
Ikbal bingung karena dari tadi pagi dia tidak melihat Jihan. Bahkan pas mereka makan siang pun Jihan tidak kelihatan.
" Nan"
" Hhmm"
" Dari tadi gue nggak ada liat Jihan ya?"
" Jihan udah balik ke kota J"
" Kapan?"
" Semalam"
" Kok dia nggak ada bilang sama gue?"
" Sama, dia juga nggak ada ngomong sama gue"
" Terus Lo tau darimana?"
" Istri Anton yang bilang"
" Aneh, kenapa dia balik duluan? apa Lo ada masalah sama dia?"
" Nggak, gue sama dia baik-baik aja"
" Kalau kalian baik-baik aja kenapa dia balik nggak pamit sama kita berdua"
" Mungkin dia buru-buru "
Ikbal tidak percaya begitu saja. Ia tau, pasti terjadi sesuatu sama kedua sahabatnya itu. Kalau tidak, nggak mungkin Jihan balik tanpa kasih kabar.
Nando tau, Jihan balik karena masalah mereka tadi malam. Tapi dia bersyukur, karena dengan begitu, Jihan tidak perlu mengejar dirinya lagi. Lebih tepatnya dia ingin Jihan tidak terobsesi dengan dirinya lagi.
" Gue liat hubungan Lo sama cewek yang bernama Rania itu cukup lancar?"
" Lancar gimana maksud Lo?!"
" Nggak usah pura-pura bego deh?"
" Emang gue nggak ngerti"
" Maksud gue, hubungan Lo ama tu cewek berjalan dengan lancar"
" Hubungan sebagai teman"
" Lebih dari teman juga nggak apa-apa kali"
" Ck, Lo sendiri gimana? udah dapat tambatan hati, belum?"
" Belum"
" Apa Lo masih nunggu cinta Jihan?"
" Gue juga nggak tau bro. Entah kenapa sekarang ini gue nggak begitu berharap lagi sama Jihan"
" Udah menyerah nih ceritanya?"
" Ya begitulah"
" Stok cewek di dunia ini masih banyak. So jangan pesimis. Tetap semangat"
" Thank's bro"
" Yuk lanjut kerja lagi"
Nando dan Ikbal melanjutkan pekerjaannya kembali. Karena waktu mereka tinggal beberapa hari lagi di Sumatera. Setelah itu mereka akan kembali lagi ke kota J.
...***...
Bunyi bel menandakan pelajaran telah berakhir. Para murid bersiap untuk pulang ke rumah mereka masing-masing. Termasuk kedua gadis cantik itu.
__ADS_1
" Adele"
" Hhmm"
" Ntar temenin gue ke kontrakan Alisha ya?"
" Ngapain?"
" Ngasih baju couple "
" Yang Lo beli kemarin itu ya?"
" Hhmm"
" Berarti kita triple dong"
" Yeah dong"
" Pasti seru "
" Pastinya. Yuk cabut"
Kedua cewek cantik itu berjalan ke parkiran. Mereka tidak menunggu Axel dan Farel, karena mereka mau ke kontrakan Alisha dulu.
" Alexa "
Mendengar namanya dipanggil Alexa pun menoleh kebelakang. Ia mengeyitkan alis saat melihat orang yang memanggilnya tadi.
" Kak Rian"
" Mau pulang ya?"
" Hhhmm"
" Bareng yuk"
" Aku bawa motor, Kak"
" Motornya suruh Adele aja yang bawa. Kamu pulang sama kakak"
" Kenapa? apa karena Axel?!"
" Salah satunya ya"
" Kamu tau, Axel itu bukan lelaki baik untuk kamu"
" Tapi setidaknya dia lebih baik dari kakak"
" Jadi menurut kamu, aku nggak baik?"
" Nggak!"
" Terus siapa yang baik menurut kamu. Axel, Adele, Farel, Kak Kevin, Kak Citra dan Kak Intan"
" Oh jadi aku nggak baik? ok, aku tunjukkan gimana jahat aku yang sebenarnya" kata Rian menarik tangan Alexa.
" Kak lepasin!"
" Nggak akan! "
" Kalau kakak nggak lepasin tangan aku, maka aku nggak akan segan lagi sama kakak!"
" Oh iya? emang kamu bisa apa, hhmm?"
" Jangan pernah remehkan seorang wanita. Terutama aku. Karena kalau aku sudah marah, kelar hidup kakak!"
" Ucapan kamu manis sekali"
" Aku nggak becanda ya Kak! kalau kakak nggak lepasin aku sekarang, jangan salahkan aku kalau berbuat kasar"
Rian tidak mendengarkan ucapan Alexa, ia terus menarik tangan gadis cantik itu ke belakang sekolah.
__ADS_1
Adele sengaja tidak mengikuti Alexa, karena ia tau sahabatnya itu ingin memberi pelajaran sendiri pada kakak kelasnya itu. Ia menunggu sahabatnya itu di parkiran.
Karena suasana sudah sepi, Alexa menggunakan kesempatan itu untuk menghajar kakak kelas yang tidak tau diri itu. Ia memutar tangan Rian kebelakang.
Aaaawww..
Rian meringis kesakitan karena tangannya diputar oleh Alexa. Ia tidak menyangka gadis yang terlihat lemah lembut itu bisa melakukan hal seperti itu.
" Aku sudah kasih peringatan, tapi kakak tidak mengindahkan peringatan itu"
Bugh..
Lagi-lagi Rian lengah, hingga satu pukulan mendarat sempurna di perutnya. Rian pun tersungkur ke tanah karena kerasnya pukulan yang diberikan Alexa padanya.
" Aku sudah lama bersabar melihat tingkah kakak yang semena-mena dan juga sok jagoan itu"
" Kenapa kamu tidak pernah melihat aku? Apa kurangnya aku?"
" Karena aku nggak suka sama sifat kakak yang sombong dan juga sok jagoan. Kurangnya kakak itu banyak di mata aku. Kalau di sebutin satu persatu, bisa ngalahin panjangnya gerbong kereta api"
Rian mencoba untuk berdiri, walaupun perutnya masih terasa sakit akibat pukulan Alexa tadi. Tenaga gadis cantik itu sangat kuat.
" Apa aku memang nggak punya kesempatan untuk dekat sama kamu?"
" Kalau sifat kakak nggak congkak dan baik, mungkin kakak punya kesempatan untuk dekat sama aku. Tapi sejak awal bertemu, kakak sudah memberikan kesan yang buruk. Jadi sekarang kakak nggak akan pernah punya kesempatan lagi"
Rian terdiam. Ia tidak menyangka kalau seburuk itu ia di mata gadis cantik itu. Mungkin apa yang dibilang sama Alexa benar. Andai saja ia memberikan kesan yang baik, maka gadis itu bisa ia gapai"
" Apa kita masih bisa berteman?"
" Kalau untuk berteman, bisa. Tapi kalau untuk lebih, nggak bisa"
" Nggak apa-apa, itu sudah lebih dari cukup untuk aku. Maaf kalau tadi sudah menarik kamu dengan paksa"
" Aku maafkan. Aku juga mau minta maaf, karena udah mukul kakak dengan keras"
Rian tersenyum mendengar ucapan Alexa. Ia senang, karena gadis cantik itu masih mau berteman dengannya. Dan itu sudah lebih cukup untuknya.
" Makasih karena masih mau berteman dengan aku"
" Sama-sama. Kalau gitu aku pergi dulu, Adele pasti udah nungguin aku"
" Iya, hati-hati di jalan"
" Hhmm"
Alexa segera pergi dari sana. Ia senang karena Rian sudah mau berubah. Nggak sia-sia ia menghajar lelaki itu. Jadi otaknya udah kembali normal.
Belum sampai satu menit Alexa pergi, Rian juga pergi dari sana.
" Daebak! itu bukannya Kak Rian sama Alexa?" kata teman Diva.
" Mana?"
" Itu di depan kita"
Diva melihat ke arah yang dimaksud sama sahabatnya itu.
" Iya bener. Ngapain mereka dibelakang sekolah?"
" Astaga! pasti mereka berdua sedang berbuat mesum" kata Diva.
" Sudah pasti Div. Liat aja penampilan Kak Rian berantakan gitu"
" Nggak bisa dibiarkan nih. Kita harus laporkan ke guru BK"
" Iya biar cewek gatel itu kena hukum. Kapan perlu dikeluarkan dari sekolah"
" Tunggu apalagi, yuk cabut. Kita laporkan ke guru BK" kata Diva.
Diva dan kedua sahabatnya segera melapor ke guru BK. Jadi besok, bisa dipastikan Alexa akan di panggil ke kantor kepala sekolah dan dihukum.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚