
Malam hari Alexa, Axel dan kedua orang tuanya mengobrol. Mereka bercerita tentang apa saja yang mereka lakukan tadi.
" Gimana toko dan cafe, Eca?" tanya sang mommy.
" Alhamdulillah rame Mom"
" Alhamdulillah. Mommy do'akan semoga cafe dan toko rotinya selalu laris manis"
" Aamiin makasih mommy"
" Ingat pesan mommy. Zakatnya harus dikeluarkan"
" Pasti dong Mom. Kan di setiap rezeki kita, ada rezeki orang lain"
" Betul banget. Jadi kita harus keluarkan hak mereka"
" Iya Mommy"
Darren sangat beruntung memiliki istri dan juga anak-anak yang sangat peduli pada sesama. Ia pun juga selalu mengeluarkan zakatnya.
" Besok Axel akan ikut Daddy ke kantor"
" Benarkah Daddy?" tanya Alexa.
" Iya sayang. Axel akan melakukan persentase untuk tender Daddy "
Alexa kaget mendengar ucapan Daddy-nya. Begitu juga dengan Kiran. Karena setahu ibu dan anak itu Axel belum belajar tentang bisnis. Tapi sekarang lelaki tampan itu akan terjun langsung.
" Daddy nggak lagi demam, kan?" tanya Alexa sambil menempelkan telapak tangannya di kening Daddy-nya.
Darren tersenyum melihat tingkah putrinya. Bagaimana bisa putrinya itu mengira dirinya lagi sakit.
" Daddy baik-baik aja sayang"
" Maksud Daddy tadi apa?"
" Gini sayang. Daddy lagi berebut tender besar dengan perusahaan lain. Nah kebetulan Axel punya rencana yang bagus untuk tender itu. Jadi Daddy percayakan tender itu pada Axel"
" Daddy yakin nyuruh Axel yang menangani tender, itu?"
" Yakin sayang. Kalau nggak yakin mana mau Daddy menyuruh Axel untuk menanganinya"
Alexa menatap adiknya. Ia memandang adiknya dari atas sampai bawah. Ia merasa tidak ada yang aneh dari adiknya itu.
" Kenapa kamu menatap aku kek gitu?. Apa ada yang aneh dengan penampilan aku?"
" Nggak ada"
" Terus kenapa menatap aku kek gitu"
" Aku masih ragu sama kamu?"
" Ragu gimana?"
" Apa bener kamu bisa menangkan tender besar itu"
" Insya Allah bisa"
" Kalau nggak menang, maka perusahaan Daddy akan bangkrut karena kamu"
Axel tersenyum mendengar ucapan kembarannya. " Kalau perusahaan Daddy bangkrut, kan ada toko kue sama cafe kamu"
Alexa kaget mendengar ucapan adiknya. Bagaimana bisa adiknya itu berkata seperti itu.
" Tenang aja. Aku nggak akan membiarkan perusahaan Daddy sampai bangkrut"
" Nah gitu dong. Aku percaya kamu bisa melakukannya. Tunjukkan pada mereka semua kalau kamu memang anaknya Daddy"
" Hhmmm"
__ADS_1
" Jangan cuma hhhmmm, aja?"
" Iya kakak ku yang paling cantik. Aku akan berusaha untuk menenangkan tender besar ini untuk Daddy"
Alexa tersenyum mendengar jawaban adiknya. Ia yakin adiknya bisa memenangkan tender itu. Karena di dalam dirinya ada mengalir jiwa bisnis Daddy-nya.
" Ok, aku tunggu kabar baik itu dari kamu. Buktikan sama aku, mommy dan juga Daddy kalau kamu bisa memimpin perusahaan Daddy "
" Siap kakak ku yang paling cantik"
Kiran dan Darren ikut senang melihat tom and Jerry itu akur. Tapi kalau akur kek gini, mansion serasa sepi. Namun mereka berdua yakin kasih sayang Alexa pada Axel sangat lha besar, begitu juga sebaliknya.
" Mommy do'akan semoga Axel bisa memenangkan tender besarnya"
" Aamiin, makasih mommy. Mommy memang yang terbaik"
" Daddy juga yakin sama Axel, makanya Daddy percayakan tender ini pada kemampuan Axel"
" Makasih Daddy. Axel tidak akan mengecewakan Daddy"
" Sama-sama sayang. Oh iya sebentar lagi, Eca sama Axel ujian kenaikan kelas, kan?"
" Iya mommy. Minggu depan udah mulai ujiannya"
" Belajar yang rajin, dan naik kelas lha dengan nilai yang terbaik"
" Siap mommy"
Darren bersyukur memiliki anak-anak seperti twins A. Mereka tumbuh menjadi anak yang pintar dan juga cerdas. Rasa kepedulian mereka terhadap sesama juga sangat tinggi.
" Tumben Eca nggak minta pergi liburan lagi sama Daddy?"
" Iya Daddy. Sekarang ini Eca masih sibuk. Nanti kalau sekolah dan juga kerjaan Eca udah agak longgar. Baru Eca akan minta liburan lagi sama daddy. Tapi Daddy bakal kabulkan, nggak?"
" Insya Allah akan Daddy kabulkan"
" Bener sayang"
" Mommy saksinya ya, kalau Daddy akan mengajak Eca liburan?"
" Iya sayang. Kalau Daddy ingkar janji, mommy juga akan menghukum Daddy "
" Dengerin tu, Dad"
" Hhmmm"
" Oh iya, besok karyawan Eca gajian, kan?" tanya Axel.
" Iya, kenapa?"
" Berarti aku juga dapat dong?. Kan aku pernah kerja di cafe?"
" Kerja cuma tiga hari, kok minta gaji"
Jarum jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Darren dan keluarga kecilnya memutuskan untuk beristirahat. Karena besok mereka harus bangun pagi untuk melakukan rutinitas.
...***...
Kenan baru sampai di mansion kakaknya. Ya hari ini dia harus lembur. Karena besok ia libur. Besok ia akan menghabiskan waktu bersama kelinci kecilnya.
" Baru pulang kamu?!"
" Astagfirullah, mama. Ngagetin aja"
" Nggak apa-apa, senam jantung"
" Mama ngapain malam-malam pake baju warna putih kek gitu?"
" Suka-suka mama lha mau pake baju warna apa"
__ADS_1
" Iya tau. Tapi ntar orang mikir mama makhluk astral"
" Dasar anak durhakim. Bilang ibu sendiri makhluk astral. Mau mama kutuk jadi cobek kamu?!"
" Jangan dong Ma. Kasian calon mantu mama nanti"
" Alexa biar cari yang baru aja"
" Enak aja mama kalau ngomong. Aku itu sudah payah mendapatkan hati dia. Eh mama main suruh ganti aja?"
" Ya kan nggak mungkin juga Alexa nikah sama cobek"
" Makanya mama nggak usah kutuk aku jadi cobek"
" Nggak akan. Tapi ada syaratnya?"
Perasaan Kenan mulai nggak enak. Pasti mamanya akan meminta hal-hal yang aneh. Soalnya sang mama kan hobi mengoleksi tanaman hias.
" Apa syaratnya, Ma?"
" Mama pengen kamu belikan bunga anggrek"
" Gampang itu Ma. Ntar Kenan transfer uangnya"
" Kamu pikir mama kekurangan uang?"
" Tadi kan mama bilang mau bunga anggrek. Ya aku bilang nanti aku transfer. Terus salah aku dimana?"
" Salah kamu tidak mendengarkan omongan mama sampai selesai"
" Ya udah lanjutin"
" Mama pengen kamu beliin mama anggrek itu"
" What..!, Mama nggak salah nyuruh aku beli anggrek?"
" Nggak"
" Kenapa nggak mama aja yang beli. Nanti aku transfer uangnya"
" Mama nggak kekurangan uang. Mama pengen kamu yang beliin"
" Kakak aja suruh beli anggreknya?"
" Mama pengennya kamu yang beliin"
" Baiklah, aku yang beli"
" Nah gitu dong. Anak mama yang satu ini memang paling bisa diandalkan"
Kenan hanya membalas dengan senyuman. Daripada dia dikutuk jadi cobek. Mending dia kabulkan saja titah sang ratu.
" Ya udah, aku ke kamar dulu ya Ma. Mau mandi dulu udah gerah banget soalnya"
" Pantas aja mama cium bau-bau asem. Ternyata kamu belum mandi"
" Ya kan baru pulang kerja"
" Kenapa nggak mandi di kantor aja?"
" Malas Ma, lagian selesai mandi mau langsung istirahat. Aku ke atas dulu ya, Ma"
" Hhmmm"
Kenan masuk kedalam lift. Ia sudah tidak sabar ingin mandi. Tubuhnya benar-benar sudah lengket. Sedangkan Helena kembali ke kamarnya, dia memang sengaja keluar kamar dengan pakaian serba putih. Karena ia mendengar mobil Kenan.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1