
Axel dan Fikri sampai di warung tenda. Berhubung jam makan siang, pembelinya cukup ramai, jadi Axel dan Fikri harus mengantre.
" Kamu boleh pesan semua makanan yang kamu suka"
" Semua?"
" Hhmmm"
" Makasih Xel. Aku pesan ayam geprek aja. Soalnya aku belum pernah mencobanya"
" Yakin cuma itu aja?, nggak ada yang lain?"
" Udah itu aja. Aku takut nanti kamu nggak bisa bayar. Dan ujung-ujung nya kita di suruh cuci piring karena nggak mampu bayar makanannya"
" Ya nggak apa-apa, itung-itung pemanasan sebelum kembali bekerja"
" Ternyata kamu bisa bercanda juga, Xel"
" Sedikit"
Pelayan pun menghampiri meja Axel.
" Mau pesan apa Dek?"
" Saya mau pesan nasi sama ayam bakar mbak. Teman saya nasi terus lauknya ayam penyet"
" Minumnya?"
" Kamu mau minum apa Fik?"
" Aku teh manis aja"
" Teh manis sama jus jeruk "
" Ada lagi?"
" Udah itu aja mbak"
" Tunggu ya?"
Pelayan itupun pamit undur diri.
" Fik"
" Iya Xel"
" Kamu udah lama kerja di perusahaan Narendra?"
" Baru dua bulan, Xel. Kenapa?"
" Nggak apa-apa. Gimana gaji OB di sana?"
" Emang kamu nggak liat waktu tanda tangan kontrak?"
" Nggak"
" Gimana sih kamu. Ntar kalau di sana tertulis gratis gimana?"
" Iya juga ya"
" Makanya lain kali dibaca. Gaji di perusahaan Narendra cukup gede sih Xel. Tapi setiap bulan gaji aku selalu di potong"
" Di potong?. Kenapa?"
" Kalau dari pihak perusahaan sih nggak di potong. Tapi ketiga senior itu mengambil uang gaji aku"
Dasar manusia serakah. Awas saja kalian nanti.
" Kenapa kamu nggak melawan mereka?"
" Kamu ngeledek ya?, aku gemulai kayak gini mana berani melawan mereka. Apalagi tubuh mereka juga lebih besar dari aku"
" Sorry, nggak ada maksud begitu"
" Iya nggak apa-apa. Aku nggak ingin kehilangan pekerjaan aku yang sekarang Xel. Orang berlomba-lomba untuk bisa masuk ke perusahaan Narendra group. Walaupun cuma jadi OB, aku tetap bersyukur"
" Oh iya, adik kamu ada berapa?"
" Adik aku ada 2. Yang cewek kelas enam SD, dan yang cowok kelas dua SMP. Untuk itulah aku harus bekerja keras, supaya kedua adik aku bisa sekolah sampai perguruan tinggi. Aku berharap mereka tidak sama seperti aku, putus sekolah karena nggak ada biaya"
" Kalau boleh tau kamu tamatan apa?"
__ADS_1
" Aku sekolah cuma sampai tamatan SMP. Kadang pernah sih terlintas ingin melanjutkan sekolah lagi. Tapi teringat akan biayanya yang mahal, nggak jadi lagi"
Setelah semua masalah di perusahaan Daddy aku selesai?, aku akan mewujudkan keinginan kamu Fik.
" Kalau kamu, Xel?"
" A..aku juga tamatan SMP"
" Kamu nggak melanjutkan sekolah lagi?. Aku lihat dari penampilan kamu, sepertinya kamu orang yang mampu"
" Nggak Fik, itu cuma penglihatan kamu doang. Kalau orang tua aku mampu, nggak mungkin aku sekarang kerja jadi OB"
" Benar juga sih"
Ya Allah maafkan Axel sudah berbohong.
Pesanan mereka pun datang. Pelayan pun menghidangkan makanan yang di pesan Axel dan Fikri tadi di atas meja.
" Silakan dicicipi"
" Makasih mbak"
Axel dan Fikri mulai menyantap makanan yang mereka pesan tadi. Tak lupa mereka baca doa terlebih dahulu.
Suapan pertama pun masuk kedalam mulut Fikri. Ia tidak menyangka kalau rasa ayam penyet akan seenak itu. Cocok dengan sambalnya yang pedas.
" Kenapa Fik, nggak enak ya?"
" Enak kok Xel. Aku baru tau rasa ayam penyet seenak ini"
" Kamu beneran belum pernah nyoba ayam penyet?"
" Belum. Lagian daripada buat beli ayam, mending uangnya aku belikan ke beras"
Axel sedih, ternyata masih banyak orang yang belum bisa makan enak. Sedangkan dirinya hampir tiap hari disuguhkan dengan makanan yang enak-enak.
" Gajian nanti, aku akan belikan ini untuk orang tua dan adik aku. Harganya nggak mahal kan, Xel?"
" Nggak mahal kok. Ngapain nunggu gajian, nanti kamu bawa pulang juga untuk adek-adek kamu"
" Sekarang aku nggak punya uang"
" Aku yang traktir"
Fikri segera menyeruput minumannya. Ia tersedak karena mendengar ucapan Axel barusan.
" Kamu jangan bercanda Xel?"
" Aku nggak bercanda Fik"
" Emang kamu punya uang?. Apa jangan-jangan kamu memang berniat mau cuci piring disini?"
Axel tersenyum mendengar ucapan Fikri. Apa tampangnya seperti orang yang banyak hutang.
" Nggak kok Fik. Aku punya punya uang kok, jadi jangan di tolak ya"
" Apa nggak ngerepotin kamu?"
" Nggak. Kebetulan aku dapat rezeki lebih kemarin. Jadi aku mau berbagi sama kamu"
" Makasih ya Xel"
" Sama-sama Fik"
Selesai makan, Axel membayar makanan yang di pesan tadi. Tak lupa juga ia membelikan untuk orang tua dan juga kedua adiknya Fikri.
" Sekali lagi makasih ya Xel. Pasti adik-adik aku senang karena bisa makan makanan enak"
" Iya Fik. Nggak usah bilang makasih terus"
Axel dan Fikri kembali ke kantor. Karena sebentar lagi jas istirahat sudah selesai. Jadi mereka harus cepat balik ke kantor, kalau tidak senior mereka pasti akan ngomel-ngomel lagi.
...***...
Alexa dan kedua sahabatnya baru selesai makan siang. Ketiga cewek cantik itu habis membawa para karyawan mereka makan siang di restoran.
" Makasih ya buk bos traktirannya?"
" Sama-sama"
Para karyawan sangat senang mendapat bos ketiga cewek cantik itu. Bukan hanya cantik parasnya, ketiga cewek cantik itu juga baik dan rendah hati.
__ADS_1
" Cha"
" Hhmmm"
" Gue denger dari pacar gue, katanya Axel kerja di perusahaan Daddy Lo?"
" Iya, dia kerja selama liburan"
" Axel ada kasih tau Lo nggak Sha?"
" Ada Del. Semalam dia bilang sama gue"
" Alisha kan pacarnya, jadi nggak mungkin lha nggak dikasih tau"
" Ya siapa tau dia lupa. Kan cowok kalau udah sibuk akan lupa sama pacarnya"
" Lo curhat?"
" Kagak!. Lagi nyampein uneg-uneg"
" Lo harus ngertiin pacar Lo juga, Del. Kan kalian berdua juga sering ketemu. Beda sama gue dan Alisha. Kita berdua mah jarang ketemu"
" Iya Cha. Oh iya, Kak Kenan belum pulang?"
" Belum. Dia bilang sih berangkatnya jam 9 pagi waktu di sana"
" Besok pagi dong nyampe nya?"
" Hhhmmm"
" Emang dia ada kerjaan di sana?"
" Nggak. Mau jemput Om Ben sama kekasihnya"
" Om Beni udah punya pacar?"
" Udah. Pacarnya cantik lagi"
" Emang Lo udah pernah liat?"
" Udah pas video call sama Oppa"
" Wah jadi penasaran gue sama pacarnya Om Ben"
" Nanti kalian berdua juga lihat. Kan pacarnya mau tinggal di sini"
" Bagus dong. Biar nggak LDR lagi mereka"
Sedang asik ngobrol dengan sahabatnya, tiba-tiba ponsel Alexa berbunyi. Cewek cantik itu segera melihat nomor siapa yang tertera di ponselnya.
" Hallo, assalamualaikum Mom"
" Wa'alaikum salam sayang. Eca sibuk, nggak?"
" Nggak Mom. Eca baru selesai makan siang sama Adel dan juga Alisha"
" Mommy boleh minta tolong nggak?"
" Boleh Mom"
" Tolong anterin file mommy yang ada di ruang kerja"
" Siap Mom"
" Makasih sayang"
" Sama-sama mommy"
Sambungan telepon pun berakhir. Alexa menyimpan kembali ponselnya.
" Gue pulang duluan ya guys.
" Kok cepat amat pulangnya?. Emang ada masalah?"
" Nggak. Mau ngambil file mommy gue yang ketinggalan"
" Ya udah, hati-hati di jalan"
" Ok, jalan dulu ya"
Alexa segera ke parkiran untuk mengambil motornya. Ia harus segera mengantarkan file ke kantor mommy-nya.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚