Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Resepsi


__ADS_3

Malam hari.


Rania terlihat sangat cantik dengan gaun pengantinnya. Malam ini ia akan jadi ratu diantara para tamu-tamu yang datang. Ya malam ini adalah resepsi pernikahannya.


" Kamu udah siap sayang?"


" Sudah Bee"


" Tapi aku kok nggak rela ya bawa kamu keluar"


" Kenapa?"


" Nanti banyak pasang mata yang menatap kamu"


Rania tersenyum mendengar ucapan suaminya. " Walaupun semua mata tertuju pada aku. Tapi mata dan pandangan ku hanya tertuju sama kamu, Bee"


" Udah pinter menggombal ya sekarang?"


" Kan kamu yang ngajarin"


" Yuk jalan"


Rania merangkul lengan kokoh suaminya. Lengan yang begitu hangat dan nyaman. Manten baru itu pun berjalan menuju lokasi resepsi.


Di taman.


Para tamu undangan sudah mulai berdatangan. Mereka semua duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh yang punya hajatan.


Dekorasi lokasi resepsi sangat bagus. Dan beberapa tamu menggunakan momen itu untuk ber-selfie. Setelah itu mereka mengunggah ke akun sosmed.


" Wah bagus banget view nya?"


" Iya. Dekorasinya bagus banget"


" Bukan dekorasi aja. Gue denger mahar yang diberikan mempelai pria juga nggak kaleng-kaleng"


" Oh iya. Emang maharnya apa?"


" Pertambangan batubara"


" Daebak"


" Sultan memang beda"


" Tapi sayangnya kita nggak bisa melihat acara ijab qobul nya"


" Acara ijab qobul hanya di hadiri sama keluarga besar, kerabatnya saja"


" Kenapa begitu? apa mempelainya wanitanya udah isi duluan?"


" Hus! jangan asal bicara "


" Ya aneh aja gitu kan, masa Sultan ngadain ijab qobul cuma di hadiri sama keluarga dan kerabat aja"


" Nggak mungkin mempelai wanitanya hamil duluan. Apa kamu nggak kenal siapa keluarga besar mempelai laki-laki. Keluarganya sangat terhormat. Jadi nggak mungkin melakukan hal seperti itu"


" Ya siapa tau kan?"


" Oh iya, mempelai wanitanya dari keluarga mana?"


" Dengar-dengar sih hanya orang biasa"


" Kok yang laki-lakinya mau sih? apa dia nggak takut kalau wanita itu hanya memanfaatkannya saja"


" Sayangnya gadis itu tidak tertarik dengan harta lelakinya. Dan kalau pun wanitanya ingin menghabiskan harta suaminya nggak masalah. Karena harta suaminya tidak akan habis tujuh turunan" kata Kiran.


Ya Kiran tidak sengaja lewat dan mendengar ucapan ibu-ibu itu.


" Nyo.. nyonya Kiran"

__ADS_1


" Iya saya, kenapa?"


" Ma.. maafkan saya nyonya"


" Kalian harus bersyukur karena hari ini mood saya lagi baik. Kalau tidak kalian tau sendirikan gimana saya?"


" Iya nyonya"


" Karena kalian sudah tau, duduk saja yang manis di sana. Jangan ghibah terus"


" Ada apa sayang?" tanya Darren yang datang entah darimana.


" Nggak ada apa-apa, By"


" Rekan bisnis Nando udah pada datang "


" Yuk, kita sambut mereka"


Kiran dan Darren pun pergi dari sana. Ia akan menyambut kedatangan rekan bisnis Nando. Sedangkan tamu undangan yang julid tadi, duduk manis di kursi yang ada di sana.


Semua mata tertuju pada pengantin baru. Nando dan Rania baru saja memasuki tempat resepsi. Aura pasutri itu sangat jelas terpancar.


Kalau biasanya yang mengawal Nando, laki-laki yang memakai jas hitam. Tapi sekarang yang mengawalnya tiga gadis cantik.


" Cantik sekali mempelai wanitanya"


" Iya. mempelai laki-lakinya juga tampan"


" Mereka berdua benar-benar pasangan serasi"


" Pengiring pengantinnya juga nggak kaleng-kaleng"


Banyak lagi pujian yang di dengar oleh Rania dan Nando. Malam ini ia benar-benar jadi ratu. Karena semua mata tertuju padanya.


" Apa kamu masih gugup?" tanya Nando pada istrinya.


" Udah pinter menggombal ya sekarang?"


" Kan belajar dari kamu"


Kedua mempelai naik ke atas pelaminan yang sudah di buat semewah dan semegah mungkin. Pasutri itu siap untuk menyambut tamu yang ingin mendoakan mereka.


" Yank, pernikahan kita nanti harus megah kek gini juga ya?" kata Adele pada Farel.


" Tentu saja sayang"


" Pacaran baru seumur jagung. Tapi udah membahas masalah resepsi pernikahan" kata Alexa.


Farel dan Adele cuma membalas dengan senyuman. Karena kalau nanti mereka ngomong, dan keceplosan mengatakan kata jomlo? bisa gawat dunia.


Ya Allah tolong pertemukan Alexa sama pangeran berkuda nya. Karena kalau tidak, dia pasti akan mengamuk terus setiap melihat dan juga mendengar orang bermesraan.


...***...


Kenan bersiap-siap untuk pergi ke acara pernikahan Nando dan Rania. Ya lelaki tampan itu mendapatkan undangan khusus dari Nando dan juga Darren.


Kenan menatap pantulan dirinya di cermin besar yang ada di kamarnya. Ia melihat penampilannya kalau ada yang kurang.


" Om"


" Hmmm"


" Buruan! Ai sama mama udah capek nungguin?"


" Ai kan pergi sama mama dan papa. Jadi kenapa harus nunggu Om?"


" Mama bilang berangkat sama-sama"


" Om pergi sama Om Beni"

__ADS_1


" Ya nggak apa-apa. Ajak Om Beni juga "


Kenan menghela nafasnya. Kenapa ia tidak bisa bebas satu hari saja dari keponakan dan juga kakaknya. Tapi yang anehnya ia tidak bisa menolak permintaan keponakannya itu.


" Baiklah, Om ikut sama Ai dan juga mama"


" Yuk turun kebawah"


" Iya, Om pake jas dulu"


Kenan dan Aiden pergi ke bawah dengan menggunakan lift. Karena Aiden pasti tidak akan kuat jika menuruni anak tangga sebanyak ini.


" Kamu tampan sekali hari ini?" puji Irene saat melihat adiknya keluar dari lift.


" Setiap hari kali aku tampannya" jawab Kenan.


" Tapi sayangnya kakak melihatnya cuma hari ini?"


" Berarti mata kakak rusak. Dan harus segera di periksa ke dokter"


" Kamu tanya aja sama suami kakak"


" Suami kakak juga nggak bisa di percaya. Karena matanya sama rusak kek mata kakak"


Irene tertawa mendengar ucapan adiknya itu. Karena apa yang di bilang Kenan memang benar adanya. Suaminya akan selalu mendukungnya.


" Apa kamu nggak mau cari jodoh di sana?" tanya Irene.


" Nggak!"


" Kenapa nggak?"


" Ya nggak mau aja. Lagian kita ke sana mau bertemu sama orang menikah. Bukan untuk mencari jodoh"


" Oh iya, kemarin kan kamu pergi kencan. Gimana hasilnya?"


" Udah nggak usah ditanya"


" Gagal"


" Kenapa?"


" Nggak usah di tanya. Yuk berangkat" kata Kenan.


Irene berdoa semoga adiknya bisa mendapatkan jodoh di sana. Karena ia juga ingin melihat adiknya berdiri di atas pelaminan dengan orang yang ia cintai.


Beni membukakan pintu mobil untuk tuan dan nona mudanya. Hari ini dia bertugas untuk menjadi sopir nona Irene.


Kenan duduk di kursi depan bersama Aiden. Sedangkan kakak dan Abang iparnya duduk di kursi penumpang.


" Kalau kakak sama Abang mau bermesraan tolong tutup tirai" kata Kenan.


" Iya, kakak tau. Lagian siapa juga yang mau bermesraan?"


" Kakak lha. Yuk Ben, jalan"


Beni melajukan mobilnya meninggalkan mansion keluarga Richard. Diikuti sama beberapa mobil dibelakang. Mobil itu terus melaju menuju jalan raya.


To be continue.


Buat teman-teman tolong naikin rate novel ini lagi ya. Karena rate-nya turun dari 5 ke 4,9. Jadi tolong kasih rate lima bintang ya. Semoga rate novel ini kembali naik.


Caranya seperti yang di bawah ya.



Gomawo untuk doa dan juga support kalian untuk Feby. Dan Gomawo kerena masih mau menunggu kelanjutan ceritanya Twins A. 🤗🤗


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2