Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Ternyata Alisha


__ADS_3

Tidak susah untuk Alisha beradaptasi dengan sekolah barunya. Teman-teman sekelasnya juga baik-baik. Terutama lelaki tampan yang sekarang sedang mengajarinya pelajaran fisika.


Ya ibuk guru meminta Axel untuk mengajari beberapa temannya yang belum mengerti. Ada sekitar lima belas orang yang di ajar sama lelaki tampan itu. Termasuk Alisha.


" Ada yang kalian tidak mengerti?" tanya Axel.


" Tidak"


" Berarti semuanya udah ngerti. Sekarang kita tes. Aku akan kasih kalian satu soal latihan. Coba kalian kerjakan"


" Soalnya jangan susah-susah dong Axel" kata salah satu teman kelasnya.


" Nggak, aku akan kasih soal yang gampang"


" Pak guru Axel memang yang terbaik"


Axel membuat satu soal di papan tulis. Setelah itu ia meminta teman-temannya untuk mengerjakannya. Tujuan Axel memberikan soal itu untuk mengetahui apakah teman-temannya benar-benar mengerti atau tidak.


Karena saat ia menerangkan tadi, banyak yang tidak memperhatikan penjelasannya. Mereka sibuk melihat wajah orang yang menerangkannya.


Alisha segera mengerjakan soal yang diberikan Axel. Entah kenapa kalau lelaki tampan itu yang menerangkan, otaknya mudah menangkapnya. Tapi saat Pak guru yang menerangkan ia tidak mengerti.


" Lo udah cocok jadi guru bro" kata Farel.


" Daripada Lo sibuk memperhatikan gue. Mending Lo bantu gue, periksa tugas teman-teman yang lain"


" Siap bos "


Baru saja Farel akan beranjak dari tempat duduknya, bel tanda istirahat berbunyi. Semua teman-teman Axel pun bersorak gembira. Karena mereka tidak perlu repot-repot mengerjakan tugas fisika.


" Akhirnya istirahat juga"


" Baiklah kalian semua boleh istirahat" kata Farel.


Teman-teman Axel segera menyimpan buku pelajaran mereka. Dan segera meninggalkan kelas.


" Sha"


" Hhmm"


" Kantin yuk"


" Yuk"


" Alisha aja nih yang di ajak?" tanya Farel.


" Lo nggak diajak pun juga ikut"


" Ya setidaknya Lo tawarin gue juga "


" Udah nggak usah lebay. Yuk Sha"


Axel berjalan menuju kelas saudara kembarnya. Alisha hanya mengikuti lelaki tampan itu. Karena ia tidak tau dimana letak kantin sekolah.


Alexa dan Adele kaget melihat gadis cantik yang berada di samping Axel. Begitu juga dengan gadis yang ada di samping Axel.


" Alisha" kata kedua gadis cantik itu.


" Alexa, Adele" kata Alisha.


Sekarang giliran Axel dan Farel yang kaget. Karena kedua gadis cantik itu kenal dengan Alisha. Padahal tadi kedua lelaki tampan itu ingin mengenalkan Alisha pada kedua gadis cantik itu.


" Kalian berdua sudah kenal Alisha?" tanya Axel.


" Tentu saja " jawab Alexa dan Adele serentak.


Alisha tersenyum melihat kedua sahabatnya. Kedua sahabatnya itu terlihat menggemaskan saat menjawab berbarengan seperti tadi.


" Kamu kok bisa sama Alisha?" tanya Alexa.


" Bisalah, wong dia teman sekelas gue"


" Apa..!" kaget kedua cewek cantik itu.


Jadi teman Axel yang dimaksud mommy tadi Alisha?. Gumam Alexa dalam hati.


" Kok kamu nggak bilang kalau mau sekolah disini?" tanya Alexa.


" Rencananya gue mau kasih surprise ke kalian berdua. Eh taunya gue yang dapat surprise"


" Surprise Lo nggak gagal kok"

__ADS_1


" Iya, ini aja jantung gue masih dag-dig-dug" kata Adele.


" Bukannya Lo sekolah di SMA Harapan Bangsa?" tanya Alexa.


" Gue udah keluar dari sana"


" Kok bisa?"


" Ceritanya panjang"


" Lo harus cerita sama kita " kata Adele.


" Ntar gue ceritain deh"


" Beneran?"


" Iya"


" Kalian berdua kok bisa kenal sama Alisha?" tanya Farel.


" Tentu saja bisa. Karena cewek cantik, temannya juga cewek cantik" kata Adele.


" Jangan bilang teman yang kamu maksud kemarin Alisha" kata Axel.


" Emang Alisha. Kenapa? shock ya?" kata Alexa.


Jadi cookies kemarin buatan Alisha?. Ah pantas rasanya enak. Yang buatnya cantik. Gumam Axel dalam hati.


" Nggak biasa aja" kata Axel.


" Eleh bohong! dari wajah kamu aja udah terlihat kalau kamu itu shock"


" Kagak"


" Oh iya hampir saja lupa. Sha, kenalin dia Axel sa--"


" Gue udah kenal. Jadi nggak perlu kenalin lagi"


Pletak.


Aaawwww..


" Sakit Eca!"


" Kakak?" tanya Alisha.


" Iya, dia kakak gue" jawab Axel.


" Lebih tepatnya saudara kembarnya Axel" kata Alexa.


" Jadi kalian berdua kembar?"


" Yeah begitulah. Walaupun sebenarnya gue nggak pengin punya saudara kembar yang kek kulkas dua belas pintu itu"


" Lo pikir gue juga mau punya saudara kembar yang bar-bar kek Lo " kata Axel.


Adele dan Farel menghela nafas. Mereka berdua sudah tebak akan jadi seperti ini. Karena hal apapun akan menjadi perdebatan oleh kakak beradik itu.


" Yuk ke kantin, gue udah lapar " kata Adele.


Adele menggandeng tangan Alexa dan Alisha pergi dari sana. Mereka bertiga jalan bergandeng tangan menuju kantin sekolah.


" Mereka gandengan kek gitu, udah kek orang nyeberang aja" kata Axel.


" Bilang aja Lo mau gandengan sama Alisha" ledek Farel.


Pletak..


Aaaawww..


" Sakit Axel"


" Ngomong sekali lagi, gue jitak lagi"


" Ck, jealous bilang bro"


" Jealous kenapa?"


" Noh karena nggak digandeng Alisha"


" Ngapain juga jealous. Kan yang digandeng saudara kembar gue "

__ADS_1


" Kalau cowok yang gandeng, Lo baru jealous ?"


" Aku ah, laper"


Farel tersenyum melihat Axel yang malu-malu. Ia tau sahabatnya itu menyukai teman sekelasnya. Tapi dia masih malu-malu kucing untuk mengakuinya.


Para cowok-cowok terpesona melihat kecantikan ketiga gadis cantik itu. Bagaimana tidak, ketiga gadis cantik itu terlihat seperti cahaya yang sangat menyejukkan mata.


Alexa dan kedua sahabatnya sudah biasa melihat tatapan lelaki yang seperti itu. Mereka bertiga terus berjalan menuju kursi yang ada di pojokan.


Sekarang giliran cewek-cewek yang terpesona kala melihat kedua cowok tampan masuk kedalam kantin. Siapa lagi kalau bukan Axel dan Farel.


" Axel makan bareng kita yuk" kata salah satu cewek.


" Farel gabung sama kita yuk"


Kedua cowok tampan itu tidak menghiraukan para cewek-cewek itu. Mereka terus berjalan menuju meja ketiga cewek cantik yang ada di pojokan sana.


" Mereka berdua tidak akan melirik kita"


" Iya. Karena ketiga cewek di sana lebih bercahaya"


" Gini banget nasib kita. Kelewat mulu sama yang lebih cantik"


Ya begitulah selalu di rasakan sama cewek-cewek yang ada di sana. Kadang mereka sempat berpikir ingin operasi plastik biar mereka bisa dilirik sama cowok tampan.


" Kenapa kalian berdua kesini?" tanya Alexa.


" Ya kan kamu disini. Tentu saja aku kesini" jawab Axel.


" Kan kalian berdua udah di ajak sama cewek-cewek yang di sana. Jadi kalian ke sana aja" kata Adele.


" Lo jealous ?" tanya Farel pada Adele.


" Nggak! ngapain juga gue jealous "


" Jujur aja "


" Jujur kacang ijo"


" Gemesin banget sih kamu" kata Farel sambil mencubit pipi Adele.


" Farel!"


" Apa sayang"


Wueeek.....


Alexa dan Axel serentak kek orang muntah.


" Jijay banget gue dengernya" kata Axel.


Farel tertawa mendengar ucapan sahabatnya itu. Ia sengaja bicara seperti itu untuk mencairkan suasana. Dan ia pun berhasil melakukan itu.


" Lo ketempelan Jin dimana?" tanya Alexa.


" Tadi di pintu toilet" jawab Farel asal.


" Pantes ngomong lo nggak jelas"


" Sudah-sudah, mending kita pesan makanan" kata Adele.


" Gue nggak pesan makanan" kata Alexa.


" Kenapa? diet lagi?" kata Axel.


" Iya, soalnya kemarin makan cookies banyak banget"


" Makanya jangan pelit"


" Siapa yang kamu bilang pelit?!"


" Kamu lha. Emang siapa lagi"


" Dasar adik luknut. Gue sumpahin juga Lo"


Alisha tersenyum mendengar perdebatan Alexa dan Axel. Perdebatan mereka menjadi hiburan tersendiri untuknya. Mungkin seperti itulah rasanya punya saudara.


To be continue.


Feby mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi teman-teman yang menjalankannya.. Mohon maaf lahir batin 🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Happy reading 😘😘


__ADS_2