Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Karyawan tampan


__ADS_3

Beni tidak belum tau apa maksud Natalie mengajaknya untuk kencan. Ia yakin wanita itu ada maksud tertentu. Jadi dia akan mengikuti permainan wanita itu.


" Baiklah nona Natalie, kebetulan saya juga lagi kosong saat ini"


Kenan bangga pada asistennya itu. Tidak salah dia menyuruh Beni untuk menerima tawaran wanita itu. Karena ia yakin ayah dan anak itu memiliki tujuan tertentu.


" Karena kita sudah sepakat untuk berkencan, bolehkah saya meminta nomor telepon anda nona?"


" Tentu saja tuan"


Natalie dengan senang hati memberikan nomor teleponnya pada Beni.


" Nanti saya akan menghubungi anda nona"


" Ok tuan Ben. Saya akan menunggu telpon dari anda"


" Baiklah tuan Kenan, kami permisi dulu"


" Silakan tuan dan nona Natalie"


Beni mengantarkan Natalie dan ayahnya ke depan pintu. Setelah itu ia kembali duduk di sofa.


" Suruh salah satu anak buah mu untuk menyadap telepon milik Natalie"


" Baik tuan"


" Kita akan lihat, permainan apa yang akan dilakukan Ayah dan anak itu. Mereka tidak tau berhadapan dengan siapa"


Jika ayah dan anak itu punya maksud terselubung. Beni sangat menyayangkan sekali tindakan mereka. Apa mereka tidak tau dengan siapa mereka berhadapan sekarang ini.


" Selesai tuan. Sekarang kita bisa melihat dengan siapa saja wanita itu berhubungan. Dan apa saja yang dibicarakan dengan lawan bicaranya"


" Bagus!"


" Apa nanti siang tuan akan makan siang di cafe nona Alexa"


" Hhmmm"


" Apa tuan mau jadi karyawan di cafe nona Alexa?"


" Kamu lama-lama udah kek wartawan Ben. Sana!, kembali ke ruangan kamu"


" Iya tuan"


Beni langsung balik kanan. Karena kalau tidak bosnya itu akan memotong gajinya. Jadi lebih baik dia cari aman.


Setelah asistennya pergi, Kenan mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada kekasihnya.


Sayang semangat ya belajarnya. Love you.


Kenan tersenyum saat membaca pesan yang ia kirimkan ke sang kekasih. Beginilah rasanya pacaran sama orang yang lebih muda.


Lelaki tampan itupun memulai pekerjaannya. Karena pekerjaannya harus selesai sebelum makan siang nanti.


...***...


Cafe triple A sangat rame sama pembeli. Apalagi sekarang udah waktunya makan siang. Cafe itupun penuh sama mahasiswa dan juga orang kantoran.


Axel dan Farel sedang mengganti seragam sekolahnya dengan baju dinasnya. Karena mereka berdua akan mulai bekerja sebagai karyawan cafe.


" Wah sayang, kamu semakin tampan memakai baju itu" puji Adele.


" Nggak usah ngeledek kek gitu, yank"


" Aku nggak ngeledek, yank. Serius, kamu tuh tambah tampan"


" Makasih sayang"


" Sama-sama ayank. Sekarang ayank mulai lakukan tugasnya ya" kata Adele sambil memberikan buku menu pada sang kekasih.

__ADS_1


" Iya Yank"


Farel dengan semangat menghampiri meja pengunjung yang baru datang. Sedangkan Axel sedang di ajari tersenyum oleh sang kekasih.


" Kalau kamu pasang wajah kek gitu pembeli akan takut"


" Terus aku harus kek mana?"


" Senyum dikit dong, Yank "


Axel pun mengangkat sudut bibirnya sedikit. Bahkan saking tipisnya senyumnya sampe nggak terlihat oleh mata orang lain.


" Lebarkan dikit senyumnya. Kalau gitu nggak kelihatan"


" Dasar kulkas tiga puluh dua pintu. Senyum aja sampe kaku kek gitu" kata Alexa.


" Biarin!, senyum aku itu mahal. Jadi tidak boleh diberikan ke sembarang orang"


" Iya, tapi posisi kamu sekarang sebagai karyawan cafe. Kalau kamu pasang wajah dingin kek gitu, lari semua para pembeli"


" Benar apa yang dikatakan Eca, yank. Jadi tolong lha kerjasamanya, agar para pembeli betah untuk makan disini"


" Baiklah, aku akan berusaha"


" Nah gitu dong. Nih buku menunya, Fighting..!"


" Makasih sayang supportnya. Aku nggak akan mengecewakan kamu"


Axel menghampiri meja pelanggan pertamanya. Ia memberikan buku menu cafe pada empat cewek yang ada di meja itu.


" Silakan, mau pesan apa?"


Keempat cewek itu bukannya fokus melihat buku menu, mereka malah fokus melihat wajah tampan Axel.


Ini nih rasanya gue congkel mata mereka.


" Mau pesan apa Kak?" tanya Axel lagi.


Dari tadi kek.


" Kami pesan ini, yang ini sama yang ini" kata salah satu wanita itu sambil menunjukkan nama makanan yang ada di buku menu.


" Terus minumnya, Kak?"


" Kita pesan jus jeruk aja"


" Ada tambahan lagi Kak?"


" Nggak ada"


Axel menyebutkan kembali pesanan keempat cewek itu. Setelah itu dia pamit undur diri. Karena kalau berlama-lama di sana bisa-bisa emosi dia


" Kamu kenapa, yank?" tanya Alisha melihat sang kekasih yang lesu balik dari melayani pembeli.


" Kesel, yank"


" Kesel kenapa?"


" Itu keempat wanita yang di sana. Masa mereka fokusnya melihat ke wajah aku, bukan ke menu"


" Kan wajah kekasih aku ini sangat tampan, jadi wajar kalau mereka fokusnya ke wajah kamu"


" Iya, tapi aku nggak suka"


" Udah terima aja. Itu udah resiko punya wajah tampan"


" Hhmmm"


" Mereka pesan apa?"

__ADS_1


" Ini, kamu baca aja. Aku mau lanjut kerja lagi"


" Ok sayang. Semangat kerjanya"


Alisha memberikan catatan pesanan keempat cewek tadi pada koki untuk segera dibuatkan. Koki memang meringankan pekerjaan ketiga cewek cantik itu.


" Pak tolong siapkan pesanan yang ada di catatan ini, ya?"


" Siap nona"


" Makasih Pak"


Alisha kembali mengerjakan pekerjaannya. Hari ini dia dan Adele dapat giliran menjaga cafe. Sedangkan Alexa menjaga toko kue.


...***...


" Makasih Buk udah membeli kue disini. Jangan bosan-bosan"


" Sama-sama Nak. Kue disini enak, jadi sudah pasti saya akan balik lagi kesini"


Setelah mendapatkan kue yang diinginkan, si ibu itupun pamit undur diri. Indah sangat senang karena peminat kue triple A sangat banyak.


" Permisi"


Indah menoleh kearah pintu masuk. Ia melihat dua lelaki tampan sedang berdiri di depan pintu masuk.


" Silakan masuk tuan"


" Apa Alexa nya ada?"


" Ada tuan. Silakan duduk"


Kenan dan Beni duduk di kursi yang ada di sana. Sedangkan Indah pergi memanggil Alexa.


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk!"


" Alexa, diluar ada tuan Kenan"


" Oh iya Kak. Bilang tunggu bentar, ini kerjaan aku lagi nanggung"


" Iya jangan lama-lama, kasian pacarnya nunggu lama"


" Iya Kak"


Indah pun pamit dari ruangan Alexa. Ia memberi tau Kenan kalau Alexa masih mengerjakan pekerjaannya. Tapi sebelum itu, Indah membuatkan teh untuk kedua cowok tampan itu.


" Silakan di minum, dan dicicipi kuenya tuan?"


" Makasih nona"


Setelah meletakkan kue dan teh, Indah segera pamit undur diri. Tak berselang lama Alexa pun datang.


" Om Ben udah lama ya datangnya?"


" Kok Beni yang ditanya. Apa kamu nggak liat aku ada disini?"


" Eh ada Oppa juga. Maaf nggak liat, jangan marah, ntar tampannya ilang lho?"


Beni menutup mulutnya agar tawanya nggak lepas. Hanya nona Alexa lha yang berani melawan tuannya.


" Ben gaji kamu saya potong lima puluh persen"


Kena lagi deh gue.

__ADS_1


To be continue.


Happy reading 😚😚


__ADS_2