Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Kisah Beni


__ADS_3

Sekarang Kenan seperti obat nyamuk diantara Beni dan juga Anya. Padahal kemarin asistennya yang selalu jadi obat nyamuk antara dia dan sang kekasih.


" Oh iya, kenalkan ini tuan muda Kenan, dari keluarga Richard. Dia bos saya saat ini"


" Anya"


Kenan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari perkenalannya dengan wanita masa lalu asistennya.


" Ben"


" Iya tuan muda"


" Saya beri waktu kamu sepuluh menit untuk mengobrol. Saya yakin kamu pasti pegal ngobrol sambil berdiri"


Beni tersenyum mendengar ucapan tuan mudanya. " Makasih tuan"


Beni dan Anya duduk di kursi panjang yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri tadi. Sedangkan Kenan mencari tempat duduk yang lain. Dia tidak ingin mengganggu dua insan yang baru bertemu itu.


Kenan tau siapa wanita yang bersama asistennya. Beni pernah bercerita tentang kisah cintanya dengan wanita yang bernama Anya itu. Cerita yang sangat memilukan. Kenapa dia bilang begitu, karena cinta asistennya itu bertepuk sebelah tangan.


" Bagaimana kabar kamu?" tanya Anya memulai pembicaraan mereka.


" Ya seperti yang kamu lihat"


Anya tersenyum mendengar jawaban lelaki tampan yang ada dihadapannya itu. Lelaki yang beberapa tahun lalu ia tolak cintanya.


" Aku senang kamu bisa hidup dengan baik"


" Tentu saja "


" Maaf"


Beni menatap wanita cantik yang pernah sangat ia cintai itu. Mungkin sampai saat ini perasaan itu masih sama.


" Maaf untuk apa?"


" Karena aku sudah menyakiti perasaan kamu"


" Ini bukan kesalahan kamu. Lagipula kita tidak bisa memaksa perasaan"


" Aku harap kamu tidak membenci aku"


Beni tersenyum mendengar ucapan wanita cantik itu. Bagaimana dia bisa membencinya. Lagipula ini bukanlah kesalahannya.


" Aku tidak pernah membenci kamu, Anya"


" Kalau kamu tidak membenci aku. Kenapa kamu pergi dari negara L"


" Aku pergi dari negara L karena mengikuti tuan ku. Bukan untuk menghindari kamu. Lagi pula kamu kan sudah bahagia dengan lelaki pilihan mu"


Anya menggelengkan kepalanya. " Aku tidak bahagia"


Beni kaget mendengar jawaban Anya. Bagaimana bisa wanita itu bilang kalau dirinya tidak bahagia. Bukankah lelaki itu pilihan hatinya?.


" Setelah kamu menghilang dari negara L. Tak berselang lama aku juga putus dengan kekasih ku"


Beni semakin kaget mendengar ucapan Anya. Bagaimana bisa wanita cantik itu putus dengan kekasihnya. Bukankah seharusnya sekarang ia sudah bahagia dengan keluarga kecilnya.


Setelah pergi dari negara L. Beni memang tidak pernah mencari tau lagi kabar tentang kekasihnya. Karena ia tidak ingin merusak kebahagiaan wanita yang sangat ia cintai itu.

__ADS_1


" Apa maksud kamu, Anya?. Apakah selama ini kamu tidak bahagia dengannya?"


Hiks..hiks..


Anya tidak bisa lagi menahan air matanya. Ia menangis dihadapan lelaki yang pernah ia tolak cintanya. Lelaki yang sangat tulus mencintainya.


" Ke.. kenapa kamu menangis?. Apa aku salah bicara?"


Anya menggelengkan kepalanya. " Kamu nggak salah. Aku yang bodoh"


" Apa maksud kamu?"


" Aku tidak bisa melihat mana lelaki yang tulus mencintai ku dan mana yang tidak. Apa ini karma untuk aku ya, Ben. Karena udah menyia-nyiakan cinta kamu"


" Itu bukan salah kamu. Aku sudah katakan di awal tadi. Ini masalah hati dan juga perasaan. Sekuat apapun cinta aku sama kamu, jika hati dan perasaan kamu bukan untuk aku, ya percuma. Bisa saja aku memaksa kamu untuk mencintai aku. Tapi aku nggak akan melakukan itu. Sebab kamu nggak akan bahagia dengan cinta yang terpaksa"


Anya makin terisak. Andai saja dia bisa mengulang waktu kembali ke masa dulu. Ingin sekali dia bisa menerima cinta lelaki tampan itu. Apakah masih ada cinta untuk dirinya?.


Beni mencoba menenangkan Anya dengan memberikan pelukan pada wanita cantik itu. Ia membiarkan Anya menumpahkan semua beban pikiran dan juga perasaannya. Ia tidak tau hal apa yang sudah dialami Anya.


Setelah Anya mulai tenang, barulah Beni melepaskan pelukannya. Ia tidak ingin Anya berpikir kalau dia mengambil kesempatan dalam kesempitan.


" Udah tenang?"


" Hhmmm. Maaf sudah mengotori jas kamu"


" Nggak masalah. Jangan kan jas, nyawa pun kamu minta akan aku berikan"


" Dasar gombal"


" Nah gitu dong, senyum"


" Makasih untuk apa?"


" Karena kamu masih mau ngobrol sama aku. Dan juga tidak membenci aku"


" Aku tidak pernah membenci kamu, Anya"


" Kamu masih lama kan disini?"


" Nggak!. Hari ini aku akan kembali ke Indonesia"


Anya kaget mendengar ucapan Beni. Padahal dia sudah senang bisa bertemu lagi dengan lelaki tampan itu. Tapi sekarang lelaki tampan itu akan kembali ke Indonesia.


Beni melihat perubahan wajah wanita cantik itu. " Aku kesini menemani tuan muda bekerja. Sekarang kerjaannya sudah selesai. Jadi aku harus kembali ke Indonesia"


"Bolehkah aku ikut bersama dengan mu?"


Beni kaget mendengar pertanyaan Anya. Apa dia tidak salah dengar. " Ma.. maksud kamu?"


" Bawa aku bersama kamu, Ben" kata Anya sambil menatap mata Beni.


" Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu, Anya?"


" Ceritanya panjang, Ben. Yang pasti sekarang aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi"


Anya memang sama seperti Beni. Mereka berdua sudah tidak punya orang tua lagi. Bahkan dulu mereka berdua sempat tinggal di panti asuhan. Walaupun tidak tinggal di panti asuhan yang sama.


Beni dan Anya berteman saat mereka duduk di bangku SMP. Saat pertama kali bertemu Beni sudah menyukai Anya. Tapi dia baru berani mengungkapkan perasaannya saat mereka sudah berkuliah. Tapi sayang cintanya bertepuk sebelah tangan.

__ADS_1


Setelah cintanya di tolak. Beni memutuskan untuk ikut tuannya ke Indonesia. Beni dulunya bekerja sebagai bodyguard keluarga Richard, Resmi di angkat Kenan sebagai asisten dan juga orang kepercayaannya sampai sekarang.


" Aku tau, kamu tidak akan mau membawa aku pergi bersama kamu"


" Bukan begitu!. Aku nggak bisa asal bawa kamu pergi. Nanti aku malah dituduh menculik istri orang"


" Aku belum menikah, Ben"


" Maksud kamu?"


" Semenjak kamu pergi dari negara L. Aku juga putus dengan pacar aku. Dan sampai sekarang aku masih sendiri"


Beni kaget sekaligus bahagia mendengar jawaban Anya. Apa itu artinya wanita cantik itu sekarang masih sendiri?. Apa dia masih bisa berharap?. Cinta memang buta.


" Aku kesini juga dalam rangka pekerjaan" lanjut Anya.


" Kerja?"


" Iya, aku kerja di perusahaan black pearl "


" Black pearl ?"


Bukankah itu perusahaan calon mertuanya tuan muda?.


Ya siapa yang tidak kenal dengan perusahaan nomor dua terbesar di Eropa. Dan hebatnya perusahaan itu baru di bangun dalam kurun waktu tiga tahun dan sudah mampu menandingi perusahaan yang sudah lama berdiri. Keturunan Dwipangga dan Wiguna memang sudah tidak diragukan lagi.


" Bukankah perusahaan itu milik nona Zanna Kirania Dwipangga?"


" Iya. Tapi beliau jarang datang ke perusahaan. Apa kamu mengenal nona Zanna?"


" Tentu saja. Dia calon mertua tuan muda Kenan"


Anya mengangguk tanda mengerti. Ya seperti itulah kehidupan. Yang kaya akan selalu berpasangan dengan orang yang sekelas dengan mereka.


" Ben"


" Iya tuan muda"


" Apa ngobrolnya masih lama?. Saya sudah lapar?"


" Ah maaf tuan muda"


Beni lupa kalau tuan mudanya belum makan dari tadi pagi. Ia menghentikan obrolannya dengan Anya.


" Nggak apa-apa. Kalian lanjut ngobrol aja, saya mau cari makan dulu"


" Tuan ngambek nih ceritanya?"


" Nggak!. Saya yakin kalian berdua belum selesai ngobrol. Tapi disini perut saya juga tidak bisa menahan lagi"


" Saya temani tuan cari makan"


" Kamu pikir saya anak kecil. Udah lanjut aja ngobrolnya. Nanti kalau sudah selesai, susul saja saya ke restoran Asia yang ada di lantai 3. Saya pergi dulu"


" Ok tuan"


Kenan pergi meninggalkan asistennya. Ia akan mengisi perutnya. Kalau nunggu asistennya, maka perutnya akan terus berdemo.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2