
Alexa meminta Beni untuk mempercepat laju mobilnya. Ia benar-benar khawatir dengan Kenan. Bagaimana tidak, lelaki tampan itu terluka karena menyelamatkan dirinya.
" Tenang nona, sebentar lagi kita sampai di rumah sakit"
Sama dengan Alexa, Beni pun sangat mengkhawatirkan tuan mudanya. Walaupun tuannya itu suka memotong gajinya. Tapi tetap saja tuan mudanya lha yang paling baik.
Mereka pun sampai di rumah sakit terbesar di kota J. Beni segera mengangkat tubuh tuannya. Kemudian membawanya masuk kedalam rumah sakit. Diikuti sama Alexa dibelakang.
" Dokter! tolong saya"
" Kenapa tuan?"
" Tolong selamatkan tuan muda, saya"
Suster segera mengambil brankar yang tidak jauh dari sana. Tubuh Kenan dibaringkan di atas brankar berwarna hitam itu.
Suster mendorong brankar milik Kenan menuju ruang ICU. Diikuti sama Beni dan juga Alexa.
" Maaf, kalian tidak boleh ikut masuk kedalam"
" Kenapa kami tidak boleh masuk?!" tanya Beni.
" Kalau anda masuk, itu akan mengganggu kinerja kami tuan"
Beni pun tidak memaksa untuk masuk lagi. Sekarang ini yang terpenting adalah keselamatan tuan mudanya.
" Mungkin operasinya akan lama. Kita duduk dulu nona"
Alexa mengikuti Beni. Mereka berdua duduk di kursi panjang yang tidak jauh dari sana. Gadis cantik itu tidak berhenti berdoa untuk lelaki tampan yang sedang berjuang di dalam ruang ICU.
" Om Ben"
" Iya nona"
" Apa nggak sebaiknya kita telpon keluarganya Om Kenan?"
" Untuk sekarang jangan nona"
" Kenapa?"
" Karena tuan muda nggak ingin membuat keluarganya khawatir. Terutama mamanya"
" Justru kalau kita nggak kasih tau keluarganya, mereka akan khawatir"
" Iya nona. Nanti tuan muda sendiri yang kasih tau keluarganya"
" Tapi dia masih di ruang ICU, Om. Dan dia pasti butuh keluarganya sekarang ini"
" Saya tau nona. Tapi tuan muda tidak ingin keluarganya melihat dia di saat seperti ini. Dia ingin keluarganya tau kalau dia itu baik-baik saja"
Alexa tidak tau harus bagaimana lagi. Jujur saat ini dia sangat khawatir. Bagaimana kalau gunung es itu tidak bisa diselamatkan. Kalau sampai itu terjadi, pasti keluarga Kenan menyalahkannya.
Drrrrttt...
Ponsel Alexa bergetar. Gadis cantik itu segera mengambil ponselnya. Ia melihat nama saudaranya tertera di sana. Alexa segera menggeser tombol hijau.
" Hallo Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam. Kamu dimana?, bentar lagi bel masuk nih?"
" Hari ini aku nggak masuk"
" Kenapa?, emang kamu lagi dimana sekarang?"
" Aku di rumah sakit"
" Apa! rumah sakit?. Kamu sakit?"
" Nggak!, gue lagi nunggu Om Kenan. Dia kecelakaan karena nolongin gue"
__ADS_1
Alexa tidak dapat lagi membendung air matanya. Air mata yang sudah ia tahan dari tadi, akhirnya tumpah juga.
" Astagfirullah. Terus sekarang gimana keadaannya?"
" Dia masih di ruang ICU. Gue takut Axel?"
" Tenang, Gue yakin kalau Om Kenan bisa melewatinya. Kalau Lo nangis kek gitu pasti akan menghambat penyembuhan Om Kenan. Sekarang Lo berdoa, semoga Om Kenan baik-baik saja"
" Hhmmm"
" Gue sama anak-anak lain ntar nyusul Lo ke sana. Jangan nangis lagi. Mana Eca yang galak dan suka gelud sama gue"
" Axel, awas nanti kalau Lo udah disini. Gue pites"
Terdengar suara tawa di seberang sana.
" Nah gitu dong. Ya udah telponnya gue tutup dulu, udah bel masuk"
" Hhmmm"
Panggilan telepon pun berakhir. Alexa menyimpan kembali ponselnya.
" Apa sudah ada kabar dari anak buah Om?"
" Belum nona"
Baru saja Alexa menanyakan tentang anak buah Beni. Anak buahnya sudah datang ke rumah sakit. Dengan membawa beberapa rekannya.
" Maaf terlambat bos"
" Apa yang kalian temukan?"
" Kami sudah menemukan pelaku tabrak lari itu bos"
" Bagus!, sekarang mereka ada di mana?"
" Di markas bos. Kami sudah mengurung mereka di ruangan yang disuruh bos besar. Dan pelakunya anak buah black cobra bos"
" Benar nona. Kelompok ini memang sudah lama mengincar tuan muda"
Alexa tidak kaget mendengar jawaban Beni. Karena orang tuanya juga punya banyak musuh yang kapan saja bisa menyerangnya. Sudah hal lumrah bagi pebisnis sukses punya musuh banyak.
" Siapa gadis kecil ini, bos?" tanya salah satu bawahan Beni.
" Dia calon nona muda kita"
Alexa kaget mendengar jawaban Beni. Bagaimana mungkin lelaki itu mengenalkan dirinya ke anak buahnya sebagai calon nona muda.
" Maaf nona, saya tidak tau kalau anda calon nona muda kami"
Alexa hanya membalas dengan senyuman. Sebab ia tak tau harus menjawab apa. Pasalnya dia dan Kenan tidak mempunyai hubungan apa-apa.
" Bos, apa kita nggak langsung menyerang markas mereka saja?"
" Tunggu perintah dari tuan muda dulu"
" Baik bos"
" Apa team A sudah kembali?"
" Mereka akan tiba nanti malam bos"
" Beberapa dari kalian harus menjaga tuan muda di sini"
" Baik bos"
" Ramon"
" Ya bos"
__ADS_1
" Tolong belikan obat merah untuk mengobati lutut nona muda "
Alexa menoleh kearah lututnya. Ia tidak tau kalau lututnya terluka. Bahkan ia tidak merasakan perih karena luka itu.
" Nggak usah Om, ini hanya luka kecil"
" Walaupun cuma luka kecil, tetap saja harus diobati nona. Tuan muda akan marah sama saya, kalau tau nona muda terluka dan tidak diobati"
" Baiklah"
Ya tidak ada alasan untuk Alexa menolak lagi. Daripada nanti orang lain yang terkena hukuman karena dirinya.
Ramon segera mencari obat merah untuk mengobati lutut Alexa.
...***...
Bos black cobra sangat senang mendengar kabar dari anak buahnya. Akhirnya ia bisa melukai salah satu orang Kenan. Dan entah keberuntungan apa yang sedang menghampirinya sehingga bos Lion King itu terluka.
" Sayang!"
" Iya sayang"
" Kenapa kau tertawa sebesar itu?" tanya Clara.
" Karena hari ini aku sangat senang sekali"
" Benarkah?"
" Hhmmm"
" Kalau boleh tau, apa yang membuat kekasih ku ini bahagia?"
" Kau tau, anak buah ku berhasil melukai Kenan"
Deg.
Jantung Clara seketika berhenti berdetak. Ia memang ingin balas dendam pada Kenan. Tapi saat mendengar dia terluka, entah kenapa hatinya merasa sakit.
" Kenapa kamu diam saja sayang?. Apa kamu sedih karena mantan kekasih mu itu terluka?"
" Tidak!"
" Lalu kenapa kamu diam begitu?"
" Aku tidak menyangka saja kalau kita dengan mudahnya melukainya"
" Sayangnya dia belum mati sayang"
Ada perasaan lega di hati Clara. Mudah-mudahan mantannya itu baik-baik saja.
" Tapi kau tenang saja sayang. Nanti malam kita akan mengirim dia ke neraka"
" Maksud kamu?"
" Aku akan melenyapkannya nanti malam dan dendam kita berdua akan terbalas kan"
Bos black cobra melihat raut wajah cantik sang kekasih berubah. Ia yakin kalau wanita cantik itu masih mencintai musuhnya.
" Ingat sayang, lelaki itu sudah memasukkan mu ke rumah sakit jiwa. Dan akulah yang menyelamatkan mu. Jadi aku harap kamu tidak mengecewakan ku"
Clara langsung tersadar dalam lamunannya. Apa yang dikatakan kekasihnya itu benar. Ia harus balas dendam pada mantan kekasihnya.
" Kamu tenang saja sayang, aku tidak akan mengecewakan kamu. Aku tidak akan pernah melupakan bagaimana mengerikannya rumah sakit jiwa itu"
" Good girl. Jadi kita harus secepatnya mengirim dia ke neraka"
Clara mengangguk tanda setuju. Karena perasaan cintanya pada sang mantan kekasih, hampir saja membuatnya melupakan rasa dendam yang ada di hatinya. Ia akan membalas rasa sakit yang diberikan mantannya itu.
Tunggu pembalasan ku Kenan Kaliandra Richard.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚