
Alexa dan Aiden sedang duduk di taman sambil menikmati ice cream. Ya gadis cantik itu membeli satu cup ice cream berukuran jumbo. Karena ia butuh untuk mendinginkan kepalanya.
" Kakak cantik"
" Hhhmm"
" Mama bilang, nggak boleh makan ice cream banyak-banyak. Nanti perutnya bisa sakit"
" Baiklah kakak nggak akan banyak-banyak kok makannya"
Alexa sangat gemas melihat cara Aiden memakan ice cream. Bagaimana tidak, cara makannya sangat elegan. Berbeda dengan anak lain yang seusianya. Cara duduknya juga saja sangat elegan.
" Astagfirullah"
" Kakak kenapa?"
" Kita harus masuk kembali ke supermarket, soalnya saudara sama sahabat kakak sudah menunggu"
" Ai ikut sama kakak cantik, boleh?"
" Tentu saja boleh"
" Yuk"
Alexa menggandeng tangan Aiden. Sebelum pergi, Alexa memasukkan sampah ice cream ke dalam tong sampah yang ada di sana. Setelah itu mereka kembali masuk kedalam supermarket.
Seorang lelaki berseragam serba hitam segera keluar dari persembunyiannya. Saat Aiden dan Alexa sudah pergi dari sana. Lelaki itu menelpon seseorang. Selesai menelpon barulah orang itu pergi dari sana.
...***...
Axel dan yang lainnya sudah berkumpul di depan kasir. Mereka sedang menunggu Alexa datang. Karena dia lha yang meminta untuk berkumpul di sana.
" Eca kemana sih?" tanya Adele.
" Mungkin belum selesai berbelanja" jawab Alisha.
" Kalian berdua nggak berniat cariin Eca pacar?" tanya Farel.
" Nggak. Emangnya kenapa?" kata Adele.
" Karena kelamaan sendiri, Eca jadi suka marah-marah"
" Iya bener. Dan sasaran amukannya pasti gue" kata Axel.
" Gimana kalau kita daftarin Eca ke biro jodoh" usul Adele.
" Bukannya Eca masih sama kak Kevin? dan lagi kak Kevin juga sedang berjuang untuk mendapatkan kepercayaan dari orang tua Eca" tanya Alisha.
" Iya. Tapi kan kita belum tau kalau Eca juga suka sama Kak Kevin" kata Adele.
" Sekarang kita daftarin aja dulu Eca ke sana" kata Farel.
" Bener. Kalau ada yang cocok, biarkan dia bersaing secara sehat dengan kak Kevin"
" Aku setuju dengan kamu sayang" kata Farel pada kekasihnya.
" Gimana dengan kalian berdua?" tanya Adele pada Alisha dan Axel.
" Gue takut Eca tambah ngamuk kalau tau kita daftarin dia ke biro jodoh" kata Axel.
" Aku juga" kata Alisha.
" Eca akan marah kalau dia tau. Berarti kalau dia nggak tau, apa dia akan marah juga?" tanya Adele.
" Maksud Lo, kita mendaftarkan Eca secara diam-diam. Gitu?" tanya Axel.
" Iya. Kita akan daftarkan Eca secara diam-diam. So dia nggak akan tau"
" Ok, gue setuju"
" Kalau Lo, Sha?"
" Gue juga setuju"
" Berarti kita udah sepakat ya. Dan kita harus jaga rahasia ini" kata Adele.
__ADS_1
" Rahasia apa?" tanya Alexa yang datang tiba-tiba.
" Astagfirullah" kaget mereka berempat.
" Lo ngagetin kita aja" kata Adele.
" Kalian habis ngomongin apa?"
" Nggak ada. Lo dari mana aja, kita udah nungguin dari tadi" kata Adele. Ia sengaja mengalikan pembicaraan, biar Eca nggak curiga.
" Tau nih, malah datangnya bawa anak kecil" kata Farel.
" Sorry, tadi gue habis dari taman"
" Terus anak kecil ini siapa? kamu nggak culik dia, kan?" tanya Axel.
" Ya nggak lha. Mana ada penculik secantik aku. Si tampan ini namanya Aiden"
" Oh gue ingat! dia anak kecil yang waktu di restoran itu, kan?" kata Adele.
" Hhmmm" kata Alexa.
Axel menata Alexa dan Aiden secara bergantian. Ia melihat wajah mereka berdua agak mirip.
Kok mereka bisa mirip kek gitu. Apa jangan-jangan dia anak selingkuhan Daddy?. Nggak! nggak mungkin Daddy punya istri lain selain mommy. Batin Axel dalam hati.
" Ai, kenalkan ini Abang Axel dan Abang Farel" kata Alexa.
" Hallo Abang" kata Aiden.
" Hallo juga Aiden" kata Axel dan Farel.
" Lo ketemu dia di taman? terus mamanya kemana?"
" Dia tadi datang sama Om dan Tante nya"
" Terus sekarang mereka sama dimana?"
" Udah pulang"
" Ya kita anterin ke rumahnya"
" Emang kamu tau rumahnya dimana?" tanya Axel.
" Nggak. Tapi Aiden tau rumahnya"
" Kenapa nggak telpon mamanya, suruh dia yang jemput"
" Dia nggak mau"
" Kenapa?" tanya Axel lagi.
" Karena dia pengin aku yang nganterin dia"
" Ya udah. Sekarang kita bayar ini dulu" kata Adele.
" Kalian berdua aja yang pergi. Gue nunggu disini aja"
" Ok, kita ke kasir dulu " kata Adele sambil mendorong troli yang sudah penuh sama barang belanjaan.
Petugas kasir mengeluarkan barang belanjaan satu persatu. Ia mulai menjumlahkan semua barang belanjaan yang ada di dalam troli.
" Mau bayarnya sama uang cash atau card" tanya petugas kasir, setelah menjumlahkan semua barang belanjaan mereka.
" Bayar pake card aja mbak" kata Adele sambil menyerahkan card-nya.
Petugas langsung menggesek card Adele. Setelah selesai, petugas itu memberikan kembali card milik Adele.
" Makasih sudah belanja disini"
" Sama-sama mbak"
Farel dan Axel segera membawa barang belanjaan yang sudah di bayar tadi. Setelah itu mereka keluar dari supermarket.
Sampai di parkiran, Axel memasukkan semua barang belanjaan di letakkan di bagasi. Sedangkan yang lain masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Alexa memasangkan sabuk pengaman Aiden. Setelah itu barulah ia menghidupkan mesin mobilnya. Sekarang dia sudah tidak sendiri lagi. Karena ada Aiden yang menemani dia menyetir.
Setelah Axel duduk dan memasang sabuk pengamannya, barulah Alexa melajukan mobilnya. Mobil mewah itu melaju meninggalkan parkiran supermarket.
" Di mana alamat rumah Ai?" tanya Alexa saat mobil sudah melaju di jalan raya.
Aiden mengambil sesuatu dalam saku celananya. Kemudian memberikannya pada Alexa.
" Ini apa?" tanya Alexa.
" Alamat Ai ada di kertas itu"
Alexa membaca kertas yang diberikan Aiden.
" Jalan Cemara blok M"
Axel, Adele dan Farel kaget mendengar ucapan Alexa. Siapa yang nggak kenal dengan jalan dan blok itu.
Ya di sana hanya ada satu mansion. Sedangkan rumah-rumah yang lain jaraknya cukup jauh dari mansion itu. Hampir mirip dengan letak mansion Darren.
" Apa Aiden cucu keluarga Richard?" kata Axel.
" Mungkin" kata Farel.
Axel merasa ada yang mengikuti mobilnya. Ia segera menoleh kebelakang. Dan benar saja, ada satu mobil yang mengikuti mereka dari belakang.
Apakah mereka pengawal Aiden?.
" Eca" panggil Axel.
" Hhmm"
" Liat spion"
" Spion?"
" Hhmm"
Alexa melihat spion mobilnya. Ia melihat ada satu mobil yang jaraknya cukup jauh dari mobilnya.
" Apa mobil kita diikuti?" tanya Alexa.
" Sepertinya begitu"
" Ada yang ngikutin kita?" tanya Adele.
" Hhmmm"
" Mana?"
" Liat kebelakang"
Adele dan Alisha melihat kebelakang. Benar saja, ada satu mobil yang mengikuti mereka. Dan jaraknya cukup jauh dari mobil mereka.
" Siapa lagi yang ingin bermain-main dengan kita" kata Farel.
" Kebetulan banget. Kan kita sudah lama nggak latihan. So kita bisa jadiin mereka samsak" kata Adele.
" Kamu bener sayang. Kan lumayan buat ngeluarin keringat" kata Farel sambil merenggangkan otot tangannya.
" Kamu takut?" tanya Axel pada kekasihnya.
" Nggak. Kan ada kamu, jadi mana mungkin aku takut. Dan lagi, aku juga ingin kolaborasi sama kamu"
" Aku juga pengin liat seni beladiri pacar aku ini" kata Axel sambil membelai kepala Alisha.
Wajah Alisha memerah karena mendapatkan perhatian seperti itu dari kekasihnya. Ini kali pertamanya Axel membelai kepalanya.
To be continue.
Maaf ya teman-teman, kemarin Feby nggak bisa up. Soalnya lagi nggak Fit. Ini aja kepala Feby masih pusing. Belum bisa menatap ponsel lama-lama.
Feby usahakan up supaya kalian nggak kecewa🤗🤗
Happy reading 😚
__ADS_1