
Pagi hari.
Keluarga kecil Darren sudah berkumpul di meja makan. Kenan dan Alisha juga ikut bergabung di sana.
" Gimana keadaan kamu?"
" Alhamdulillah udah sedikit membaik Om"
" Syukurlah kalau udah membaik"
" Sebaiknya kamu istirahat dulu, jangan dipaksakan untuk bekerja"
" Iya Tante. Tapi mau gimana lagi, hari ini saya ada rapat"
" Emang nggak bisa diwakilkan sama asisten kamu?"
" Nggak Tante, ini partner bisnis dari luar negeri. Jadi harus saya sendiri yang memimpin"
" Eca tolong ambilkan nasi untuk om Kenan, ya?" kata Kiran pada putrinya.
" Om Kenan kan punya tangan Mom. Jadi dia bisa ambil sendiri"
" Dia lagi sakit, jadi nggak bisa. Eca bantu mommy ambilkan nasi untuk Kenan"
" Baiklah"
Alexa mengambilkan nasi goreng untuk Kenan. Entah kenapa gunung es itu dimanja sama kedua orang tuanya.
" Nih om nasinya. Apa om juga mau disuapin?"
" Mau"
Alexa kaget mendengar jawaban Kenan. Ia bertanya seperti tadi karena kesal pada lelaki itu. Eh taunya gunung es mengambil kesempatan itu kesenangan diri sendiri.
" Sini duduk sebelah saya, biar gampang menyuapinya"
" Yang sakit itu kepala, bukan tangan Om. Jadi Om bisa makan sendiri"
" Kan tadi kamu nawarin untuk bantu suapin saya. Lagipula bantu orang yang lagi sakit banyak pahalanya"
Alexa menghela nafasnya. Gunung es ini selalu mempunyai jawaban, yang mau tidak mau harus dilakukan.
" Udah suapi aja. Lagian Om Kenan sedang sakit" kata Axel.
" Axel aja tau kalau saya lagi sakit"
" Iya, aku suapin"
Alexa pindah duduk ke samping Kenan. Ia mulai menyuapi nasi goreng ke mulut bayi besar itu.
" Kamu juga harus makan dong" kata Kenan sambil menyuapi nasi goreng ke mulut Alexa.
" Aku bisa sendiri Om"
" Udah, ayo buka mulutnya?"
Walaupun menolak, tapi akhirnya Alexa membuka juga mulutnya. Satu suapan nasi goreng pun masuk kedalam mulutnya.
" Kamu nggak ada niat mau suapin aku juga yank" kata Axel pada kekasihnya.
" Eh, kenapa?" kaget Alisha.
" Kamu nggak mau suapin aku juga?" tanya Axel lagi.
Alisha tidak menyangka kalau Axel akan bertanya seperti itu di depan kedua orang tuanya. Apa kekasihnya nggak malu bertanya seperti itu.
" Kamu kan nggak lagi sakit yank. Jadi makan sendiri aja, ya?"
__ADS_1
" Kok kamu tega banget sih sama aku"
" Seharusnya Axel yang suapin Alisha. Kan Alisha tangannya terluka " kata Kiran.
" Oh iya. Hampir saja Axel lupa Mom. Sini sayang aku suapin" kata Axel sambil merebut sendok dari tangan Alisha.
" Nggak usah yank, aku bisa sendiri" tolak Alisha.
" Udah, biar aku aja yang suapin. Kamu mau jadi istri durhaka karena nggak nurut apa kata suami "
Lagi-lagi Alisha kaget mendengar ucapan Axel. Bagaimana lelaki tampan itu dengan gampangnya berkata seperti itu. Apalagi di depan kedua orang tuanya. Akhirnya Alisha membuka mulutnya.
" Gitu dong, nurut kalau dibilang suami"
Axel menyuapi kekasihnya dengan penuh kasih sayang.
" Kamu nggak ada niat suapin aku juga, sayang?" tanya Darren pada sang istri.
" Ingat umur, By"
" Apa hubungannya sama umur sayang?"
" Udah tua, jadi malu sama anak-anak"
" Kenapa harus malu. Justru kita harus nunjukin ke mereka kalau usia tidak akan melunturkan rasa cinta dan sayang kita"
" Iya, tapi malu sama anak-anak"
" Anggap aja mereka tidak ada. Lagipula nggak boleh nolak permintaan suami lho?"
Kiran menghela nafasnya. Kenapa bayi besarnya juga pengen disuapin. Padahal umur sudah tidak muda lagi. Mau tak mau Kiran pun menyuapi suaminya.
Para pelayan ikut bahagia melihat kebahagiaan tuan dan nona mudanya. Mereka berdua memang pantas untuk jadi panutan.
Selesai makan, Kiran mengantarkan suami dan juga anak-anaknya ke depan mansion. Kenan juga sudah dijemput sama asistennya.
" Mommy, Daddy, kita berangkat dulu ya" pamit Axel dan juga Alisha.
" Baik mommy"
Axel mencium tangan kedua orang tuanya. Diikuti sama Alisha. Setelah itu mereka masuk kedalam mobil.
" Eca berangkat sama siapa?" tanya Darren.
" Sendiri Dad"
" Nggak!. Hari ini saya yang ngantar kamu ke sekolah"
" Makasih Om. Tapi aku bawa motor sendiri"
Kenan melihat motor yang akan dipakai Alexa. Motor sport keluaran terbaru dengan bodi dan juga warna yang sangat mewah.
" Kamu yakin mau pake motor itu ke sekolah?"
" Hhhmmm"
" Nggak boleh!"
" Kenapa?"
" Nanti semua mata lelaki akan tertuju sama kamu. Dan saya nggak suka itu"
" Om itu aneh tau nggak!"
" Kenapa kamu bilang saya aneh?"
" Iya, masa saya harus suruh orang-orang untuk menutup mata mereka"
__ADS_1
" Itu ide bagus. Jadi mereka tidak bisa melihat kamu"
Alexa benar-benar bingung dengan alasan gunung es itu. Masa dia harus menyuruh orang-orang untuk tutup mata mereka. Lagipula mereka punya mata, jadi wajar saja kalau mereka melihat. Lagipula belum tentu orang-orang itu akan melihat dirinya.
" Kenan mirip kamu dulu ya, By"
" Iya sayang. Tapi aku suka dengan pendirian Kenan"
Kiran melirik suaminya. " Kamu nggak berniat menjodohkan Eca dengan Kenan kan, By?"
" Nggak sayang. Walau sebenarnya Kenan sudah minta restu sama aku. Tapi semua keputusan tetap ada pada putri kita"
" Kapan Kenan minta restu hubby?"
" Satu bulan yang lalu, sayang. Tapi menurut kamu mereka cocok nggak, sayang?"
" Cocok sih. Tapi umur Kenan kan jauh di atas Eca, By"
" Umur itu tidak masalah sayang. Kalau putri kita juga merasa nyaman sama Kenan, apa salahnya. Lagipula cinta tidak memandang usia dan juga harta"
" Hubby benar juga. Kebahagiaan Eca jauh dari segalanya"
" Jadi kamu juga merestui Eca sama Kenan, kan?"
" Iya. Nggak ada alasan aku untuk menolak Kenan. Dia lelaki yang bertanggung jawab. Apalagi lelaki itu sudah menyelamatkan nyawa putri kita"
Darren tau istrinya tidak akan menolak lelaki seperti Kenan. Walaupun usia lelaki itu jauh di atas putrinya.
" Ya udah Mom, Dad, Eca pamit dulu ya"
" Iya sayang"
Alexa mencium kedua tangan orang tuanya. Setelah itu dia langsung masuk kedalam mobil.
" Kita jalan dulu ya Om, Tante"
" Iya Nan. Hati-hati ya bawa putri Tante"
" Siap Tante"
Kenan pun melakukan apa yang dilakukan Alexa tadi. Dia menciumi tangan kedua calon mertuanya. Setelah itu dia masuk kedalam mobil.
Kiran melambaikan tangannya ketika dua mobil mewah itu meninggalkan mansion-nya. Setelah mobil itu hilang dari pandangannya, Kiran dan suaminya juga masuk kedalam mobil. Mereka berdua akan pergi ke kantornya masing-masing.
...***...
Kenan sampai di depan pintu gerbang sekolah Alexa. Lelaki tampan itu tidak mau menurunkan Alexa di seberang jalan lagi. Karena ia tidak ingin kejadian kemarin terjadi lagi pada gadis cantik itu.
" Apa aku bilang, turunkan di seberang jalan aja" kata Alexa yang kesal karena sekarang dia jadi pusat perhatian murid SMA tunas bangsa.
" Udah cepat masuk sana. Nanti kamu terlambat"
" Ck"
Alexa segera membuka pintu mobil. Tapi belum sempat dia membuka pintu, Kenan menahan tangannya.
" Apalagi sih Om?!"
" Salim dan cium tangan dulu" kata Kenan sambil mengulurkan tangannya.
Gadis cantik itu pun mencium tangan Kenan.
Aaaaaaawwww.
Alexa segera turun dari mobil setelah berhasil menggigit tangan Kenan.
Awas nanti kamu ya, kelinci kecil?.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚