Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Lamaran dadakan


__ADS_3

Selesai makan malam, Kiran dan para sahabatnya duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Sedangkan ibu Rania di antarkan ke kamar, karena beliau ingin beristirahat.


" Jadi gimana ceritanya Lo bisa bawa Rania kesini?" tanya Serly.


" Gampang banget, gue datang ke rumahnya, terus gue culik dan membawanya ke kota J" jawab Kiran.


" Ternyata Lo lebih cepat dari Nando " kata Nadia.


" Rencananya gue nggak ada niat untuk menculik Rania. Tapi karena gue ingin memberikan sedikit hukuman untuk Nando, maka gue culik aja kekasihnya"


" Pasti Nando uring-uringan karena nggak ada kabar dari Rania"


" Bukan uring-uringan lagi, udah sampai frustrasi dia. Bahkan twins sempat mau bawa Nando ke RSJ"


" RSJ?"


Nando menatap dua keponakannya yang sedang asik mengobrol dengan para sahabatnya. Ia tidak menyangka kalau keponakannya ingin membawanya ke RSJ.


" Rania nggak takut pas dibawa paksa kesini?" tanya Serly.


" Gue nggak pernah jemput paksa Rania" jawab Kiran.


" Gue tanya Rania, kenapa Lo yang jawab?"


" Gue mewakili Rania"


" Nggak perlu. Lagian kita mau tau jawaban Rania"


Rania tersenyum melihat kedua wanita cantik yang ada di hadapannya. Ternyata keluarga Nando sangat baik dan juga ramah. Ia baru pertama kali bertemu dengan mereka, namun mereka tanpa ragu menerimanya yang notabenenya orang baru.


" Waktu pertama Kak Kiran datang ke rumah, aku nggak takut sama sekali. Karena Kak Kiran terlihat sangat ramah. Bahkan dia tersenyum saat pertama kali kita bertemu"


" Tuh Lo denger sendiri kan apa kata Rania"


" Iya denger. Jangan-jangan Lo nyogok Rania ya?" tanya Serly.


" Sembarangan Lo. Rania itu ngomong jujur "


" Baiklah. Kalau bertemu dengan suaminya Kak Kiran gimana?" tanya Nadia.


Rania agak ragu menjawab pertanyaan Nadia. Karena waktu bertemu dan sampai sekarang, suami dari kakak Kiran itu jarang bicara. Dan lagi wajahnya sangat datar.


" Kenapa kamu diam aja Rania?" tanya Nadia lagi.


" Mungkin kali ini Rania emang takut beneran" kata Serly.


" Jawab aja Rania, nggak usah takut " kata Kiran.


" Sebenarnya aku nggak takut sih bertemu dengan suaminya Kak Kiran. Karena dia memang jarang bicara"


" Jarang bicara?" tanya Romy sambil menatap Darren.


" Ngapain Lo liatin gue kek gitu?' tanya Darren.


" Rania bilang, Lo irit bicara"


" Bener. Gue hanya bicara seperlunya"


" Oh iya gue lupa, Lo itu kan cowok dingin dan datar"


Pletak.


Aawwww..

__ADS_1


Romy mengadu kesakitan karena sahabatnya memukul kepalanya.


" Lo kok mukul kepala gue sih?!"


" Karena Lo emang pantas untuk mendapatkan itu. Dan masih mending gue hanya mukul kepala Lo"


" Sudah-sudah, apa kalian berdua nggak malu sama Rania " kata Kiran.


" Tau nih. Contoh nih suami aku. Dia hanya duduk manis dan anteng disini"


" Bentar lagi juga kek reog suami kamu" kata Romy.


" Betul itu" kata Darren.


Rania merasa keluarga Nando orangnya yang sangat baik. Ia merasa nyaman berada di tengah-tengah mereka. Mereka semua keluarga yang hangat.


" Akhirnya tampan aku akan melepas masa lajangnya" kata Serly.


" Iya, akhirnya dia nggak jomlo lagi" kata Nadia


" Baiklah, sekarang kamu lamar Rania" kata Kiran.


" Lamaran?"


" Hhhmm"


" Tapi aku nggak punya cincin Kak?"


" Tenang"


Kiran memanggil salah satu bodyguardnya.


" Mana cincin yang saya titipkan tadi?"


Setelah memberikan kotak itu, bodyguard pun kembali ke posisi mereka masing-masing.


" Wow, gue nggak nyangka Lo menyiapkan semua ini" kata Nadia.


" Lo lupa siapa princess?" kata Serly.


" Ah iya Lo bener"


" Baiklah, karena cincin sudah ada disini? silakan kamu lamar Rania"


Tanpa menunggu lama, Nando menarik tangan Rania ke tengah. Jadi sekarang semua orang bisa melihat mereka berdua.


Nando berlutut di depan wanitanya. Ia membuka kotak berwarna merah itu, hingga tampaklah cincin bertahtakan berlian yang sangat indah.


" Nia"


" Ya"


" Mungkin kita baru mengenal satu sama lain. Tapi jujur, aku udah suka sama kamu dari awal kita bertemu. Kamu wanita yang sangat kuat setelah kakak ku yang pernah aku temui"


Rania tidak menyangka kalau lelaki tampan itu sudah menyukainya saat mereka pertama kali mereka bertemu.


" Aku bukan tipe lelaki yang bisa merayu bahkan berkata manis seperti kebanyakan lelaki di luar sana. Di saksikan sama keluarga besar aku, maukah kamu menjadi ibu dari anak-anak aku dan kita menua bersama. Rania, Will you marry me "


" Yes I Will "


Mendengar jawaban Rania, Nando langsung memasangkan cincin di jari manis wanitanya. Bersamaan dengan itu, kelopak bunga mawar pun berhamburan di atas tubuh mereka berdua.


Rania kaget melihat kelompok bunga mawar berjatuhan dari atas sana. Dan ia tidak tau berapa tangkai bunga mawar yang dihabiskan untuk kelopak sebanyak ini.

__ADS_1


" Wow keren banget " kata Alexa.


" Gue juga mau dilamar kek gitu" kata Adele.


" Noh Rel, Adele udah ngasih kode tuh" kata Axel.


" Tenang sayang ntar aku akan lamar kamu lebih wow dari paman Nando"


" Astaga, gue ingin cepat-cepat pergi dari sini rasanya" kata Alexa.


" Oh iya lupa, disini kan adalah yang masih jomlo" kata Farel. Dan langsung mendapat tatapan tajam dari Alexa.


" Makanya, buruan terima Kak Kevin" kata Adele.


" Iya bener, jadi kalau jalan nanti kamu udah bisa gandengan" kata Farel.


" Eca kan udah pernah gandengan tangan sama Kak Kevin"


" Oh iya bener. Berarti mereka tinggal meresmikan hubungan mereka aja"


Alexa memikirkan apa yang dikatakan sahabatnya. Apa dia harus menerima Kak Kevin?. Jujur dia memang nyaman bersama lelaki tampan itu, tapi apakah itu sudah bisa di katakan cinta?.


Semua keluarga memberikan ucapan pada Nando dan Rania. Mereka mendoakan yang terbaik untuk hubungan mereka berdua.


Setelah itu para orang dewasa itu menentukan tanggal pernikahan Nando dan Rania.


...***...


Orang tua Diva kaget melihat pipi putrinya membiru. Padahal tadi pagi wajah sang putri baik-baik saja.


" Kenapa wajah kamu lebam kek gitu?" tanya sang mama.


" Di pukul sama temen Ma"


" Di pukul?!"


" Iya" jawab Diva sambil mengangguk.


" Siapa? siapa orang yang berani memukul kamu sampai begini?"


" Teman sekelas aku Ma"


" Berani sekali dia memukul kamu!, apa dia nggak tau kamu berasal dari keluarga mana?"


" Aku udah bilang Ma. Eh dia nya malah nantangin aku"


" Berani sekali anak itu. Pa, mama nggak terima putri kita di pukul. Kita aja sebagai orang tuanya tidak pernah memukulnya"


" Tenang saja Ma, besok kita akan bikin perhitungan sama anak itu. Kapan perlu kita keluarkan dari sekolah. Supaya dia tau bagaimana berkuasanya kita"


" Denger kan sayang. Papa akan membuat perhitungan dengan orang itu"


" Denger Ma"


Tunggu saja lo Alexa. Gue akan membuat Lo berlutut meminta maaf. Setelah itu Lo akan di keluarkan dari sekolah. Lo salah cari lawan.


To be continue.


Udah hari Senin nih. Jangan lupa like, vote, dan kasih hadiah. Gomawo 🤗🤗


Happy reading 😚😚


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2