Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
First kiss


__ADS_3

Kenan sudah sampai di tempat resepsi. Ia menggandeng tangan keponakannya memasuki tempat resepsi. Sedangkan sang kakak bersama suaminya.


" Selamat datang tuan Kenan" ucap Darren.


" Makasih Om. Nggak usah formal gitu Om sama saya. Lagian ini nggak jam kerja"


" Baiklah Kenan"


" Nah gitu baru bener"


" Si tampan kecil ini siapa namanya?" tanya Kiran.


" Aiden, Tante" jawab Aiden.


" Gemesin banget sih kamu"


Aiden tersenyum mendengar ucapan Kiran. Ia sudah biasa mendengar ucapan seperti itu. Malahan tiap hari orang mengatakan dia gemes.


Darren membawa salah satu terhormatnya masuk. Ia membawa Kenan dan keluarga kakaknya ke tempat duduk VIP. Karena Kenan merupakan tamu yang memang ia undang khusus.


" Selamat ya Bang atas pernikahannya. Semoga langgeng sampai ajal menjemput" ucap Kenan.


" Makasih, Abang do'akan kamu juga cepat dapat jodoh"


" Aamiin, makasih Bang"


Setelah mengucapkan selamat pada manten baru. Kenan pun turun dari atas pelaminan. Ia akan menikmati hidangan yang sudah di sediakan sang empunya hajatan untuknya.


Lelaki tampan itu senang karena keponakannya tidak mengikutinya. Karena dia sedang bersama istri Om Darren. Jadi dia bebas.


Kenan mencari tempat duduk yang nyaman dan tidak banyak orang di sana. Karena ia tidak suka ada banyak orang di sekitarnya.


Mata Kenan menyipit kala melihat gadis yang selalu mengajak dia gelud. Gadis cantik itu sedang asik mengobrol dengan seorang lelaki. Bahkan sampai tertawa seperti itu.


Bukankah itu gadis tipis ku.


Kenan berjalan menghampiri gadis tipis. Tapi baru mau menghampiri sang gadis. Tiba-tiba Kenan di kagetkan sama seseorang yang tidak ia harap kan ada di sana.


" Sayang"


Kenapa ular sawah ini ada di sini?.


" Minggir!"


" Nggak!"


Kenan tidak ingin membuat keributan. Ia pun jalan ke arah lain. Lagi-lagi Clara masih mengikutinya. Entah kenapa dia selalu diikuti sama ular sawah.


Lelaki tampan itu segera menghampiri gadis tipisnya. Karena sekarang mood nya sedang tidak baik. Jadi mengerjai gadis tipis adalah solusinya.


" Sayang "


Alexa menoleh kearah suara. Ia kaget melihat melihat siapa orang yang barusan memanggilnya. Dan lagi kenapa Om itu memangilnya dengan sebutan sayang.


" Sayang, kenapa kamu diam aja?" lanjut Kenan.


" Kamu kenal sama dia?" tanya lelaki tampan yang ada di sebelah Alexa.


" Nggak Kak"


" Terus kenapa dia manggil kamu dengan sebutan sayang?"


" Mana aku tau. Mungkin dia lagi sakit"

__ADS_1


" Maaf sebelumnya. Om ini siapa?" tanya Kevin.


Ya lelaki tampan yang sedang mengobrol dengan Alexa tadi adalah Kevin. Lelaki yang juga berjuang untuk mendapatkan cinta Alexa.


" Saya kekasih gadis cantik ini" kata Kenan sambil merangkul pinggang Alexa.


Bugh.


Awwwwww.


Kenan meringis kesakitan, karena siku Alexa mendarat tepat di perutnya. Ia tidak menyangka gadis tipis itu mempunyai tenaga seperti itu.


" Sayang, kamu nggak apa-apa?" tanya Clara saat melihat Kenan kesakitan.


" Stop! jangan sentuh gue!"


Alexa dan Kevin saling melirik. Sepertinya diantara dua orang itu sedang ada masalah.


" Yuk Kak kita pindah" kata Alexa.


" Eits! mau kemana?" kata Kenan sambil menahan tangan Alexa.


" Om, lepasin!"


" Kamu mau ninggalin saya setelah kita kencan kemarin, hhmm?"


" Kencan?" tanya Kevin sama Clara serentak.


" Iya kencan"


" Nggak Kak, Om ini bohong" kata Alexa.


" Sayang, kenapa kamu bilang aku bohong" kata Kenan.


Harga diri Kenan benar-benar terluka disini. Bagaimana tidak, diluar sana banyak wanita yang ingin menjadi kekasihnya. Bahkan mereka dengan senang hati menyerahkan tubuhnya. Tapi gadis tipis itu, berani menolaknya.


" Berani melangkah gue cium Lo " kata Kenan pada Alexa.


Alexa tidak menghiraukan ucapan Kenan. Ia terus berjalan bersama Kevin. Karena ia tidak ingin dekat-dekat dengan gunung es yang aneh itu.


" Gue nggak bercanda. Berani Lo pergi dari sini, gue benar-benar akan mencium Lo di depan semua orang yang ada disini!"


" Kenan! kamu apa-apaan sih?!"


" Diam kau!"


Alexa menghentikan langkahnya. Ia menoleh kebelakang. " Om urus aja kekasih Om"


" Kekasih gue itu, elo!"


" Dasar gila!"


" Jangan suka memaksa orang Om" kata Kevin.


" Kamu nggak usah ikut campur. Ini urusan saya dengan pacar saya"


" Tapi dia tidak mencintai Om. Karena saya tidak akan membiarkan siapapun merebut dia dari saya" kata Kevin.


" Udah Kak, nggak usah diladeni orang kek gitu"


Kevin menggenggam tangan Alexa. Ia tidak akan membiarkan siapapun mendekati gadis yang sangat ia cintai itu.


Entah kenapa Kenan tidak suka melihat Kevin menggandeng tangan gadis tipisnya. Ia juga tidak tau kenapa ia merasa marah. Padahal tadi niatnya hanya ingin mengerjai gadis tipis itu.

__ADS_1


Kenan menarik tangan Alexa, hingga tubuh Alexa menabrak dada bidang miliknya. Ia dapat mencium aroma wangi tubuh gadis tipis itu.


Alexa mendongak keatas. Dan pada saat itu, Kenan juga menatapnya. Mata mereka pun bertemu dan saling mengunci satu sama lain.


Kenan dapat melihat betapa cantiknya gadis tipisnya. Wajah putih bersih tanpa ada cela sedikit pun. Ingin rasanya ia menyentuh pipi nan putih dan mulus itu.


Clara sangat emosi melihat adegan yang ada di depan matanya. Ia seperti pernah melihat gadis itu. Ia mencoba mengingat siapa gadis yang sedang bersama Kenan. Clara langsung menarik tangan Alexa.


Plak.


" Dasar pelayan tidak tau diri!"


Suara Clara yang tinggi itu menyita perhatian beberapa tamu. Tamu itu penasaran apa yang sedang terjadi.


" Clara! kamu apa-apaan sih!" kata Kenan sambil membawa Alexa ke pelukannya.


" Kamu yang apa-apaan!"


" Jangan buat masalah disini?"


" Biarkan saja. Biar semua orang tau bagaimana pelayan ini merayu kamu!"


" Stop! jangan uji kesabaran gue. Kalau tidak Lo akan tau akibatnya"


" Kenapa kamu membela pelayan ini! jelas-jelas aku itu pacar kamu!"


Para tamu mulai berbisik-bisik. Mereka membicarakan tentang apa yang mereka lihat sekarang. Dan tentu saja mata para tamu itu memandang hina ke Alexa.


Kenan tidak ingin masalah ini semakin runyam. Apalagi ini di acara resepsi pernikahan rekan bisnisnya. Ia segera membawa Alexa pergi dari sana. Karena ia tidak ingin gadis tipisnya jadi bulan-bulanan para tamu.


" Kenan!"


Clara terus memanggil nama Kenan. Tapi lelaki tampan itu tidak menghiraukan panggilan Clara. Ia terus saja berjalan sambil menggandeng tangan Alexa.


Alexa menghempaskan tangan Kenan saat mereka sudah jauh dari tempat resepsi pernikahan. Entah kenapa ia bisa nurut aja saat Kenan membawanya.


" Apa ini sakit?" tanya Kenan sambil mengelus pipi Alexa yang sedikit memerah.


" Ini gara-gara Om!"


" Maafkan saya"


" Kenapa setiap ada Om, saya selalu sial!, kenapa Om itu selalu muncul di hadapan sa--"


Cup.


Alexa tidak bisa melanjutkan ucapannya, karena sesuatu yang lembut menyentuh bibirnya.


First kiss gue.


To be continue.


Teman-teman tolong bantu naikin rate nya twins A ya. Soalnya dari lima turun ke empat koma sembilan.



Maaf kalau Feby belum bisa up seperti biasa. Karena kondisi Feby belum terlalu fit teman-teman.


Gomawo untuk kalian semua yang masih mau menunggu kelanjutan ceritanya 🤗🤗🤗.


Sayang kalian banyak-banyak 😘😘


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2