Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Malam Nando dan Rania


__ADS_3

Rania mudur kebelakang, karena wajah suaminya terlalu dekat dengan wajahnya. Semakin ia mundur, suaminya pun mengikutinya.


Tubuh Rania akhirnya mentok di dinding kamar itu. Sekarang ia tidak bisa mundur lagi, karena dibelakangnya sudah terhalang sama dinding.


Nando menatap wajah cantik wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu. Pandangan mereka pun bertemu untuk kesekian kalinya.


Wajah Rania memerah karena ditatap intens oleh suaminya. Ia pun refleks menutup matanya.


Nando tersenyum melihat istrinya memejamkan matanya. Ia berpikir apa sang istri berharap di cium.


" Kenapa matanya di pejamin kek gitu? apa kamu pengin di cium lagi?"


Wajah Rania memerah mendengar ucapan suaminya. Bisa-bisanya dia berpikir ke sana. Ia pun membuka matanya.


Cup.


Mata Rania membulat sempurna saat mendapatkan kecupan manis dari suaminya.


" Udah kan?"


" A.. apa?"


" Yang kamu pikirkan tadi"


" E.. emang aku mikirin apa?"


" Ini kan?" kata Nando sambil mengecup bibir istrinya kembali.


Rania memejamkan matanya kala sesuatu yang kenyal itu menyentuh bibirnya. Ia menggenggam tangan suaminya, kala kecupan itu semakin dalam.


Kecupan manis tadi pun berubah menjadi ciuman yang menuntut. Rania berusaha membalas ciuman sang suami. Walaupun terkesan kaku, tapi ia berusaha untuk membalasnya.


Nando melepaskan ciumannya kala pasokan oksigen sudah menipis. Ia menempelkan keningnya dengan sang istri.


" I want you " bisik Nando di telinga istrinya.


Rania menganggukkan kepalanya. Ia tidak mungkin menolak keinginan suaminya. Karena sekarang ini suaminya itu berhak atas dirinya.


Nando menggendong istrinya ke atas ranjang yang sudah dipersiapkan untuk pengantin baru itu. Kasur empuk yang sudah di penuhi sama kelopak bunga mawar. Lelaki tampan itu membaringkan istrinya dengan sangat hati-hati ke atas kasur empuk itu.


Nando menatap wajah cantik istrinya. Sungguh ciptaan Tuhan yang sangat sempurna. Tidak salah ia melabuhkan hatinya pada wanita cantik itu.


Rania sangat malu di tatap intens seperti itu oleh suaminya. Dan ia yakin suaminya bisa melihat rona merah itu di wajahnya.


Nando mengecup kening sang istri. Kemudian turun ke mata, hidung dan pipi. Terakhir ia memberikan kecupan di bibir nan merah bak cherry itu.


Rania menutup mulutnya kala, ciuman sang suami turun ke leher jenjangnya. Ia tidak menyangka akan mengeluarkan suara seperti itu.


" Nggak usah di tahan. Lepas aja, aku suka mendengarnya"


Nando kembali melanjutkan aksinya. Ia memberikan sentuhan-sentuhan lembut pada istrinya. Tak lupa ia meninggal jejak kepemilikannya di sana.


Rania menahan tangan suaminya kala tangan Nando akan melepaskan simpul handuknya.


" Kenapa?"


" Matikan lampunya dulu"


" Kenapa harus dimatikan sayang?"


" Aku malu"


" Kenapa harus malu? aku kan suami kamu?"

__ADS_1


" Aku mau lampunya di matikan"


" Baiklah"


Nando menukar lampunya dengan lampu tidur. Jadi cahayanya tidak terlalu terang. Tapi ia masih bisa melihat kecantikan istrinya.


" Udah kan?"


" Hhmmm"


" Udah bisa dilanjutkan?"


Rania menganggukkan kepalanya.


Lelaki tampan itu menarik simpul handuk sang istri. Ia melepaskan penghalang yang ada di tubuh istrinya. Kemudian ia melemparkan ke sembarang arah.


Mata Nando tidak berkedip melihat keindahan yang ada di depan matanya. Kulit putih mulus tanpa celah terpampang nyata di depan matanya.


Rania menutup bagian sensitifnya dengan tangannya. Ia begitu malu di tatap seperti itu oleh suaminya. Walaupun yang melihat sekarang ini adalah kekasih halalnya.


" Biarkan aku melihat keindahan ini?" kata Nando sambil menyingkirkan tangan sang istri.


Sekarang tidak ada lagi penghalang yang ada di tubuh sang istri. Nando bebas untuk memandangnya.


Nando kembali memberikan sentuhan-sentuhan yang lembut pada istrinya. Ia mulai memainkan dua gundukan yang terasa pas di tangannya.


Rania merasakan tubuhnya tersengat aliran listrik ribuan volt saat tangan suaminya memainkan dua gundukan nya secara bergantian.


Setelah istrinya merasa rileks. Barulah Nando membuka semua pakaian yang melekat di tubuhnya. Dan tampaklah roti sobek yang selalu diidamkan oleh setiap wanita.


Rania menelan saliva-nya kala melihat roti sobek milik suaminya. Tubuh suaminya itu benar-benar sempurna. Di tambah otot-otot yang ada di tangannya, membuat suaminya terlihat tambah macho.


" Kamu siap sayang?"


" Hhmmm"


Lelaki tampan itu agak kesusahan menerobos gawang milik istrinya. Gawang itu terlalu sempit untuk di lalui. Tapi ia tidak putus asa, ia terus mencoba.


Rania mencakar punggung suaminya kala milik Nando berhasil masuk ke dalam gawangnya. Gawang yang selama ini dia jaga.


" Maaf ya udah membuat kamu sakit" ucap Nando sambil mengecup kening istrinya.


" Nggak apa-apa Yank. Ini sudah kewajiban aku sebagai istri kamu"


" Makasih sayang sudah menjaganya untuk aku"


Setelah istrinya sudah tidak merasakan sakit lagi. Nando mulai memainkan permainannya. Ia mulai memacu sang istri.


Rania menggigit bibir bawahnya supaya ia tidak mengeluarkan suara yang seperti tadi lagi. Ia juga tidak tau kenapa bisa mengeluarkan suara seperti itu.


" Sayang, jangan di tahan suaranya. Lepaskan saja, ya?"


Permainan Nando sudah mulai agak cepat. Dan itu membuat Rania tidak bisa menahan suaranya. Untung kamar itu kedap suara, jadi Rania tidak perlu khawatir kalau ada yang mendengarkan suaranya.


Suasana di kamar pengantin itu semakin panas. bahkan AC saja tidak mampu mendinginkan suasana kamar. Kedua insan itu masih menikmati permainan mereka.


Akhirnya tubuh Nando ambruk di samping sang istri. " Makasih sayang"


" Hhmmm"


Nando menarik selimut dan menutupi tubuhnya yang polos dan juga tubuh sang istri. Ia mengecup kening istrinya.


" Sekarang kamu sudah boleh istirahat"

__ADS_1


Rania memeluk tubuh suaminya. Karena kelelahan akhirnya manten baru itu pun terlelap dengan saling berpelukan.


...***...


Kiran dan para sahabatnya berada di restoran hotel. Mereka semua sedang menunggu kedatangan manten baru.


" Paman lama amat sih?" tanya Alexa.


" Sabar Eca. Paman kalian sedang membuatkan keponakan untuk kalian" kata Serly.


" Keponakan?"


" Iya, keponakan yang lucu-lucu"


" Nggak usah didengarkan ucapan Tante Serly" kata Kiran.


Serly hanya tersenyum mendengarkan ucapan sahabatnya itu. Entah kenapa mulutnya itu susah sekali di remnya.


Tak berselang lama Nando dan Rania pun datang. Manten baru itu terlihat sangat segar dan juga sangat ceria. Terutama Nando.


" Wah sepertinya sudah ada yang pecah telor nih?" kata Serly.


" Sepertinya begitu sayang" kata Doni.


Nando dan istrinya duduk di kursi kosong yang ada di sana.


" Anak-anak, pindah kursi yang sebelah sana, ya" kata Kiran.


" Ok Mom"


Alexa, saudara dan juga para sahabatnya pergi ke kursi kosong yang tidak jauh dari sana. Karena ia tau orang dewasa itu akan membicarakan hal yang penting.


" Rania" panggil Serly.


" Iya Kak"


" Bagaimana hadiah dari kakak?" tanya Serly.


" Ba.. bagus Kak"


" Syukurlah kalau kamu suka "


Rania terpaksa mengatakan itu. Karena ia tidak ingin suaminya tau kalau kakaknya itu sudah mengirimkan baju keramat.


" Berapa ronde semalem?" tanya Romy pada Nando.


" Nggak tau Bang. Soalnya aku nggak sempat ngitung. Mungkin dua atau tiga kali gitu lha"


" Wah gercep juga adik Abang " kata Darren.


" Akhirnya Nando udah bisa merasakan yang namanya surga dunia" kata Doni.


" Iya. Saking enaknya sampai lupa menghitungnya" kata Darren.


Tak berselang lama, sarapan mereka pun datang. Mereka pun memutuskan untuk menyantap sarapan dulu. Setelah itu barulah ketiga lelaki tampan itu akan menginterogasi Nando.


To be continue.


Happy reading 😚😚


Maaf ya teman-teman baru sempat up. Soalnya kemarin keadaan Feby drop lagi. Gomawo untuk kalian yang masih mau menunggu kelanjutan ceritanya Twins A 🤗🤗.


Sayang kalian banyak-banyak 😘😘

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2