
Mendengar suara tembakan, semua orang langsung menoleh kearah Beni dan juga Anya. Karena suara tembakan itu terdengar dari arah sana.
Beni melihat Anya baik-baik saja. Begitu juga dengan tubuhnya. Tak berselang lama ia melihat tubuh Ferdi terkulai ke lantai dengan darah mengalir di tubuhnya.
Saat tubuh Ferdi sudah tergeletak di lantai, dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Tampaklah sosok lelaki gagah dan juga tampan di sana. Dengan wajah dingin dan juga datarnya.
" Tuan muda"
" Saya datang tepat waktu, kan?"
" Iya tuan muda"
Beni senang sekaligus terharu karena tuan mudanya datang di saat yang tepat. Ia tidak bisa membayangkan kalau tuan mudanya tidak datang. Mungkin dirinya atau Anya akan meninggal.
Kenan memberikan kembali pistol milik anak buahnya. Ia meminta anak buahnya untuk membantu rekannya yang lain. Karena ia tidak ingin berlama-lama di tempat itu.
" Kamu baik-baik saja Ben?"
" Ba..baik tuan"
Beni masih tidak percaya kalau tuan mudanya ada di hadapannya. Semua ini terasa seperti mimpi baginya. Karena setau dirinya, tuan mudanya ada di Indonesia.
" Kenapa kamu bengong kek gitu?. Kamu nggak senang saya ada disini?. Ya udah kalau gitu saya pergi dulu"
Mendengar ucapan tuan mudanya, Beni pin sadar kalau ini bukanlah mimpi. Tuan mudanya memang ada di dekatnya.
" Jangan tuan muda!. Saya senang tuan ada disini membantu saya"
" Baiklah kalau kamu maksa, saya akan tetap disini"
Siapa juga yang maksa.
" Makasih tuan muda"
Bos penjahat itu kaget melihat Kenan. Ia tau betul siapa lelaki yang ada di samping Beni. Siapa yang tidak tau dengan bos mafia yang terkenal di negaranya itu. Ia pun berpikir, apa hubungan Beni dengan bos mafia yang paling ditakuti di negara P.
" Apa saja kerjaan kamu, Ben?. Masa melindungi satu cewek aja kamu nggak bisa?!"
" Maaf tuan muda"
" Jangan bikin saya malu dong?. Masa Asisten bos mafia kalah sama orang-orang lemah kek begini?"
" Saya melawan mereka cuma sendiri, tuan"
" Alasan!. Anggota lion king sangat banyak. Kenapa kamu hanya bawa dua puluh orang"
" Saya tidak tau kalau mereka mempunyai anak buah cadangan yang banyaknya sekampung tuan"
" Makanya kamu jangan hanya fokus pada Anya saja"
" Iya tuan muda"
" Sekarang bawa Anya ke tempat yang aman. Sisanya biar saya yang tangani"
" Siap tuan muda"
Beni membawa Anya pergi dari sana. Sebelum pergi, Anya mengucapkan terima kasih pada Kenan karena lelaki itu sudah menyelamatkan nyawanya.
__ADS_1
Setelah Beni dan Anya pergi dari sana. Kenan pun mulai beraksi. Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Sudah lama ia tidak menghajar orang.
" Wah bos besar bertarung lagi"
" Iya. Sudah lama tidak melihat dia bertarung"
Anak buah Kenan tambah semangat karena bos besar mereka ikut bertarung bersama. Momen seperti ini sangat langka mereka dapatkan.
Bos penjahat pun memutar otak untuk kabur dari sana. Ia tidak ingin cari masalah dengan bos mafia itu. Karena ia tau sekali bagaimana cara dia menghabisi lawannya. Dan ia tidak ingin berakhir seperti Ferdi.
" Mau kabur kemana kamu!"
Kenan dari tadi memang sudah memperhatikan lelaki yang ada di hadapannya itu. Apalagi gerak-geriknya seperti orang mau kabur.
" Ampun tuan!. Jangan bunuh saya"
" Dia itu bos para penjahat, bos besar" kata salah satu anak buah Kenan.
" Oh, jadi kamu yang sudah mengusik ketenangan asisten, saya?"
" Asisten?. Siapa maksud anda tuan?"
" Beni "
" Beni?"
" Iya Beni. Dia itu asisten kepercayaan sekaligus keluarga saya. Berani sekali kamu mengusik dia!"
" Saya tidak mengusik dia, tuan. Saya hanya menjalankan perintah penyewa saya. Dan itupun bukan mengganggu asisten anda. Tapi wanita yang bersama dengannya"
" Sama saja!. Kau tau siapa wanita itu bagi asisten saya?"
" Wanita itu, adalah belahan jiwanya. Berani sekali kamu menculiknya!"
" Maaf tuan, saya tidak tau kalau wanita itu kekasihnya Beni"
" Apa kau tidak mencari tau tentang target mu?"
" Tidak tuan"
" Pantes saja. Kau itu terlihat seperti orang bodoh!"
Bugh.
Bos penjahat itu meringkuk kesakitan karena diberikan tinju secara tiba-tiba oleh Kenan. Padahal bos mafia itu tidak terlalu mengayunkan tangannya, tapi pukulannya sangat menyakitkan.
" Kau tau siapa aku, kan?"
" Ta..tau tuan"
" Kamu juga tau bagaimana cara saya menghabisi para pengganggu?"
Bos penjahat itu mengangguk. " Tapi saya mohon, jangan bunuh saya, tuan"
" Sekarang kau memohon. Tapi kemarin saat kau mau melakukan penculikan apa kau tidak memikirkan wanita yang kau culik"
" Saya tidak tau kalau dia itu orang anda, tuan"
__ADS_1
Ini kali pertamanya Kenan banyak bicara sama orang lain. Apalagi orang itu hanya seorang bos penjahat. Kenan menghela nafasnya. Ia tidak ingin membuang-buang waktu lagi. Dia pun memberikan pukulan terakhirnya untuk penjahat itu.
Pukulan terakhir itu sanggup membuat bos penjahat itu menginap di rumah sakit. Ia sengaja tidak membunuhnya. Karena ia teringat pesan dari sang kekasih jangan membunuh musuh. Karena itu adalah hukuman mudah untuk mereka.
Anak buah penjahat kaget melihat bos mereka sudah terkapar di lantai. Padahal mereka tidak melihat pertarungan sang bos dengan Kenan. Dan tau-tau sang bos sudah terkapar di lantai.
" Apa bos sudah mati?"
" Sepertinya begitu"
" Kalian tenang saja. Sebentar lagi kalian semua akan berkumpul dengan bos kalian di neraka"
Anak buah Kenan pun memberikan serangan terakhir mereka. Karena mereka tau kalau bos besar tidak ingin berlama-lama dengan orang-orang lemah seperti anak buah penjahat itu.
" Kalian bawa mereka semua ke rumah sakit"
" Baik bos. Lalu bagaimana dengan mayat laki-laki ini bos?"
" Kalian bayar orang untuk menguburnya. Karena kalau kalian kasih ke Alona, Alona bisa sakit"
Alona adalah singa betina yang ada di markas besar lion king. Dan anehnya singa betinanya itu tidak mau dengan singa jantan yang lain, selain King.
" Apa bos besar akan lama disini?"
" Tidak!. Besok saya sudah harus kembali lagi ke Indonesia"
Kalau saya lama-lama disini, bisa ngamuk kelinci kecil. Sedang apa dia sekarang?.
Kenan segera pergi dari sana. Ia akan menemui asistennya yang payah itu. Yang membuat dirinya harus berada disini sekarang. Dan meninggalkan sang pujaan hati.
Ya Kenan memutuskan untuk segera terbang ke negara P. Saat perasaannya mengatakan kalau asistennya dalam bahaya. Dia pun langsung memutuskan untuk menyusul sang asisten. Dan firasatnya pun benar, kalau asistennya itu dalam bahaya.
...***...
" Cie yang lagi gabut nungguin kabar dari kekasihnya?"
" Diem!"
" Udah nggak usah di tungguin. Kak Kenan pasti lagi senang-senang sama bule yang ada di sana"
Bugh.
Bantal sofa pun mendarat di kepala Axel.
" Sekali lagi kamu ngomong?. Vas bunga ini melayang ke kepala kamu"
" Sadis banget sih punya kakak "
" Biarin!. Udah, jauh-jauh sana!. Merusak pemandangan aku aja"
" Enak aja. Aku itu pemanis pemandangan"
" Pemanis buatan yang ada!"
Alexa segera pergi dari sana. Karena kalau dia masih di sana. Pasti sang adik akan terus mengejeknya. Dan sekarang moodnya lagi tidak baik. Bisa-bisa, dia gelud lagi sama Axel.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚