
Kevin mengantarkan sang pujaan hati pulang ke rumahnya. Dan ini kali pertamanya ia mengantarkan Alexa ke alamat yang benar. Karena biasanya ia mengantarkan gadis cantik itu ke tempat lain.
" Kakak nggak mau nganterin aku sampe ke dalam?" tanya Alexa saat mereka sudah sampai di depan pintu gerbang mansion.
" Untuk sekarang sampai sini dulu. Karena kakak belum berani menemui orang tua kamu dengan keadaan seperti sekarang"
" Ya udah, aku masuk dulu ya. Kakak hati-hati pulangnya"
" Iya tuan putri"
Alexa melambaikan tangannya saat mobil Kevin melaju meninggalkannya. Setelah mobil itu menghilang dari pandangannya, barulah ia masuk kedalam mansion.
Seperti biasa sebelum masuk mansion ia harus melakukan pemeriksaan dulu. Setelah indentitasnya dikenali, barulah pintu gerbang terbuka dengan sendirinya.
Para bodyguard menundukkan kepalanya saat melihat Alexa. Mereka bingung kenapa nona kecilnya jalan kaki. Bukannya tadi perginya sama tuan kecil.
" Kok jalan nona? Den Axel mana?" tanya salah satu bodyguard.
" Axel nganterin Alisha"
" Nona pulang naik apa tadi? kenapa nggak minta di jemput?"
" Nggak apa-apa om. Tadi aq pulang di anterin sama temen"
" Terus temannya mana?"
" Udah pulang. Saya lanjut jalan dulu ya Om"
" Iya nona"
Alexa melanjutkan perjalanannya menuju mansion utama. Ini kali pertamanya ia berjalan menuju mansion utama. Dan ternyata memang jauh jarak pintu gerbang ke mansion utama.
Ternyata asik juga jalan sambil menikmati pemandangan sekitar mansion. Bunga mawar yang sudah mulai mekar menambah kesan indah di taman mansion.
" Wah bunga mawar mommy udah mekar semua. Jangan sampe si Farel tau nih? bisa-bisa nanti diambil lagi, dan diberikan sama Adele"
Tin.. Tin.
Alexa tidak menghiraukan bunyi klakson mobil. Karena ia tau bunyi klakson mobil siapa itu.
" Eca! kenapa jalan?" tanya Adele sambil mengeluarkan kepalanya lewat jendela mobil.
" Lagi pengen aja"
" Kak Kevin mana?"
" Udah pulang"
" Emang dia nggak nganterin sampe ke mansion?"
" Nggak"
" Axel, gue turun disini aja. Mau jalan sama Eca" kata Adele sambil turun dari mobil.
" Kenapa Lo turun?" tanya Alexa.
" Gue mau jalan sama Lo "
" Ya udah, gue duluan ya" kata Axel.
" Hhmmm"
Axel melajukan mobilnya menuju mansion. Sedangkan kedua gadis cantik itu menikmati keindahan taman yang ada di sekitar mansion mewah itu.
" Wah udah mekar lagi bunga mawar mommy, Lo?"
" Iya. Dan gue harap kekasih Lo nggak tau. Kalau dia tau, bisa habis bunga mawar mommy gue di petik tuh anak"
" Gue juga bingung, kenapa bisa gue suka sama cowok nggak modal kek dia. Apa gue di jampi-jampi ya sama si Farel"
" Ngaco!"
" Soalnya mata gue nggak bisa liat cowok lain"
__ADS_1
" Alah! itu Lo nya aja yang bucin"
" Masa sih"
" Hhhmm"
Adele tertawa mendengar jawaban sahabatnya itu. Mungkin apa yang dikatakan Alexa memang benar, dirinya sudah bucin akut sama cowok yang bernama Farel. Makanya ia tidak bisa melihat cowok lain lagi.
...***...
Irene heran melihat tingkah adiknya. Karena pas turun dari mobil tadi adiknya itu senyum-senyum sendiri.
" Bos kamu kenapa Ben?"
" Nggak tau nona. Dari tadi tuan sudah seperti itu"
" Apa adek saya itu sudah mulai gila ya gara-gara belum nikah sampai sekarang?"
" Mungkin nona"
" Tapi perempuan mana yang mau menikah sama gunung es itu"
" Nona buka lowongan jodoh aja untuk tuan"
" Bagus juga ide kamu"
" Tapi apa tuan nggak akan marah nona?"
" Nggak akan, saya yang tanggung jawab"
" Tanggung jawab apa sayang?" tanya Arka.
" Ini lho sayang, aku sama Beni mau buka lowongan jodoh untuk Kenan"
" Nggak! kakak pikir aku nggak bisa cari jodoh sendiri" kata Kenan yang muncul tiba-tiba.
" Emang kamu nggak bisa. Buktinya sampai sekarang kamu masih jomlo"
" Kalau sekarang aku memang jomlo. Tapi tidak lama lagi status aku akan naik"
" Ya dari jomlo ke pacaran"
" Benarkah? siapa gadis itu?"
" Untuk sekarang aku rahasiakan dulu"
" Ck, main rahasia segala"
" Harus. Karena aku belum bisa dekat sama gadis itu"
" Berarti cinta kamu bertepuk sebelah tangan"
" Ya nggak lha"
" Terus apa?"
" Ya belum ada kejelasan"
" Sama aja. Kamu harus segera mencari pasangan kamu, kalau tidak kamu akan di jodohkan sama mama"
" Mana bisa begitu?"
" Makanya cepat cari pasangan"
" Iya ini lagi usaha. Dan bilang sama mama, kalau aku tidak akan menerima perjodohan"
" Ya bilang aja langsung sama mama"
" Kakak aja yang sampaikan ke mama"
" Nggak bisa, kakak sibuk"
" Ntar aku transfer deh"
__ADS_1
" Berapa?"
" Ck, kalau denger soal duit aja berdiri tu kuping"
" Ya dong. Secara kehidupan itu butuh duit"
" Emang duit yang di kasih Bang Arka nggak cukup?"
" Uang yang di kasih suami kakak lebih dari cukup. Tapi ini kan duit dari adik sendiri"
" Iya ntar aku transfer, dan kakak jalankan tugas kakak"
" Sip, kalau transferan nya udah masuk baru kakak ngomong sama mama"
" Mau ngomong apa?" tanya Helena yang muncul entah dari mana.
" Nggak ngomong apa-apa Ma" jawab Kenan.
" Jangan bohong, jelas-jelas mama denger tadi?"
" Oh itu Ma, kakak mau ngomong sama Beni"
Beni kaget mendengar ucapan tuannya. Kenapa dia di bawa-bawa dalam masalah ini. Ingin rasanya ia teriak untuk melepaskan rasa kesalnya.
" Bener Ben apa yang dibilang putra saya?"
" I..iya nyonya, nona mau ngomong soal perusahaan"
" Emang ada masalah di perusahaan?"
" Nggak nyonya, perusahaan baik-baik saja"
" Syukurlah kalau begitu"
" Kalau begitu saya permisi pulang dulu nyonya"
" Nanti aja pulangnya setelah makan malam"
" Makasih nyonya, saya makan di apartemen aja nanti"
" Kamu tau gimana saya kan Ben? jadi pulangnya nanti aja"
Ternyata sifat ngancem tuan berasal dari nyonya besar.
" Baiklah nyonya saya pulangnya nanti aja"
" Nah gitu dong. Sekarang kamu bersihkan diri dulu" kata Helena ke Beni.
" Iya nyonya"
Kenan menatap tajam asistennya. Bisa-bisanya sang asisten dapat perhatian khusus dari mamanya.
Ya Allah kenapa hamba harus berada disini. Keluar dari mulut singa, masuk kedalam mulutnya macan.
" Mama kok perhatian banget sama Beni?" protes Kenan.
" Tentu saja. Karena Beni itu anaknya penurut, nggak kayak kamu"
" Kok kesannya aku kek anak durhaka gitu ya"
" Emang kamu anak durhakim"
" Aku ini putra mama yang paling berbakti"
" Kalau bener berbakti, cepat cari kan mantu untuk mama"
" Ya ini juga lagi usaha Ma"
" Mama nggak mau mantu seperti mantan kamu yang model itu"
Irene tersenyum mendengar ucapan mamanya. Adiknya itu memang payah dalam mencari pasangan. Dan ia berharap nanti adiknya bisa mencari pasangan yang jauh lebih baik dari pasangannya yang sebelumnya.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚