
Selesai makan malam, Alexa dan yang lainnya pun meninggalkan markas. Mereka akan pulang ke rumah masing-masing. Tapi tidak dengan Kenan. Sebab kalau dia pulang ke mansion sang kakak, pasti mamanya akan menanyakan soal bunga.
" Kakak mau tidur dimana malam ini?"
" Di apartemennya Beni"
Beni kaget mendengar ucapan tuan mudanya. Kenapa tuan mudanya pengen nginap di apartemennya. Dan lagi tuan mudanya juga punya apartemen sendiri.
" Ke apartemen saya, tuan?"
" Iya. Apa kamu keberatan?"
" Tidak tuan"
" Lalu?"
" Tuan kan ada apartemen sendiri, masa iya tuan mau nginap di apartemen saya yang kecil"
" Oh jadi nggak boleh nih saya nginap di apartemen kamu?"
" Kan saya sudah bilang boleh tuan"
" Nanti saya bayar uang sewa kamarnya"
" Beneran tuan?"
" Hhmmm"
" Ya udah kalau gitu, tuan boleh nginap kapan saja di apartemen saya"
" Ck, denger duit aja nyaring kuping kamu"
" Tentu saja, tuan masih ingat nomor rekening saya, kan?"
" Hhhmmm"
" Baiklah nona Alexa, saya pamit dulu"
" Iya Om Ben, hati-hati di jalan"
" Terima kasih nona. Ayo tuan, kalau nggak saya tinggal"
" Kakak pamit dulu ya sayang, kamu langsung istirahat"
" Iya Kak"
Alexa melambaikan tangannya saat mobil sang kekasih sudah melaju meninggalkan markas milik calon mertuanya. Setelah itu Alexa dan yang lainnya pun pulang.
...***...
Axel dan Alexa kaget saat turun dari mobil karena di peluk sang mommy. Padahal mereka baru saja turun dari mobil.
" Mommy"
" Kalian berdua baik-baik saja, kan?"
" Kita baik-baik saja, mommy"
Twins membalas pelukan mommy-nya. Mereka tau pasti mommy-nya sudah mendapatkan kabar dari bodyguard bayangan Daddy-nya.
" Kenapa bohong sama mommy?"
" Bohong soal apa?"
" Kenapa nggak bilang kalau mau melawan kelompok mafia"
" Kita cuma nggak pengen mommy khawatir"
" Justru kalau nggak ngomong mommy akan khawatir"
" Maafkan kita ya Mom. Sebenernya ini ide Axel untuk tidak kasih tau mommy"
" Kok aku!"
" Iya kamu, emang siapa lagi"
Axel menghela nafasnya, selalu saja dirinya yang jadi tumbal. Padahal ia tidak ada ngomong apa-apa.
__ADS_1
" Terus dimana bos penjahat itu sekarang?"
" Udah di bawa ke rumah sakit Mom"
" Iya, putri mommy itu sudah membuat dia sekarat"
" Aku cuma nyerang dikit aja. Dianya aja yang lemah"
" Bukan dia yang lemah, tapi kekuatan membunuh kamu yang sangat kuat"
" Apa mata merah Eca muncul lagi?"
" Iya Mom. Oh iya, bos mafia itu bilang pernah bertarung sama mommy"
" Benarkah?"
" Hhmmm"
" Bertarung dimana?"
" Dia bilang waktu mommy di negara L"
" Negara L?. Mommy kan udah lama banget nggak ke negara L"
" Mungkin waktu kamu masih kuliah sayang"
" Itu kan udah lama banget By. Aku aja udah nggak ingat siapa orang itu"
" Dia bilang mommy cantik"
" Tentu saja istri Daddy cantik. Wanita yang di perebutkan banyak lelaki. Dan pada akhirnya Daddy yang memenangkan hati mommy"
" Iya, itupun karena terpaksa"
" Oh, jadi kamu terpaksa menerima cinta aku, sayang?" tanya Darren dengan ekspresi wajah sedih.
" Becanda By. Cuma kamu lelaki yang aku inginkan untuk jadi suami aku"
Darren terharu mendengar ucapan sang istri. Jarang-jarang istrinya ngomong romantis seperti ini. Coba aja tadi ia rekam dan akan ia tunjukkan pada dunia kalau istrinya sangat mencintainya.
" Apa Eca tau nama bos mafianya?"
Kiran mencoba mengingat nama yang disebutkan sama putrinya.
" Apakah mommy ingat orangnya?"
" Sepertinya ingat. Dia cowok yang pernah mommy tolak cintanya. Karena cintanya mommy tolak, dia pun menculik mommy untuk dipaksa nikah sama dia"
Darren kaget mendengar ucapan istrinya. Kenapa ia tidak tau kalau istrinya pernah diculik.
" Kok aku nggak tau kalau kamu pernah diculik sayang?"
" Waktu itu kita belum kenal By"
" Benarkah?"
" Hhmmm"
" Apakah lelaki itu luka parah?"
" Bisa dibilang begitu Dad. Tangannya putus, dan tubuhnya banyak kena luka sayatan" kata Axel.
" Apa masih bisa tertolong?"
" Masih Daddy, kan Eca nggak bunuh dia" jawab Alexa.
" Apa Eca nggak bisa lagi mengontrol keinginan membunuhnya?"
" Bisa Daddy, buktinya Eca nggak membunuh dia"
" Daddy harap anak-anak Daddy nggak akan membunuh lagi. Kecuali dalam keadaan terdesak"
" Iya Daddy, kita akan selalu ingat pesan Daddy"
" Daddy bangga punya anak seperti Eca dan juga Axel. Kalian berdua adalah permata yang sangat berharga untuk Daddy dan juga mommy. Jadi Daddy maupun mommy nggak ingin melihat kalian berdua terluka"
" Iya daddy, insya allah kita akan selalu berusaha supaya tidak terluka" kata Alexa sambil melotot ke arah adiknya.
__ADS_1
Tenang, aku nggak akan bilang sama Daddy dan juga mommy.
" Good"
Alexa tidak ingin membuat mommy dan Daddy-nya khawatir sama keadaannya. Lagipula lukanya juga sudah diobati.
" Sekarang Eca sama Axel istirahat dulu, ya?"
" Ok mommy, sampai ketemu besok"
" Iya sayang"
Twins pun segera masuk kedalam lift. Mereka tidak sabar ingin segera istirahat. Sebab tubuh mereka berdua sudah sangat lelah habis bertarung melawan kelompok mafia.
" Minggu depan twins udah ujian ya sayang?"
" Iya By. Kenapa?"
" Nggak apa-apa sayang. Aku lagi kepikiran soal pernikahan Eca nanti"
" Jangan terlalu dipikirkan. Putri kita itu sudah besar"
" Iya sayang, tapi bagiku dia tetap putri kecil nan manja"
" Ya putri kecil yang selalu membuat onar"
" Hhhmmm"
" Apa nggak sebaiknya Eca tinggal sama kita, By?"
" Nggak boleh sayang. Eca itu sudah menikah, jadi dia sudah menjadi tanggung jawab suaminya. Kita nggak boleh egois sayang. Sebagai orang tua, kita harus mendukung apapun yang menjadi keputusan putri kita. Aku yakin Kenan mampu menjaga putri kita"
" Iya By, aku ngerti. Aku juga yakin putri kita bahagia dengan pasangannya"
" Pasti sayang. Apalagi keluarga Kenan juga sangat menyayangi putri kita"
" Mereka sudah menganggap Eca seperti putri kandung mereka sendiri"
Darren dan istrinya bersyukur mempunyai calon mantu seperti Kenan. Lelaki itu sangat menyayangi dan juga mencintai putrinya.
...***...
Kenan sudah sampai di apartemen milik asistennya. Sudah cukup lama dia nggak main ke apartemen asistennya itu. Tidak banyak yang berubah dari apartemen sang asisten.
" Duduk dulu tuan, saya mau bersihkan kamarnya dulu"
" Hhhmmm"
Beni segera menuju kamar tamu. Ia membersihkan kamar yang akan ditempati tuan mudanya nanti. Walaupun tidak kotor, ia tetap membersihkannya. Mana tau masih ada debu yang menempel di kamar itu.
" Ben"
" Iya tuan muda"
" Ini foto kamu saat dimana?"
" Yang mana tuan?"
" Ini foto yang di meja dekat guci"
" Oh itu, foto saat di lokasi proyek pembangunan hotel yang ada di kota S tuan"
" Kamu suka selfie juga ternyata"
" Suka sih nggak tuan, kebetulan aja waktu itu. Dan lagi view nya bagus"
" Sejak kapan kamu narsis kek gini"
" Itu bukan narsis tuan. Lagipula sesekali berfoto ala-ala model kan nggak apa-apa"
" Kelihatan alay banget kamu disini"
" Bilang aja tuan iri sama sama saya"
Ck.
Kenan kesal sekali dengan asistennya. Bisa-bisanya sang asisten bilang kalau dia iri dengannya. Kalau nggak ingat lagi capek, udah dia banting tuh asistennya.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚