Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Tekad Alexa


__ADS_3

* Sebelum baca like dulu ya teman-teman.. Gomawo 🤗🤗*


Nando sudah selesai lari pagi. Ia berjalan menghampiri keponakannya. Karena hari ini mereka akan latihan.


" Udah lama nunggunya?" tanya Nando.


" Lumayan paman" jawab Farel.


" Eca kemana?" tanya Nando, karena ia tidak melihat keberadaan keponakannya itu.


" Tidur paman" jawab Axel.


" Tidur?"


" Hhmm"


" Apa Axel tidak membangunkan Eca?"


" Bangunin kok paman. Tapi Eca malah tidur lagi. Coba paman liat, tidurnya nyenyak kek gitu lagi"


Nando menoleh kearah yang dimaksud sama keponakannya itu. Ia tidak menyangka kalau keponakannya bisa tidur nyenyak di atas rumput. Ia berjalan menghampiri Alexa yang sedang terlelap. Ia berjongkok di samping keponakannya itu.


" Eca, wake up " kata Nando sambil menoel pipi Alexa.


Plak..


Axel, Adele dan juga Farel kaget sampai mulut mereka terbuka melihat Alexa menampar Nando. Begitu juga dengan Nando.


" Nyamuk nakal " ucap Alexa.


Nando tersenyum sembari menahan rasa perih di pipinya. Karena tamparan yang diberikan keponakannya itu cukup kuat. Dan ternyata ia di sangka nyamuk oleh Alexa.


" Paman, biar aku aja yang bangunkan Eca"


" Baiklah"


Nando mundur kebelakang, karena ia tidak ingin kena tampar lagi oleh keponakannya itu. Axel berjongkok dan mengguncang tubuh saudara kembarnya.


" Eca, wake up "


" Astagfirullah gempa!" ucap Alexa sambil duduk.


Adele dan Farel menutup mulut karena menahan tawa. Jarang-jarang mereka melihat tingkah Alexa yang seperti sekarang ini.


Alexa juga kaget ada di dekatnya. Dan lagi kenapa Axel tidak membangunkannya. Pasti ia kena hukuman lagi.


" Eca udah bangun?" tanya Nando.


" U-udah paman" jawab Alexa sambil menundukkan kepalanya.


" Sekarang kalian siap-siap untuk latihan, paman mau ngambil motor dulu"


" Siap paman" jawab Axel dan kedua sahabatnya.


Alexa kaget karena pamannya pergi begitu saja. Apa ini pertanda ia terbebas dari hukuman, atau ia akan mendapatkan hukuman yang sangat berat.


" Axel"


" Hhhmm"


" Yang tadi itu paman bukan?"


" Tentu saja itu paman"


" Benarkah?"


" Hhhmm"


" Wah ke sambet apa paman pagi ini?"


" Kenapa kamu ngomong kek gitu?"


" Karena paman nggak kasih hukuman sama aku"

__ADS_1


" Mungkin paman lagi memikirkan hukuman apa yang cocok untuk kamu. Apalagi tadi kamu sempat tampar paman"


" Tampar?"


" Hhhmm"


" Tapi aku nggak merasa sudah menampar paman. Jangan-jangan kamu bohong lagi"


" Tanya aja sama Adele dan juga Farel"


" Apa benar yang dikatakan Axel, Adele?"


" Benar Eca, Axel tidak bohong"


Alexa menutup mulutnya. Ia kaget mendengar jawaban Adele. Apa dia menampar pamannya sangat kuat?. Apa yang harus dia lakukan sekarang.


" Axel bagaimana ini? pasti paman sangat marah sama aku?"


" Itu sudah pasti. Karena kamu menampar paman cukup kuat"


" Kamu jangan bikin aku semakin takut dong"


" Makanya jangan tidur. Udah dibilangin jangan tidur, masih aja tidur. Ngeyel banget kalau dibilangin"


" Habisnya aku ngantuk "


" Cepat berdiri, sebelum paman datang dan menghukum kamu"


Alexa segera berdiri. Ia tidak ingin kena hukuman oleh pamannya itu. Apalagi tadi dirinya juga menampar sang paman.


Tak berapa lama Nando kembali dengan motor mengendarai motor sport. Lelaki tampan itu berhenti tepat di depan keponakannya.


Alexa bingung kenapa sang paman membawa motor ke lapangan. Nggak mungkin pamannya ngajak balapan kan? dan lagi motornya juga cuma satu.


" Kalian sudah siap untuk latihan?"


" Siap paman" jawab empat sekawan serentak.


" Baiklah, kita lakukan pemanasan dulu dengan lari keliling lapangan"


" Cukup satu kali putaran saja. Kalian siap?!"


" Siap!"


" Tapi latihannya kal


Nando naik keatas motornya.


Paman nggak nyuruh kita untuk mengejar dia pake motor kan?. Gumam Alexa dalam hati.


" Kalian larinya mengikuti laju motor ini. Kalau motor ini melajunya lambat, maka kalian juga harus lambat. Kalau cepat maka larinya juga harus cepat. Kalian mengerti?"


" Mengerti"


" Baiklah, sekarang mari kita mulai"


Nando mulai melajukan motornya. Lelaki tampan itu melajukan dengan kecepatan rendah. Empat sekawan itu mengikuti dari belakang.


" Kamu ingat sama janji yang pernah kamu bilang sama aku?" tanya Axel pada saudara kembarnya.


" Janji apa?"


" Kalau kamu mewek, uang jajan kamu untuk aku"


" Oh itu, ingat. Dan aku pastikan kamu nggak akan mendapatkan uang sakuku"


" Yakin banget kamu"


" Tentu saja. Karena kali ini aku akan mengalahkan kamu"


" Boleh juga tuh rasa percaya dirinya. Tapi ingat? kalau mewek, siap-siap uang jajannya aku ambil"


" Hhmm"

__ADS_1


Nando menambah kecepatan laju motornya. Empat sekawan pun menambah kecepatan lari mereka. Terutama Alexa. Gadis cantik itu tidak boleh kalah dari saudara kembarnya itu.


Axel tersenyum melihat Alexa yang begitu semangat berlari. Mungkin karena takut uang jajannya akan diambil. Tapi ia juga senang, dengan begitu saudara kembarnya itu tidak malas lagi untuk latihan.


Sebentar lagi mereka akan menyelesaikan larinya. Nando menambah lagi laju kecepatan motornya. Karena ini sudah mau di garis finish.


Empat sekawan sudah ngos-ngosan sampai di finish. Lari tadi sangat menguras tenaga mereka. Terutama bagi Alexa dan Adele. Karena mereka berdua perempuan.


" Apa pemanasannya selalu seperti ini?" tanya Adele. Karena ini kali pertamanya ia latihan dengan paman Nando.


" Nggak, ini pertama kali kami melakukan pemanasan seperti ini" kata Alexa.


" Ternyata paman Nando lebih parah dari papa gue"


" Ya begitulah dia"


" Apa karena ini juga Eca mau berganti pelatih?"


" Salah satunya"


" Kalau kamu latihan dengan benar, nggak mungkin juga paman sering hukum kamu" kata Axel.


" Sssstt anak kecil jangan ikut berkomentar"


" Kita itu cuma beda dua menit ya "


" Tetap aja kamu lebih kecil dari aku kan?"


Axel hanya bisa pasrah, bagaimana pun ia tidak akan pernah menang melawan saudara kembarnya itu.


" Masih bisa melanjutkan latihannya?" tanya Nando.


" Masih paman"


" Bagus, paman suka melihat kalian masih semangat untuk latihan. Baiklah, sekarang kita akan latihan panjat tebing"


" Jangan panjat tebing dong paman?" kata Alexa.


" Eca mau latihan yang lain?"


" Hhmmm"


" Ok, kalau begitu kita latihan ketahanan dalam air"


" Maksud paman kita berenang?"


" Bukan, tahan nafas di dalam air"


" Kalau gitu kita latihan panjat tebing saja " kata Alexa.


Nando tersenyum mendengar jawaban keponakannya itu. Padahal dia tadi yang ingin diganti, tapi secepat itu juga dia berubah pikiran.


" Yang lain bagaimana? apa mau ganti sama latihan yang lain?"


" Nggak paman"


" Kalau semuanya sudah setuju, sekarang kita ke lokasi panjat tebing "


Empat sekawan itu mengikuti Nando menuju lokasi panjat tebing. Ya di mansion itu memang dilengkapi berbagai macam fasilitas olahraga. Salah satunya panjat tebing.


" Sepertinya aku akan dapat tambahan uang saku nih?"


" Jangan mimpi"


" Tapi aku sudah mencium aroma uangnya. Dan aromanya sangat kuat lagi"


" Cuma cium aromanya kan?"


" Ya itu salah satu tandanya"


" Tapi sayangnya itu cuma tanda-tanda saja, dan tidak akan pernah terwujud"


Alexa sudah bertekad. Hari ini ia tidak boleh gagal dan mewek. Karena kalau itu terjadi, uang jajannya selama satu bulan akan raib diambil tuyul.

__ADS_1


To be continue..


Happy reading 😚😚


__ADS_2