
Kevin sampai di sebuah danau buatan. Ia memarkirkan mobilnya di bawah pohon. Setelah itu ia duduk di kursi panjang yang ada di sana.
Suasana danau yang tenang sangat cocok dengan hatinya sekarang ini. Kevin mengambil ponselnya. Ia tersenyum kala melihat foto gadis cantik yang ada di wallpaper ponselnya.
Foto yang ia ambil secara diam-diam saat hiking kemarin.
Ia mengusap layar ponselnya, seakan-seakan ia sedang mengelus pipi gadis cantik itu. Gadis yang sudah mencuri hatinya sejak pandangan pertama.
Kevin teringat akan ucapan mamanya. Kalau sang mama tidak akan pernah setuju kalau dia menikah dengan gadis dari keluarga biasa. Apakah cintanya akan terhalang oleh status?.
Kevin menarik nafasnya, kemudian membuangnya secara perlahan. Cara itu ia lakukan supaya rasa sesak di dadanya berkurang.
Ia menatap kembali wajah gadis cantik yang ada di layar ponselnya itu. Senyuman gadis itu mampu membuat suasana hatinya yang tadi buruk, sekarang sudah agak membaik.
" Alexa"
Kevin menatap langit yang cerah dengan membayangkan wajah cantik Alexa. Senyum manis gadis cantik itu mampu membuat dia bahagia.
Drrrtttt..
Getaran ponsel membuatnya kaget. Ia melihat nama Rian tertera di sana. Kevin pun menggeser tombol hijau yang ada di layar ponselnya.
" Hallo Vin"
" Ada apa Yan?"
" Lo lupa ya, hari ini kita mau latihan basket. anak-anak udah nungguin "
" Astaga gue lupa Yan. Gue ke sana sekarang"
Panggilan pun berakhir. Kevin segera pergi dari danau itu. Ia benar-benar lupa kalau hari ini mau latihan basket dengan teman-temannya. Ia segera melajukan mobilnya meninggalkan danau.
...***...
Alexa sangat kesal sama saudara kembarnya itu. Bagaimana bisa saudaranya itu lupa mengisi minyak mobilnya. Emangnya dia nggak memperhatikan speedometer.
" Udah jangan cemberut terus"
" Mending tadi pake motor perginya. Daripada kek gini"
" Ya kan aku juga nggak tau bakal kek gini ceritanya?"
" Seharusnya kamu itu liat speedometer nya. Ngakunya mobil kesayangan, tapi minyak habis aja nggak tau"
" Maaf, lain kali aku bakal perhatikan speedometer nya"
" Ya udah sekarang kita tinggal aja mobilnya disini. Kita pulang pake taksi"
" No..! enak aja kamu bilang tinggalin mobilnya disini. Ntar kalau diapa-apain sama orang gimana?"
" Terus gimana? masa mau nunggu kek orang bego disini?"
" Kita telpon Om Doni, minta salah satu bodyguard untuk membawakan bensin ke sini?"
" Ya udah buruan telpon"
" Iya, ini lagi cari nomor Om Doni"
" Nyesel banget aku pergi sama mobil kamu"
" Ya elah, ini juga kali pertamanya aku lupa ngisi bahan bakarnya. Dan anehnya kok bisa sama kamu, aku lupa ngisi bahan bakarnya"
" Eleh! bilang aja kamu sengaja"
" Kamu Suudzon terus sama aku?"
Tak berselang lama panggilan telepon pun tersambung.
" Hallo assalamualaikum Om"
" Wa'alaikum salam Axel. Ada apa?"
" Om, bisa tolong antarkan bensin ke sini. Soalnya mobil aku kehabisan bensin"
__ADS_1
" Emang Axel lagi dimana?"
" Aku habis dari supermarket xx Om. Dan sekarang lagi ada dijalan dekat pabrik tekstil"
" Tunggu, Om akan suruh Beni untuk nganterin ke sana"
" Cepet ya Om, soalnya Eca udah ngomel-ngomel dari tadi"
" Siap"
Panggilan telepon pun berakhir. Axel menyimpan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
" Bentar lagi Om Beni datang nganterin bensinnya"
" Terus sekarang kita ngapain?"
" Ya duduk manis aja di dalam mobil"
" Nggak mau, aku mau duduk di luar aja. Kalau di dalam mobil aku tambah panas"
Alexa segera keluar dari mobil. Ia duduk di kursi yang di bawah pohon kersen. Ia melihat ada beberapa buah kersen yang masak. Tapi buah itu jaraknya cukup jauh. Karena penasaran dengan rasa buah kersen itu. Tanpa menunggu lama, Alexa segera naik ke atas pohon kersen.
" Eca..!"
" Apaan"
" Ngapain?"
" Tidur! udah tau manjat, masih aja nanya"
" Ngapain kamu manjat. Cepet turun! ntar jatuh!"
" Aku mau ngambil buah kersen"
" Biar aku yang ambilin. Sekarang kamu turun?"
" Oh ok"
Alexa segera turun dari pohon kersen itu. Karena saudara kembarnya sudah turun, Axel pun segera naik ke atas pohon kersen.
" Ck, ada maunya baru bilang adekku"
" Buruan petik!"
Axel segera memetik buah kersen yang berwarna merah itu. Tapi ia bingung mau meletakkan buah yang sudah dipetik itu dimana.
" Eca, cari kantong plastik untuk tempat buah kersen-nya"
" Siap"
Alexa segera mengambil kantong plastik di dalam mobil. Saat akan membuka pintu mobil, terdengar ada yang memanggil namanya.
" Alexa"
Ia pun menoleh kearah suara. " Kak Kevin"
Kevin tersenyum melihat ekspresi gadis cantik itu. " Kamu ngapain sendirian disini?"
" Aku nggak sendirian. Aku bersama Axel"
" Oh iya? lalu dimana Axel?" tanya Kevin sambil melihat sekeliling.
" Tuh, di atas pohon kersen"
Kevin menoleh kearah yang dimaksud sama gadis cantik itu. Ia kaget melihat Axel sedang duduk santai di atas pohon kersen.
" Itu Axel?"
" Nggak! itu monyet lagi ngambil buat kersen"
Kevin tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Bagaimana bisa gadis cantik itu berkata seperti itu.
" Masa pacar sendiri dibilang monyet?"
__ADS_1
" Nggak apa-apa. Lagipula dia nggak denger"
" Nggak boleh gitu"
" Oh iya? kakak kok bisa ada disini?"
" Kakak cuma kebetulan lewat sini. Kemudian liat kamu sedang berdiri sendirian disini"
" Emang kakak habis darimana?"
" Habis dari danau "
" Pasti lagi galon ya?"
" Emang keliatan kek orang galon ya?"
" Nggak. Cuma kebanyakan orang yang pergi ke sana, orang-orang yang dalam masalah dan ingin menenangkan diri"
" Masa?"
" Hhmm"
" Kamu pernah ke sana?"
" Nggak "
" Terus darimana kamu tau kalau setiap orang yang pergi ke sana, adalah orang yang sedang dalam masalah"
" Cuma nebak aja. Karena danau itu sunyi dan juga tenang. Jadi sangat cocok untuk melepaskan emosi di sana. Dan kakak tau dimana lagi tempat yang bagus untuk melepaskan emosi?"
" Nggak. Emang dimana?"
" Kamar mandi"
" Kamar mandi?"
" Iya. Aku kalau setiap kali kesal ataupun emosi sama Axel. Aku teriak-teriak di kamar mandi"
Kevin membayangkan bagaimana Alexa berteriak sambil memanggil nama Axel. Ia pun tersenyum sendiri membayangkannya.
" Kak Kevin sakit ya?"
" Nggak. Kenapa?"
" Terus kenapa senyum-senyum sendiri"
" Kakak bayangin kamu lagi teriak-teriak di kamar mandi"
Untung dia nggak bayangin gue lagi mandi.
" Eca!"
Alexa kaget mendengar teriakkan saudara kembarnya. Ia lupa kalau Axel menunggu kantong plastik. Tapi ia malah keasikan ngobrol dengan Ketos.
" Iya, aku segera ke sana. Maaf ya Kak aku tinggal dulu"
Kevin menatap punggung gadis cantik itu yang semakin menjauh dari pandangannya. Gadis yang hanya bisa ia cintai dalam diam.
" Nih kantong plastiknya"
" Disuruh ngambil kantong plastik lama banget. Emang kamu ngambil kantong plastiknya di planet"
" Iya, di planet bumi"
" Ck, ada aja jawabnya. Mana bener lagi jawabannya"
" Iya dong? aku kan pintar"
" Sini kantongnya"
Alexa segera mengulurkan kantong plastik ke tangan Axel. Dan Axel pun mulai memetik buah kersen untuk saudara kembarnya itu.
To be continue.
__ADS_1
Jangan lupa kasih like dan komennya ya.. biar karya Feby naik.. Gomawo 🤗🤗
Happy reading 😚😚