
Kiran dan suaminya tiba di bandara internasional Soekarno-Hatta. Ia kembali dengan membawa calon adik iparnya. Kedatangan mereka langsung di sambut sama para bodyguard.
Rania Sangat takjub melihat para lelaki tampan berbaris rapi. Biasanya melihat adegan seperti ini hanya di tv. Tapi sekarang ia melihat dengan mata kepalanya sendiri.
Ini pertama kali Rania menginjakkan kaki di kota J. Ia banyak mendengar cerita tentang kota ini dari teman-temannya. Dan tidak di sangka-sangka, sekarang ia bisa melihat sendiri kota J.
Para bodyguard melihat wanita cantik yang berada di samping nona mudanya. Mereka baru pertama kali melihat wanita itu.
" Perkenalkan ini Rania, dia calon adik ipar saya. Dan itu ibunya. Kalian harus menghormati mereka berdua"
" Baik nona muda"
Rania tidak menyangka kalau Kiran akan memperkenalkannya sebagai adik iparnya. Dan meminta para bodyguard untuk menghormati dia dan ibunya.
" Ayo Buk, Rania. Kita ke mobil" ajak Kiran.
Darren merangkul pinggang istrinya. Ya lelaki tampan itu tidak peduli mau di tempat umum atau tidak. Karena kalau tidak begitu, istrinya akan menjadi pusat perhatian para lelaki.
Rania kagum melihat keharmonisan hubungan calon kakak iparnya itu. Mereka tidak segan-segan menunjukkan kemesraan mereka di tempat umum.
Salah satu bodyguard membukakan pintu untuk tuan dan nona mudanya. Begitu juga dengan Rania dan ibunya. Mereka juga mendapatkan perlakuan khusus.
Iring-iringan mobil mewah itupun pergi meninggalkan bandara. Mereka akan menuju hotel milik keluarga besar Kiran. Hotel nomor satu terbaik di kota J.
Sepanjang jalan Rania hanya melihat gedung-gedung pencakar langit. Di kota besar seperti kota J, memang tidak ada hutan alami. Semua sudah berubah menjadi bangunan-bangunan tinggi menjulang. Berbeda dengan kampung halamannya yang masih ada hutan alami.
Setelah menempuh perjalanan lebih kurang lima belas menit. Mereka pun sampai di hotel milik keluarga Wiguna. Hotel yang masih berada di urutan nomor satu dalam segi pelayanan dan juga fasilitasnya.
Rania dan ibunya takjub melihat hotel yang ada di depannya. Walaupun kemarin mereka juga menginap di hotel berbintang lima. Tapi hotel ini sungguh luar biasa bagusnya.
" Selamat datang tuan dan nona" ucap manajer hotel.
" Apa kamar untuk tamu saya sudah disiapkan?" tanya Darren.
" Sudah nona, kami sudah menyiapkan semuanya sesuai dengan permintaan tuan Darren. Mari tuan, nona"
Mereka semua masuk kedalam hotel. Dua orang bodyguard membawa koper milik Rania dan ibunya.
" Rania sama ibu istirahat di hotel dulu. Nanti malam keluarga dan sahabat saya akan kesini. Kita akan makan malam bersama"
" Baik Kak. Apa Nando juga akan datang?"
" Tentu saja. Karena surprise ini khusus untuk dia. Kamu bersiap aja nanti malam"
" Baik Kak"
" Sekarang kamu sama ibu istirahat dulu. Kakak mau pulang ke rumah dulu. Mau melihat anak-anak"
" Sekali lagi terima kasih Kak"
" Kamu nggak perlu berterima kasih, karena kita keluarga"
Rania terharu mendengar ucapan wanita cantik nan anggun itu. Ia bersyukur karena di perlakukan layaknya seperti keluarga. Padahal mereka dari keluarga terpandang.
" Buk, kami permisi dulu ya" pamit Kiran.
__ADS_1
" Iya Nak, hati-hati di jalan"
" Terima kasih Buk. Jika perlu sesuatu, hubungi aja resepsionis "
" Baik Kak"
Setelah berpamitan, Kiran dan suaminya pun pergi meninggalkan hotel itu. Sedangkan Rania dan ibunya pergi ke kamar yang sudah di siapkan oleh calon kakak iparnya.
...***...
Alexa sedang menunggu Kevin di parkiran. Sedangkan saudara dan sahabatnya sudah pulang dari tadi.
Ya hari ini Alexa akan pulang diantarkan sama Kevin. Sedangkan motornya akan ia tinggal di sekolah.
" Udah lama ya nunggunya?" tanya Kevin saat sampai di parkiran.
" Lumayan"
" Maaf ya, tadi kakak ke kantor kepala sekolah"
" Ngapain?"
" Bahas masalah OSIS. Kan sebentar lagi kakak mau lulus"
" Oh iya, kan kakak udah kelas tiga"
" Iya. Rencananya kakak mau daftarin Axel sebagai Ketos. Kira-kira dia mau nggak, ya?"
" Aku juga nggak tau sih Kak. Tapi coba kakak tanyakan saja sama Axel"
" Besok kakak coba tanyakan. Yuk masuk" kata Kevin sambil membukakan pintu mobil untuk gadis cantik itu.
" Sama-sama"
Setelah Alexa memasang sabuk pengamannya, barulah Kevin melajukan mobilnya meninggalkan sekolah.
Mobil itu terus melaju meninggalkan sekolah SMA Tunas Bangsa. Dan sekarang mereka sudah jauh dari lingkungan sekolah, tepatnya udah di jalan menuju rumah gadis cantik itu.
" Mau langsung pulang atau gimana?" tanya Kevin saat mereka sudah berada di persimpangan.
" Langsung pulang deh Kak"
" Ok"
Kevin membelokkan mobilnya ke sebelah kiri. Padahal ia baru sekali mengantarkan Alexa ke rumahnya. Namun ia sudah hafal jalan ke rumah gadisnya.
Kevin melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah. Ia tidak ingin gadis cantik itu cepat sampai di rumahnya. Walaupun dirinya sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah. Tapi entah mengapa terasa begitu cepat nyampe di gang rumah gadis cantik itu.
" Kok cepat banget ya nyampenya" kata Kevin.
" Emang kakak maunya lama?"
" Iya. Soalnya kakak masih kangen sama kamu"
" Kan kita tiap hari ketemu?"
__ADS_1
" Walaupun kita setiap hari ketemu. Tapi kita tidak punya banyak waktu untuk mengobrol"
Benar apa yang dikatakan lelaki tampan itu. Walaupun sering bertemu, tapi mereka tidak punya banyak waktu mengobrol berdua.
" Rencananya pas ulang tahun kakak nanti, Kakak ingin memperkenalkan kamu sebagai kekasih pada kedua orang tua kakak"
Alexa kaget mendengar ucapan Kevin. Lelaki tampan itu ingin memperkenalkannya sebagai kekasih. Alexa menatap lelaki tampan yang ada di sampingnya itu.
Kevin pun menoleh kearah gadis cantik itu. Tatapan Alexa dan Kevin bertemu. Hingga menghasilkan desiran aneh di hati mereka berdua.
Deg.
Jantung Alexa berdegup lebih kencang dari biasanya. Ia bisa melihat betapa tampannya wajah Kevin. Begitu juga dengan Kevin, ia dapat melihat wajah cantik Alexa.
Kenapa dengan jantung gue. Gumam Alexa dalam hati.
Alexa refleks menyentuh pipi kevin. Namun belum sempat tangannya menyentuh pipi lelaki tampan itu, dering ponsel menggema di dalam mobil itu. Hingga tangannya menggantung di udara.
Alexa segera memalingkan wajahnya ke arah lain. Ia merutuki dirinya. Bagaimana bisa ia ingin menyentuh pipi lelaki tampan itu. Ingin rasanya ia menghilang saat ini juga dari sana.
Kevin segera mengambil ponselnya. Ia melihat nama mamanya tertera di layar ponsel itu. Ia langsung memencet tombol merah yang ada di sana.
" Kok dimatikan telponnya?"
" Nggak apa-apa"
" Bukankah itu telpon dari mamanya kakak?"
" Hhmm"
" Lantas kenapa dimatikan?"
" Paling cuma nanya lagi dimana. Kalau nggak suruh cepat pulang"
" Mana tau bukan itu yang mau dibilang sama mama kakak"
" Percaya sama kakak, kalau itu yang akan dibilang sama mama kakak"
" Ya deh percaya. Aku turun dulu ya" kata Alexa sambil membuka sabuk pengamannya.
" Ingin kakak menahan kamu lebih lama lagi"
" Ntar kita di grebek karena lama-lama di dalam mobil"
" Ya udah. Kakak harap, kamu segera buka hati kamu untuk kakak. Jadi kamu juga bisa pamer ke saudara dan juga sahabat kamu. Kalau kamu sudah punya gandengan"
Alexa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
" Ya udah masuk gih. Ntar kita beneran di grebek, karena lama-lama di dalam mobil"
" Aku turun ya Kak"
" Iya. Kakak juga langsung jalan ya"
" Hhmm"
__ADS_1
Setelah Alexa turun dari mobil. Kevin langsung melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu. Mobil Kevin semakin menjauh dari pandangannya.
Alexa segera menghubungi nomor saudara kembarnya untuk segera menjemputnya. Karena ia tidak ingin berlama-lama di tempat itu.