Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Persiapan dinner


__ADS_3

Alexa tidak menyangka kalau kekasihnya akan mengumumkan hubungan mereka di depan semua orang yang ada di sana. Ia tidak marah, malahan dia senang karena keberanian sang kekasih.


" Sepertinya Kenan sudah tidak sabar untuk melamar Alexa" kata Serly.


" Kamu benar Ser. Apa kamu akan memberi izin untuk Alexa menikah muda?" tanya Nadia pada sahabatnya.


" Semua itu aku serahkan sama Eca, karena dia yang akan menjalaninya. Gue sama suami cuma bisa mendukung semua keputusan Eca. Lagipula putri gue udah besar, jadi sudah bisa berpikir untuk masa depannya"


" Tapi Lo kasih restu untuk mereka, kan?"


" Pasti lha. Kalau gue nggak merestui, mana mungkin Kenan bisa berada disini sekarang"


" Lo bener juga. Nad, kalau Farel mau melamar putri gue sekarang boleh juga. Biar kita cepat bikin hajatan"


" Kalau Farel maunya cepat. Gue gaskeun, Ser"


" Ok, kita akan adakan hajatan tujuh hari tujuh malam"


" Boleh. Kita nggak perlu bayar sewa gedung"


" Kenapa nggak perlu?"


" Kan ada mansion Kiran. Jadi lumayan hemat pengeluaran"


" Bener juga. Lagipula lebih mewah mansion-nya princess daripada hotel"


" Betul sekali"


Kiran menggelengkan kepalanya. Kedua sahabatnya itu memang nggak mau rugi. Tapi dia juga tidak akan melarang sahabatnya untuk mengadakan pesta di mansion-nya. Malahan dia senang kalau sahabatnya mau menggunakan mansion-nya untuk acara bersejarah anak mereka.


" Gimana princess, kita boleh pinjem mansion Lo, kan?"


" Boleh, pake aja "


" Ya Allah, baik banget sih sultan satu nih"


" Iya, jarang-jarang ada sultan yang mau meminjamkan mansion mewahnya untuk hajatan"


" Nggak usah lebay"


Nadia dan Serly tersenyum. Sahabatnya yang satu itu memang terkenal baik hati. Bukan cuma sahabatnya, tapi keluarga besarnya juga terkenal dengan kedermawanannya.


" Maaf ya sudah membuat keributan di sekolahnya?"


" Nggak apa-apa Oppa. Lagian ibu-ibu itu aja yang julid"


" Apa aku terlihat tua ya, sayang?"


" Nggak!. Oppa itu terlihat sangat muda. Bahkan orang pasti tidak akan percaya kalau Oppa umur 30 tahun"


" Terus kelihatan umur berapa?"


" Umur 26 tahun"


" Benarkah?"


" Benar Oppa sayang"


Kenan tersenyum bahagia mendengar pujian dari kekasihnya. Ia pun tidak bisa memungkiri kalau usianya memang sudah kepala tiga. Ia berharap rencananya nanti malam berjalan dengan lancar.


" Oppa lagi mikirin apa?"


" Nggak lagi mikirin apa-apa, sayang"


Alexa menatap wajah sang kekasih. Ia tau ada yang sedang dipikirkan oleh kekasihnya.


" Oppa masih mikirin omongan ibu-ibu itu?"

__ADS_1


" Nggak sayang. Aku nggak peduli mereka mau ngomong apa tentang aku. Yang penting mereka jangan ngomong jelek tentang sayang dan juga keluarga sayang"


" Sama. Aku pun juga tak peduli mereka ngomong apa tentang Oppa. Yang penting aku sayang dan juga cinta sama Oppa"


" Makasih sayang"


" Om, Ai juga mau peluk kakak cantik"


" Ah, hampir saja lupa kalau disini ada Ai"


" Sini peluk kakak"


Aiden pun memeluk Alexa. Gadis cantik yang sangat ia sayangi setelah mama dan neneknya.


" Ai nggak mau peluk kakak juga?" kata Adele dan Alisha.


Bocah lima tahun itu pun memeluk Adele dan Alisha. Sekarang bocah itu menjadi rebutan ketiga cewek cantik.


" Pesona kita kalah sama Aiden" kata Farel.


" Ya mau gimana lagi. Emang Aiden lucu dan menggemaskan"


" Titip Aiden sebentar ya?. Saya mau menemui Camer dulu"


" Siap Kak Ken"


Kenan segera menghampiri calon mertuanya. Ia juga minta maaf karena tadi langsung nyamperin Alexa.


" Kamu nggak kerja?"


" Libur Dad"


" Gimana sih By, kalau Kenan masih kerja, bisa-bisa anak singa kamu itu ngamuk"


" Kamu benar juga sayang. Apalagi ini hari penting bagi Eca"


" Maka dari itu kamu harus belajar sama Daddy, gimana cara membujuk wanita kalau ngambek"


" Boleh Dad. Nanti ajarin Ken cara membujuk cewek"


" Tenang, Daddy punya buku 1001 cara mengatasi wanita"


Kiran kaget mendengar ucapan suaminya. Sejak kapan suaminya punya buku seperti itu. Perasaan ia nggak pernah lihat ada buku seperti itu.


" Wah hebat banget Dad. Pantas mommy jarang ngambek "


Jarang apanya. Justru sekarang ini mommy kamu sering ngambek, karena Daddy sering lembur.


" Iya, makannya nanti Daddy bagi ilmunya sama kamu"


Kiran menggelengkan kepalanya. Ia tau sekarang kalau suaminya ingin mengerjai Kenan. Lagipula mana ada buku seperti itu. Dan lagi, mana bisa suaminya membujuknya selain dengan cara yang satu itu. Cara yang tidak pernah gagal untuk mengatasi ngambeknya.


" Jangan ajarin Kenan yang aneh-aneh By. Kalau nggak mau aku suruh tidur diluar"


" Nggak kok sayang. Aku mana pernah ngajarin yang aneh-aneh pada calon mantuku"


" Untuk kamu ya Ken, jangan pernah dengerin Daddy kamu. Mana ada buku seperti itu. Dan lagi, Daddy kamu nggak pernah bisa bujuk mommy kalau lagi ngambek"


" Beneran itu Mom?"


" Beneran. Jadi kamu jangan pernah percaya"


" Sayang jangan buka coki dong?"


" Makanya kamu itu jangan aneh-aneh"


" Aku nggak aneh-aneh kok sayang"

__ADS_1


" Ken"


" Iya Om Don"


" Kalau kamu mau tau rahasia menaklukkan wanita kalau sedang ngambek. Kamu harus nikah dulu"


" Kenapa harus nikah Om?"


" Karena hanya cowok yang sudah berstatus menikah yang bisa melakukan cara itu"


" Benarkah?"


" Hhhmmm"


Kenan penasaran, cara seperti apa yang dimaksud sama sahabat mertuanya. Dan kenapa harus menikah dulu baru bisa tau rahasia cara menaklukkan wanita yang sedang ngambek.


" Ken, sebaiknya kamu balik ke tempat Eca. Kalau kamu lama-lama disini, bisa-bisa kamu error seperti mereka"


" Iya Mom"


Kenan pun manut saja apa yang dikatakan oleh mertuanya. Ia kembali ke tempat kekasihnya.


...***...


Beni sedang mencari tempat untuk dinner tuan mudanya nanti malam. Ia harus segera menemukan lokasi yang cocok dan juga romantis untuk acara dinner tersebut.


" Permisi, tuan. Ada yang bisa saya bantu?"


" Saya mau mencari tempat dinner yang romantis. Apakah disini ada?"


" Tentu saja ada tuan. Mari saya kasih lihat tempatnya"


Manager restoran membawa Beni ke lokasi favorit yang ada di restoran itu. Lokasinya juga terletak di pinggir pantai. Dengan pemandangan yang sangat indah.


" Ini salah satu tempat favorit pasangan untuk dinner, tuan?"


Beni melihat tempat itu cukup bagus. Dengan view taman bunga. Tapi tempat itu kurang cocok untuk pasangan yang akan dinner nanti malam.


" Apa ada tempat yang lain, Pak?"


" Ada tuan. Mari ikut saya"


Beni dibawa ketempat berikutnya. Dan tempat itu juga tidak cocok untuk karakter pasangan yang akan dinner nanti. Mereka pun melanjutkan ke tempat berikutnya.


" Bagaimana dengan yang ini, tuan?"


Tempat yang ketiga ini sangat bagus dengan view pantai dan juga taman bunga. Jadi dari sisi berbeda, mereka akan disuguhkan dengan view yang berbeda juga. Dan tempat ini sangat cocok untuk tuannya.


" Saya ambil yang ini"


" Baik tuan. Untuk acara kapan tuan?"


" Nanti malam. Dan kalau bisa, saya ingin anda mendekor tempat ini sebagus mungkin. Apa bisa?"


" Bisa tuan"


" Jangan lupa kelopak bunga mawar dan juga bunga mawar segar letakkan di sepanjang jalan menuju meja makannya"


" Siap tuan"


" Anda hitung saja semua biayanya. Nanti akan saya transfer "


" Baik tuan"


Setelah mendapatkan tempat untuk dinner tuan dan nona mudanya. Beni segera meluncur ke toko perhiasan untuk mengambil cincin pesanan tuannya.


To be continue.

__ADS_1


Happy reading 😚😚


__ADS_2