
Pagi ini suasana di ruang makan begitu ramai, karena kedatangan ketiga sahabat Alexa.
" Gadis cantik ini siapa?" tanya Nando.
" Calon keponakan paman" jawab Alexa.
Nando melirik Axel yang duduk di sebelahnya. Ia bangga sama keponakannya itu. Ternyata pilihan keponakannya itu pintar memilih pasangan.
" Pacar Axel?" tanya Nando lagi.
" Hhmmm"
" Ternyata gadis cantik ini yang sudah berhasil melelehkan hati keponakan ku?"
" Iya, sekarang cowok dua kulkas sudah ada pawangnya" kata Alexa.
" Cowok kulkas?" tanya Nando.
" Iya. Yang satu kulkas dua puluh delapan pintu. Dan yang satunya lagi kulkas tiga puluh pintu" jawab Alexa.
Rania dan yang lainnya tertawa mendengar jawaban Alexa. Bisa-bisanya gadis cantik itu mengatakan saudara dan pamannya kulkas.
" Kenapa Eca bilang paman dan Axel kulkas?" tanya sang mommy.
" Karena mereka berdua dingin dan juga datar. Entah dari siapa mereka berdua dapat sikap dingin dan datar itu"
Kiran melirik suaminya. Axel memang dingin seperti Daddy-nya.
" Aku tau kalau aku ini tampan, jadi liatin nya nggak usah kek gitu?"
" Ck, narsis banget sih kamu. Ingat umur"
" Umur boleh tua, tapi tenaga masih muda"
" Mommy sama Daddy kalau mau mesra-mesraan jangan didepan Eca"
" Oh iya Daddy lupa, Eca kan jomlo"
" Mommy?" rengek Alexa.
" By"
" Iya sayang"
Alexa tersenyum penuh kemenangan. Ya hanya dengan menyebut nama mommy-nya semua urusan selesai. Dan Daddy-nya langsung terdiam.
" Eca baik-baik saja?" tanya Nando.
" Baik"
" Syukurlah kalau baik. Paman pikir Eca akan nangis di pojokan"
" Ya nggak lha"
" Good girl "
" Axel datang jadi pahlawan untuk Eca " kata Farel.
" Benarkah?"
" Iya. Bahkan suaranya menggema di ballroom hotel"
" Wah, sayang banget paman nggak bisa melihat aksi Axel" kata Adele.
" Istri daddy lebih keren" kata Darren.
" Istri daddy kan mommy kita" kata Alexa.
" Aksi Tante Kiran memang sangat keren. Apalagi saat menampar mamanya kak Kevin" kata Adele.
__ADS_1
Rania kaget mendengar ucapan Adele. Ia ingin tau seperti apa calon kakak iparnya itu kalau sedang beraksi membela keluarganya, terutama anak-anaknya. Karena Nando pernah cerita kalau kakaknya itu hebat beladiri.
" Nan"
" Iya Kak"
" Kapan kalian akan fitting baju?"
" Rencananya nanti siang Kak kita akan ke butik"
" Ngapain ke butik, kita suruh aja mbak Anne datang kesini" kata Kiran.
" Apa nggak apa-apa menyuruh dia datang kesini?"
" Nggak apa-apa. Ntar kakak telpon mbak Anne nya"
" Kita bertiga boleh ikut di ukur juga nggak Tante?" tanya Adele.
" Boleh. Ajak mama kalian juga biar sekalian di ukur juga" kata Kiran.
" Ok Tante, ntar aku telpon mama"
" Ya elah, jemput aja. Wong rumah kamu cuma dibelakang sana" kata Alexa.
" Kalau di telpon lebih cepat" kata Adele.
" Itung-itung olahraga"
" Oh iya, ngomong-ngomong soal olahraga? Eca sama Axel udah lama nggak latihan, kan?" tanya Nando.
" Maaf paman, kalau hari ini Eca nggak bisa. Soalnya lagi sibuk" kata Alexa.
" Axel juga paman"
" Emang Eca sama Axel sibuk apa?"
" Sibuk ngerjain tugas sekolah paman" jawab Twins serentak.
" Beneran paman, kalau nggak percaya tanya aja sama Adele"
" Nggak! kalian berdua udah kerja sama"
" Kalau paman nggak percaya, telpon aja buk Sonya"
" Paman nggak punya pulsa untuk telpon guru kamu. Dan lagi, pulsa paman hanya untuk menelpon Tante kamu saja"
" Ck, dasar bucin"
" Eca jomlo, jadi nggak akan ngerti"
" Bisa nggak kata jomlo nya jangan diperjelas"
Semua orang yang ada di sana tertawa melihat ekspresi Alexa yang kesal. Kapan lagi bisa mem-bully gadis cantik itu.
Ya Allah, gini banget ya nasib jomlo.
Selesai makan, semua keluarga berkumpul di ruang keluarga. Karena mereka akan membuat baju untuk pergi ke acara pernikahan Nando dan Rania.
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam" jawab mereka semua.
" Kalian datang?" kata Kiran saat melihat kedua sahabatnya.
" Tentu saja, karena kami juga ingin membuat baju" kata Serly.
" Lo ngapain juga kesini?" tanya Darren pada Romy.
" Mau jahit baju juga lha"
__ADS_1
" Nggak usah, Lo pake jas yang ada aja"
" Oh tidak bisa. Gue juga mau tampil glow up nanti pas di acara pernikahan Nando"
" Ck, nggak mau ketinggalan"
" Iya dong. Emang Lo aja yang bisa"
" Kalau ketampanan gue sudah tidak di ragukan lagi. Jadi tampilan gue pasti terlihat glow up dari pada pengantinnya. Ya kan sayang?" kata Darren pada istrinya.
" Ya, kamu itu semakin tua semakin menawan" kata Kiran.
" Kenapa harus ada tuanya sih sayang?"
" Ya kan emang udah tua"
" Umur aku boleh tua sayang. Tapi wajah aku menolak tua"
" Mulai lagi narsisnya " kata Romy.
Alexa dan yang lainnya hanya jadi pendengar. Mereka tidak tau apa yang dibicarakan orang dewasa itu.
...***...
Berita tentang kejadian semalam, sudah tersebar luas. Sekarang keluarga Mona jadi bahan pembicaraan orang-orang. Bahkan sekarang wanita itu tidak berani keluar rumah dan juga melihat ponselnya. Karena ia yakin teman-temannya sedang membicarakannya.
" Kenapa kamu nggak bilang kalau calon mantu mama anak dari nyonya Kiran"
" Aku juga nggak tau, kalau Alexa anak mereka. Kenapa sekarang mama menyebut dia calon menantu mama. Bukankah kemarin mama membencinya?"
" Itu karena mama tidak tau kalau dia putrinya orang berkuasa di Asia dan Eropa"
" Jadi karena sekarang mama sudah tau dia anak siapa, makanya mama mau menerimanya?"
" Tentu saja. Karena kalau dia miskin, mama mana mau menerimanya. Jika kamu bertunangan dan menikah sama dia, maka nama keluarga kita akan tambah naik"
" Mama kamu benar Vin. Dan perusahaan papa akan kembali ke tangan papa"
Kevin beranjak dari duduknya.
" Kamu mau kemana?"
" Ke kamar"
" Kamu harus secepatnya meresmikan hubungan kamu dengan putri tuan Darren itu. Setidaknya kalian berdua harus bertunangan dulu"
Kevin tidak mendengarkan ucapan mamanya. Ia terus saja berjalan tanpa menoleh lagi kebelakang. Ia pergi ke kamarnya untuk menenangkan diri.
Sampai di kamarnya, Kevin langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya. Pikirannya melayang pada kejadian semalam.
Sekarang ia harus berjuang untuk mendapatkan kepercayaan dari kedua orang tua Alexa. Dan ia akan belajar beladiri, supaya nanti bisa melindungi gadisnya.
Kevin mengambil ponselnya. Ia akan mencari tempat beladiri yang bagus. Ia akan belajar seni beladiri taekwondo seperti Alexa.
Ada bermacam tempat yang muncul di pencariannya itu. Ia melihat satu persatu tempat dan keunggulan masing-masing tempat latihan itu.
" Gue pilih yang ini aja"
Kevin melihat persyaratan untuk masuk ke sana. Setelah tau apa saja persyaratannya. Ia bangkit dari tidurnya, dan mengambil kunci mobilnya.
" Mau kemana lagi kamu?!" tanya Mona saat melihat Kevin.
" Keluar"
Kevin bergegas keluar rumah, sebelum mamanya bertanya lagi. Dan nantinya akan berakhir dengan perdebatan.
To be continue.
Maaf telat up, soalnya disini tadi ada pemadaman listrik. Dan baru hidup.
__ADS_1
Happy reading 😚😚