
Akhirnya semua masalah sudah selesai. Alexa berharap Clara benar-benar bisa berubah dan tidak akan mengulangi kesalahannya. Semoga Clara bisa menjadi orang yang lebih baik dari yang sekarang.
" Eca mandi dulu ya Kak"
" Iya sayang"
Alexa pergi ke kamar mandi yang ada di kamar khusus untuknya. Sedangkan Adele dan Alisha mandi di kamar mandi tamu. Axel dan Farrel mandi di kamar mandi dekat kolam renang.
" Tuan, apa wanita gila itu bisa berubah?"
" Kita doakan saja Ben. Kalau pun dia membuat ulah lagi, biarkan Edmond yang memberikan hukuman padanya"
" Apa teman tuan itu tidak akan mengkhianati tuan?"
" Nggak. Saya kenal siapa Edmond. Dia tidak akan menggangu kalau dia tidak di usik"
" Apa tuan kenal lama dengan tuan Edmond?"
" Dia teman saya waktu SMA sampai kuliah. Saya kehilangan kontak dengan dia saat orang tuanya meninggal dunia. Setelah itu saya tidak pernah lagi mendengar kabar tentang dia"
" Apa tuan tidak ingin melihat dia ke rumah sakit?"
" Nanti saja kalau keadaannya sudah membaik. Saya tidak ingin bertemu dengan wanita gila itu Ben. Setiap melihat dia, saya ingin selalu membunuhnya. Dia sudah dua kali ingin membunuh kelinci kecilku"
" Nona Alexa memang berhati malaikat ya tuan. Dia selalu memaafkan musuhnya"
" Ya. Orang tuanya berhasil mendidik putrinya"
" Saya saja waktu pertama kali bertemu dengan nona Alexa langsung jatuh hati melihatnya"
Kenan menatap tajam asistennya itu. " Kau ingin mati Ben?!"
" Maksud saya jatuh hati sama sifatnya tuan"
" Awas saja kau punya niat untuk menikung"
" Mana berani saya tuan. Dan lagi, mana mungkin nona Alexa suka sama saya. Kan nona sukanya sama tuan"
" Bagus kalau kamu sadar diri"
Beni menghela nafas, hampir saja ia membuat singa jantan bangun dari tidurnya. Bisa-bisa ia tidak bisa melihat matahari terbit lagi.
" Tuan"
" Hhhmmm"
" Apa nggak seharusnya tuan saja yang membeli perabotan mansion?"
" Biar Alexa saja yang membeli sesuai keinginannya. Karena cewek lebih tau barang apa saja yang dia inginkan dan juga dia butuhkan"
" Baiklah tuan"
Beni ikut bahagia karena tuan mudanya sudah menemukan tambatan hati yang sangat cantik dan juga baik. Hanya nona Alexa yang bisa menjinakkan tuan mudanya.
Ponsel Kenan berdering. Ia melihat nama sang mama tertulis di sana. Ia segera menjawab panggilan telpon dari sang mama.
" Assalamualaikum Ma"
" Wa'alaikum salam, tumben cepat jawab telpon mama"
" Ken emang selalu cepat menjawab telpon dari mana"
" Kamu jadi pulang besok kan?"
" Kenapa emangnya Ma?"
" Jangan lupa bunga pesanan mama"
Mampus.
Kenan lupa mencarikan bunga yang di pesan sang mama. Dan sekarang ia sudah ada di Jakarta. Bagaimana dengan bunga mamanya.
" Kenapa kamu diam?. Jangan bilang kalau kamu lupa cariin bunga untuk mama"
" Ken nggak lupa kok Ma"
" Bagus kalau kamu nggak lupa. Jangan sampe ketinggalan bunganya"
" Iya Ma, nanti bunganya langsung Ken masukkan kedalam mobil"
" Besok aja pas berangkat masukkan bunganya. Kalau sekarang, bisa-bisa bunganya nggak bagus lagi"
" Iya deh Ma"
" Kamu udah makan?"
" Belum Ma"
" Ya udah kamu makan dulu, jaga kesehatannya. Kalau kamu sakit kan merepotkan mama nanti"
" Emang Ken selalu merepotkan mama kalau saat sakit?"
" Tentu saja. Makanya kamu jangan sakit-sakit "
__ADS_1
" Hhhmm"
" Ya udah mama tutup dulu telponnya. Mama mau dinner dulu sama papa"
" Iya Ma"
Kenan menyimpan kembali ponselnya. Ia harus bagaimana sekarang. Kalau bunga yang di pesan sang mama tidak ada, bisa-bisa di amuk mamanya nanti.
" Ben"
" Iya tuan"
" Tolong cari kan saya bunga yang ada di kota Y"
" Sekarang tuan?"
" Ya sekarang lha, masa tahun depan"
" Saya suruh anak buah saya aja ya tuan"
" Terserah kamu. Pokoknya mereka harus dapat bunganya"
" Baik tuan. Saya hubungi Toni dulu"
Beni segera menghubungi Toni. Ia harus segera menyuruh Toni ke kota Y.
" Ada apa Kak?"
" Nggak ada apa-apa sayang. Udah selesai mandinya?"
" Udah, kakak nggak mandi?"
" Iya sayang, nunggu kamu selesai mandi dulu. Ya udah kakak mandi dulu ya"
" Iya Kak. Oh iya mau dimasakin apa?"
" Apa aja sayang"
" Yakin nih apa aja?"
" Iya sayang, telur ceplok pun kamu masakin pasti kakak makan"
" Ya udah, mandi sana. Eca mau masak dulu"
" Ok sayang"
Kenan pergi ke kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya. Alexa pergi ke dapur yang ada di markas itu. Ia akan melihat bahan-bahan yang ada di dalam kulkas dulu.
Alexa memeriksa kulkas yang ada di dapur. Ia cuma melihat beberapa butir telur, sosis dan juga sawi. Ia melihat freezer, siapa tau ada daging atau ikan.
" Ngapain Cha"
" Ini Sha, lagi liat bahan masakan"
" Lo mau masak?"
" Rencananya sih. Soalnya kak Ken belum makan"
" Tangan Lo kan lagi sakit, jadi nggak usah masak"
" Nggak apa-apa Sha, lagian tangan gue udah nggak sakit lagi kok"
" Ya udah, kita berdua bantuin ya?"
" Makasih"
" Mau masak apa?"
" Masak oseng daging aja deh"
" Ok, biar gue yang cuci dagingnya" kata Adele.
" Gue nyiapin bumbu sama potong sayuran"
" Baiklah, gue yang masaknya"
Setelah berbagi tugas, ketiga gadis cantik itupun langsung mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing.
" Kak Ken kapan datangnya, Cha?"
" Nggak lama setelah Axel datang"
" Tangan Lo udah di obatin belum?"
" Udah, gue kasih obat merah "
" Lukanya nggak terlalu dalam kan, Cha?" tanya Alisha.
" Nggak Sha"
" Coba gue liat lagi" kata Adele.
Adele melihat lengan sahabatnya. " Ini mah lumayan dalam Cha"
__ADS_1
" Sini gue kasih perban dulu"
Alexa hanya menuruti saja. Karena kalau dia menolak, Adele akan tetap memaksanya.
" Duduk disini, gue ambil kotak P3K dulu"
Adele mencari kotak P3K. Biasanya di setiap sudut ruangan pasti ada kotak P3K nya. Karena di rumahnya seperti itu, setiap sudut selalu ada kotak P3K.
Setelah menemukan kotak P3K, Adele segera membersihkan luka Alexa. Setelah itu barulah ia memberi obat merah, dan terakhir barulah ia kasih perban.
" Selesai"
" Makasih Del"
" Sama-sama Eca sayang"
Alexa bersyukur memiliki sahabat seperti Adele dan juga Alisha.
" Sekarang kamu boleh melanjutkan acara masak-memasak nya"
" Hhmmm"
Kedua cewek cantik itu melanjutkan kembali perkejaan mereka.
" Kalian lagi ngapain?" tanya Farrel.
" Kita mau masak yank"
" Masak?"
" Iya, kamu lapar kan?"
" Lapar yank"
" Ya udah, duduk manis dulu di sana. Kalau nggak kamu sama Axel rapikan meja makan"
" Ok yank. Yuk Xel, kita rapikan meja makan"
Ke dua cowok tampan itu pun segera merapikan meja makan. Mereka juga membawa piring dan juga gelas.
" Xel, tadi mata Alexa berubah lagi ya?"
" Iya, untung gue cepat datang. Kalau nggak bos mafia itu sudah mati"
" Bukannya Eca sudah bisa mengendalikan matanya?"
" Sudah, walaupun begitu, jiwa membunuhnya masih tetap sama. Apalagi kalau ada orang yang dia sayangi atau tubuhnya terluka maka matanya itu akan cepat berubah menjadi merah"
" Lo juga kayak gitu?"
" Hhmmm"
" Coba gue tes ya?"
" Maksud Lo ?"
" Ya gue tes dengan menggores tangan Lo "
Pletak.
Aaawwww.
" Sakit Xel"
" Makanya jangan aneh-aneh"
" Ya kan gue cuma ngetes doang?"
" Nggak ada, Lo pikir mata gue untuk bahan percobaan"
" Ya kan gue pengen liat "
" Lo juga udah pernah liat kok"
" Pernah"
" Ya udah, jadi jangan di tes-tes lagi"
" Hhmmm"
" Jangan ghibah terus yank, bersihkan mejanya cepat" kata Adele.
" Iya yank"
Kedua cowok tampan itu kembali melanjutkan pekerjaannya. Karena kalau tidak mereka berdua akan di amuk sama ketiga cewek cantik itu.
To be continue.
Axel.
Happy reading 😚😚
__ADS_1