Twins A ( Axel Dan Alexa )

Twins A ( Axel Dan Alexa )
Misi di mulai


__ADS_3

Alexa sampai di perusahaan mommy-nya. Setelah memarkirkan motornya, ia segera masuk kedalam kantor. Seperti tamu lainnya, Alexa menemui resepsionis dulu.


" Permisi mbak, ibuk Kiran nya ada?"


" Ada. Apa nona ini, Alexa?"


" Iya benar mbak"


" Silakan naik aja ke lantai 25, CEO sudah menunggu"


" Makasih mbak"


Kiran memang sudah menelepon karyawan resepsionis. Kalau nanti ada putrinya datang, langsung suruh ke ruangannya.


Alexa langsung masuk lift khusus karyawan. Ia menekan tombol 25. Lift pun naik ke atas menuju lantai yang di tuju.


Ting.


Alexa keluar dari benda berbentuk kotak itu. Kedatangannya langsung di sambut sama Serly dan Nadia.


" Selamat datang Eca"


" Tante!, kenapa tau Eca ada di lift?"


" Tau dong?. Kan perusahaan ini ada CCTV di setiap sudut ruangannya"


" Kecuali room CEO" kata Serly.


" Yuk masuk, mommy kamu sudah menunggu"


" Makasih Tante"


Alexa dan kedua sahabat mommy-nya masuk kedalam ruangan CEO. Ruangan dimana tempat mommy-nya berada.


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk"


" Assalamualaikum, Mommy"


" Wa'alaikum salam, Eca sudah sampai?"


" Baru aja Mom. Ini file yang mommy minta"


" Makasih sayang"


" Sama-sama mommy"


" Eca mau pulang bareng mommy, atau gimana?"


" Eca langsung pulang aja deh Mom. Soalnya Eca masih ada kerjaan"


" Ya udah, hati-hati pulangnya sayang"


" Ok Mom, Eca pamit"


" Iya sayang"


Setelah memberikan file pada sang mommy, Alexa pun pamit undur diri. Ia mau kembali ke toko kue, karena ia masih ada kerjaan yang harus ia selesaikan.


...***...


Axel dan Fikri baru sampai di kantor. Untung waktu jam istirahat masih tersisa lima menit lagi. Fikri menyimpan makanan yang dibelikan Axel tadi di lokernya.


" Kunci yang bener Fik, ntar makanan kamu hilang lagi"


" Siap Xel"


" Aku lanjut kerja lagi ya"


" Emang sisa berapa toilet lagi?"


" Mungkin empat toilet lagi"


" Aku bantuin, ya?"


" Nggak usah, lagian kamu juga ada kerjaan kan"


" Iya membersihkan divisi umum"

__ADS_1


" Ya udah kita kerjakan kerjaan masing-masing ja. Yuk kita mulai, biar kerjaannya cepat selesai"


" Nanti kalau udah selesai membersihkan ruangan divisi umum, aku bantuin kamu"


" Hhmmm"


Axel dan Fikri pun berpisah, mereka akan melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda tadi. Semoga pekerjaannya selesai tepat waktu.


Sepeninggal Axel dan Fikri, ketiga seniornya masuk kedalam ruang ganti. Mereka membuka loker milik Fikri. Ya salah satu dari senior itu melihat Fikri membawa sesuatu.


" Kalian berdua liat situasi, jangan sampai ada yang melihat kita"


" Siap"


Salah satu senior yang bernama Faisal pun membuka loker milik Fikri dengan kunci cadangan. Entah darimana mereka mendapatkan kunci cadangan itu.


" Wih, banyak makanan nih" ucap Faisal setelah loker Fikri terbuka.


" Buruan ambil, ntar keburu orang datang"


" Iya sabar"


Faisal segera mengambil makanan itu, setelah itu mereka bertiga pun pergi dari sana. Tapi sebelum itu tak lupa mereka mengunci loker milik Fikri kembali.


" Ternyata si Fikri itu punya banyak uang"


" Iya, kalau nggak gimana bisa dia beli makanan sebanyak ini"


" Makanannya pas nih. Jadi satu orang itu dapat satu bungkus makanan"


Faisal membagikan makanan itu pada kedua temannya. Makanan itu akan mereka bawa pulang.


" Gimana dengan anak baru itu?"


" Nanti kita beri dia pelajaran. Sekarang kita kasih kerjaan yang banyak. Kapan perlu kerjaan kita suruh dia aja yang kerjakan"


" Ide bagus. Jadi kita bisa bersantai"


" Enak juga punya junior bodoh kayak si Fikri"


Ketiga lelaki itupun tertawa. Mereka sangat senang karena mendapatkan makanan. Apalagi sekarang mereka tidak perlu capek-capek mengerjakan pekerjaan. Karena semua kerjaan mereka sudah di kerjakan Axel.


...***...


" Hei kamu!"


" Saya Pak"


" Iya kamu!, emang siapa lagi orang yang ada disini selain kamu"


" Ada apa Pak?"


" Tolong belikan fotokopi file ini"


" Berapa rangkap Pak?"


" Lima rangkap. Jangan sampai rusak filenya, saya tunggu di sini"


" Baik Pak"


Axel segera pergi ke tempat fotokopi yang ada di lantai itu. Untungnya dia pernah melihat mesin fotokopi di sana. Jadi dia tidak perlu bertanya sama yang lain.


Walaupun itu perusahaan Daddy-nya. Axel memang tidak tau letak dan juga posisi ruangan di sana. Saat dia tidak pernah jalan-jalan ke lantai lain, selain lantai 30.


" Kamu mau ngapain?"


" Saya mau fotokopi mbak"


" Fotokopi apa?"


" File, disuruh sama bapak-bapak yang perutnya buncit "


" Maksud kamu Pak Darto"


" Nggak tau mbak. Soalnya saya nggak liat namanya"


" Kamu OB baru disini?"


" Iya mbak, ini hari pertama saya kerja disini"


" Oh pantes aja. Sini saya bantu, nanti kamu nggak ngerti lagi"


" Makasih mbak"

__ADS_1


Karyawan wanita itupun membantu Axel memfotokopi file yang dia bawa tadi.


" Berapa rangkap?"


" Tiga mbak"


" Keliatannya kamu masih kecil?"


" Iya mbak umur saya masih 16 tahun"


" Seumuran dengan adik saya. Apa kamu nggak sekolah?"


" Nggak mbak. Saya nggak punya biaya untuk melanjutkan sekolah"


" Nanti kamu coba ajukan proposal. Nanti CEO akan bantu kamu"


" Emang bisa mbak?"


" Bisa, beberapa karyawan disini ada yang seperti itu. Mereka mendapatkan bantuan dari perusahaan untuk melanjutkan pendidikan mereka"


" Apa nggak mengganggu pekerjaan mereka mbak?"


" Nggak. Karena kebanyakan dari mereka putus kuliah. Mungkin kamu karyawan yang paling muda di sini"


" Mungkin mbak"


Axel senang karena masih ada karyawan Daddy-nya yang tidak memandang orang dari statusnya.


" Kamu udah makan?"


" Alhamdulillah udah mbak"


" Kalau belum, saya punya satu bungkus nasi di tas saya, bekal bawa dari rumah"


" Bekal dibuatin orang tua ya mbak?"


" Nggak. Adik saya yang buatin" kata karyawan wanita itu sambil tersenyum.


Axel teringat akan saudara kembarnya yang selalu ngajak gelud. Walaupun sering gelud, ia sangat menyayangi saudara kembarnya. Sedang apa sekarang kakaknya itu.


" Nih filenya, udah selesai di fotokopi"


" Makasih mbak"


" Sama-sama"


Selesai memfotokopi, Axel segera membawa file itu ke pak Darto.


" Ini Pak filenya"


" Filenya nggak ada yang hilang, kan?"


" Nggak Pak"


" Ya udah, lanjutkan pekerjaan kamu"


" Baik Pak"


Axel melanjutkan pekerjaannya kembali. Tapi baru beberapa langkah, ia mendengar Pak Darto berbicara dengan seseorang. Tanpa menunggu lama Axel pun menguping pembicaraan dua orang itu.


" Kamu yakin CEO tidak akan tau soal penggelapan uang ini?"


" CEO tidak akan tau, karena aku sudah menyogok petugas CCTV. Jadi CEO tidak akan tau kalau kita menukar file ini"


" Licik juga kamu ya Burhan"


" Harus dong. Kalau tidak begitu bagaimana mungkin aku bisa memenuhi kebutuhan kekasih ku"


" Apa istri mu tidak curiga dengan kau jarang pulang?"


" Dengan uang semua aman terkendali. Kau tidak ingin mencari wanita muda?"


" Nggak. Aku masih sayang sama istriku"


" Payah kau ini"


Axel marah mendengar percakapan kedua lelaki tua itu. Ia tidak menyangka kalau di perusahaan Daddy-nya ada dua orang sampah yang harus cepat dibuang.


Berani sekali kalian mencuri di perusahaan Daddy ku. Akan aku beri pelajaran kalian.


To be continue.


Happy reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2