
Kenan tersenyum saat melihat wajah cantik sang kekasih. Wajah yang sudah lama ini tidak ia lihat secara langsung, karena mereka sedang berjauhan.
" Oppa lagi di resto, ya?"
" Iya sayang. Lapar, nungguin Beni lama banget"
" Emang Om Ben kemana?"
" Lagi ngobrol sama pacarnya. Eh belum bisa dibilang pacar sih. Soalnya mereka berdua belum jadian"
" Mana?. Aku mau lihat?"
" Nggak bisa sayang. Beni ngobrolnya nggak disini"
" Terus dimana?"
" Di lantai dua. Aku dilantai 3"
" Jauh banget di lantai 3"
" Iya. Kan restoran Asia cuma ada di lantai 3"
" Kangen masakan Indonesia, Ya?"
" Iya, terutama masakan ayank"
" Ck, gombal. Aku kan nggak bisa masak"
" Bisa. Aku suka malah masakan ayank. Apalagi kalau dimasakin tiap hari sama ayank"
" Emang mau makan masakan aku tiap hari?"
" Mau donk. Itu salah satu impian aku. Bisa setiap hari makan masakan ayank. Nikah yuk, yank"
" Nikah?"
" Iya. Ayank nggak mau, kah?"
" Mau. Tapi aku kan masih sekolah"
" Nggak apa-apa. Aku cuma mau tinggal bareng sama ayank aja. Jadi pas bangun tidur wajah yang aku lihat dulu, wajahnya ayank"
" Biasanya tiap pagi juga liat"
" Iya. Tapi aku maunya liat secara nyata ayank. Bisa sentuh wajah ayank"
" Ceritanya Oppa melamar aku, nih?"
" Iya sayang. Lamaran secara nggak langsung dulu. Nanti kalau ayank nya udah setuju, baru lamaran secara resmi. Sekarang lamarannya secara online dulu"
" Aku sih mau aja. Tapi aku nggak tau mommy sama daddy setuju"
" Nanti aku yang bicara sama orang tua ayank. Yang pasti sekarang, ayank terima lamaran secara online ini, kan?"
" Iya di terima"
" Makasih ayank"
" Iya sama-sama sayang. Sekarang ayank makan dulu ya. Aku mau lanjut kerja lagi"
" Baru juga sebentar telponnya. Udah mau ditutup aja"
" Aku mau lanjut kerja Oppa"
" Kan bisa sambil video call sayang. Lagipula aku nggak ganggu ayank kerja"
Terdengar helaan nafas dari seberang sana.
" Ya udah. Tapi jangan ajak ngobrol terus, ya?"
" Iya sayang"
Kenan sangat senang karena sang kekasih tak mematikan telponnya. Jujur dia sangat kangen sama kekasihnya. Padahal baru satu Minggu mereka nggak bertemu. Tapi rasanya sudah berbulan-bulan.
" Permisi tuan. Kami mau menyiapkan makanannya"
" Silakan"
__ADS_1
Pelayan itu meletakkan makanan dan juga minuman pesanan Kenan. Setelah selesai pelayan itupun pamit undur diri.
" Oppa pesan apa?"
" Soto sama jus jeruk. Makan yank"
" Lanjut Oppa. Makan yang banyak"
" Makan aku mana pernah banyak yank. Kecuali makan masakan ayank"
" Gombalnya nggak habis-habis. Harga soto di sana pasti mahal ya di banding di Indo?"
" Iya sayang, lima kali lipat dari harga di Indo. Tapi sesuai sih menurut aku. Kan mereka pakai bahan-bahannya asli dari Indonesia. Dan ayank tau lha kan biaya paket ke sini itu sangat mahal"
" Oppa bener. Jadi pulang hari ini?"
" Jadi sayang"
" Jam berapa berangkatnya?"
" Selesai makan langsung berangkat ke bandara, sayang"
" Semoga selamat sampai di Indonesia"
" Makasih sayang"
Kenan senang makan kali ini ditemani sang kekasih. Kemarin-kemarin ia tidak bisa menghubungi kekasihnya. Karena kesibukannya. Alhamdulillah kerjaannya di negara P sudah selesai. Jadi dia bisa segera kembali ke Indonesia
Tidak butuh waktu lama. Semangkok soto pun sudah berpindah ke dalam perut Kenan. Selama di negara P, baru kali ini dia bisa menghabiskan makanannya.
" Sayang"
" Hhmmm"
" Aku udah selesai makan"
" Alhamdulillah kalau sudah selesai"
" Aku tutup dulu ya yank telponnya?"
" Nanti kalau udah sampai di Indonesia aku kasih tau"
" Semoga selamat sampai di sini"
" Aamiin. Makasih sayang"
" Sama-sama Oppa"
" Aku tutup dulu ya. Ayank semangat kerjanya, Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
Panggilan telepon pun berakhir. Kenan menyimpan kembali ponselnya. Setelah itu dia pergi ke kasir untuk membayar pesanannya tadi.
" Tuan"
" Udah selesai ngobrolnya?"
" Sudah tuan"
" Ya udah, kamu makan dulu. Setelah itu kita berangkat ke bandara"
" Baik tuan"
Beni pun memesan makanan yang akan dia santap. Sama dengan tuannya Beni juga kangen masakan dari Indonesia. Padahal mereka baru 1 Minggu di negara P.
" Bagaimana?"
" Apanya yang bagaimana, tuan?"
" Hasil dari obrolan kamu tadi"
" Anya belum menikah, tuan"
" Bagus dong. Jadi kamu masih punya kesempatan untuk bersama dengannya. Bukankah kamu masih mencintai dia?"
" Masih tuan "
__ADS_1
" Ya udah lamar dia. Ajak ke Indonesia"
" Saya masih mempertimbangkannya, tuan"
" Apa kamu mau menyelidiki tentang Anya?"
" Iya tuan"
" Emang selama ngobrol tadi, kamu nggak ada tanya dia?"
" Ada tuan. Dia bilang, pas aku pindah ke Indonesia sama tuan, dia juga putus dengan kekasihnya"
" Kenapa bisa putus?. Bukannya bagus kalau kamu nggak ada lagi di sisi dia?"
" Saya berharap juga begitu tuan. Tapi kenyataannya Anya memilih untuk putus dengan kekasihnya. Dia bilang kekasihnya selingkuh"
" Benarkah?. Kenapa wanita selalu menuduh kaum lelaki itu suka selingkuh?"
" Mana saya tau tuan. Makanya saya mau selidiki semua itu dulu tuan. Setelah itu baru saya mengambil keputusan"
" Kalau seandainya Anya yang berselingkuh. Apa kamu masih mau menerima dia?"
" Nggak tuan!"
" Kenapa?. Bukankah kamu mencintai dia?"
" Saya memang masih mencintainya tuan. Tapi kalau dia yang terbukti selingkuh bukan pacarnya?, maka saya akan melupakan perasaan saya untuknya"
" Kenapa kamu ingin melupakannya. Bukankah itu semua bagian masa lalunya?. Apa lagi kalau kita benar-benar cinta sama dia, maka kita akan terima semua kekurangan dan kelebihannya. Termasuk masa lalunya"
" Tuan benar. Tapi saya tidak bisa mentolerir yang namanya perselingkuhan"
" Iya itu sih terserah kamu. Karena yang akan menjalani semuanya kan kamu. Coba kamu selidiki aja dulu. Mudah-mudahan dia tak selingkuh"
" Iya tuan. Oh iya, Anya bekerja di perusahaan calon mertua, tuan"
" Camer yang mana?"
" Perusahaan nyonya Kiran"
" Benarkah?"
" Iya tuan"
" Bagus dong. Jadi kamu lebih mudah menyelidiki dia"
" Rencana saya juga begitu tuan"
" Apapun hasilnya nanti, kamu jangan kecewa. Karena kan kamu sendiri yang ingin menyelidikinya. Tapi kalau saran saya mending nggak usah. Karena itu sudah menjadi bagian masa lalunya. Dan menurut saya, dia wanita baik"
" Anda benar tuan, dia memang wanita yang baik dan juga lembut. Saya menyelediki dia hanya untuk menuntaskan rasa penasaran saya tuan"
" Iya Ben. Sekarang cepat habiskan makanan kamu. Saya tidak bisa berlama-lama disini"
" Siap tuan"
Beni segera memakan makanan yang ia pesan tadi. Sedangkan Kenan menunggu sambil berkirim pesan dengan sang kekasih.
" Apa tuan sudah memberitahu nona, kalau tuan pulang hari ini?"
" Sudah. Tadinya saya mau memberi kejutan, eh malah nggak jadi"
" Nggak apa-apa tuan. Daripada nanti nona mikirnya tuan sudah lupa sama dia. Dan tuan sedang asik disini sama bule-bule "
" Mana ada seperti itu"
" Ya kan saya cuma kasih tau. Kita kan nggak pernah tau apa yang ada dalam pikiran wanita"
" Kamu benar juga. Kalau kelinci kecil itu ngamuk, bisa gawat"
" Tuh tuan tau"
Kenan akan melakukan apa saja supaya kekasihnya tidak berpikir yang macam-macam tentang dirinya. Karena dia kesini murni untuk bekerja bukan membuaya.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1