
Alexa terlihat sangat cantik dengan memakai dress berwarna peach. Rambutnya yang panjang ia biarkan tergerai indah. Alexa memakai lip tint untuk sentuhan terakhir di bibirnya.
" Wow cantik banget kakak aku" puji Axel saat melihat Alexa keluar dari kamarnya.
" Makasih pujiannya. Adik aku juga sangat tampan dengan memakai kaos berwarna biru"
" Iya dong. Kan aku emang selalu tampan"
" Ck, nyesal aku muji kamu" kata Alexa sambil berlalu pergi meninggalkan Axel.
Axel tersenyum, lagi-lagi dia bisa membuat kakaknya kesal. Ia pun menyusul Alexa masuk kedalam lift.
" Eca sama Axel udah siap?"
" Udah Mommy"
" Yuk jalan. Yang lain udah nungguin"
Benar saja, di depan mansion para sahabatnya sudah menunggu. Alexa segera bergabung dengan sahabatnya. Sedangkan Kiran dan suaminya langsung masuk ke dalam mobil.
" Aduh yang mau ketemu sama calon mertua?" kata Adele.
" Bukan, mau pergi makan gratis"
" Anak sultan kok suka makanan yang gratis"
" Emang Lo nggak suka makan makanan gratis?"
" Suka dong. Kalau bisa tiap hari makan makanan gratis"
" Buruan!, ntar gue tinggal Lo berdua" kata Axel.
" Dih..!, tuh anak kenapa sih, Cha?"
" Lagi PMS dia"
" Pantesan galak kek singa"
Alexa dan Adele masuk kedalam mobil. Di dalam mobil ternyata sudah ada Farel. Lelaki tampan itu sudah duduk manis di samping Axel.
" Eh ada sayang"
" Kamu ngapain duduk di depan?" tanya Adele.
" Nemenin Axel nyetir, yank"
" Axel nggak butuh kamu temenin. Lagipula ada Alisha nanti yang nemenin dia"
" Iya yank, nanti aku pindah kalau udah ada Alisha"
" Pake sabuk pengaman Lo, Rel"
" Oh iya lupa"
Farel segera memakai sabuk pengamannya. Setelah Farel memakai sabuk pengaman, barulah Axel melajukan mobilnya.
Lima mobil mewah melaju meninggalkan mansion mewah milik Darren.
...***...
Kenan sedang berada di Walk-in closet. Ia sedang mencoba beberapa baju. Sudah satu jam ia mencoba baju. Tapi belum ada satu pun yang cocok.
" Kok nggak ada baju yang cocok sih?"
Akhirnya pilihannya jatuh pada baju kaos berwarna hitam. Dan saat dicoba baju itu sangat cocok. Padahal baju kaos itulah yang di coba pertama kali.
" Nah, ini baru keren"
Selesai memakai baju, Kenan menyisir rambutnya. Untuk menambah ketampanannya, Kenan menyemprotkan parfum ke tubuhnya.
" Perfect"
Kenan keluar dari kamarnya. Dia akan berkumpul dengan orang tua dan juga kakaknya.
Suit.. suit.
" Tampan banget bujang lapuknya mama. Mau ketemu sama siapa?" tanya Helena.
" Ketemu pacar lha"
" Emang yakin pacarnya akan datang?"
__ADS_1
" Maksud mama?"
" Ya nggak tau dia. Kan Alexa tadi telpon mama, kalau dia nggak bisa datang"
" Jangan bohong dong, Ma?"
" Siapa juga yang bohong. Mama bicara jujur"
Helena susah payah menahan tawanya melihat wajah frustrasi putranya. Senang banget rasanya bisa mengerjai sang putra.
Makanya tadi sore jangan main pergi aja saat mama lagi ngomong.
" Mama pasti bohong nih?"
" Kalau nggak percaya, coba aja kamu telpon "
Kenan mengambil ponselnya, dan segera menghubungi nomor kekasihnya. Tak butuh waktu lama terdengar suara dari operator.
" Bagaimana?"
" Nomor Alexa nggak aktif, Ma"
" Mama bilang juga apa?, dia nggak datang"
" Ya udah, aku mau tidur aja deh Ma"
" Kok tidur?"
" Aku udah nggak minat lagi untuk ikut acara barbeque-nya"
" Nggak boleh gitu. Orang tua dan sahabatnya Alexa datang"
" Iya. Tapi nanti cuma aku yang nggak ada pasangannya di sana"
" Ya nggak apa-apa, jomlo lagi malam ini"
" Emang Mama nggak kasihan sama aku?"
" Justru mama kasihan sama kamu, makanya mama pengen kamu ikut gabung "
" Nggak mau lha!. Di sana tu cuma aku yang nggak ada pasangannya"
" Mana seru lha Ma. Lagian kan aku nggak jomlo "
" Malam ini kamu jomlo. Udah yuk kita turun, yang lain udah pada nungguin tuh" kata Helena sambil menarik tangan putranya.
Mau tak mau Kenan pun ikut. Walaupun nanti dia akan merasa kesepian karena sang pujaan hati tidak bisa datang.
" Lama amat sih kamu, Ken?" tanya sang kakak.
" Adek kamu nggak mau turun tadi" kata sang mama.
" Emang kenapa?"
" Biasa, pacarnya nggak bisa datang"
" Maksud mama Alexa?"
" Iya, emang pacar adek kamu siapa lagi kalau bukan Alexa"
" Kenapa?"
" Mama juga nggak tau"
" Kamu udah coba hubungi nomor Alexa?"
" Udah, tapi nomornya nggak aktif"
" Yang sabar, mungkin Alexa nya lagi sibuk atau ketiduran"
" Ya udah kamu bantu Beni angkat meja, sana!"
Dengan langkah gontai, Kenan pun pergi meninggalkan mam dan kakaknya.
" Emang bener Ma, Alexa nggak datang?"
" Nggak bener"
" Tadi mama bilang, dia nggak bisa datang?"
" Mama cuma ngerjain adek kamu aja"
__ADS_1
" Mama jahil banget sih?!"
" Kapan lagi bisa mengerjai bujang lapuk itu. Coba kamu lihat wajah frustrasinya"
Irene menggelengkan kepalanya. Entah kenapa, mamanya itu suka sekali gelud sama adiknya.
" Sayang " panggil Arka.
" Iya Mas"
" Rombongan keluarga Narendra udah datang"
" Ma, tamunya udah datang"
" Yuk, kita sambut mereka"
Mereka pun segera menyambut kedatangan keluarga kecil Darren, dan para sahabatnya.
" Kakak cantik"
" Hei tampan"
Aiden langsung memeluk Alexa. Dengan senang hati Alexa membalas pelukan hangat Aiden.
Kiran dan Darren tersenyum melihat kedekatan putrinya dengan cucu keluarga Richard. Mereka berdua berpikir, sejak kapan putrinya itu dekat dengan anak kecil itu.
" Selamat datang di mansion keluarga Richard, calon besan " ucap Helena.
" Terima kasih calon besan" ucap Kiran.
" Yuk kita langsung ke taman"
Mereka semua pun langsung menuju taman. Kiran dan para sahabatnya takjub melihat dekorasi taman milik keluarga Richard. Taman ditumbuhi berbagai macam jenis bunga.
" Wah, koleksi mawarnya banyak juga?" kata Kiran.
" Lumayan Besan. Apa besan mau bibitnya?"
" Boleh. Kebetulan saya tidak punya mawar yang pink"
" Nanti saya minta tukang kebun menyiapkan beberapa bibitnya untuk kalian semua"
" Kita juga dapat?" tanya Serly.
" Tentu saja"
" Makasih "
" Mari silakan duduk"
Mereka semua pun duduk di sofa yang ada di sana.
" Lo cari siapa?" tanya Adele pada Alexa.
" Cari pacarnya lha, yank" jawab Farel.
" Oh iya lupa. Eca kan udah nggak jomlo lagi"
Tak berselang lama orang yang di cari Alexa pun nongol. Lelaki itu dengan tergesa-gesa menghampiri Alexa.
" Sayang. Kamu datang?" tanya Kenan sambil memeluk Alexa.
" Kenapa?. Om berharap aku nggak datang?"
" Bukan gitu sayang. Kata mama tadi kamu nggak datang. Terus aku telpon nomor kamu nggak aktif"
" Ponsel aku baterai nya habis. Tuh lagi di cas "
Kenan pun menyadari kalau dirinya sudah dikerjai mamanya.
" Lain kali baterai ponselnya jangan dibiarkan habis. Aku kan khawatir"
" Hhmmm"
" Ya udah, aku nemuin orang tua kamu dulu. Nanti aku kesini lagi"
Kenan menemui calon mertuanya. Sekalian minta maaf karena nggak sempat menyambut kedatangan mereka.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1