Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Bubur ayam


__ADS_3

Alexa pun menemani Kenan sampai lelaki tampan itu pun tertidur lelap. Setelah itu ia pamit ke kamarnya. Karena dirinya juga sudah ngantuk.


" Om Ben, aku pamit dulu ya"


" Iya nona, sekali lagi terima kasih"


" Sama-sama Om Ben"


" Semoga besok Om gunung es ini sudah sembuh"


" Aamiin, makasih nona"


" Sama-sama Om, Aku pamit dulu"


Setelah berpamitan Alexa pun kembali ke kamarnya. Setelah Alexa sudah masuk kedalam kamarnya, barulah Beni menutup pintu kamarnya.


" Eca udah kembali?" tanya Adele.


" Hhhmm"


" Emang ngapain lo di panggil ke sana?"


" Merawat Om gunung es"


" Om tampan sakit? sakit apa?"


" Biasa perut orang kaya. Nggak bisa kena makanan pinggir jalan"


" Emang Lo ajak makan dipinggir jalan?"


" Hhmmm"


" Wah parah Lo! masa cowok tampan kek gitu Lo ajak makan di pinggir jalan"


" Ya nggak apa-apa, daripada memperkaya orang kaya. Mending pedagang kaki lima yang di bantu"


" Setuju gue sama Lo, Ca" kata Alisha.


" BTW kalian berdua kok belum tidur?"


" Kita berdua lagi nungguin Lo"


" Iya, kita khawatir sama Lo. Takut Lo di apa-apain sama Om-om itu " kata Alisha.


" Makasih udah khawatir sama gue. Sekarang kita tidur, soalnya gue udah ngantuk banget"


" Ok"


Ketiga cewek cantik itu pun naik ke atas tempat tidur mereka masing-masing. Karena malam juga semakin larut. Lampu kamar itupun di ganti dengan lampu tidur, yang cahaya tidak terlalu terang. Mereka bertiga pun mulai memejamkan matanya.


Pagi hari.


Alexa dan kedua sahabatnya sudah siap untuk pergi ke restoran hotel. Mereka akan sarapan bersama dengan Kevin dan yang lainnya.


" Kita mau sarapan apa nanti?" tanya Adele saat mereka sudah berada di dalam lift.


" Liat nanti deh. Soalnya kita kan nggak tau menu apa aja yang ada di restoran ini" kata Alexa.


" Benar juga. tapi gue pengen sarapan sama bubur ayam" kata Alisha.


" Gimana kalau kita sarapan sama bubur ayam aja?" usul Alexa.


" Mau cari dimana bubur ayamnya?" tanya Adele.


" Cari di sekitar sini kalau ada. Atau tanya sama satpam hotel"


" Sekalian kita aja yang lain" kata Alisha.


" Emang mereka mau makan bubur ayam dipinggir jalan?" tanya Adele.


" Kalau mereka nggak mau, ya kita berlima aja" kata Alexa..


" Iya, lagian kan kita cuma menawarkan. Kalau mereka nggak mau, ya udah" kata Alisha.


Ting.


Pintu lift pun terbuka. Ketiga gadis cantik itu pun keluar dari lift.


" Good morning sayang, aku" sapa Farel.

__ADS_1


" Good morning ayang" balas Adele.


" Kamu nggak ngucapin good morning juga sama Alisha?" tanya Alexa sama saudara kembarnya.


" Udah tadi di chat" jawab Axel.


" Di chat doang. Disini nggak mau?"


" Nanti kalau aku ngomong sayang-sayang di depan kamu, ntar kamu ngamuk lagi?"


" Ya jelaslah"


" Makanya aku nggak bilang disini"


Alisha tersenyum melihat perdebatan saudara kembar itu. Ia berpikir apa setiap pagi kekasihnya selalu berdebat dengan saudara kembarnya.


" Mau sarapan apa pagi ini?" tanya Farel.


" Kami bertiga mau makan bubur ayam, yank" kata Adele.


" Bubur ayam? emang ada disini?"


" Nggak tau juga"


" Kita tanya aja nanti"


" Tapi kita maunya bubur ayam yang dijual sama gerobak itu lho, yank"


Farel kaget mendengar ungkapan kekasihnya. " Kamu nggak lagi ngidam kan, yank?"


" Ngaco kamu. Ya nggak lha"


" Habisnya permintaan kamu aneh-aneh"


" Kok aneh"


" Iya. Lagian mau cari dimana pedagang bubur ayam gerobak"


" Ya tanya sama orang sini lha. Ingat kata pepatah, malu bertanya sesat di jalan "


" Ya udah ikutin aja maunya mereka, Rel" kata Axel.


" Kita tanya dulu. Kalau mereka nggak mau kita berlima aja yang pergi" kata Adele.


" Ok lha kalau begitu. Kita tunggu kak Kevin sama yang lainnya"


Tak berselang lama, Kevin dan yang lainnya pun datang.


" Udah lama ya " kata Kevin.


" Nggak! baru aja kok, Kak" kata Axel.


" Ngapain masih berdiri, yuk langsung aja ke restoran" kata Intan.


" Kita mau sarapan bubur ayam abang-abang, Kak" kata Alexa.


" Boleh juga, lagian aku juga udah lama nggak makan bubur ayam abang-abang" kata Intan.


" Kalian berdua gimana? mau nggak?" tanya Ryan.


" Gue ngikut aja " jawab Kevin.


" Lo, Cit"


" Gue juga ngikut aja"


" Karena semuanya sudah sepakat, yuk kita berangkat cari bubur abang-abang " kata Adele.


Mereka pun pergi mencari bubur ayam abang-abang. Jadi sarapan mereka pagi hari ini adalah bubur ayam.


...***...


Kenan membuka matanya saat sinar matahari mengenai matanya. Ia melihat sekeliling kamarnya mencari sosok gadis cantik yang menjaganya semalaman.


Sayangnya sosok yang dia cari tidak ada di sana. Yang ada sosok lelaki yang selalu setia menemaninya kemana pun dia pergi. Siapa lagi kalau bukan Beni sang asisten yang sedang menatapnya.


" Tuan sudah bangun?"


" Hhmmm"

__ADS_1


Kenapa dia terlihat bete seperti itu.


" Tuan mau mandi?"


" Hhhmm"


Beni heran kenapa tuannya terlihat seperti orang kebingungan. Ia pun teringat akan sesuatu.


" Nona Alexa udah pergi dari semalam tuan"


" Siapa yang cariin dia?"


" Eh! terus kenapa tuan celingak-celinguk kek gitu?"


" Saya cari ponsel saya"


Jelas banget bohongnya. Bilang aja emang cari nona Alexa.


" Nona Alexa pergi setelah tuan tidur "


" Saya nggak nanya"


" Saya hanya memberitahu tuan"


" Sudah! cepat siapkan air untuk mandi saya"


" Siap tuan"


Beni segera menyiapkan mandi untuk tuannya. Kalau tidak tuannya akan ngamuk dan itu akan berimbas ke gajinya.


Kenan mengambil ponselnya. Ia akan menghubungi gadis tipis yang sudah mau menjaganya semalam.


" Nggak usah deh, nanti telpon gue dimatiin gitu aja seperti semalam "


Lelaki tampan itu meletakkan kembali ponselnya. Ia akan berterima kasih secara langsung itu jauh lebih baik. Daripada di telpon, dan telponnya dimatiin begitu saja, kan sakit.


" Tuan airnya sudah siap"


" Hhmmm"


Beni memberikan handuk pada tuannya. Kenan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Sampai di depan pintu kamar mandi, Kenan menghentikan langkahnya.


" Ben"


" Iya tuan?"


" Cari tau si tipis mau kemana hari ini"


" Emang mau ngapain tuan?"


" Udah cepat cari tau. Jangan banyak tanya"


" Tapi nanti tuan ada janji temu sama klien"


" Apa nggak bisa dibatalkan dulu?"


" Nggak bisa tuan. Lagipula kita kesini kan mau kerja tuan, bukan mau liburan"


" Berani sekali kamu bicara seperti itu sama saya. Dan lagi, kehilangan satu klien tidak akan membuat saya bangkrut"


" Saya tau tuan. Tapi klien ini kenal dekat sama nyonya besar. Dan kalau kerja samanya dibatalkan, tuan akan dapat hukuman"


" Siapa yang berani menghukum saya"


" Nyonya besar tuan"


" Ah kamu benar juga. Ya sudah, atur saja waktunya"


" Laksanakan tuan"


Kenan masuk kedalam kamar mandi. Ia sudah tidak semangat lagi untuk mandi. Padahal ia sudah punya rencana untuk mengerjai gadis tipis. Tapi asistennya merusak semuanya.


Sebenarnya kalau kerjasamanya batal, tidak akan mengurangi pundi-pundinya. Namun klien ini adalah sahabat mamanya. Jadi mau nggak mau dia harus menurutinya.


Setelah tuanya masuk kedalam kamar mandi. Beni menghubungi klien tuannya. Kalau mereka akan bertemu nanti jam sepuluh pagi di restoran hotel tempat mereka menginap.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2