Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Hampir saja


__ADS_3

Bella sangat kesal karena harus berbagi tempat tidur dengan kedua sahabatnya. Ia belum pernah tidur di kamar dan juga tempat tidur yang sempit.


" Ntar malam kalian berdua tidur dibawah ya" kata Bella.


" Kenapa kami harus tidur dibawah?" kata sahabat Bella yang bernama Rina.


" Karena gue nggak biasa tidur bertiga. Apalagi tempat tidurnya juga kecil"


" Baiklah kami akan tidur di bawah"


Kedua sahabat Bella memang tidak bisa melawan Bella. Karena kalau mereka berusaha melawan, maka Bella akan marah dan ujung-ujungnya perusahaan papa mereka yang akan jadi sasarannya.


" Tidak ada yang boleh tidur di bawah" kata Alisha.


" Apa hubungannya sama Lo. Mereka berdua aja nggak keberatan"


" Tentu saja ada hubungannya sama gue, karena gue ketua disini"


" Walaupun Lo ketuanya, bukan berarti Lo bisa ikut campur urusan gue dengan kedua teman gue"


" Siapa bilang nggak bisa, mereka berdua itu kan anggota gue. Dan untuk kalian berdua, jangan mau tidur dibawah. Jangan takut, kalau Bella ngancam kalian, gue akan kasih dia hukuman"


" Kenapa gue yang dihukum. Lagian mereka berdua yang mau tidur dibawah"


" Karena mereka takut sama Lo, makanya mereka nggak berani protes saat Lo suruh tidur dibawah. Pokoknya tidak ada yang boleh tidur dibawah nanti malam. Siapa yang ketahuan mengancam dan menyuruh temannya tidur dibawah. Maka dialah yang akan tidur dibawah nanti"


Kedua sahabat Bella sangat senang, karena nanti mereka tidak akan tidur dibawah. Dan itu semua berkat Alisha.


Bella benar-benar kesal dengan Alisha. Gadis itu selalu saja mengacaukan semua rencananya. Dan sialnya dia tidak bisa berbuat apa-apa.


" Baiklah, karena di tempat kita menginap ini ada dapurnya. Dan kita harus masak untuk makan malam kita nanti" kata Alisha.


" What..! masak?"


" Iya masak"


" Kenapa kita nggak makan di resto aja?"


" Lo nggak denger apa yang disampaikan Ketos sebelum kita berangkat ke sini?"


" Denger. Tapi gue nggak ada bawa bahan masakan"


" Kalau gitu, Lo nggak usah makan" kata Alisha.


" Nggak masalah, nanti gue bisa beli. Jadi gue nggak capek-capek masak. Yuk guys kita jalan-jalan keluar" kata Bella pada kedua sahabatnya.


" Yuk "


Bella dan kedua sahabatnya pun pergi meninggalkan Alisha dan juga Vani. Mereka akan berkeliling bungalow dan juga ber-selfie ria.


" Lo gimana Van? mau ikut gue masak atau nggak?"


" Gue ikut Lo deh Sha. Lagian gue nggak punya cukup uang untuk makan di restoran"


Walaupun Vani bukan dari kalangan orang berada. Tapi dibandingkan Alisha, kehidupan Vani jauh lebih baik.


" Ya udah, yuk kita masak"


Dua sahabat itu pun segera pergi ke dapur untuk memasak makanan untuk makan malam nanti. Tak lupa mereka berdua membawa bahan masakan yang sudah mereka bawa dari rumah tadi.


" Kita mau masak apa nih Sha?"


" Lo bawa bahan apa-apa aja?" tanya Alisha.


" Lumayan banyak dan beragam sih" kata Vani sambil memperlihatkan isi kantong plastik yang ada di tangannya.


" Wah banyak juga ya"


" Lumayan. Tapi gue tidak terlalu bisa memasak"


" Tenang, ntar gue ajarin"

__ADS_1


" Emang Lo beneran bisa masak Sha?"


" Sedikit"


" Mudah-mudahan aja masakan kita nanti nggak gosong"


" Insya Allah nggak akan gosong kok"


" Baiklah, masalah memasak gue serahin sama Lo. Gue bantu kupas kupas bawang dan juga ngulek"


" Oke, kita akan masak orek tempe pedas manis sama cah kangkung. Gimana?"


" Boleh juga"


" Baiklah sekarang waktunya kita masak"


Alisha menyiapkan bahan dan juga bumbu apa saja yang di perlukan untuk membuat tempe orek pedas manis. Vani pun dengan senang hati ikut membantu Alisha.


Setelah semua bahan dan bumbu sudah siap. Alisha pun mulai memasak. Sedangkan Vani menyiapkan bumbun dan juga mencuci bersih kangkung.


" Gue kagum sama Lo, Sha"


" Kagum kenapa?"


" Karena lo itu cantik dan juga bisa masak lagi"


" Semua cewek itu cantik Van"


" Iya, tapi nggak semua cewek itu bisa masak"


" Kalau masalah masak, kita bisa belajar Van. Gue juga gitu dulu"


" Lo belajar masak sama siapa?"


" Sama nenek gue. Lo kan tau kalau gue udah nggak punya orang tua"


" Sorry Sha, bukan maksud gue membuat Lo sedih"


" Nggak apa-apa. Lagian Lo nggak salah kok"


" Kata-kata Lo berusan mengingatkan gue sama seseorang?"


" Siapa? pacar, ya?"


" Bukan, dia seorang gadis cantik dan juga hebat beladiri"


" Sama kayak Lo dong?"


" Tapi seni beladiri gadis itu di atas gue Van"


" Wah gue jadi penasaran sama tuh cewek?"


" Kapan-kapan gue kenalin sama dia"


" Ok"


Kedua gadis itu pun melanjutkan kembali acara memasaknya. Karena kalau terus mengobrol bisa-bisa masakan mereka gosong.


...***...


Axel lagi-lagi merasakan seperti ada yang sedang memperhatikannya. Ia mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. Tapi lagi-lagi dia tidak menemukannya.


" Rel"


" Hhmm"


" Lo merasa ada yang lagi memperhatikan kita nggak?"


" Nggak. Kalau pun ada yang memperhatikan kita, paling Eca sama Adele"


" Maybe"

__ADS_1


" Udah buruan mandinya, karena habis ini kita akan mencari kayu bakar untuk membuat api unggun"


" Hhmm"


Axel melanjutkan kembali acara mandinya. Tapi ia terus menatap sekelilingnya. Karena ia yakin kalau ada orang lain yang sedang mengawasinya. Ia harus meningkatkan kewaspadaannya. Siapa tau musuh sedang mengincar mereka.


Sedangkan Nando dan yang lainnya sedang kesakitan. Karena saat kena rumput tajam dan juga duri saat bersembunyi tadi. Ya mereka hampir saja ketahuan oleh Axel. Untung saja mereka segera melompat ke semak-semak. Jadi mereka tidak ketahuan.


" Insting tuan Axel tajam juga ya?" kata salah satu bodyguard.


" Tentu saja. Dia sama seperti Daddy-nya" kata Nando.


" Ya dia memang sebelas dua belas sama Daddy-nya. Apa kita balik ke tenda aja" kata Doni.


" Sebaiknya begitu Bang. Daripada ntar kita ketahuan"


" Tapi kami gerah bos"


" Nanti agak sore-an kita mandinya. Kalau sekarang lagi nggak aman"


Nando dan rombongannya kembali ke tenda. Mereka mau mengobati tangan mereka yang luka karena tergores rumput tajam tadi. Setelah kondisi aman, mereka baru akan kembali ke sungai untuk mandi.


...***...


Jihan sangat kesal karena dari tadi nomor Nando tidak bisa di hubungi. Ia ingin tau sahabat sekaligus orang yang dia suka itu sedang apa sekarang ini.


" Nando nggak ada hubungi Lo, Bal?"


" Nggak, kenapa?"


" Nomornya nggak aktif. Emang dia nggak ada kasih tau sama lo, dia mau pergi kemana?"


" Nggak, dia hanya bilang mau libur tiga hari"


" Tiga hari?"


" Hhmm"


" Kok dia nggak ada kasih tau gue kalau mau libur selama itu?"


" Ya mana gue tau. Mungkin dia lagi nggak pengen di ganggu "


" Maksud Lo apa ngomong kek gitu?"


" Nggak ada maksud apa-apa"


" Harus hubungi dia kemana lagi?"


" Coba hubungi nomor Alexa aja "


" Gue nggak punya nomor Alexa"


" Bukanya Lo sering ketemu sama dia?"


" Nggak juga, lagian gue jarang main ke mansion. Kalau Lo punya nggak nomor Alexa atau Axel?"


" Nggak"


" Gimana dong, gue nggak bisa tenang kalau belum dengar kabar dari dia"


" Coba aja terus hubungi nomornya. Gue mau balik dulu"


" Kok Lo udah mau pulang aja. Emang kerjaan Lo udah selesai?"


" Udah"


Jihan menatap punggung Ikbal yang perlahan menjauh dari pandangannya. Lelaki itu cukup tampan dan juga baik. Tapi entah kenapa dirinya tidak bisa mencintai lelaki itu.


To be continue.


Maaf ya reader terzayang, agak telat up nya. Soalnya Feby lagi kurang fit. Ini aja maksain up biar kalian nggak kecewa. Mudah-mudahan besok udah bisa up seperti biasa.🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Gomawo untuk kalian yang masih mau menunggu kelanjutan ceritanya.. Sayang kalian banyak-banyak 🤗🤗


Happy reading 😚😚


__ADS_2