
Aneka masakan dan juga minuman sudah terhidang di atas karpet. Mulai dari udang crispy, ikan bakar, ayam kecap dan capcay. Tak lupa plecing kangkung dan juga lalapan pun ada di sana.
Mereka semua pun duduk dengan rapi di atas karpet tebal itu. Begitu juga dengan Kenan dan anak buahnya.
Ini pertama kalinya Kenan duduk lesehan di atas karpet. Biasanya ia selalu duduk di kursi mewah. Dan dia belajar hal yang baru lagi dari gadis cantik itu.
" Om mau duduk di kursi? kayaknya Om nggak nyaman duduk di karpet"
" Nggak, saya nyaman kok duduk di sini"
" Yakin?"
" Hhmmm"
Alexa dan kedua sahabatnya mengambilkan nasi untuk ibu dan juga adik-adik panti.
" Ini siapa yang masak?" tanya Axel.
" Aku, kenapa?"
" Nggak apa-apa, cuma takut dikasih racun aja"
Pletak.
Aawwwww....
" Sakit, Eca!" kata Axel sambil memegang kepalanya yang sakit karena dipukul pake centong nasi sama Alexa.
" Rasain! makanya kalau ngomong itu jangan asal"
" Pantesan aja kamu jomlo sampe sekarang. Habisnya galak, sih!"
" Ngomong lagi, bukan centong lagi yang melayang ke kepala kamu. Tapi granat "
Axel menelan ludahnya membayangkan bagaimana granat mendarat di atas kepalanya.
" Om mau makan sama apa?"
" Ikan bakar sama udang crispy"
" Plecing kangkung mau nggak?"
" Boleh deh"
Alexa memberikan nasi yang sudah di kasih bermacam lauk itu pada Kenan. Setelah itu barulah dia mengambil nasi untuk dirinya sendiri.
Kenan memang selalu di layani saat makan. Tapi kali ini yang melayaninya beda. Seorang gadis cantik. Ia berasa dilayani sama istri sendiri.
Seperti ini kah rasanya dilayani sama seorang istri.
" Nih Om minumnya"
" Makasih"
" Sama-sama"
Mereka semua pun mulai menikmati makanan yang ada di piring mereka masing-masing.
Kenan penasaran dengan masakan Alexa. Ia pun memasukkan suapan pertamanya kedalam mulutnya. Mata lelaki tampan itu pun membulat sempurna, kala makanan itu iya kunyah.
Enak juga masakan si tipis.
" Kenapa Om? makanannya nggak enak, ya?" tanya Alexa kala melihat ekspresi Kenan saat memakan masakannya.
" Enak kok" kata Kenan sambil tersenyum pada Alexa.
Deg.
Jantung Alexa pun berdegup kencang kala melihat senyuman lelaki gunung es. Ini kali pertamanya ia melihat senyuman lelaki tampan itu.
" Ternyata kamu pinter masak juga, ya?"
" Nggak juga Om, aku masih belajar"
" Bisa lha jadi koki di mansion saya"
__ADS_1
" Emang Om berani bayar aku berapa untuk jadi koki di mansion Om?"
" Berapa yang kamu mau?"
" Yakin Om sanggup bayar aku"
" Yakin. Gimana mau nggak jadi koki di mansion saya?"
" Makasih deh Om tawarannya. Tapi maaf, aku nggak bisa jadi koki di mansion Om"
" Kenapa?"
" Karena nanti aku bakal sibuk juga di toko "
" Toko?"
" Hhmmm"
" Toko apa?"
" Kue"
" Emang kamu bisa membuat kue?"
" Nggak"
Kenan bingung sama jawaban yang diberikan Alexa. Bagaimana tidak, gadis cantik itu tidak bisa membuat kue. Tapi dia membuka toko kue.
" Kamu nggak bisa membuat kue. Lalu kenapa kamu membuka toko kue?".
" Karena sahabat aku pinter membuat kue. Jadi aku berpikir untuk membuka toko kue bersama dengan kedua sahabat aku"
Lagi-lagi Kenan kagum dengan gadis cantik itu. Di usia muda, dia sudah mau berbisnis. Padahal apapun yang dia mau, orang tuanya bisa mengabulkannya.
" Emang kue nya udah pernah dipasarkan?"
" Udah melalui online. Karena peminatnya cukup banyak, jadi aku kepikiran untuk membuat toko kuenya"
" Pinter. Nggak sia-sia orang tua kamu mendidik kamu" kata Kenan sambil mengacak rambut Alexa.
" Nggak usah dirapikan. Bagus seperti itu"
" Bagus apanya?"
" Ya bagus. Tambah cantik kalau rambutnya acak-acakan kek gitu"
" Nyebelin!" kata Alexa sambil memukul-mukul bahu Kenan.
Axel dan yang lainnya melongo melihat tingkah Alexa. Dua insan itu terlihat sangat cocok satu sama lainnya.
" Itu Eca bukan Bang?" tanya Axel.
" Bukan kayaknya"
" Kok bisa dia bersikap sok manja gitu"
" Mungkin benih-benih cinta mereka berdua udah mulai tumbuh"
" Kalau benih-benih cinta Abang kapan numbuh nya?"
" Kok jadi Abang yang kena. Kan kita lagi bahas Eca"
" Ya nggak apa-apa, sekalian bahas Abang juga"
" Abang suruh Alisha putusin kamu ya?"
" Jangan dong Bang"
" Takut kan "
" Ya takut lha. Susah dapetin cintanya tuh. Butuh perjuangan "
Abang dan adik itu kembali fokus pada sejoli yang lagi main pukul-pukul itu. Padahal mereka belum jadian. Tapi kemesraan mereka ngalahin orang yang udah punya pacar.
" Udah jangan pukul lagi. Sakit tau?" kata Kenan pura-pura kesakitan.
__ADS_1
" Lemah banget sih Om! baru dipukul pelan kek gitu aja udah bilang sakit"
" Dari pada kamu pukul saya terus, mending kamu suapin saya "
" Ogah! mending aku suapin adik kecil ini" kata Alexa sambil menyuapi adik panti yang ada di sebelahnya.
Kenan langsung lemas. Gadis cantik itu selalu saja ngajak gelud. Apa salahnya suapi dirinya. Eh ini malah milih suapin anak kecil.
Mereka semua pun kembali fokus pada makanan mereka masing-masing. Mereka semua menikmati makan siang itu dengan hikmat.
Selesai makan. Alexa dibantu sama kedua sahabat dan juga adik-adik panti membawa semua piring dan gelas yang kotor ke dapur. Piring dan gelas itu akan mereka cuci bersih.
" Eca" panggil Adele.
" Hhhmm"
" Kenapa Lo nggak jadian aja sama Om gunung es?"
" Bener Cha apa yang dikatakan Adele. Apalagi tadi gue lihat Lo mesra banget sama si Om"
" Mesra darimana? kalian nggak liat kalau gue mukul dia?"
" Kita liat. Tapi Lo mukulnya kan nggak keras"
" Betul banget. Malah terlihat sangat menggemaskan" kata Adele.
" Ngaco Lo berdua"
" Beneran Cha, Lo mah susah kalau dibilangin" kata Adele.
" Tau ah. Lagian gue nikmati aja alurnya"
" Lo harus buka hati Lo untuk si Om. Atau jangan-jangan Lo masih ngarepin kak Kevin?" tanya Adele.
" Ya nggak lha. Gue nggak ada perasaan apapun sama kak Kevin"
" Ya udah buka hatinya untuk si Om"
" Kok kalian berdua ngebet banget jodohin gue sama tuh Om-om? dibayar berapa sama gunung es itu?"
" Dia nggak da bayar kita"
" Terus?"
" Gemes aja liat Lo berdua sama tuh Om-om"
" Gemes karena gelud terus ya?"
" Nggak juga. Tapi cara si Om menatap Lo beda banget lho?"
" Beda gimana?"
" Tatapannya penuh dengan cinta"
" Sok tau Lo "
" Beneran Cha. Tanya aja sama Alisha, ya kan Sha?"
" Betul. Gue juga bisa melihatnya"
" Tuh kan. Apa gue bilang"
" Sudah-sudah, bahas yang lain aja"
" Lo mah nggak peka banget"
" Biarin! lagian gue males mikirin soal itu "
" Males? tau-taunya nanti udah bucin"
Alexa melanjutkan kembali mencuci piring kotor. Dia tidak ingin mendengarkan omongan kedua sahabatnya itu.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1