Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Tamu misterius


__ADS_3

* Sebelum baca like dulu ya teman-teman. Gomawo 🤗🤗*


Rania dan ibunya kaget dengan kedatangan dua orang yang tidak mereka kenal. Dan sepertinya mereka itu pasangan suami-istri. Itu terlihat jelas dengan cincin yang mereka pakai sama.


" Selamat sore" sapa Kiran.


" Selamat sore. Maaf anda mau cari siapa ya?"


" Kita mau cari seseorang yang bernama Rania. Apa dia tinggal disini?" tanya Kiran pura-pura tak tau. Padahal ia sangat tau jelas kalau wanita cantik yang sedang berdiri di depannya itu adalah calon adik iparnya.


" Anda bilang cari siapa tadi nona?"


" Rania. Apa dia tinggal disini?"


" Saya yang bernama Rania"


" Benarkah?"


" Iya"


Kiran langsung memeluk calon adik iparnya itu. Rania kaget karena wanita cantik itu memeluknya secara tiba-tiba.


" Maaf sebelumnya. Anda ini siapa nona?"


" Ah iya, hampir saja lupa memperkenalkan diri"


" Maaf silakan masuk dulu nona, kita bicara di dalam"


Kiran tersenyum mendengar ucapan calon adik iparnya. Ternyata benar kabar yang ia dapat dari orang-orangnya. Kalau Rania wanita yang lemah lembut dan juga baik.


" Mari tuan, nona"


Kiran dan suaminya masuk kedalam rumah sederhana itu.


" Maaf kursinya jelek"


" Tidak apa-apa, kami juga biasa duduk dengan kursi ini" kata Kiran.


Rania pamit sebentar kebelakang untuk membuatkan minum untuk tamu yang tidak ia kenal.


" Apa ibuk tinggal berdua saja dengan Rania?" tanya Kiran.


" Iya Nak. Ayah Rania sudah lama meninggal"


" Maaf saya tidak bermaksud membuat ibuk bersedih".


" Nggak apa-apa"


Tak berselang lama Rania datang dengan membawa nampan yang berisi empat cangkir teh dan juga roti.


" Maaf minumannya cuma ada teh"


" Kenapa repot-repot segala?"


" Nggak repot kok nona, ini cuma teh. Jadi siapa anda, dan ada apa mencari saya?"


" Saya Kiran, dan ini suami saya Darren"


Rania seperti pernah mendengar nama kedua tamunya itu. wajah mereka juga sangat familiar. Tapi ia tidak bisa ingat mereka siapa.


Ia kembali mengingat dimana ia pernah melihat wajah kedua tamunya itu.


Beberapa menit kemudian ia ingat dimana pernah melihat wajah kedua tamunya itu.


" Apa anda nona Kiran yang terkenal dengan ratu bisnis itu?"


" Iya" jawab Kiran sambil tersenyum pada Rania.


Rania langsung menutup mulutnya karena kaget. Bagaimana tidak, orang yang berkuasa di Asia dan Eropa ada di rumahnya. Ia mencubit tangannya. Ia takut semua ini hanya mimpi, dan ternyata sakit. Berarti ia tidak bermimpi.


" Apa yang membawa orang penting seperti anda datang ke gubuk saya?"

__ADS_1


" Kami kesini mau menangkap pencuri"


" Pencuri?"


" Hhmm"


" Apa maksud anda nona? di rumah kami ada pencuri?" tanya Rania sambil melihat sekeliling rumahnya.


" Iya, dan pencuri itu sangat berbahaya" kata Kiran.


" Berbahaya?"


" Benar, berbahaya"


" Sayang kamu membuat dia takut" kata Darren pada sang istri.


" Ah benarkah? apa kamu takut?"


" Saya tidak takut, saya cuma khawatir kalau pencuri itu melukai ibuk saya"


Kiran tersenyum mendengar jawaban wanita cantik yang akan menjadi adik iparnya itu. Ia tidak menyangka kalau wanita itu begitu polos.


" Pencurinya kamu, Rania"


Rania kaget mendengar ucapan wanita cantik itu. Bagaimana bisa wanita itu menuduhnya sebagai pencuri. Dan lagi dia mencuri apa?.


" Apa maksud anda nona? saya mencuri apa?"


" Mencuri hati"


Rania bertambah bingung dengan apa yang dikatakan wanita yang ada di depannya itu. Emang dia mencuri hati siapa.


" Maksud istri saya, kamu sudah mencuri hati adik kami" kata Darren.


" Adik? siapa?"


" Nando"


" Ya Nando. Kamu kenalkan dengannya"


" Kenal. Jadi anda berdua adalah kakaknya Nando?"


" Betul, kami berdua adalah kakaknya Nando"


Tubuh Rania terasa lemas. Ia tidak menyangka kalau lelaki tampan yang sudah mengisi hatinya, adik dari ratu dan raja bisnis. Apakah mereka datang untuk memisahkan ia dan Nando.


" Apa anda akan memisahkan saya dengan Nando?"


" Tidak, kenapa kamu bisa berpikir kami akan memisahkan kamu dengan adik kami?"


" Karena status saya tidak sama dengan anda nona"


Kiran tersenyum mendengar jawaban wanita cantik itu. Wajar kalau Rania berpikir begitu. Tapi ia bukan orang yang menilai seseorang dengan status. Karena sedari dulu keluarga besarnya tidak pernah memandang orang dari statusnya.


" Saya mengerti kenapa kamu berpikir seperti itu. Tapi kedatangan kami kesini untuk menjemput kamu dan ibu kamu"


" Maksud nona?"


" Kami akan membawa kamu dan ibu kamu ke kota J"


" Ke kota J?"


" Iya. Kalau kami menunggu Nando menjemput kamu akan lama. Jadi saya kesini tanpa sepengetahuan adik saya"


Lagi-lagi Rania kaget mendengar ucapan kakak dari orang yang dia cintai. Bagaimana cantik itu bisa menemukan tempat tinggalnya. Ah iya, hampir lupa. Wanita yang ada di depannya ini adalah orang yang berkuasa, jadi mencari alamat rumahnya sangatlah mudah baginya.


" Bagaimana Rania, apa kamu mau ikut kami ke kota J?" tanya Kiran.


" Kalau saya ikut anda, bagaimana dengan pekerjaan saya disini?"


" Tenang saja, kalau masalah itu biarkan saya yang urus. Apa kamu nggak ingin tau ngapain aja Nando di sana? dan bertemu dengan siapa aja dia di sana?"

__ADS_1


Rania memikirkan apa yang dikatakan kakak dari lelaki yang ia suka. Tiba-tiba terlintas dipikirannya kalau lelaki itu bertemu dengan banyak wanita dan melupakan janjinya untuk menjemputnya kesini.


" Saya akan ikut dengan anda nona"


Kiran tersenyum mendengar jawaban Rania. Nggak sia-sia dia mengatakan itu pada wanita cantik itu. Karena wanita yang sudah jatuh cinta tidak akan rela lelakinya didekati wanita lain.


Darren menggelengkan kepalanya. Ia tau istrinya sengaja mengatakan itu pada Rania, supaya gadis itu ingin ikut dengannya. Dan terbukti calon adik iparnya mau ikut dengan mereka.


" Jadi kamu setuju ikut dengan kami?"


" Iya nona"


" Baiklah, kita akan berangkat besok pagi. Sekarang kamu dan ibu berkemas dulu"


" Baik nona"


" Satu lagi, mulai sekarang berhenti memanggil saya dengan sebutan nona. Karena saya bukan majikan kamu"


" Lalu saya harus manggil anda siapa?"


" Kakak! panggil saya kakak"


" Baiklah No-, Kak "


" Nah gitu baru benar"


Rania dan ibunya pergi ke kamar untuk membereskan pakaian yang akan mereka bawa. Ia tidak akan membawa pakaian terlalu banyak. Sekarang di ruang tamu itu hanya tinggal pasutri itu.


" By, telepon Doni"


" Untuk apa sayang?"


" Carikan hotel yang bagus untuk Rania dan ibunya. Karena kita tidak mungkin membawa Rania langsung ke mansion"


" Ok sayang"


Darren tau kenapa istrinya tidak langsung membawa Rania dan ibunya ke mansion. Pasti istrinya ingin memberikan sedikit hukuman untuk Nando. Karena Nando tidak memberi tau kalau sedang dekat dengan Rania. Malahan dia tau kabar itu dari putrinya.


" Kenapa nggak nginap di hotel milik mommy saja sayang?" tanya Darren.


" Oh iya, aku lupa "


" Jadi nggak usah hubungi Doni"


" Hhmm"


Tak berselang lama Rania dan ibunya kembali dengan membawa koper.


" Sudah siap?" tanya Kiran.


" Sudah Kak"


" Sekarang kita tunggu taksi yang akan menjemput kita. Karena kami kesini tidak membawa mobil"


Tak berselang lama terdengar bunyi klakson mobil. Kiran itu yakin bunyi klakson taksi yang dipesan sama suaminya tadi. Ia keluar untuk memastikan apakah itu beneran taksi yang mereka pesan.


Kiran mengintip dari jendela rumah itu. Benar saja, di depan rumah Rania sudah ada dua taksi.


" Yuk keluar, taksinya sudah datang"


Mereka pun keluar dari rumah itu. Darren meminta sopir taksi untuk membawakan koper Rania dan ibunya.


Setelah memastikan tidak ada yang tinggal, Rania mematikan lampu dan segera menyusul ibu dan juga kakak Nando.


Kiran dan Darren naik taksi pertama, sedangkan Rania naik taksi ke dua. Mereka akan pergi ke hotel, Besok baru mereka berangkat ke kota J.


Taksi pertama pun melaju meninggalkan rumah Rania. Diikuti sama taksi kedua.


To be continue.


Happy reading 😚😚.

__ADS_1


__ADS_2