card-nya?"


" Ya terimalah Om"


" Berarti wanita kamu berbeda dengan wanita Om?"


" Apa bedanya? bukankah wanita Om juga suka shopping?"


" Waktu Om pacar sama istri Om, dia tidak pernah meminta satupun barang mewah dari Om. Kalau Om kasih barang branded ataupun black card, dia pasti menolak"


" Kenapa?"


" Karena dia tidak suka dengan barang-barang branded. Padahal kalau dia mau, Om bisa kasih segala untuk dia"


" Aku baru tau kalau ada cewek yang menolak hadiah seperti itu"


" Ya itulah kenyataannya"


" Tapi zaman sekarang mana ada wanita yang seperti istri Om"


" Ada, colon istri Nando juga sama seperti istri Om" kata Darren.


" Wah beruntung banget Abang dapat wanita yang seperti itu"


" Kamu benar, saya sangat beruntung mendapatkan dia" kata Nando.


Cuma gue yang nggak beruntung.


Setelah selesai melihat-lihat kamar utama dan ruangan lainnya. Ketiga lelaki tampan itu pun turun kebawah dengan menggunakan lift.


Ting.


Pintu lift terbuk. Ketiga lelaki tampan itu keluar dari lift.


" Sekarang mansion ini resmi menjadi milik Bang Nando" kata Kenan sambil memberikan kunci mansion-nya.


" Kapan-kapan kamu main ke mansion Om"


" Baik Om, kalau ada waktu saya akan mampir ke mansion Om"


" Kalau begitu, kami pamit dulu. Soalnya om masih ada kerjaan di kantor"


" Ok Om. Saya juga mau kembali ke kantor"


Ketiga lelaki tampan itu pun berpisah di depan gerbang mansion. Karena arah kantor mereka berbeda.


To be continue.


Mansion yang akan ditempati Nando sama Rania.


__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2