
Bugh.
Bugh.
Bugh.
Seorang lelaki bertubuh kekar itu hanya bisa menerima pukulan dari bosnya. Ia memang pantas menerima pukulan itu. Bahkan ia siap kehilangan nyawanya.
" Kenapa kalian membiarkan nona melawan bos dark Eagle!"
" Ma..maafkan kami bos"
" Sudah tuan, anda bisa membunuh mereka"
Kenan menarik nafasnya. Ia tidak habis pikir dengan bodyguard-nya. Bisa-bisanya mereka membiarkan calon istrinya menghadapi bos mafia.
Ya lelaki tampan itu mendapat kabar dari salah satu anak buahnya. Kalau sang pujaan hati sedang bertarung melawan kelompok mafia dark Eagle.
" Kita pulang sekarang Ben"
" Baik tuan"
Beni tidak bisa menghentikan tuan mudanya. Karena sekarang ini keselamatan nona Alexa jauh lebih penting ketimbang proyek pembangunan taman hiburan.
" Kita berangkatnya dengan pesawat jet anda tuan"
" Kelamaan. Saya tidak bisa menunggu terlalu lama. Calon istri saya dalam bahaya"
" Saya sudah menghubungi anggota yang di sana tuan. Mereka sudah dalam perjalanan ke sini, jadi kita tunggu saja. Kalau kita berangkat dengan pesawat biasa, tuan akan telat datang ke sana"
Kenan benar-benar tidak bisa berpikir jernih saat ini. Ia sangat mengkhawatirkan kekasihnya. Walaupun ia tau kalau sang kekasih bisa bela diri, tapi tetap saja rasa khawatirnya tetap ada.
" Nona muda tidak sendirian di sana tuan. Jadi anda tenang lha"
Beni berusaha menghibur tuannya. Walaupun sekarang ini ia juga khawatir dengan keadaan nona mudanya. Tapi ia yakin kalau nona mudanya bisa mengatasi mereka.
" Masih lama kah, Ben?"
" Tidak tuan, mungkin sebentar lagi mereka sampai"
Ya hanya itulah kata-kata yang bisa di ucapkan Beni. Karena nggak mungkin pesawat itu akan datang dalam waktu 1 detik. Di kira pesawatnya kayak kilat, yang langsung bisa menyambar.
" Kirim bantuan ke tempat Alexa, Ben"
" Sudah tuan"
" Kalau sampai kelinci kecilku terluka, tamat hidup kalian!"
Sayang bertahanlah sampai kakak datang.
Kenan tidak bisa menunggu lama lagi. Ia mengambil kunci mobil dari tangan Beni, dan segera menyusul kekasihnya.
" Tuan!"
" Saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi Ben. Alexa membutuhkan saya saat ini"
" Lalu tuan mau berangkat sama apa, mobil?. Kapan nyampenya"
Kenan menghentikan langkahnya. Benar apa yang dikatakan asistennya. Jarak dirinya dan lokasi markas calon mertuanya sangat jauh. Kalau ditempuh dengan jalur darat akan memakan waktu yang cukup lama.
Ponsel Beni berdering. Ia segera menjawab panggilan teleponnya.
__ADS_1
" Bos, pesawat sudah siap"
" Ok, saya akan segera ke sana"
Beni mematikan sambungan teleponnya. Ia segera memberitahu tuan mudanya kalau pesawat sudah siap.
" Tuan pesawat sudah siap, kita berangkat sekarang"
" Hhmmm"
Kenan berjalan keluar lebih dulu. Ia tidak ingin segera sampai di tempat sang kekasih. Dan menghabisi mafia dark Eagle.
Tunggu kakak sayang.
...***...
Edmond masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang. Gadis cantik yang ada di hadapannya memiliki mata yang sama dengan wanita yang ia temui belasan tahun yang lalu.
Siapa gadis cantik ini sebenarnya?. Apa dia anak dari wanita cantik itu?.
Alexa mulai menyerang Edmond. Kali ini dia tidak akan membiarkan bos dark Eagle lolos. Goresan di lengannya ini harus dibalas dengan nyawa bos mafia itu.
Set.
Pipi Edmond langsung mengeluarkan darah segar karena terkena ujung samurai. Gerakan Alexa sangat cepat. Dan Edmond tidak bisa menghindar.
Alexa tersenyum saat melihat darah yang keluar dari pipi bos dark Eagle itu. Goresannya tidak dalam. Tapi cukuplah untuk meninggalkan bekas di wajah lelaki itu.
" Berani sekali kau menggores pipi ku!"
" Tentu saja. Jangankan cuma goresan, kepala anda pun bisa saya lepaskan dari tempatnya.
Clara merinding mendengar ucapan Alexa. Di tambah lagi mata gadis itu berubah menjadi merah.
Aum.
" Jakson, jangan biarkan wanita ular itu kabur"
Kucing besar itu mengangguk.
" Kucing pintar"
Alexa kembali fokus ke lawannya. Hari ini ia harus membasmi para hama. Kalau tidak segera di basmi, hama ini akan terus mengganggu hidupnya.
" Baiklah anak kecil, sekarang saya akan kasih tau rasa sakit itu seperti apa"
Edmond mulai menyerang Alexa dengan membabi buta. Dengan senang hati Alexa membalas setiap serangan Edmond.
Edmond tidak bisa membaca gerakan Alexa. Gerakan gadis itu sangat cepat.
Set.
Set.
Tangan Kanan Edmond mendapatkan dua sayatan sekaligus. Darah segar pun mulai memenuhi tangannya. Bos mafia itu menjilat darah yang hampir menetes dari tangan.
" Goresan ini tidak ada apa-apanya untuk ku bocah"
Alexa tersenyum, ia tidak boleh terprovokasi oleh ucapan Edmond. Karena kalau dia menyerang dengan gegabah, bisa-bisa kepalanya yang kena tebas sama katana.
" Kali ini saya tidak akan main-main lagi"
__ADS_1
Aura di ruangan itu kembali mencekam. Clara berpikir bagaimana bisa keluar dari ruangan itu. Terlebih dahulu ia mencari cara untuk menjauh dari kucing besar itu.
Bunyi samurai dan katana memenuhi ruangan itu. Alexa tidak memberikan cela untuk Edmond menyerangnya. Ia terus membalas serangan Edmond.
Aaaaaaaa.
Clara berteriak saat samurai Alexa hampir saja mengenai kepalanya. Jantungnya serasa mau copot. Sedikit lagi ia berada di alam lain.
" Sabar, sekarang belum giliran mu" kata Alexa.
Tubuh Clara seketika terkulai lemas. Kenapa susah sekali menyingkirkan gadis kecil itu. Padahal dia sudah membawa bos mafia yang sangat hebat. Tapi masih belum bisa juga membunuh gadis kecil itu.
" Eh, kucing sialan!. Kau harus menuruti perintah ku. Nanti akan aku kasih daging mahal untuk mu"
Aum.
Jakson mengaum lagi. Kucing besar itu berjalan mendekati Clara.
" Ka.. kamu mendengarkan ucapan saya tadi kan?"
Aum.
" A.. apa artinya itu. Apa kau mau bekerjasama dengan ku"
Aum.
Jakson menatap Clara dengan penuh kemarahan. Kucing besar itu seperti mau menelan Clara hidup-hidup.
" Kalau kamu mau bekerja sama dengan ku, hidup mu akan terjamin. Setiap hari kamu akan makan daging mahal"
Aaaaaaaa.
Jakson menggigit tangan Clara.
" Dasar kucing sialan!. Berani kau menggigit ku!"
Clara berusaha melepaskan tangannya dari mulut Jakson. Tapi kucing besar itu tidak mau melepaskan gigitannya.
" Edmond tolong aku!"
Edmond menoleh kearah ke kasihnya. Ia kaget melihat tangan sang kekasih sudah berada di dalam mulut kucing besar.
" Beraninya kau menyentuh pacarku kucing besar"
Edmond melemparkan pisau kecil ke arah. Namun belum sempat pisau itu terlempar, Alexa sudah lebih dulu memotong tangan Edmond.
Aaaaaaaa.
" Tangan ku!"
" Jangan pernah sentuh kucing ku"
" Bocah sialan!. Ku bunuh kau!"
Walaupun tangannya sudah putus. Tapi bos dark Eagle itu masih bisa melawan Alexa.
" Kali ini kau tak akan aku biarkan hidup!"
" Kita lihat saja nanti, siapa yang tidak akan bisa lagi melihat dunia ini"
Dalam mode mata merah seperti itu, keinginan membunuh Alexa semakin kuat. Ia menyerang Edmond tanpa ampun. Sekarang ini yang ada dalam pikirannya hanya membunuh.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚