
" Om, nanti aja aku kirimkan semua total pesanannya" kata Adele.
" Iya, nanti kamu kirimkan saja semua totalnya pada asisten saya"
" Kirain ke nomor WA Om"
" Mulai" kata Alexa.
" Cie roman-romannya ada yang jealous, nih" ledek Adele.
Kenan menoleh ke arah Alexa. " Kamu jealous ?"
" Nggak!"
" Jangan bohong?"
" Siapa juga yang bohong"
" Mulut kamu bilang nggak, tapi mata kamu nggak bisa bohong"
" Terserah Om, mau percaya atau tidak"
" Tinggal jawab iya aku jealous. Saya nggak akan marah. Malahan saya senang banget kamu bilang kek gitu"
" Ogah"
" Dasar gengsian"
" Biarin!"
" Gelud terus " kata Adele.
Kenan dan Alexa menatap Adele tajam. Di tatap seperti itu bukannya takut, Adele malah tersenyum. Kalau orang lain mungkin sudah takut ditatap seperti itu oleh Kenan dan Alexa.
" Ya udah, kalau gitu kita pamit dulu ya, Om"
" Mau kemana?"
" Pulang lha"
" Ntar bareng sama saya aja pulangnya"
" Nggak!. Lagipula kami bertiga mau mampir ke supermarket dulu"
" Biarkan mereka berdua aja yang ke supermarket. Kamu pulangnya sama saya"
" Betul apa yang dikatakan sama Om gunung es. Biar gue sama Alisha aja yang ke supermarket. Lo pulangnya sama Om gunung es aja"
" Bener Cha, biar gue sama Adele aja yang belanja. Lo disini aja dulu" kata Alisha.
" Kalian berdua kok tega banget ninggalin gue sama gunung es"
" Ya udah Om, kita pamit dulu. Titip Eca" kata Adele.
" Lo kata gue barang pake dititip "
" Kalian berdua tenang aja. Alexa aman sama saya"
" Nggak ada ongkosnya nih Om"
" Ongkos?"
" Iya, nggak mungkin kan kita pulangnya jalan kaki"
" Sini nomor rekening kamu?"
__ADS_1
Adele segera memberikan nomor rekeningnya pada Kenan. Gadis cantik itu memang pintar mengambil kesempatan dalam kesempitan. Lagipula duit gunung es itu tidak akan habis hanya karena membayar ongkos taksi. Begitulah yang ada dalam pikiran Adele.
Ting.
Bunyi pesan masuk ke ponsel Adele. Tanpa dilihat pun Adele tau itu pesan dari siapa. Itu tandanya uang untuk ongkos taksinya sudah masuk ke rekening Adele.
Adele kaget melihat nominal uang yang dikirimkan sama Kenan.
" Serius nih Om?"
" Kenapa? kurang kah?"
" Nggak kok Om, ini lebih dari cukup. Makasih Om"
" Hhhmmm"
" Ya udah, kita berdua pamit dulu ya Om"
" Kalian berdua beneran mau ninggalin gue disini?"
" Iya Eca. Baik-baik disini, kita berdua pulang dulu"
Setelah berpamitan dengan sahabatnya, Alisha dan Adele keluar dari ruangan Kenan. Mereka akan pergi membeli bahan untuk kue besok. Karena pesanan mereka untuk besok sangat banyak. Dan lagi mereka akan mencari karyawan dadakan.
" Tuan saya permisi dulu" pamit Beni.
" Om Beni mau kemana?"
" Mau lanjut kerja lagi nona. Kan waktu istirahatnya sudah habis"
" Kalau Om Ben pergi, aku sama siapa disini?"
" Sama saya lha"
" Aku nggak mau sama Om"
" Om ngajak gelud mulu!"
" Ya udah saya pamit dulu nona"
" Om Ben tega sama aku"
" Sudah biarkan Beni pergi. Lagian dia itu disini kerja, bukan mau nemenin kamu main"
Setelah berpamitan Beni segera keluar dari ruangan bosnya. Ia tidak ingin melihat dan juga mendengar sejoli berantem.
" Kamu duduk manis aja disini. Saya mau lanjut kerja lagi"
" Hhmmm"
Kenan kembali ke meja kerjanya. Ia harus segera menyelesaikan pekerjaannya. Karena kalau tidak segera dikerjakan, dia bisa telat mengantarkan Alexa pulang.
Alexa tidak tau mau ngapain di sana. Sedangkan gunung es sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya. Untuk mengusir kejenuhannya, gadis cantik itu pun memutuskan untuk main game yang ada di ponselnya.
Kenan merasa terganggu sama suara game Alexa. Bukannya marah atau menegur Alexa, dia malah tersenyum melihat ekspresi wajah gadis cantik itu yang berubah-ubah. Dan itu terlihat sangat menggemaskan.
" Fokus kerja Om"
Kenan tersentak mendengar suara Alexa. Ia tidak menyangka akan ketahuan saat memandang gadis kecil itu. Padahal mata gadis itu fokus ke layar ponselnya. Tapi kenapa dia bisa tau kalau sedang diperhatikan.
" Suara game kamu mengganggu konsentrasi saya"
" Ah, maaf Om. Kalau gitu aku pake handset aja supaya Om tidak terganggu karena suara game nya"
" Hhhmm"
__ADS_1
Alexa mengambil handset yang ada didalam tas kecil yang selalu ia bawa. Ia memasang handset itu di telinganya. Sekarang sudah tidak terdengar lagi suara game Alexa. Kenan pun kembali melanjutkan pekerjaannya.
...***...
Axel dan Farel sudah sampai di depan perusahaan Kenan. Kedua cowok tampan itu mau menjemput kekasih mereka. Karena tadi kekasih mereka minta di jemput.
" Udah lama ya nunggunya?" kata kedua gadis cantik itu pada kekasih mereka.
" Kita baru nyampe kok" jawab Farel.
" Eca nggak bareng sama kalian?" tanya Axel.
" Nggak!"
" Kenapa?"
" Om Kenan mau pedekate sama Eca. Jadi biarkan saja Eca sama Om Kenan berdua di sana" kata Adele.
" Apa nggak apa-apa ninggalin Eca berduaan sama tuh Om-om?"
" Nggak apa-apa. Lagipula kalau Om itu macam-macam, Eca kan bisa melawan"
" Ya udah kalau gitu"
" Yuk jalan. Ntar keburu supermarket nya tutup"
Axel dan Farel membukakan pintu mobil untuk kekasih mereka. Alisha dan Adele segera masuk kedalam mobil. Dua mobil mewah itu pun melaju meninggalkan perusahaan milik Kenan.
" Emang mau beli apa sih, yank?" tanya Axel saat mobilnya sudah masuk jalan raya.
" Mau beli bahan-bahan untuk bikin kue"
" Udah habis aja?, bukannya kemarin masih banyak ya, yank?"
" Masih. Tapi besok pesanan yang akan kita buat itu sepuluh kali lipat dari biasanya yank"
" Alhamdulillah, yank. Semoga usaha kuenya cepat berkembang"
" Aamiin, makasih doanya sayang"
" Sama-sama yank"
" Besok bantu aku nganterin kue ini ke perusahaan Om Kenan ya yank"
" Siap sayang, besok aku akan bantu kamu"
" Kita juga mau cari beberapa karyawan untuk bantu membuat dan juga mengemas kuenya"
" Buka aja lowongan kerja dadakan, yank"
" Rencananya sih gitu. Tapi dapat nggak ya, soalnya waktunya sangat mepet"
" Insya Allah bisa. Ntar aku minta bantuan pelayan yang ada di mansion untuk bantu kamu mengemas kue-kue nya"
" Emang nggak apa-apa tuh bawa pelayan mansion?"
" Nggak apa-apa yank. Lagian mereka juga nggak ada kerjaan"
" Ya udah kalau gitu. Tapi kamu harus minta izin sama mommy dulu ya"
" Iya sayang. Ntar aku minta izin sama mommy untuk bawa beberapa pelayan"
Tanpa terasa mereka pun sampai di supermarket terbesar di kota J. Kedua cewek cantik itu bersiap untuk belanja bahan-bahan untuk membuat kue.
Axel dan Farel bertugas membawa troli. Karena hari ini mereka akan belanja banyak. Satu troli saja tidak cukup. Jadi mereka akan membawa dua troli.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚