
Axel sangat khawatir karena saudara kembarnya belum juga kembali dari pantai. Padahal jarak restoran tempat mereka makan tidak jauh dari pantai.
" Gue telpon Eca dulu" kata Axel.
" Iya, suruh dia cepat. Gue udah lapar banget" kata Farel.
" Makan aja yang ada di pikiran kamu, Yank" kata Adele.
" Kamu salah. Justru kamu yang selalu ada dalam pikiran aku"
" Ck, gombal"
Axel segera menghubungi nomor saudara kembarnya. Ia takut terjadi sesuatu pada saudaranya itu. Walaupun Alexa bisa beladiri, tapi tetap saja ia khawatir.
" Hallo, assalamualaikum" terdengar suara dari seberang sana.
" Wa'alaikum salam, kamu dimana?"
" Aku lagi di mobil"
" Mobil?"
" Mobil siapa? jangan bilang kamu lagi di culik"
" Emang aku lagi di culik"
" Apa!"
Adele dan yang lain kaget mendengar suara Axel.
" Siapa? terus sekarang kamu dimana kemana?"
" Tenang, saudara kembar kamu aman sama saya"
Axel kaget karena suara saudara kembarnya berubah menjadi suara cowok.
" Anda siapa?"
" Saya orang yang membawa saudara kamu"
" Oh? jadi anda yang menculik saudara saya?!"
" Saya bukan menculiknya. Lagian nggak ada yang menarik dari saudara kamu ini"
" Anda benar, nggak ada yang menarik dari dia, selain suka ngamuk"
" Apalagi suka ngamuk, tambah nggak laku kalau dijual"
" Sembarangan aja anda kalau ngomong! biarpun saudara saya seperti itu. Tapi tetap kesayangan dan kebanggaan keluarga. Kalau anda bukan mau menculik saudara saya, lalu apa?"
" Saya hanya ingin mengajak dia makan. Karena tadi saya nemuin saudara kamu hampir mau pingsan"
" Pingsan?"
" Ya, mungkin saudara kamu kelaparan, makanya mau pingsan"
" Terus sekarang anda dimana?"
" Kami lagi diperjalanan menuju restoran. Ya sudah saya matikan dulu telponnya. Kamu tenang saja saya akan mengantarkan saudara anda ke hotel tempat kalian menginap "
" Baiklah jaga saudara saya baik-baik"
Panggilan suara pun berakhir. Axel menyimpan kembali ponselnya di dalam saku celananya.
" Alexa kenapa?" tanya Adele dan Alisha bersamaan.
" Eca nggak apa-apa"
" Terus Eca nya mana?" tanya Adele.
" Dia lagi main drama penculikan"
" Drama?"
" Iya, dan dia menyuruh kita untuk makan duluan"
" Kalau kita makan duluan Eca gimana?"
" Dia juga dalam perjalanan mau makan"
" Kamu nggak jelas banget deh, Yank" kata Alisha.
" Tau nih si Axel. Tadi bilangnya Eca main drama penculikan. Sekarang malah bilang dalam perjalanan mau makan" kata Adele.
__ADS_1
" Udah sayang, kalau Axel bilang gitu, berarti Eca baik-baik saja" kata Farel.
" Kalian nggak usah khawatir, Eca baik-baik aja. Percaya sama gue"
" Baiklah"
" Sekarang kita pesan makanan yuk, gue udah lapar" kata Farel.
Mereka berempat pun memesan menu yang ada di restoran itu. Begitu juga dengan Ryan dan kekasihnya.
...***...
Alexa menatap tajam gunung es yang ada di sampingnya. Beraninya cowok itu merampas ponselnya. Padahal dia sedang ngobrol dengan saudaranya.
" Kenapa cemberut gitu? ntar tambah jelek"
" Om bisa nggak semenit aja nggak ganggu aku?"
" Emang saya ngapain?"
" Merampas ponsel aku"
" Habisnya tadi kamu ngomongnya ngawur. Bilang saya menculik kamu"
" Karena emang kenyataannya Om culik aku"
" Nggak ya, saya itu hanya minta kamu bertanggung jawab atas perbuatan kamu"
" Itu kan salah Om, bukan salah saya"
Beni hanya bisa menghela nafasnya saat mendengar perdebatan antara tuannya dengan gadis cantik itu. Entah mengapa setiap kali bertemu mereka pasti saja berantem.
Gimana kalau mereka berdua tinggal bersama nanti. Pasti akan bertengkar terus.
" Nyetir yang benar Ben"
" Ini juga udah bener tuan"
Mereka pun sampai di restoran terkenal di kota B. Beni memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus mobil. Setelah itu ia membukakan pintu untuk tuannya dan juga Alexa.
" Makasih Om"
" Nggak usah minta makasih sama dia"
" Itu udah tugasnya"
" Nama Om siapa?"
" Beni nona"
Kenan kesal melihat interaksi antara gadis tipis dengan asistennya. Gadis tipis itu belum pernah bersikap lembut seperti itu padanya.
" Ben"
" Iya tuan"
" Sampai kapan kamu mau berdiri di sana"
" Ah, maaf tuan. Mari nona"
" Saya nggak mau makan disini Om?"
" Terus kamu mau makan dimana?"
" Pinggir jalan"
" What..!" Kenan kaget mendengar ucapan gadis cantik itu. " Kamu nggak salah ngomong, kan?"
" Nggak"
" Apa kamu tau masakan pinggir jalan itu nggak sehat"
" Siapa bilang nggak nggak sehat"
" Saya"
" Itu karena Om belum pernah nyoba masakan pinggir jalan"
" Saya nggak mau coba"
" Ya udah, aku sama Om Beni aja. Yuk Om Ben "
" Nggak bisa!"
__ADS_1
" Kenapa nggak bisa. Lagian kan Om nggak mau"
" Ya udah, saya ikut"
Mereka masuk kembali kedalam mobil. Walaupun kesal Kenan tetap mengekor masuk kedalam mobil.
Beni melajukan mobilnya meninggalkan restoran mewah itu. Ia melajukan mobilnya menuju warung pinggir jalan.
Alexa menatap keluar jendela. Ia mencari warung pinggir jalan. Sudah lama ia nggak makan di warung pinggir jalan.
" Om, berhenti di warung tenda itu "
Beni menepikan mobilnya. Ia memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. Alexa turun dari mobil sebelum Beni membukakan pintu untuknya.
" Tuan nggak mau turun?"
" Udah Om Ben, kalau Om gunung es itu nggak mau turun biarkan saja. Kita aja yang masuk"
Kenan segera turun dari mobil. Mana mungkin ia membiarkan asistennya berdua dengan gadis tipis itu.
Kedatangan mereka pun menjadi pusat perhatian para pembeli di sana. Mereka terpesona melihat ketampanan Kenan dan juga kecantikan Alexa.
" Wah rame banget, Nggak ada tempat duduk yang kosong" kata Alexa.
" Saya coba tanya sama penjualnya dulu nona"
" Iya Om"
Beni menanyakan pada sang penjual, apakah ada tempat duduk yang kosong untuk mereka.
" Permisi Pak"
" Iya tuan ada yang bisa saya bantu?"
" Kami mau makan, apa ada tempat duduk yang kosong?"
" Kalau di dalam sudah penuh tuan. Tapi kalau tuan mau, saya bisa menyuruh pelayan saya untuk menyiapkan tempat duduk di luar"
" Nggak apa-apa Pak"
Bapak penjual itu meminta salah satu pelayannya untuk menyiapkan kursi di luar warung tendanya. Karena di dalam udah penuh.
Beni pun memberi tau tuannya. Kalau mereka dapat tempat duduknya di luar.
" Apa! kamu nyuruh saya duduk di luar?!"
" Mau gimana lagi tuan, habisnya di dalam udah penuh tuan"
" Kalau udah penuh, cari tempat lain aja"
" Nggak apa-apa, duduk di luar juga enak kok" kata Alexa.
" Nanti makanannya kena debu?"
" Nggak, kita minta tempat duduknya di taruh di samping sana aja" kata Alexa.
" Ya udah terserah kamu aja"
Pelayan itupun meletakkan meja dan kursi di samping warung tenda. Jadi mereka makan, tidak terlalu dekat jalan. Setelah tempat duduknya siap, barulah Alexa dan Kenan bisa duduk.
" Om mau pesan apa?" tanya Alexa.
" Samain aja sama kamu"
" Yakin?"
" Hhmmm"
" Kalau Om Ben mau pesan apa?"
" Samain aja sama nona"
" Nggak boleh! kamu pesan menu yang lain aja" kata Kenan.
" Iya tuan "
" Om ini kenapa sih! kenapa Om Ben nggak boleh makan makanan yang sama"
" Udah, cepat pesan jangan banyak tanya"
Beni pun memesan makanan yang lain. Setelah mencatat semua pesanan Alexa, pelayan itu pun pamit undur diri.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚