
Akhirnya semua masalah yang ada di perusahaan Darren selesai. Karyawan OB tidak ada yang tertindas lagi. Dan yang mencuri makanan di kantin pun juga nggak ada.
Sekarang Darren sedang beristirahat bersama istri tercintanya. Hari ini cukup melelahkan baginya. Tapi ia bersyukur semua masalah di perusahaannya sudah selesai.
" Lion udah di periksa By?"
" Udah sayang, pas pulang tadi aku suruh dokter kita ke mansion"
" Takutnya dia sakit setelah gigit tikus kantor"
" Iya sayang, tadi di kantor juga udah dibersihkan mulutnya sama Romy"
" Sekarang
" Sayang, Oma Kiara sama nenek Diana udah di kasih tau belum?"
" Udah By. Mungkin ntar sore mereka datang"
" Udah sekian lama keluarga kita nggak ngumpul kek gini ya sayang"
" Iya By"
" Nggak lama lagi mansion kita akan sepi"
" Kenapa By?"
" Kalau Eca udah nikah, kan dia akan ikut suaminya sayang"
" Iya juga ya By. Tapi kan udah seharusnya begitu"
" Rasanya baru kemarin Eca manja-manja sama Daddy. Bentar lagi dia udah mau jadi seorang istri"
" Iya By, nggak kerasa twins udah gede"
" Ternyata kita udah semakin tua ya sayang"
" Hhmmm"
" Apa aku masih pantas ya bermanja-manja sama kamu sayang"
" Ini kamu lagi bermanja-manja"
" Main yuk sayang, udah lama kita nggak main karena sibuk kerja"
" Sekarang?"
" Iya sayang"
" Tapi ini baru jam 10, By"
" Nggak apa-apa sayang. Kita main agak lama"
Kiran pun tidak bisa menolak keinginan suaminya. Karena tak bisa di pungkiri dia pun juga menginginkannya. Mereka memang sudah dua Minggu tidak bermain.
Tanpa menunggu lama Darren pun melancarkan aksinya. Tak berselang lama terdengar suara-suara merdu dari dalam kamar pasutri itu.
...***...
Kenan sedang berkumpul bersama orang tua dan kakaknya. Mereka membahas soal acara kumpul keluarga besar di mansion milik calon besan mereka.
" Apa kita langsung melamar Alexa Ma?"
" Nggak. Acara lamarannya kan setelah Alexa lulus sekolah Pa"
" Jadi cuma acara kumpul keluarga besar saja"
" Iya, soalnya buyut Alexa ingin bertemu dengan kita"
" Kita harus buat baju lagi ya Ma?"
" Bagusnya gimana?"
" Kalau acara pertemuan lebih baik baju formal biasa deh Ma. Nanti kalau udah acara lamaran, baru deh kita buat baju baru"
__ADS_1
" Ken setuju sama sarannya kak Irene"
" Ya udah, kita buat bajunya pas lamaran aja"
" Kerjaan kamu yang di negara P udah selesai belum, Ken?"
" Alhamdulillah udah Pa. Sekarang tinggal proyek yang ada di kota B"
" Cepat selesaikan proyeknya. Mama nggak mau pas mau hari H, kamu masih ngurus pekerjaan"
" Iya Ma, ini Ken lagi berusaha keras supaya proyeknya cepat rampung"
" Siap Ma"
" Jangan cuma bilang siap aja. Buktikan sama mama"
" Ok Ma. Besok Ken ambil lembur supaya kerjaannya cepat selesai"
" Oh iya, apa kamu sudah punya mahar untuk Alexa?"
" Sudah Mom. Ken udah siapkan jauh-jauh hari"
" Mama nggak mau ya kalau maharnya biasa aja"
" Tenang Ma, Ken nggak akan mengecewakan mama"
" Harus dong. Kamu kan tau dia dari keluarga berpengaruh di negara ini. Walaupun dia tidak meminta maharnya yang mewah, tapi udah kewajiban kamu untuk memberikan yang mewah sama dia"
" Iya Ma, Ken tau"
" Tapi mama masih kepikiran"
" Kepikiran apa Ma?"
" Kok bisa Alexa suka sama kamu?. Kamu nggak jampe-jampein dia, kan?"
" Ya nggak lha. Dia mau sama Ken karena Ken jago beladiri dan juga bos mafia. Kalau materi, Ken masih kalah jauh dari orang tuanya"
" Jelas kalah lha!. Makanya kamu harus buktikan ke orang tuannya, kalau kamu mampu membahagiakan putri mereka"
" Pesan papa cuma satu, jangan pernah buat dia menangis. Kecuali menangis karena bahagia. Setiap kali kamu mau menyakiti dia, ingat mama sama kakak mu yang sama-sama wanita juga"
" Iya Pa. Ken nggak akan menyakiti Alexa Pa, karena Ken sangat mencintai dia"
" Bagus, papa nggak mau nanti mendengar kabar Alexa nangis karena kamu"
" Insya Allah papa nggak akan denger berita itu"
" Buktikan semua omongan kamu"
" Ok papa"
Richard sangat bangga sama putranya. Ia tau kalau putranya tidak akan menyakiti Alexa. Tapi tidak ada salahnya ia sebagai orang tua mengingatkan putranya.
" Akhirnya nanti mama punya satu teman ngobrol dan teman shopping "
" Alexa mana suka shopping, Ma"
" Nanti kalau udah jadi mantu mama, dia harus sering ngabisin uang suaminya"
" Mama jangan ngajarin yang nggak bener dong?"
" Eh!, kamu cari duit untuk siapa?"
" Untuk istri"
" Nah, jadi untuk apa kamu marah kalau uang kamu habis. Toh habisnya sama istri"
" Insya Allah nggak akan habis Ma uangnya. Yang ada makin nambah uangnya"
" Tuh tau. Jadi jangan protes kalau istrinya suka belanja"
" Iya Ma"
__ADS_1
" Contoh dong papa sama Abang ipar kamu, mereka berdua nggak pernah perhitungan sama uang"
" Emang kapan Ken perhitungan soal uang Ma"
" Itu tadi, bilangnya mama ngajarin yang nggak bener"
" Iya maksud Ken, ngajarin boros lho Ma"
" Itu mah nggak boros, Ken. Lagian istri kamu juga butuh refreshing"
" Iya Kak. Ya udah semuanya, Ken pamit ke kamar dulu ya. Udah ngantuk soalnya"
" Iya Ken"
Setelah pamit sama orang tua dan kakaknya, Kenan pun pergi ke kamarnya. Hari ini cukup melelahkan baginya. Karena pekerjaannya cukup banyak tadi di kantor.
Kenan menghempaskan tubuhnya ke atas kasur empuk miliknya. Ia memandang langit-langit kamarnya. Tidak lama lagi akan ada yang menemani tidurnya.
Dering ponsel pun mengagetkan Kenan. Ia melihat siapa yang menghubunginya. Senyuman pun terbit di bibirnya saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
" Assalamualaikum Oppa"
" Wa'alaikum salam sayang. Belum tidur?"
" Nggak bisa tidur"
" Kenapa?. Apa ada yang dipikirkan?"
" Nggak, cuma ingin ditemani Oppa aja"
" Mau ditemani tidur?"
" Hhmmm"
Senyum Kenan pun merekah. Ini pertama kalinya sang kekasih minta ditemani tidur dengannya. Biasanya ia yang selalu ingin ditemani tidur sama sang kekasih.
" Sayang udah makan?"
" Alhamdulillah udah. Oppa sendiri gimana?"
" Alhamdulillah udah juga sayang"
" Besok kerja kah?"
" Kerja sayang. Seminggu ini kayaknya kakak bakal sibuk banget deh. Mungkin menghubungi sayang tidak bisa sering-sering lagi"
" Nggak apa-apa Oppa, Eca ngerti kok"
" Tapi kakak pasti akan kabarin sayang kalau udah waktu istirahat"
" Iya Oppa"
" Ya udah, sekarang kita tidur ya?. Udah malam"
" Hhmmm"
" Apa mau ganti sama video call"
" Iya Oppa"
Kenan mengganti panggilannya ke mode video. Tampaklah wajah cantik sang kekasih. Wajah yang jarang tersentuh sama make up. Sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna.
" Cantik"
Wajah Alexa memerah saat mendengar pujian itu dari sang kekasih. Padahal Kenan selalu memujinya dengan kata itu. Tapi entah kenapa wajahnya selalu merona mendengarnya.
" Oppa juga tampan"
" Iya, kalau nggak tampan mana mau sayang sama kakak"
" Iya dong"
Tak berselang lama keduanya pun terlelap dengan keadaan ponsel masih menyala. Memperlihatkan wajah satu sama lain. Mungkin itulah salah satu cara untuk mengurangi rasa rindu mereka berdua.
__ADS_1
To be continue.
Happy reading 😚😚