
Sepulang sekolah Axel, Adele dan Alisha langsung pergi ke tempat kerja. Begitu juga dengan Axel dan Farel. Tapi sebelum pergi ke tempat kerja, Axel dan Farel mengantarkan kekasih mereka ke tempat kerja.
Sekarang ketiga cewek cantik itu sudah bersiap untuk bekerja. Mereka sudah memakai seragam Waitress. Walaupun sudah memakai pakaian Waitress mereka bertiga tetap terlihat cantik.
" Yuk mulai bekerja. Semangat" ucap ketiga cewek cantik itu.
Ketiga cewek cantik itu pun berpencar. Karena sekarang weekend, jadi pengunjung restoran sangat banyak dari hari biasanya. Ketiga gadis cantik itu segera menuju meja para pengunjung yang baru datang.
Alexa melayani pengunjung pertama. Ia memberikan buku menu yang ada ditangannya ke pengunjung itu. Dan ia sangat senang, karena pengunjung yang ia layani sangat baik.
" Ada tambahannya Buk?" tanya Alexa.
" Untuk sekarang itu aja dulu"
" Silakan di tunggu pesanannya"
" Terima kasih"
Alexa pun pamit undur diri. Ia akan meletakkan catatan pesanan di tempat yang di sediakan. Setelah selesai barulah nanti Alexa akan mengantarkan makanan ke meja pengunjung tadi.
Sama dengan Alexa, Adele juga mendapatkan pengunjung yang ramah dan juga baik. Setelah mencatat semua pesanan, Adele undur diri dan meletakkan catatan pesanan tadi di tempat yang sudah di sediakan.
Banyak para pengunjung yang senang dengan pelayanan ketiga gadis cantik itu. Karena banyak yang suka dengan pelayanan mereka bertiga, Waitress yang senior merasa tersaingi.
" Coba lihat anak baru itu, baru pertama bekerja, dia sudah belagu"
" Iya, padahal kita senior mereka. Tapi mereka malah tidak menghargai kita sebagai senior"
" Sepertinya kita harus beri mereka pelajaran "
" Kamu benar. Nanti pas pulang, kita beri pelajaran mereka"
" Yuk kita lanjut kerja lagi"
Beberapa Waitress itu melanjutkan pekerjaan mereka kembali. Para Waitress itu tidak bersyukur. Kalau banyak pengunjung yang suka sama pelayan Alexa dan Adele, itu akan memberikan nilai plus untuk restoran itu.
" Dek"
" Maaf, mbak manggil saya?"
" Iya"
" Ada yang bisa saya bantu mbak?"
" Bisa tolong jaga anak saya sebentar nggak, saya mau ke toilet sebentar"
" Baik mbak"
" Sayang, kamu sama kakak ini dulu ya. Mama mau ke toilet dulu"
" Baik Ma"
Wanita itu pun segera pergi ke toilet. Mungkin dia lagi kebelet.
" Hallo adek, boleh kakak duduk di sini"
bocah umur lima tahun itu menganggukkan kepalanya. Alexa duduk di kursi yang ada di samping adik kecil itu.
" Kalau boleh tau nama adek, siapa?"
" Aiden"
" Nama yang bagus. Aiden sudah sekolah?"
" Sudah, Ai sekolah TK" jawab anak kecil yang diketahui bernama Aiden.
" Wah hebat dong"
" Kakak mau makan?"
" Nggak, terima kasih. Makanannya untuk Aiden aja. Supaya Aiden cepat gede"
Alexa tersenyum. Ia membayangkan kalau ia punya adek laki-laki lagi, pasti lucunya juga seperti Aiden.
" Kakak kenapa?"
__ADS_1
" Ah nggak apa-apa"
" Tadi Ai liat kakak tersenyum seperti ini?" kata bocah itu sambil memperlihatkan senyumannya.
" Kamu gemesin banget sih" kata Alexa sambil mencubit pipi Aiden.
" Kakak sama seperti om Aiden"
" Om?"
" Iya. Dia suka sekali mencubit pipi Ai"
" Masa sih?"
" Hhhmm"
Aiden mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
" Ini fotonya om Aiden" kata Aiden sambil memperlihatkan foto seorang lelaki memakai jas.
" Ini paman Aiden?"
" Iya, tampan kan?"
" I-iya"
Emang bener kata Aiden lelaki berjas hitam itu sangat tampan. Tapi sepertinya dia orang yang dingin dan juga datar.
" Paman Aiden bos di perusahaan besar"
" Oh yeah. Siapa yang bilang begitu sama Aiden?"
" Paman. Dan paman juga bilang kalau dia juga tampan"
Ternyata pamannya narsis juga.
Tak berselang lama, mama Aiden pun datang.
" Maaf lama. Apa Aiden nakal tadi?"
" Makasih ya sudah menjaga Aiden"
" Sama-sama mbak. Karena mbak sudah disini, saya mau lanjut bekerja lagi"
" Baik. Aiden bilang makasih dulu sama kakak"
" Makasih Kak"
" Sama-sama Aiden"
" Ini tip untuk kamu karena sudah mau menjaga Aiden"
" Nggak usah mbak. Saya ikhlas menjaga Aiden"
" Udah terima aja. Kalau nggak Aiden sedih lho. Iya kan Aiden?"
Aiden menganggukkan kepalanya.
Karena tidak enak dengan bocah lelaki itu. Akhirnya Alexa menerima uang tip yang diberikan mama Aiden.
" Makasih ya mbak. Saya permisi dulu"
" Baiklah"
Wanita itu tersenyum melihat punggung Alexa yang semakin menjauh dari pandangannya. Ya tadi ia melihat interaksi antara putranya dengan gadis cantik itu.
Gadis yang sangat menarik.
Alexa tidak menyangka di hari pertamanya bekerja, ia akan mendapatkan tip seratus ribu. Padahal uang seratus ribu itu tidak ada apa-apanya di banding uang sakunya. Tapi entah kenapa ia sangat senang.
Mungkin beginilah perasaan Waitress yang sering di kasih tip sama mommy dan daddy-nya. Walaupun uangnya tidak seberapa, tapi sangat berarti bagi mereka.
" Woi! melamun aje Lo " kata Adele dan Alisha.
" Ck, kalian berdua ngagetin aja sih"
__ADS_1
" Habisnya Lo melamun"
" Gue baru dapat tip nih?"
" Wah hebat banget. Gue aja nggak ada dapat tip"
" Gue juga nggak mau terima tip ini tadi. Tapi orangnya maksa gue. Ya gue terima aja"
" Beruntung banget Lo dapat pelanggan"
" Ntar gue traktir kalian berdua ice cream"
" Bener ya"
" Bener"
" Ok. Kita berdua juga mau tau rasanya duit tip" kata Adele.
" Yuk lanjut kerja lagi. Pesanan yang mau diantar banyak tuh" kata Alisha.
" Siap Sha"
Ketiga gadis cantik itupun melanjutkan pekerjaannya kembali. Melayani pelanggan dengan setulus hati.
...***...
Tidak jauh berbeda dengan Alexa dan Adele. Axel dan Farel juga mendapatkan banyak pelanggan. Walaupun mereka baru pertama kali bekerja, namun mereka sangat lihai membersihkan mobil. Para pelanggan puas dengan hasil kerja Axel dan juga Farel.
" Dimana kamu mendapatkan pekerja yang tampan dan juga cekatan dalam bekerja?" tanya teman bos Axel.
" Mereka baru mendaftar beberapa hari yang lalu"
" Sepertinya mereka sudah biasa bekerja mencuci mobil"
" Sepertinya begitu"
Bos pemilik itu sangat senang, karena dari tadi mobil dan motor datang terus. Entah mereka emang mau mencuci kendaraannya, atau hanya sekedar ingin melihat kedua karyawannya.
Tapi terlepas dari itu semua, ia sangat senang. Karena itu pertanda pundi-pundi uang akan banyak ia dapatkan. Nggak salah ia menerima kedua karyawan baru itu.
" Mbak, motornya sudah siap nih" kata Axel ke salah satu pelanggannya.
" Cepat banget ya selesainya " kata mbak itu.
" Iya mbak"
Mbak itu pun melajukan motornya menuju kasih untuk membayar tagihannya. Sedangkan Axel melanjutkan pekerjaannya kembali. Kali ini ia dapat mobil pick up.
Tangan Axel sangat lihai membersihkan mobil itu. Karena ia juga sudah biasa mencuci mobil miliknya. Walaupun ia anak sultan, tapi ia tidak segan untuk mencuci mobilnya sendiri.
Sama halnya dengan Axel. Farel juga sangat cekatan membersihkan mobil pelanggannya. Ini udah mobil ke dua yang ia cuci.
" Axel, Farel "
" Ya bos"
" Tolong kalian berdua bersihkan mobil yang ada di sebelah sana"
" Baik bos"
" Ingat, jangan sampai lecet. Karena itu mobil pelanggan VIP di sini"
" Siap bos"
Axel dan Farel berjalan menuju mobil yang di maksud sama bosnya. Mobil itu memang terlihat mahal. Tapi lebih mahal mobil milik mereka berdua.
" Yuk Rel, kita bersihkan mobil mahal ini"
" Siap bro"
Dua lelaki tampan itu pun mulai membersihkan mobil mewah itu. Mereka sudah biasa membersihkan mobil mewah. Jadi mereka berdua tau bagaimana cara mencucinya.
To be continue.
Happy reading 😚😚
__ADS_1