
Kevin mencium aroma wangi dari nasi goreng buatan Alexa. Dari aromanya saja sudah enak dan bikin ngiler. Aromanya saja sudah seenak ini, pasti rasanya juga enak.
" Kenapa cuma diliatin doang. Ayo dimakan?"
" Ok, kakak coba"
Alexa menunggu dengan harap-harap cemas. Apakah nasi goreng buatannya cocok di lidah lelaki tampan itu.
Mata Kevin membulat sempurna kala nasi goreng itu masuk dalam mulutnya. Rasa nasi goreng buatan Alexa sangat enak. Sama seperti aroma wangi yang ia cium dari nasi goreng itu.
" Bagaimana rasanya? enak nggak?"
" Enak"
" Kakak jangan bohong?"
" Beneran, ini nasi goreng terenak yang kakak pernah makan"
" Ck, lebay"
" Beneran. Kamu tau, ini pertama kalinya kakak mencicipi masakan orang yang kakak cintai"
" Maksud kakak?"
" Mama kakak aja nggak pernah masakin kakak"
" Bohong banget "
" Bener. Mama kakak jarang masak. Bukan jarang, hampir nggak pernah malah"
" Terus yang masakin kakak siapa?"
" Bibik. Kadang kakak iri sama teman-teman kakak. Mereka bisa merasakan gimana enaknya masakan mama mertua. Sedangkan kakak"
" Kenapa mama kakak nggak pernah masak?"
" Dia takut kuku dan juga tangannya jadi kasar"
Alexa kaget mendengar ucapan lelaki tampan itu. Ia tidak menyangka ada seorang ibu yang hanya mementingkan penampilan daripada anak dan juga suaminya. Alexa bersyukur memiliki orang tua seperti mommy dan juga daddy-nya.
" Apa papa kakak nggak pernah protes, kalau mama kakak nggak pernah masak?"
" Nggak, karena papa juga lebih suka mama merawat penampilannya. Kamu tau, kakak pernah bilang apa sama Rian"
" Apa?"
" Kakak ingin bertukar orang tua dengannya. Kamu tau, kadang kakak berpikir kalau kakak bukan anak kandung dari orang tua kakak. Karena kakak nggak pernah merasakan kasih sayang dari mereka"
Alexa refleks memeluk Kevin. " Jangan dilanjutkan lagi, aku nggak kuat mendengarnya"
Kevin dapat merasakan tubuh gadisnya bergetar. Itu tandanya, Alexa sedang menangis. Ia membelai kepala gadisnya. Ia berusaha menenangkan Alexa.
Alexa tidak menyangka kalau lelaki tampan yang ia kenal memiliki cerita hidup yang menyedihkan. Dan ini kali pertamanya ia melihat sisi rapuh seorang Kevin.
Setelah merasa agak tenang, Alexa melepaskan pelukannya. Ia baru sadar kalau sudah memeluk lelaki tampan itu.
" Maaf"
" Nggak apa-apa, kakak malah senang kamu peluk kek tadi. Kapan lagi bisa dipeluk sama cewek cantik"
" Ck"
Aaawwww..
Kevin mengadu kesakitan karena gadisnya memukul dadanya.
" Rasain"
" Tega banget sih"
" Cepat habiskan nasi gorengnya, ntar keburu dingin"
" Baik ibuk negara"
Alexa tersenyum mendengar ucapan Kevin barusan.
" Nah gitu dong, senyum"
" Udah buruan makan"
Kevin melanjutkan acara makanya. Ia harus segera menghabiskan nasi goreng buatan gadis cantik itu. Sedangkan Alexa, memainkan game di ponselnya.
...***...
__ADS_1
Axel baru sampai di mansion. Setelah memasukan mobilnya ke garasi, ia masuk kedalam mansion.
" Tampan mommy udah pulang?"
" Hhhmm"
" Capek ya?"
" Dikit Mom"
Kiran tersenyum mendengar jawaban putranya. Ia meminta bibik untuk membuatkan jus untuk putranya itu.
" Kok sepi Mom. Abang Abi sama paman Varo udah pulang?"
" Udah"
" Oma sama Grandma juga?"
" Hhmm"
" Kenapa?"
" Grandpa ada kerjaan penting besok, jadi nggak bisa lama-lama di sini"
" Terus Oma?"
" Oma mau nemenin Opa jemput eyang Kakung sama eyang putri"
" Daddy mana?"
" Mandi"
" Paman Nando?"
" Paman pergi ke panti sama Tante Rania"
" Kenapa semua orang sibuk"
" Kan masih ada mommy"
" Mommy bener"
" Oh iya, mommy denger Axel udah punya pacar?"
" Mo.. mommy tau darimana?"
" Abang Abi"
Dasar Abang Abi, nggak bisa jaga rahasia.
" Kenapa diam? apa benar yang di katakan Abang Abi?"
" Bener Mom" jawab Axel sambil menundukkan kepalanya.
" Kalau mommy boleh tau, siapa gadis yang sudah berhasil mencairkan gunung es mommy ini?"
" Mommy juga kenal kok sama ceweknya"
" Oh yeah? siapa?"
" A.. Alisha"
Benar tebakanku.
" Sejak kapan Axel pacaran sama Alisha?"
" Belum sampe satu Minggu Mom"
" Apa Alisha tau Axel putra mommy?"
" Awalnya nggak. Tapi setelah kita jadian, Axel kasih tau dia"
" Kenapa Axel kasih tau dia? apa Axel nggak takut dia memanfaatkan Axel?"
" Karena Axel nggak boleh menyembunyikan apapun darinya. Kalau masalah takut dimanfaatin, Axel nggak takut. Sebab Alisha bukan gadis yang suka memanfaatkan"
" Axel tau darimana kalau dia nggak memanfaatkan Axel?"
" Selama jadian dia nggak pernah minta dibelikan apapun dari Axel. Padahal dia bisa minta dibelikan tas dan juga barang branded lainnya. Kan dia sudah tau siapa Axel. Tapi ia tidak pernah melakukan itu"
" Siapa tau dia hanya pura-pura?"
" Dia nggak mungkin pura-pura. Dan lagi, dia juga pernah menolak bantuan mommy"
__ADS_1
Kiran tersenyum mendengar jawaban putranya. Ia tau kalau Alisha gadis baik-baik. Itu dapat dilihat dari kepribadiannya. Alisha juga pernah menolak bantuan darinya. Bahkan gadis cantik itu mau menyicil bantuan yang ia berikan.
" Apa mommy marah karena Axel pacaran dengan Alisha"
" Mommy nggak marah"
" Tapi Alisha itu bukan dari keluarga kaya?"
" Itu nggak penting. Karena keluarga kita nggak perlu harta. Kalau Axel mencari gadis yang kaya, siapa nanti yang mau menghabiskan harta keluarga kita"
" Mommy benar"
" Cuma satu pesan mommy, pacaran harus tau batasan"
" Axel tau Mom. Dan lagi, Axel juga nggak mau merusak gadis yang Axel cintai"
" Good. Karena lelaki itu harus bisa menjaga dan melindungi wanitanya"
" Seperti Daddy yang selalu menjaga dan melindungi mommy kamu" kata Darren yang datang entah darimana.
" Kamu ngagetin aja sih, By"
Axel memang ingin mempunyai hubungan seperti mommy dan daddy-nya. Bahkan Daddy-nya terlihat sangat over protective pada mommy-nya.
" Eca mana?" tanya Darren.
" Eca mungkin agak telat pulangnya" kata Kiran.
" Kenapa?"
" Dia nemenin temannya"
" Adele?"
" Bukan"
" Alisha?"
" Bukan, By"
" Terus teman yang mana?"
" Anak manajer tempat Eca bekerja"
" Anak manajernya cowok apa cewek?"
" Cowok"
" Cowok?"
" Hhmmm"
" Kenapa kamu nggak kasih tau aku. Ntar kalau cowok itu macem-macem sama Eca, gimana?"
" Emang kamu pikir Eca akan diam aja?"
" Ya nggak sih. Aku cuma khawatir aja"
" Aku tua kamu khawatir, tapi kita harus percaya sama putri kita. Eca pasti bisa menjaga dirinya"
" Iya sayang"
" Mom, Dad, Axel ke kamar dulu ya. Mau mandi"
" Ok sayang" kata Kiran.
Axel tidak ingin berlama-lama di sana. Ia tidak ingin melihat Daddy-nya yang bermanja-manja dengan mommy-nya.
" Oh iya By, gimana masalah mansion yang akan dibeli Nando?"
" Sudah beres sayang. Besok aku sama akan melihat mansion-nya"
" Nggak nyangka gunung es itu akan menikah juga. Rasanya baru kemarin kamu masih berantem sama dia karena rebutin aku?"
" Aku kalau teringat saat itu, ingin rasanya masukin bocah itu kedalam karung. Karena aku nggak suka dia dekat-dekat dan juga peluk-peluk kamu"
" Itu kamunya aja yang over "
" Harus dong. Karena yang boleh meluk kamu itu cuma aku" kata Darren sambil mengecup bibir istrinya sekilas.
Untung saja Axel sudah tidak ada di sana. Kalau tidak, dia sudah pasti akan menyaksikan adegan yang baru saja terjadi.
To be continue.
__ADS_1
Happy reading 😚😚